Connect with us

RAKYAT

Aspirasi Rakyat Menolak RUU HIP jadi RUU BPIP Sangat Kuat

Published

on

HULU SUNGAI SELATAN – Salah satu tugas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyerap aspirasi konstituennya atau suara rakyat. Termasuk aspirasi rakyat menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila.

“Aspirasi masyarakat yang menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila sangat kuat, karenanya Fraksi PKS terus menyuarakan agar RUU tersebut di dorp,” demikian disampaikan Habib Aboe Bakar Alhabsyi saat menjawab pertanyaan peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kandangan, Hulu Sungai Selatan (18/7) mengenai sikap Fraksi PKS saat ini.

Habib Aboe Bakar menyampaikan bahwa lembaga legislatif seperti DPR merupakan lembaga perwakilan yang memiliki fungsi menyambung aspirasi masyarakat.

“Jika rakyat sudah menyampaikan aspirasi penolakan melalui ormas, organisasi kepemudaan, organisasi kewahasiswaan dan lain sebagainya, tentunya kita harus mendengarkannya. Fraksi PKS selama ini berkomitmen untuk selalu memperjuangkan aspirasi rakyat, termasuk dalam isu RUU HIP ini,” terang anggota MPR RI dari dapil Kalsel 1 tersebut.

Lebih lanjut, Habib Aboe Bakar menjelaskan bahwa aspirasi penolakan itu sangat deras karenanya tidak dapat diabaikan. “Kita sudah terima aspirasi masyarakat yang langsung datang ke DPR, banyak sekali aksi-aksi di daerah yang juga digelar untuk menolak RUU HIP ini, termasuk juga sebelumnya ada sikap dari MUI, Muhammadiyah, NU, Persis dan lain sebainya, tentunya itu semua tidak bisa diabaikan,” papar Anggota Komisi III DPR RI tersebut.

“Saya sudah pernah menyampaikan secara langsung saat paripurna agar RUU ini di drop dari pembahasan. Karena ini sudah menjadi aspirasi publik yang sangat kuat, kita tidak boleh tutup mata,” tandas Ketua MKD DPR RI tersebut. Laebih lanjut Aboe Bakar mengajak agar pimpinan DPR dan Pemerintah agar duduk bersama mendengarkan masukan rakyat agar tidak lagi melanjutkan pembahasan RUU HIP ini.

Seperti diwartakan sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani bersama Menkopolhukam Mahfud MD dan piminan MPR beserta jajaran menteri pemerintah saat konferensi pers terkait dengan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) diubah menjadi RUU BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/7/2020) kemarin.

Dan Puan Maharani saat itu langsung telah menerima usulan pemerintah terkait dengan penggantian Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). DPR dan pemerintah sepakat RUU HIP itu memicu kontroversi karena diubah menjadi RUU BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila). (AB)

RAKYAT

Hermanto Berikan Sembako untuk Warga Padang

Published

on

By

PADANG – Anggota Komisi DPR RI Dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat di Desa Lumindai, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.

Penyerahan serupa dilakukan juga kepada komunitas pemulung sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Kepada para penerima sembako, Hermanto berharap agar bantuan yang diterima bermanfaat dan barokah.

“Semoga bermanfaat dan barokah. Konsumsi pangan yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga terhindar dari wabah covid-19,” katanya.

“Kepada bapak dan ibu saya mohon doa agar dimudahkan dan dilancarkan dalam menunaikan amanah sebagai anggota DPR,” tambahnya.

Bantuan sembako untuk masyarakat Sawahlunto diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Lumindai Chairunnas. Dalam penyerahan tersebut Hermanto didampingi tokoh muda Sawahlunto Alfi Syukri. Sedangkan pada penyerahan sembako kepada pemulung di Padang, Hermanto didampingi oleh anggota DPRD Kota Padang Pun Ardi.

Chairunnas menyatakan terima kasih atas perhatian Hermanto kepada warganya. “Dari sekian anggota DPR RI, baru bapak yang berkunjung ke desa kami. Semoga bapak terpilih kembali sebagai Anggota DPR RI pada periode berikutnya. Kami siap bantu,” ucapnya. (Joko)

Continue Reading

RAKYAT

Bamsoet: Masa Depan Indonesia Pasca Pandemi Covid-19 Ada di Desa

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan masa depan Indonesia bukanlah berada di pusat bisnis perkotaan. Melainkan berada di desa sebagai penyedia utama pangan. Pandemi Covid-19 telah membuka mata semua pemangku kebijakan, mulai pemimpin daerah hingga pusat sudah menyadari bahwa kedaulatan terhadap pangan harus diutamakan. Tak bisa lagi Indonesia bergantung kepada impor pangan.

“Mencukupi kebutuhan pangan kepada 267 juta penduduk, sebenarnya bukanlah hal sulit. Mengingat Indonesia dianugerahi tanah yang subur untuk pertanian, laut yang luas untuk perikanan, maupun udara segar untuk perkebunan. Tak ada yang tak bisa ditanam disini. Tinggal bagaimana kita mengelolanya secara bijak. Karena itu, gagasan Presiden Joko Widodo merealisasikan food estate dengan membuka lahan pertanian seluas 165.000 hektar di Kalimantan Tengah patut didukung,” ujar Bamsoet saat menerima Badan Komunikasi Nasional Desa se-Indonesia (BKNDI), di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu (29/7/20).

Pengurus BKNDI yang hadir antara lain Dewan Penasehat Mayjend TNI (Purn) Suprapto, Ketua Umum Isra Sanaky, Bendahara Umum Novita Tuahuns, dan Ketua Koperasi Konsumen BKNDI Mandiri Darwis.

Mantan Ketua DPR RI ini memaparkan, laporan The Global Hunger Index (2019) menempatkan Indonesia di peringkat ke-130 dari 197 negara dengan tingkat kelaparan serius. Diperkirakan 8,3 persen populasi tak mendapat gizi cukup, serta 32,7 persen anak balita mengalami stunting.

“Jika dimasa normal saja kondisi pangan bisa sesulit itu, apalagi di kondisi pandemi Covid-19. Badan Pangan Dunia (FAO) sudah memperingatkan adanya krisis pangan dunia akibat terganggunya jalur supply karena pandemi Covid-19. Kejadian tersebut menjadi cambuk bagi Indonesia untuk serius membenahi sektor pangan. Pembangunan desa harus digenjot sehingga para pemuda tak lagi melakukan urbanisasi. Pemuda harus bangga menjadi petani,” tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, dengan luas lahan mencapai 570.000 km persegi, sektor pertanian belum mampu mempersembahkan yang terbaik. Salah satunya karena impor yang merajalela. Sejak tahun 1960an hingga kini, Indonesia masih mengimpor beras. Sejak 1989, Indonesia juga mengimpor jagung.

“Padahal pemajuan sektor pertanian juga akan berdampak luas terhadap penerimaan devisa negara, serta mampu membuka banyak lapangan pekerjaan, yang pada akhirnya akan menanggulangi kemiskinan. Pandemi Covid-19 telah membawa pelajaran besar agar kita tak lagi meninggalkan sektor pangan,” pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

RAKYAT

MWC NU Anyer Siap Perkuat Kelembagaan NU

Published

on

Sekitar 50-an kyai se-kecamatan Anyer beserta anggota PAC Ansor mengadakan acara silaturahmi bersama membicarakan rencana revitalisasi banom NU di lingkungan wilayah kecamatan sekaligus memilih ketua baru Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Anyer.

Berdasarkan laporan komite pelaksana kegiatan, silaturahmi antar kyai tersebut diadakan untuk me-reorganisir dan menghidupkan kembali marwah kelembagaan NU yang sudah lama padam. Sebab, meski secara tradisi praktik ke-NU-an masih kental di wilayah Anyer namun secara organisasi masih belum tampak. Karenanya, menurut komite pelaksana acara, momen tersebut dimaksudkan sebagai itikad para kiai untuk membenahi NU di lingkungan sekitar sehingga dapat memaksimalkan ruang manfaat organisasi bagi kemaslahatan umat.

Acara musyawaran dan silaturahmi yang bertajuk “mengupas kembali sejarah Nahdlatul ulama kecamatan Anyer” itu sendiri dihelat pada Sabtu malam (25/07/2020) di Majelis Raudlotul Ulum At Thohiyah, Kampung Jaha, Kecamatan Anyer, Serang-Banten. Di samping sebagai ajang memperat tali silturahmi antar kiai se-kecamatan, tujuan lain kegiatan itu adalah sebagai forum pengenalan anak-anak muda terhadap kiai-kiai NU di Anyer.

Selain itu, kegiatan musyawarah ini juga bertujuan untuk membawa kembali semangat organisasi ke-NU-an melalui pengaktifan kembali banom-banom NU yang telah mati dan perbaikan kelembagaan di tubuh Majelis Wakil Cabang NU melalui pemilihan ketua baru.

Sebagaimana disampaikan oleh KH. Ade Wajdi, Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Anyer Terpilih dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa NU di Kecamatan Anyer itu sangat kental tapi secara organisasi kelihatannya tidak hidup tidak juga mati. Menurutnya, kondisi itu berbanding terbalik dengan NU di wilayah Jawa lainnya yang secara organisai begitu aktif. Padahal tambahnya, lahirnya NU di Jawa (Jombang) tak terlepas dari peran para kyai di Banten. Hal ini pungkasnya bisa dilihat dari tiga ulama NU yang memberikan izin terbentuknya wadah organisasi bagi para ulama tersebut dimana dua di antaranya berasal dari Banten.

“Karena tokoh NU yang tiga itu, yang telah memberikan izin mendirikan wadah para ulama yang sekarang bernama NU itu ada 3. Yaitu Syaikhona Kholil Bangkalan, Syekh Nawawi Tanara Banten dan Syekh Ahmad Jaha. Karena yang dua ini di Banten, maka ruhnya (Nahdlatul Ulama) itu di Banten. Dan jasad tanpa ruh itu (akan) mati” tutur KH. Ade Wajdi. Karenanya, dia berharap, dengan adanya silsilah yang erat antara Banten dengan sejarah lahirnya NU, maka kegiatan NU di Banten (khususnya di Anyer) ini tak pernah padam sehingga bisa mengembalikan ruh NU tersebut.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Rois Syuriah, Rois Tanfidziyah baru MWC NU yang terpilih, Kyai Jamaksari juga berkomitmen untuk kembali menghidupkan NU di Anyer. “Anyer (di)jadikan kota NU” tuturnya.

Apa yang dicita-citakan oleh para kyai anyer untuk merejuvinasi gerakan NU di wilayahnya memang tampak logis. Apalagi berdasarkan catatan Mufti Ali, Peneliti Sejarah dan Kebudayaan Banten, Syekh Ahmad Jaha merupakan salah satu kyai besar Banten yang namanya kini dijadikan nama sebuah kampung di Kecamatan Anyer, kampung Jaha, lokasi dimana silaturahmi antar kyai tersebut diadakan.

Sementara itu, Sekretaris Umum PCNU Kabupaten Serang, KH. Muhyidin Arif yang juga hadir dalam acara itu menjelaskan mengenai tugas NU dalam hal organisasi. Bahwa tugas NU adalah untuk menjaga agama, aqidah, negara, dan tanah air. Karena itu menurutnya, antara ulama dan umaro tidak bisa dipisahkan dan harus bergandengan tangan. “NU bertaggung jawab sampai kapanpun untuk keamanan negara. Karena di situ ditekankan hubbul wathan minal iman.” Dia juga mengatakan bahwa NU itu didirikan oleh masyaikh yang salah satunya adalah hadratus syekh KH. Hasyim Asy’ari yang berpesan “barang siapa yang mengurusi NU akan aku anggap sebagai muridku dan aku doakan khusnul khotimah beserta anak cucunya”. (Dian)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending