Connect with us

OPINI

Anak KPM Berhasil Jadi Atlit Berkat Kegigihan Keluarganya di PKH

Published

on

Binjai – Sebagai seorang anak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Revaldi tergolong anak yang berprestasi di bidang olahraga bela diri. Berkat ketekunannya dalam berlatih beberapa kali memperoleh sejumlah piala dan piagam di kejuaraan yang pernah di ikuti. Anak yang memiliki mental dan semangat pantang menyerah ini bercita-cita menjadi seorang anggota TNI. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut Revaldi pun menggeluti olahraga beladiri karate. Menurutnya karate merupakan olahraga yang menyenangkan dan sudah menjadi hobby bagi dirinya. Hobbi yang bisa membanggakan kedua orang tuanya.

Ibu Eka Kresnawati dan Darmawi adalah ibu dan ayah Revaldi. Mereka dikarunia 2 orang anak dan 1 perempuan. Rakha Raditya kelas 2 SD, Revaldi kelas 9 SMP, Nurul Annisa kelas 11 SMA. Ibu Eka adalah seorang ibu rumah tangga yang sabar dalam mendidik anak. Beliau tercatat sebagai KPM PKH kota Binjai kohor 2016 yang beralamat di jalan Suratin gang Utama Nomor 22 Lk.8 Timbang Langkat Binjai Timur. Sementara Darmawi Ayah yang sangat perhatian dan tegas dalam mendidik anak-anaknya. Bekerja sebagai seorang petugas Satuan Pengamanan (Satpam).

Ibu Eka mengungkapkan bahwa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah sangat membantu beliau dalam meningkatkan prestasi anak di sekolah. Sebelumnya beliau kesulitan dalam mengatur keuangan yang serba kekurangan. Sejak 2016 menerima dana bantuan PKH beliau bisa fokus untuk menjadikan anaknya sebagai seorang Atlit beladiri Karate. Tingkat Kehadiran anak-anaknya di sekolah sangat diperhatikan sebagai wujud komitmen peserta KPM PKH. Kemudian pertemuan kelompok yang selalu hadir terutama kegiatan  P2K2 yang dilakukan oleh pendamping Sosial Elsa Rani, S.Sos yang terus di monitoring oleh Peksos Supervisor PKH Kota Binjai Agus Purwanto, M.Kesos. Menurutnya P2K2 memberikan ilmu dan pengetahuan baru dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya untuk diterapkan di rumah. Motivasi yang sering dilakukan oleh pendamping membuat Ibu Eka Semangat dan terus mendorong anaknya untuk terus giat berlatih beladiri karate.

Dari ketiga anak Ibu Eka, Revaldi dan adiknya Rakha yang aktif menekuni beladiri karate. Revaldi yang terlebih dahulu menekuni Karate saat ini memiliki segudang prestasi juara di setiap pertandingan. Jadwal latihan revaldi cukup padat. Sepulang sekolah pukul 13.30 wib, setiap hari Senin – Kamis Latihan di Gedung Olahraga (GOR) Binjai dari pukul 16.00-18.00 Wib. Hari Jumat latihan di sekolahnya sendiri yaitu sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMP 12 Binjai, Terkadang hari minggu diminta sebagai asisten pelatih di SMP 12 Binjai. Biaya latihan di GOR Binjai 100 ribu/bulan. Saat ini telah memperoleh sabuk Coklat. Untuk menjaga stamina ditengah padatnya latihan tersebut Revaldi biasa mengkonsumsi susu, madu, dan telur yang dibuat oleh ibunya.

Menurut Ibu Eka sebelum menerima bantuan PKH beliau kesulitan untuk memenuhi kebutuhan Revaldi sebagai Atlit. Berkat bantuan PKH di tahun 2016 Ibu Eka merasa sangat terbantu. Revaldi mulai latihan pada tahun 2015. Setahun ikut latihan langsung ikut pertandingan Kejuaraan daerah (Kejurda) di Medan mendapatkan juara 1. Berikut kejuaraan yang pernah dimenangkan oleh Revaldi;

Prestasi:

1. Juara 1 karate kumite kejurda INKAI Sumut,Dalam rangka Hari Armada RI Tahun 2016

2. Juara 2 karate kata .kejurda INKAI SUMUT,Dalam rangka Hari Armada RI Tahun 2016

3. Juara 3 .pada penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional(O2SN)SMP Tingkat KOTA BINJAI Tahun Anggaran 2017 yang diselenggarakan tanggal 26 s.d.27 mei 2017

4. Juara 3  karate kumite.dalam kejurda INKAI Sumut tahun 2017 dilaksanakan di GEDUNG OLAHRAGA MINI FUTSAL DISPORA SUMUT jl.wiliam iskandar Medan,tanggal 07-08 juli 2017

5. Juara 1 karate kumite.dalam seleknas INKAI Sumut yang diselenggarakan di gedung INKAI medan.tgl.7 juli 2018

6. Juara 1 karate kata.dalam seleknas INKAI Sumut yang diselenggarakan di gedung INKAI Medan.tgl 7 juli 2018

7. Juara 1 karate kumite.smp kelas -40 KG.dalam rangka PEKAN OLAHRAGA PELAJAR KOTA BINJAI. Tahun 2017

Ranking sekolah:

1. Raking 6 semester 1 kls 7 smp tahun 2017

2. Ranking 8 semester 2 kls 7 smp tahun.2017

3. Ranking 11 semester 2 kls 8 smp tahun 2018.

Oleh : Agus Purwanto, M.Kesos (Pekerja Sosial Supervisor Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara)

OPINI

Pandemi Covid-19, Pertamina Harus Kembalikan Keuntungan Rakyat

Published

on

By

Saya menanggapi statement PT Pertamina yang menyiapkan Rp 100 milliar untuk pinjaman UMKM. Hal ini merupakan sekedar hiburan disaat Rakyat lagi susah akibat Covid-19. Mengapa?

Karena Pertamina sudah menikmati keuntungan yang diberikan oleh Rakyat Indonesia dari penjualan BBM premiun oleh Pertamina seharga Rp 6.450/liter dimana estimasi kalkulasi harga keekonomiannya Rp 6000/ liter.

Sehingga keuntungan yg diperoleh Pertamina adalah Rp 450/ liter dikalikan 1 juta barrel/ hari atau RP 71.5 milyar/ hari atau Rp 2.1 Trilliun/ bulan.

Rakyat Indonesia telah memberikan keuntungan juga ke Pertamina berupa Cost Saving dari harga minyak dunia turun mencapai +/- US $ 35 sementara harga ICP US$ 63/ barrel.Total Cost saving Pertamina Rp 13.1 Trilliun/ bulan.

Seharusnya Pemerintah/ Pertamina jangan menikmati keuntungan dari Rakyat. Untuk itu Harga BBM Premium harus diturunkan.

Bantuan pinjaman Pertamina Rp100 Miliar itu adalah uang yang diambil dari keuntungan penjualan Premium per hari dari Rakyat yang seyogianya disubsidi oleh Pemerintah sebanyak Rp 18.7 Trilliun. Anggaran subsidi ini tidak terpakai oleh Pemerintah.

Komite Penghapusan Bensin Bertimbal juga sudah memberikan pandangan bahwa harga jual BBM premiun di Indonesia yang diberlakukan kini terlalu mahal bila dibandingkan degan negara-negara lain.

Di tengah pandemi Covid-19 yang menimpa Rakyat bawah, seharusnya Pemerintah/ Pertamina mengembalikan keuntungan tersebut kepada Rakyat dalam bentuk hibah bukan pinjaman dan jumlahnya seharusnya lebih agar dapat membangun ekonomi Rakyat khususnya para pelaku usaha UMKM.

Diingatkan bahwa sesuai amanat Pasal 33 UUD NRI Tahun1945, (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas kekeluargaan, (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besar kemakmuran rakyat Indonesia.

Syarief Hasan, Wakil Ketua MPR RI

Continue Reading

OPINI

Pembayaran THR Bertahap Harus Disepakati Pengusaha dan Pekerja

Published

on

By

Oleh: Syaiful Bahri AnshoriPresiden DPP Konfederasi Sarbumusi

THR atau Tunjangan Hari Raya wajib dibayarkan oleh perusahaaa sesuai dengan pasal 2 ayat 1 Permenaker 06/2016. Artinya kewajiban ini punya konsekwensi hukum dan tidak bisa ditawar tawar lagi, sehingga pada posisi ini DPP Konfederasi Sarbumusi mempunya pandangan yang sama dengan kemnaker dan serikat pekerja lain bahwa secara hukum THR menjadi kewajiban yang harus dibayarkan oleh pengusaha.

Bagi perusahaan yang mampu dan tidak terlalu terdampak covid-19 maka perusahaan tersebut wajib membayar ketentuan THR sebagaimana diamanatkan oleh Permenaker No.6 tahun 2016.

Adapun mekanisme pembayaran THR, karena melihat situasi dan kondisi saat ini apabila perusahaan tidak mampu dikarenakan dampak covid-19 (dibuktikan dengan laporan keuangan yang transparan) maka mekanisme pembayaran bisa di dialogkan dengan pekerja atau serikat pekerja dengan mekanisme;

Pertama pembayaran THR secara bertahap (tahapan disepakati oleh pengusaha dan pekerja)

Kedua bisa dilakukan penundaan apabila perusahaan tidak mampu sama sekali sesuai waktu yang ditentukan oleh peraturan perundang undangan, dengan waktu sesuai kesepakatan para pihak,

Ketiga kesepakatan ini juga mengatur tatacara denda keterlambatan pembayaran sesuai dengan pasal 10 permenker 6/2016.

Pertama, DPP konfederasi Sarbumusi mempunyai sikap bahwa untuk menjamin kesepakatan itu dilaksanakan maka kesepakatan ini wajib dilaporkan kepada Disnaker setempat. Dan pengawas harus pro aktif dalam mekanisme kontrol dan pengawasan terhadap pelanggaran bagi perusahaan yang tidak melakukan pembayaran THR dan atau tidak melaporkan ke Disnaker, pengawas bisa memberikan sanksi pelanggaran norma kerja kepada perusahaan yang melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.

Kedua, perlu kita pahami bersama, surat edaran ini hanya berlaku bagi perusahaan yang terdampak covid-19, bukan yang nyata nyata mampu karena perusahaan yang mampu harus dan wajib membayar sesuai dengan permenaker 6/2016, selain itu ketentuan ini berlaku hanya karena dampak covid-19. Bila situasi normal yang berlaku adalah Permenaker 06/2016.

Ketiga,DPP konfederasi Sarbumusi melalui presiden DPP konfederasi Sarbumusi menghimpau kepada perusahaan untuk mengedepankan dialog dan terbuka pada kemampuan dan kesulitan perusahaan sehingga pekerja/buruh tidak dipersulit dalam kondisi yang kesulitan ini.

Keempat, DPP sarbumusi menyerukan kepada semua pihak untuk sama-sama menjaga hubungan industrial yang harmonis, tidak saling mengorbankan dan bersama sama menghadapi dampak pandemi covid-19 ini.

Continue Reading

OPINI

Pemerintah Ingin Cetak Uang, Kebijakan Aneh di Tengah Pandemi Covid-19

Published

on

By

Oleh: DR Hermanto, Anggota Badan Anggaran DPR RI

Rencana Pemerintah mencetak uang baru saat ini sangat tidak relevan mengingat underlaying dan ekonomi nasional tidak memungkinkan untuk itu. Tradisi negara-negara di dunia dalam mencetak uang didasarkan pada dua hal yaitu: cadangan emas yang dimiliki negara atau fiat money (perintah negara atau regulasi). Indonesia hanya memiliki cadangan emas 78,5 ton, berada dibawah Singapura 127, 4 ton apalagi Amerika 8.133,5 ton. Indonesia tidak termasuk 35 negara pemilik cadangan emas terbesar.

Rencana pemerintah akan mencetak uang 600 triliun nampaknya lebih didasarkan pada fiat money. Bukan cadangan emas. Negara tidak memiliki emas yang kuat untuk menggaransi cetak uang.

Hal tersebut sangat jelas keterkaitannya dengan lahirnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) No. 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dan/Atau Dalam Rangka Menhadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional Dan/Atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Cetak uang baru berdasarkan fiat money akan sangat membahayakan ekonomi nasional karena tidak didukung underleying yang kuat. Juga sangat kompleks bila cetak uang baru sebagai basis menyusun APBN. Cetak uang baru dengan dasar fiat money akan mengundang sumber penyebab inflasi yaitu: uang beredar semakin banyak, nilai tukar uang menurun, perilaku konsumtif, daya beli masyarakat rendah dan kelangkaan barang.

Uang banyak beredar tapi barang langka dan tidak disertai produktivitas nasional. Itulah sumber petaka inflasi bahkan hiperinflasi. Dalam menguatkan pondasi ekonomi nasional ditengah pandemik Covid-19, ada baiknya Pemerintah mengkonversi anggaran pembangunan IKN (ibukota negara) dan infrastruktur yang belum ada manfaatnya dalam jangka pendek dialihkan untuk keperluan peningkatan produktivitas nasional yang mendesak yaitu: pangan, mencegah covid-19, UMKM dan sektor riil.

Cetak uang baru atas dasar fiat money akan mengundang moral hazard. Potensi perilaku koruptif semakin sulit dikendalikan. Apalagi didukung dengan Perppu No. 1 tahun 2020 dimana para pemangku pengambil kebijakan kebal hukum. Tidak akan dituntut pidana sekalipun ada tindak pidana dalam kebijakan.

Siapa yang diuntungkan dengan cetak uang 600 triliun ?
Dalam kondisi pandemik Covid-19 dan ekonomi saat ini, cetak uang baru tidak menguntungkan bagi ekonomi rakyat. Bisa jadi yang diuntungkan adalah: pengusaha besar, para importir dan industri besar yang mengusai sektor manufaktur, barang dan jasa, perbankan serta petambang emas.

Untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah perlu memperkuat cadangan emas milik negara dengan cara memberikan alokasi teknologi modern untuk petambang emas rakyat dan tidak memberikan kesempatan investasi asing menguasai tambang emas karena hasilnya akan menjadi milik negara investor. Deposit emas di Indonesia masih banyak. Ada baiknya bila seluruhnya dikelola oleh anak bangsa untuk memperkuat cadangan emas negara.

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending