Connect with us

NASIONAL

Bamsoet: Berikan Aku 10 Milenial, Niscaya Akan Kumenangkan Partai Golkar pada Pemilu 2024

Published

on

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersyukur jumlah anak muda Indonesia, khususnya milenial, sangat melimpah. Tidak seperti Jepang maupun negara besar lainnya yang saat ini tengah dihadapi penurunan populasi, Indonesia justru memiliki bonus demografi lantaran jumlah penduduk usia produktif dengan rentang usia 15-64 tahun sebanyak 183,36 juta (68 persen), lebih besar dibanding usia tidak produktif.

“Dari proyeksi penduduk Indonesia yang disampaikan Badan Pusat Statistik, diperkirakan tahun 2019 ini populasi penduduk Indonesia mencapai 268 juta jiwa. Hampir seperlimanya, sebanyak 23,77 persen adalah milenial dengan rentang usia 20-34 tahun. Pada Pemilu 2019 lalu, dari sekitar 192 juta daftar pemilih tetap, 103,751 juta diantaranya adalah kalangan milenial. Ini menunjukan bahwa milenial punya pengaruh besar terhadap republik ini,” ujar Bamsoet saat menjadi tuan rumah Halal Bihalal dengan Golkar Milenial di Rumah Dinas Ketua DPR RI, Jakarta, Jumat malam (28/06/19).

Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode  2014-2016 ini menjelaskan, jika saat ini milenial Golkar di lingkungan masing-masing, baik lingkungan kerja, lingkungan bisnis, maupun lingkungan sosial, telah melakukan sesuatu untuk perbaikan dan kemajuan, maka kini saatnya milenial Golkar berbuat sesuatu untuk kemajuan Golkar. Jadikan Golkar sebagai medan perjuangan untuk meraih cita-cita dan tujuan nasional, menuangkan ide dan gagasan kreatif tentang politik, tentang demokrasi, tentang kemajuan bangsa dan negara.

“Jika kalian sepakat dengan saya, maka mulai saat ini marilah kita berjuang bersama-sama untuk membesarkan dan memajukan Partai Golkar. Menatap masa depan dengan karya-karya kreatif dan inovatif untuk kemajuan bangsa dan negara,” tegas Bamsoet.

 

Bamsoet bersama kaum milenial

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengingatkan, Pemilu 2019 telah berlalu, semua partai politik telah mendapatkan kursi sesuai dengan jerih payah dan kerja kerasnya dalam meraih simpati dan dukungan rakyat. Walaupun perolehan kursi Partai Golkar di DPR RI mengalami penurunan, tetapi itulah hasil maksimal yang dicapai. Dalam setiap perjuangan tentu ada hasil yang menggembirakan, namun ada juga yang kurang memuaskan. Disinilah perlu dilakukan evaluasi demi perbaikan ke depan.

“Salah satu evaluasi yang perlu dilakukan adalah kecilnya dukungan anak-anak muda terhadap Partai Golkar. Partai Golkar kurang diminati dan disukai oleh kaum milenial, dimana dukungan anak-anak muda milenial kurang dari 20 persen. Karenanya Partai Golkar harus melakukan transformasi dengan memberikan tempat yang luas bagi kaum milenial. Partai Golkar harus tahu dan mengerti aspirasi dan keinginan mereka. Partai Golkar harus masuk dan terjun dalam arus pusaran serta dinamika kaum milenial. Dan pada saatnya, harus berani mengatakan bahwa Partai Golkar adalah partainya kaum milenial,” tutur Bamsoet.

Bagi Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini, Partai Golkar partainya kaum millenial bukan hanya slogan. Tetapi harus secara sungguh-sungguh tercermin dalam visi, struktur serta program Partai Golkar ke depan. Termasuk bagaimana mengakomodir sebanyak mungkin kaum muda milenial dalam daftar caleg yang akan datang. Jika anak-anak muda milenial gandrung dengan teknologi informasi, akrab dengan dunia digital dan online, maka Partai Golkar juga harus menyatu dengan dunia kaum milenial.

Lebih jauh, legislator Dapil VII Jawa Tengah meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini menilai saat ini Partai Golkar masih jadul, kurang kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi informasi. Website Partai Golkar sepi dari pengunjung, Medsos Partai Golkar kurang diminati, Partai Golkar tidak tampil secara masif di twitter, facebook, instagram dan media sosial lainnya. Karenanya, kaum milenial harus merombak tatanan Golkar yang jadul ini dengan tatanan baru yang modern dan progresif.

“Itulah harapan saya kepada kalian semua, generasi masa depan Partai Golkar. Jika Bung Karno mengatakan: Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Maka saya juga ingin mengatakan: Berikan aku 10 milenial, niscaya akan kumenangkan Golkar pada Pemilu 2024,” pungkas Bamsoet. (dwi)

NASIONAL

DPP KNPI: Kami Turut Berbela Sungkawan terhadap Masyarakat yang Terkena Dampak Kabut Asap

Published

on

By

JAKARTA – Ketua Bidang Perindustrian DPP KNPI Muhammad Syafii angkat suara terkait kebakaran hutan yang terjadi di pulau Sumatera dan sekitarnya. Syafii mengkecam sikap pengusaha di sana.

Syafii menjelaskan, saat pemerintah sedang melakukan kampanye dan diplomasi tentang sawit baik dan ramah lingkungan dihadapan masyarakat Indonesia dan Uni Eropa dalam rangka menuju Sustanaible Palm Oil bersamaan itu. Malah perusahan-perusahaan perkebunan sawit swasta lagi-lagi melakukan tindakan deforestasi, kebakaran hutan dan alih fungsi lahan di wilayah sumatera dan kalimantan hingga berdampak kesehatan, pendidikan dan perekonomian.

“Kami dari DPP KNPI turut berbela sungkawan terhadap masyarakat yang terkena dampak kabut asap,” kata Syafii pada Lintas Parlemen, Selasa (17/9/2019).

“Kami juga sesalkan perusahaan industri sawit yang melakukan tindakan deforestasi, pembakaran hutan dan alih fungsi lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan,” tambahnya.

Dalam rangka menuju Sustainable Development Goals (SDGs), tegasnya, Indonesia perlu menangani secara cepat dan tegas, sebab hal ini akan mengakibatkan pada kesehatan, pendidikan dan ekonomi serta citra industri sawit yang tidak bagus dimata dunia.

Sementara itu Arsyad Prayogi selaku Bidang Industri DPP KNPI menambahkan, kebakaran hutan di Sumatera merugikan masyarakat. Bukan hanya kesehatan, juga merugikan secara ekonomi.

“Selain berdampak pada pendidikan dan kesehatan, peristiwa karhutla akan berdampak terhadap perekonomian neraca perdagangan dan investasi asing dibidang industri sawit Indonesia, maka perlunya penanganan secara cepat dan tindak tegas secara hukum,” terang Arsyad.

Seperti diwartakan, bersatu Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS akan melaporkan kebakaran hutan itu ke PBB. KontraS menilai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin memburuk sepanjang 2019 sudah tergolong dalam kejahatan lingkungan atau ekosida.

Bagi KontraS mengatakan dampak parah terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat itu menjadi alasan karhutla disebut sebagai kejahatan lingkungan. (En)

Continue Reading

NASIONAL

Hadiri Munas HIPMI, Ini Pesan Bamsoet untuk Pengusaha Muda Indonesia

Published

on

By

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tak hanya berkutat menjalankan usaha ekspor barang mentah saja. Melainkan mengembangkannya menjadi berbagai ragam komoditas lain yang memiliki nilai tambah. Khususnya bagi para pelaku di usaha pertambangan mineral, perkebunan, maupun perikanan.

“Para pengusaha muda yang energik perlu melihat limpahan sumber daya alam yang ada di darat, laut, maupun dalam kandungan bumi Indonesia bisa dikembangkan menjadi aneka ragam kegiatan industri. Sehingga, tak hanya mengandalkan kegiatan usaha ekspor barang mentah saja. Dengan demikian pengusaha muda bisa turut berkontribusi menekan defisit transaksi berjalan yang seringkali dialami Indonesia,” ujar Bamsoet saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Senin (16/9/19).

Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini juga memaparkan, survei Sea Group bekerjasama dengan World Economic Forum (WEF) yang dirilis April 2019 lalu memperlihatkan 24,4 persen milenial Indonesia berusia dibawah 36 tahun lebih tertarik menjadi wirausaha, ketimbang menjadi pegawai negeri sipil (17,1 persen), mengembangkan usaha keluarga (16,5 persen), maupun bekerja di perusahaan multinasional (11,4 persen). HIPMI bersama pemerintah tak boleh diam merespon survei tersebut.

“Keinginan milenial menjadi wirausaha harus disambut cepat oleh pemerintah maupun HIPMI. Sehingga Indonesia bisa melahirkan banyak wirausaha baru, khususnya yang bisa membuat nilai tambah di berbagai industri pertambangan mineral, perkebunan, maupun perikanan. Sehingga kedepan yang kita ekspor tak hanya bahan mentah, melainkan juga barang jadi yang sudah diproduksi di dalam negeri,” tutur Bamsoet.

Kepala Bada Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, walaupun saat ini jumlah wirausaha Indonesia sudah mencapai 3,1 persen dari populasi penduduk, atau sekitar 8,06 juta jiwa dari 260 juta jiwa penduduk, namun jumlah tersebut belum mampu mendongkrak perekonomian nasional menjadi lebih bergeliat. Indonesia masih perlu mengejar berbagai negara tetangga seperti Singapura dengan rasio wirausaha mencapai 7 persen ataupun Malaysia yang berada di 5 persen.

“Melihat hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2015, yang memproyeksikan pada tahun 2020 penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 269,6 juta jiwa, dimana 185,34 juta jiwa merupakan kelompok usia produktif (15-64 tahun), membuat Indonesia dilimpahi bonus demografi. Hal ini harus dimanfaatkan sebesarnya untuk melahirkan wirausaha baru, sehingga penduduk usia produktif tak hanya menjadi beban negara, melainkan menjadi berkah bagi bangsa,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading

NASIONAL

Kebakaran Hutan, PKS: Pedih Kita Lihat Kondisi Faktual di Pekanbaru dan Sekitarnya

Published

on

By

JAKARTA – Kebakaran hutan di Provinsi Riau berdampak serius bagi masyarakat setempat. Yang paling krusial menyangkut kesehatan, aktivitas pendidikan, dan ekonomi. Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini meminta Presiden turun tangan untuk mengatasinya secara efektif.

“Fraksi PKS prihatin atas bencana kebakaran hutan di Riau yang berdampak serius kepada warga. Kejadian ini mengancam tidak hanya aktivitas warga tapi juga keselamatan jiwa karena gangguan kesehatan,” ungkap Jazuli.

Untuk itu, Anggota Komisi I DPR ini, meminta seluruh jajaran pemerintah daerah hingga pusat bekerja keras memitigasi dan mengatasi dampak kahutla ini agar tidak semakin parah terutama dampaknya kepada kesehatan masyarakat.

“Presiden harus turun tangan langsung menginstruksikan jajarannya agar berkoordinasi sangat efektif untuk mengatasi bencana ini. Apalagi kebakaran hampir setiap tahun terjadi, harusnya sudah bisa diantisipasi,” tetasnya.

“Pedih kita melihat kondisi faktual di Pekanbaru Riau dan sekitarnya. Semoga bisa segera diatasi,” pungkas Jazuli.

PKS sendiri, kata Anggota DPR Dapil Banten ini, telah mendirikan posko bantuan di Provinsi Riau dan memobilisasi kader untuk membantu proses mitigasi bencana di sana. (J3)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending