Connect with us

NASIONAL

Bamsoet Ajak Kaum Milenial Bumikan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari

Published

on

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memaparkan data Badan Pusat Statistik yang mencatat jumlah pemuda Indonesia rentang usia 16-30 tahun diperkirakan mencapai lebih dari 64 juta jiwa. Di rentang waktu tahun 2020 hingga 2035, jumlah penduduk usia produktif Indonesia akan berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

“Di satu sisi, bonus demografi bisa memberikan peluang kemajuan ekonomi. Di sisi lain, juga dapat menghadirkan kemubaziran. Nilai kemanfaatan bonus demografi bisa optimal apabila terpenuhi dua prasyarat. Pertama, jumlah usia produktif tersebut merupakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Kedua, ketersediaan lapangan pekerjaan,” ujar Bamsoet saat menjadi Keynote Speech pada acara Milenial Talk Conference 2020 yang diselenggarakan secara virtual, di Jakarta, Minggu (5/7/20).

Turut hadir Direktur Eksekutif Milenial Talk Institute Indonesia Hasan Basri, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Agus Mulyono Herlambang, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yacut Cholil Qoumas, Walikota Bogor Bima Arya, Jubis Menhan RI Dahnil Anzar, Penulis Buku Pancasila Ideologi Dunia Saddam Al Jihad, serta ratusan milenial yang mengikuti secara virtual.

Mantan Ketua DPR RI ini menjelaskan, Korea Selatan berhasil memanfaatkan bonus demografi untuk mengarahkan industri rumah tangga membuat komponen handphone. Tiongkok dengan cara mengarahkan industri rumahan memproduksi komponen elektronik. Sedangkan Jepang berhasil mengoptimalkan kinerja penduduk usia produktif sehingga tingkat penganggurannya sangat kecil, kurang dari 3 persen.

“Tidak semua negara sukses. Misalnya Brazil gagal lantaran akses pendidikan yang berkualitas dan infrastruktur serta penyediaan lapangan pekerjaan kurang mendapatkan prioritas. Afrika Selatan gagal karena kurangnya perhatian pada kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja serta rendahnya tingkat pertumbuhan lapangan perkerjaan, sehingga sekitar 53 persen generasi milenial Afrika menjadi pengangguran,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mendorong besarnya jumlah milenial Indonesia selain harus berdampak positif terhadap perekonomian juga harus membawa dampak besar dalam penyemaian nilai-nilai Pancasila. Mengingat cepatnya perputaran roda pembangunan dan pesatnya lompatan kemajuan zaman, tantangan untuk merawat dan menjaga Pancasila terasa kian nyata.

“Globalisasi dan perkembangan teknologi telah menawarkan produk maupun gaya hidup yang belum tentu cocok dengan jati diri dan karakter bangsa kita. Misalnya pengesahan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) yang saat ini sudah sampai ke negara tetangga, patut kita waspadai agar tak sampai masuk ke Indonesia. LGBT tak boleh hidup di tanah Indonesia karena tak sesuai ajaran agama maupun kultur kebudayaan bangsa kita,” tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengingatkan, jika budaya asing seperti LGBT dibiarkan merongrong jati diri, tradisi, budaya, dan moralitas serta kearifan lokal bangsa kita, tak menutup kemungkinan Pancasila akan semakin terpinggirkan dan hanya hadir dalam ruang utopia. Keprihatinan ini bukan mengada-ada, terutama bila kita merujuk pada beberapa publikasi hasil survey.

Survey LSI tahun 2018 menemukan bahwa dalam kurun waktu 13 tahun, masyarakat yang pro terhadap Pancasila telah mengalami penurunan sekitar 10 persen. Pada tahun 2005, masyarakat yang pro Pancasila mencapai 85,2 persen dan hingga tahun 2018, angkanya turun menjadi 75,3 persen.

Survey yang dilakukan pada akhir Mei 2020 oleh Komunitas Pancasila Muda, dengan responden kaum muda usia 18 hingga 25 tahun dari 34 provinsi, tercatat hanya 61 persen responden yang merasa yakin dan setuju bahwa nilai-nilai Pancasila sangat penting dan relevan dengan kehidupan mereka.

“Demi kelestarian Pancasila, sangat penting bagi seluruh elemen bangsa membumikan Pancasila. Sebagai sebuah ideologi, Pancasila hanya akan bermakna ketika kehadirannya dapat dirasakan dalam setiap denyut nadi dan tarikan nafas kehidupan masyarakat. Ia harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata, agar tidak menjadi konsep yang hanya hidup di awang-awang dan menjadi sekedar hapalan luar kepala,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

Pengamat Nilai Zainudin Amali Berhasil Kembalikan Citra Kemenpora

Published

on

JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Menpora RI Zainudin Amali menerima Penyerahan langsung Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kemenpora RI Tahun 2019 di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7).

Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengapresiasi kinerja Menpora. Bagi Ujang, capaian WTP Kemenpora kali ini sangat luar biasa, karena sudah 10 tahun terakhir belum pernah didapatkan.

Ujang menilai, pencapaian ini membuktikan bahwa Zainudin Amali sebagai Menpora mampu membawa Kemenpora ke arah yang lebih baik.

“WTP ini mengembalikan citra Kemenpora sekaligus membantah yang selama ini dikesankan sebagai sarang tikus,” kata Ujang di Jakarta.

Menurut Ujang, capaian ini tidaklah didapatkan dengan mudah, butuh kerja keras dan kemampuan melakukan reformasi birokrasi yang mumpuni.

“Kemampuan itulah yang menurut saya ditunjukkan oleh Menpora hari ini,” ujar dia.

Ujang pun berharap agar kerja keras dan prestasi tersebut mampu di pertahankan oleh Menpora Zainudin Amali.

“Semoga pencapaian ini bisa dipertahankan minimal selama periode kepemimpinan Pak Menpora Zainudin Amali ini,” harapnya.

Seperti diketahui, Kemenpora terakhir kali mendapatkan opini WTP pada tahun 2009, selanjutnya berturut-turut Kemenpora hanya menerima opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), ditambah lagi tahun 2005 dan 2016 mengalami keterpurukan dengan menyandang opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atau Disclaimer.

Continue Reading

NASIONAL

Nge-Vlog Bareng Irfan Hakim, Bamsoet Sosialisasikan Empat Pilar MPR

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo nge-vlog bareng selebritis sekaligus pecinta hewan, Irfan Hakim, yang memiliki subscribers youtube 4,9 juta. Ini adalah kolaborasi ke-4 dirinya bersama selebritis dalam mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada kawula muda melalui konten youtube Bamsoet Channel. Sebelumnya, Bamsoet sudah berkolaborasi dengan Raffi Ahmad,  Jessica Iskandar (Jedar), dan Baim Wong.

“Kolaborasi bersama selebritis yang sudah memiliki banyak subscriber adalah cara terbaru dalam mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI. Melalui video di youtube, subscriber selebritis dengan jumlah jutaan bisa turut menyaksikan konten tentang Empat Pilar MPR RI. Kolaborasi ini sekaligus menunjukan kepedulian para selebritis terhadap kondisi bangsa dan negara. Dibalik kehidupan mereka yang disorot lampu popularitas dan dunia glamor keartisan, mereka masih mau menyiapkan waktu membuat konten Empat Pilar MPR RI dengan pesan persatuan untuk seluruh anak bangsa,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (12/7/20).

Mantan Ketua DPR RI ini menjelaskan, melalui konten Youtube, dirinya tak perlu mengumpulkan banyak orang di sebuah ruangan untuk memberikan edukasi tentang Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui youtube termasuk yang efektif, sekaligus bisa menjangkau siapapun dari tempat manapun.

“Memahami Empat Pilar MPR RI tak lagi dengan suasana yang serius seperti seminar ataupun simposium. Cukup klik video konten di Bamsoet Channel, nonton sambil rebahan pun jadi. Kontennya dibuat menarik dan beragam. Misalnya dengan Raffi Ahmad sambil membahas mobil listrik, dengan Jessica Iskandar sambil adu gombal, dengan Baim Wong sambil ngobrol santai, dengan Irfan Hakim sambil merawat hewan peliharaan,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengungkapkan, MPR RI memahami tak semua segmen masyarakat bisa menyukai seminar atau simposium. Tak semuanya juga suka Youtube. Karena itu, berbagai media dimasuki. Dari mulai seminar, simposium, media sosial seperti youtube, pagelaran lomba, nongkrong bareng komunitas, hingga melalui pendekatan seni dan budaya.

“Apapun medianya, terpenting pesannya sampai. Bahwa Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Patut dijaga dan diamalkan oleh seluruh anak bangsa,” pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

NASIONAL

Zainut Tauhid Hadiri Penutupan Rapat Kerja Tim Penanggulangan Bencana MUI

Published

on

By

JAKARTA – Wakil Menteri Agama RI yang juga Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi ikut menghadiri acara Penutupan Rapat Kerja (raker) Tim Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta, pada Sabtu malam, 11 Juli 2020.

Di mana dalam Raker Tim Penanggulangan Bencana MUI dilaksanakan sejak pagi hari Jumat, 10 Juli 2020, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dan diikuti oleh anggota Tim Penanggulangan Bencana MUI yang juga pengurus MUI Pusat, yang terselenggara atas kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Raker selama dua hari tersebut membahas arah kebijakan MUI dalam penanggulangan bencana, kajian penanggulangan bencana dalam pandangan Islam; hingga aspek bencana sosial seperti narkoba. Juga isu-isu aktual mencakup laporan Satgas Covid-19 MUI, dan kajian mutakhir berkenaan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) selama Pandemi, dengan pemateri atau nara sumber dari internal MUI maupun dari BNPB.

Dalam arahannya sebelum menutup raker, Zainut Tauhid menyampaikan bahwa semua materi yang dikaji diharapkan bisa memperkaya perspektif terhadap bencana.

Juga untuk memberikan kedalaman, agar tim kerja dapat merumuskan strategi penanggulangan bencana, dalam aspek pendidikan dan latihan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat, instrumen fatwa yang dibutuhkan, dan juga rumusan strategi diseminasi gagasan penanganan bencana, kata Zainut, Ahad (12/6/2020).

Raker itu kata Zainut, ikhtiar ulama berkontribusi memberikan solusi terhadap risiko bencana yang kerap menghampiri bangsa Indonesia. Raker menjadi momentum untuk mengidentifikasi setiap isu, potensi darurat bencana, risiko, dan peluang yang ada terkait bencana di Indonesia. Tujuannya mulia karena merupakan bagian dari upaya memelihara jiwa manusia sebagai salah satu tujuan agama.

Zainut Tauhid mengingatkan bahwa waktu dan kematian adalah hal yang pasti. Dan Islam mengajarkan umatnya agar menghargai waktu sebaik-baiknya, berencana mempersiapkan diri sebelum suatu kesulitan terjadi, termasuk kesulitan akibat bencana.

Zainut Tauhid menambahkan bahwa manusia diberi kesempatan dan daya untuk memperjuangkan nasibnya, agar terhindar dari suatu musibah, atau paling tidak meminimalisir dampak dari suatu musibah.
Meskipun akhirnya tetap Allah yang menentukan.

Zainut Tauhid mengucapkan terima kasih atas dukungan BNPB yang membuat acara raker Tim Penanggulangan Bencana MUI dapat terselenggara dengan sukses. juga mengharapkan agar rapat ditindaklanjuti dengan kolaborasi selanjutnya.

Peran ulama di Indonesia masih sangat penting, termasuk dalam strategi mitigasi dampak bencana. Hal ini karena pengaruh Ulama yang mampu mensyiar dan berdakwah dengan lembut, sehingga dapat memberikan pemahaman pada umat mengenai mitigasi dampak bencana bila terjadi, pungkas Zainut Tauhid sebelum menutup kegiatan secara resmi.

Penutupan juga dihadiri oleh Ketua MUI, KH Sodikun, Wasekjen MUI Rofiqul Umam, Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly, Zaitun Rasmin Ketua Satgas Covid -19 MUI dan pengurus dewan pimpinan MUI lainnya. (HM3)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending