Connect with us

NASIONAL

‘Airlangga Klaim Raih Dukungan 92%, tapi Kenapa Takut Gelar Pleno Golkar?’

Published

on

JAKARTA – Wakil Bendara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 sekaligus Ketua Dept Desentralisasi dan Otda DPP PG 2016-2017 Djafar Ruliansyah Lubis SH, MH menilai klaim Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto memperoleh dukungan 92% masuk akal. Klaim itu sebagai bukti bahwa Airlangga haus kekuasaan.

“Jika benar sudah didukung 92% kenapa hingga saat ini Airlangga tidak berani menggelar Rapat Pleno. Malah bermanuver-manuver yang merusak citra Partai Golkar. Dengan membentuk suatu lembaga-lembaga dukungan diluar aturan AD/ART Partai.,” kata Djafar Ruliansyah Lubis pada wartawan, Jakarta, Senin (26/8/2019).

“Saya melihat Airlangga ini Haus Kekuasaan, padahal partai saat ini kalah dalam pemilu 2019 dengan elektoral persentase perolehan suara secara nasional sebagai pemenang ke 3 di bawah gerindra yang perolehan persentase suaranya 12,58% sedangkan Partai Golkar 12,31%, berdasarkan hasil hitungan KPU RI. Hanya di parlemen saja Golkar mampu mengungguli gerindra dalam perolehan kursi Legislatif. karena dalam beberapa dapil golkar mampu memperoleh 2 kursi, sedangkan Gerindra kemungkinan ada yang tdk didapat perwakilannya dari beberapa dapil. Mengingat hasil keputusan bersama pemerintah,dpr dan penyelenggara pemilu jumlah total dapil sebanyak 80 dapil,” sambung Djafar.

Menurut Djafar, ukuran barometer politik itu adalah sebagai pemenang dalam Pemilu bukan terkait soal kursi di Senayan. Jadi, lanjutnya, sudah sangat tepat seluruh stakeholder Kader Golkar meminta dengan cepat harus dilakukan evaluasi Pemilu 2019 dan pembahasan agenda agenda politik lima tahun ke depan.

“Apa saja target yang ingin dicapai, pengaturan taktik dan strategi Politik jelang pilkada 2020, serta percepatan konsolidasi daerah,” ujarnya.

Dalam Rapat Pleno, tegas Djafar, Rapimnas dan Munas itulah harus disepakati bersama bukan memperlambat dan menahan-nahan Rapat Pleno itu sendiri.

“Jika memang Airlangga menjiwai Partai Golkar ini tentu ia tahu apa yg musti dia lakukan saat golkar ini dipimpinnya. Iya bisa mencontoh jenderal-jenderal perang lapangan di jepang yang lakukan harakiri atau bisa iya contoh juga jenderal-jenderal lapangan di eropa yg melakukan menembak kepalanya sendiri, karena kalah dalam Perang,” pungkas Djafar Ruliansyah Lubis. (HMS)

NASIONAL

Respon Pernyataan Kepala BPIP, ART: Pancasila Tak Bisa Dipisahkan dari Agama

Published

on

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Rachman Thaha (ART) merespon pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi yang menyatakan bahwa agama jadi musuh terbesar pancasila.

Menurut ART, pancasila itu tidak bisa dipisahkan dari agama, karena kelima sila itu terilhami oleh nilai-nilai agama, terutama Islam.

“Saya tegaskan ya. Pancasila itu tak bisadipisahkan dari agama,” tegas ART dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Ia pun menyesalkan pernyataan seperti itu keluar dari lisan seorang Kepala BPIP yang seharusnya di garis terdepan menjaga dan membumikan nilai pancasila.

“Saya sesalkan, kenapa pernyataan seperti itu dinyatakan oleh seorang Kepala BPIP yang mestinya menggawangi pancasila itu sendiri,” ujarnya.

ART akan memaklumi jika pernyataan tersebut dilontarkan di lingkungan akademik dan menjadi diskursus di lingkungan kampus.

“Tapi beliau sekarang bukan seorang rektor lagi dan tidak sedang mengajar di hadapan mahasiswa. Beliau mestinya menyadari bahwa beliau adalah pejabat publik dan bicara di media,” terang Senator asal Sulawesi Tengah ini.

ART mengimbau, agar semua tokoh dan semua stakeholde
tidak membuat gaduh suasana bangsa dengan pernyataan-pernyataan yang kontroversi.

“Keadaaan Republik ini jangan selalu dibuat gaduh. Republik ini direbut dari tetesan darah dan yang berjuang adalah para tokoh agama yang ada di republik ini,” kata dia.

“Ini pernyataan harus di pertanggung jawabkan baik secara akedemik,” tegas ART.

Seperti diketahui, Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam suatu wawancara mengatakan ada kelompok yang mereduksi agama sesuai depentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” kata Yudian.[]

Continue Reading

NASIONAL

MASIKA ICMI dan ICMI Orwil DKI Jakarta Perkuat Sinergitas

Published

on

JAKARTA – Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (Masika ICMI) DKI Jakarta melakukan audiensi dengan Ketua ICMI Orwil Jakarta Prof Dr H Dailami Firdaus,SH,LLM di kampus Assyafiiyah Jatiwaringin, Rabu (5/2/2020).

Kedatangan pengurus Masika ICMI DKI Jakarta di sambut hangat oleh Prof Dailami Firdaus di ruangan nya.

Abdul Malik Raharusun yang mewakili pengurus Masika ICMI DKI Jakarta mengawali pembicaraan dengan Prof Dailami Firdaus dengan memperkenalkan para pengurus yang datang.

“Kami dari Masika ICMI DKI Jakarta sudah ada SK dari pengurus pusat Masika ICMI ,dan kami berharap bisa bersinergis dengan ICMI Orwil DKI Jakarta yang di pimpin oleh Prof Dailami Firdaus,” kata Abdul Malik.

Sementara itu, Prof Dailami Firdaus mengatakan untuk pelantikan Masika ICMI DKI Jakarta ,kami bisa memberikan fasilitas tempat di kampus Assyafiiyah.

Dr Masduki Ahmad selaku Rektor Universitas Islam Assyafiiyah (UIA) dan juga pengurus ICMI DKI Jakarta mengatakan bahwa ICMI dalam menjalankan roda pengurusan harus sinergis dalam membangun Umat dan bangsa.

“Peran Masika ICMI DKI Jakarta menjadi garda terdepan dalam generasi muda ICMI dalam mempersiapkan pemimpin yang akan mendatang, Pelantikan Masika ICMI DKI Jakarta harus dilaksanakan sesuai AD/ART nya akan bisa menjalankan tujuan MASIKA ICMI, ICMI dan MASIKA adalah kesatuan yang utuh,” kata Dr Masduki.

Untuk diketahui, MASIKA ICMI telah Terdaftar di Kementrian Pemuda Dan Olahraga,Berasaskan Islam. Sifat: MASIKA ICMI adalah Badan otonom di lingkungan ICMI. Otonomi MASIKA ICMI merupakan pengembangan kreatifitas dan orisinalitas kaum muda.

“Sifat otonom MASIKA ICMI merupakan wujud kemandirian, kebebasan, dan lepas dari intervensi dari pihak manapun. Secara administratif memberikan kewajiban menyampaikan laporan tahunan dan laporan akhir masa kepengurusan kepada ICMI sesuai dengan jenjang keorganisasian,” jelasnya.

“Semoga sinergitas antara Masika ICMI DKI Jakarta dan ICMI Orwil DKI Jakarta bisa membawa manfaat untuk umat,” imbuhnya.

Continue Reading

NASIONAL

Ranti Purwasih Nakhodai Kohati HMI Cabang Kuantan Singingi

Published

on

Kuantan Singingi – Pelantikan Pengurus Kohati Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kuantan Singingi Periode 2020-2021 dilaksanakan pada hari Jum’at, 24 Januari 2020 di Teluk Kuantan. Sebelum pelantikan, diadakan Musyawarah Kohati (Muskoh) yang pertama dilaksanakan pada tanggal 2 Januari 2020 di Teluk Kuantan. Hasil Muskoh Ke-1 tersebut memutuskan Ranti Purwasih sebagai Formatur Kohati HMI Cabang kuantan Singingi. (lebih…)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending