Connect with us

RAKYAT

Bambang Purwanto: Bantuan Alsintan Pemerintah untuk Sejahterakan Petani

Published

on

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto menilai petani sebagai garda terdepan dalam memasok ketahanan pangan Nasional sejak dulu hingga saat ini perlu mendapatkan perhatian Pemerintah agar produksi pangan dapat berjalan secara optimal. Bagi Bambang, kesejahteraan petani lebih penting.

“Bahkan Pemerintah telah menggelontorkan alsintan agar tenaga kerja petani lebih efisien sekaligus dapat memenuhi kebutuhan pangan Nasional dengan memanfaatkan SDA serta SDM. Itu untuk petani meningkatkan kesejahteraan para petani,” kata Bambang pada wartawan Lintas Parlemen, Sabtu (9/1’2021).

Namun, lanjut Bambang, hingga saat ini para petani masih mengalami kesulitan mendapatkan pupuk subsidi serta pestisida, juga tata air yang kurang berfungsi diluar kemampuan petani.

“Dampak dari semua itu hasil panen para petani tidak optimal,” ujar Bambang.

“Akibatnya bila ditinjau dari biaya produksi dan hasil tdk seimbang, kalau hal ini berjalan secara terus menerus tentu byk petani tanaman pangan alih profesi ke tanaman lain karena dianggap tidak efisien ( hasil reses). Apalagi hasil Kunker ke Kalsel beberapa saat yg lalu tepatnya tanggal 15 Desember 2020 mendapatkan informasi kebijakan penetapan luas baku lahan sawah yang semula dilakukan olah BPS saat ini dilakukan oleh ATR/BPN perubahan kebijakan ini tentu akan berdampak terhadap luasan lahan sawah,” jelasnya.

Menurut Bambang, jika ATR/ BPN yang melakukan penetapan luas baku lahan maka hanya lahan yang berstatus sertifikat hak milik. Sementara di sejumlah tempat termasuk di Kalsel banyak lahan petani masih berstatus SKT ( Surat Keterangan Tanah ) dari Kepala Desa/ Lurah bahkan masih ada yang tidak memiliki surat.

“Tapi sudah mereka kerjakan secara turun temurun. Seperti di Kalsel data berdasarkan kerjasama dg BPS Luas Baku Sawah 447.872 ha sementara data ATR/ BPN 291.145 ha sehingga selisih 156.730 ha., perubahan luas baku lahan sawah ini tentu akan berdampak terhadap distribusi sarana produksi dari Pemerintah,” papar Bambang.

“Manakala perubahan seperti ini yang terjadi di semua daerah terutama luar Jawa maka bisa dibayangkan berapa juta ha luas lahan sawah yg tdk akan mendapatkan perhatian dari Pemerintah,” tegasnya.

Untuk itu, Bambang menyampaikan, masalah pupuk dan tata air belum selesai akan muncul masalah lain. Sehingga perlu perlu kebijakan baru dari Pemerintah, diawali dari informasi dan data yang akurat dan masing-masing daerah memiliki karakteristik yang berbeda.

“Sehingga perlu kebijakan yang berbeda pula agar tidak berdampak buruk terhadap para petani yang kita anggap sebagai garda terdepan ketahanan pangan Nasional,” pungkas Bambang. (MR)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAGAM

Patut Dicontoh! Anggota DPR yang Ikut Mengungsi Akibat Gempa Sulbar

Published

on

By

MAMUJU – Gempa melanda Sulawesi Barat (Sulbar) dengan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Majene yang terasa hingga Mamuju, Jumat (15/1/2021) pukul 01:28:17 WIB lalu tak hanya menjadi duka bagi rakyat biasa.

Namun, jadi duka bagi Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulbar. Seperti foto yang viral di sejumalh grup Whatsapp, adalah Suhadi Duka, Anggota Komisi IV DPR RI ikut mengungsi di tenda pengungsian bersama keluarga.

Ia lakukan itu untuk mencari rasa aman. Mengingat gempa susulan masih kadang terasa.

゛Betul. Saya ikut mengungsi bersama keluarga. Mengingat rumah saya ikut rusak, retak-retak,゛kata Suhardi Duka saat dihubungi terkait kebenaran foto yang sedang viral itu, Ahad (17/1/2021).

Suhardi Duka mengaku, dengan ikut mengungsi bersama keluarga karena merasa aman dengan meninggalkan rumah. Menurut Suhardi Duka gempa yang berisiko tsunami itu masih kadang datang sehingga warga memilih mengungsi keluar rumah.

゛Ya, doakan kami warga Sulbar agar dengan ujian ini, kami bisa tabah dan bersabar melewati cobaan ini. Saat ini masih tidur di pengungsian tempat ke tinggian dan jauh dari laut,゛ujar Suhardi Duka yang tercatat sebagai politisi Demokrat ini.

Seperti dalam foto yang viral, Suhardi Duka tampak sedang bersiap-siap tidur malam dalam suasana tenda pengungsi bersama keluarga. Suhardi Duka bersama anak dan istri. Lengkap dengan bantal dan guling.

Seperti diberitakan sebelumnya, Episenter gempa tersebut terletak pada koordinat 2.98 LS 118.94 BT yang berada di darat 6 kilometer Timur Laut Majene.

Data dari BPBD Mamuju, hingga kini korban meninggal jumlah korban jiwa dalam gempa bumi Sulawesi Barat (Sulbar) berdasarkan data terbaru hingga Minggu pukul 02.00 WIB (17/1/2021) sebanyak 56 orang. Sebanyak sembilan orang berasal dari Kabupaten Majene sementara di Mamuju berjumlah 47 korban.

BNPB kemudian menginformasikan bahwa, di Kabupaten Majene ada 12 orang terdata luka berat, ± 200 orang luka sedang dan ± 425 orang luka ringan. Sementara ada ± 15.000 orang warga Majene terpaksa mengungsi. Di Kabupaten Mamuju, ada 189 orang luka berat/rawat inap akibat gempa ini.

Dan kerugian material berupa kerusakan pada Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak sangat berat. Bahkan jaringan listrik dikabarkan masih mengalami pemadaman akibat gempa. (HMS)

Continue Reading

RAKYAT

Syaiful Bahri Anshori Beri Bantuan Korban Banjir Jember

Published

on

By

JAKARTA – Politisi PKB asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jember Syaiful Bahri Anshori mendistribusikan bantuan untuk banjir yang melanda sejumlah desa di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim). Di mana banjir itu dengan ketinggian air mulai 60 sentimeter hingga 2 meter.

Seperti dilaporkan sebelumnya, ratusan warga Jember harus mengungsi ke tempat lain karena rumahnya terendam air.

“Kami bersama-sama Tim lapangan membagikan bantuan berupa kebutuhan pokok yang sangat diperlukan masyarakat tertimpa musibah,” kata Syaiful pada wartawan Lintas Parlemen, Sabtu (16/1/2021) kemarin. 

Terkait banjir, diungkapkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo bahwa, berdasarkan data yang dihimpun hingga saat ini telah tercatat 408 orang pengungsi.

Bahkan banjir di dua kecamatan itu melanda telah empat desa yakni Desa Wonoasri, Sidodadi, dan Curahnongko di Kecamatan Tempurejo. Kemudian, Desa Andongrejo di Kecamatan Ambulu.

“Kita berusaha bantuan kita serahkan ini benar-benar langsung diterima para korban banjir. Kita juga berkoordinasi dengan pihak terkait sehingga bantuan tidak hanya menumpuk di satu titik saja. Sementara di lokasi pengungsi lainnya tidak dapat bantuan. Kasian jika bantuan tak terdistribusi merata,” kata Anggota Komisi I DPR RI ini. 

Menurut Syaiful, dua kecamatan yang kena banjir parah itu karena terus diguyur hujan dengan intensitas yang sangat tinggi menyebabkan debit air Sungai Gladak Puting meningkat. Dan membuat jebolnya empat tanggul di sungai itu jebol.

“Ke depan perlu langkah antisipasi agar debit air di sungai itu tidak meluap lagi,” ujar Syaiful yang pernah menjabat Ketua Umum PB PMII ini. 

Syaiful menjelaskan, banjir di Kabupaten Jember telah meluas hingga tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Bangsalsari, Tanggul, Gumukmas, Puger, Ambulu, Tempurejo, dan Jenggawah yang merendam ribuan rumah warga.

“Alhamdulillah, dari laporan yang ada. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir itu,” pungkas Syaiful. (HMS) 

Continue Reading

RAKYAT

Dahlan Rumesy: Musda Ke-1 GPI SBT Proses Lahirkan Mandataris Pemuda Islam Menuju Rekonsiliasi Umat

Published

on

By

KabaRakyat.com – Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam ( PD GPI ) Seram Bagian Timur (SBT) Periode 2021 – 2023 pada hari Senin (11/1/2021) menggelar Musda pertama yang bertempat di Aula gedung serbaguna kementerian agama SBT. (lebih…)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending