Connect with us

NASIONAL

Bamsoet Sebut Februari 2019 Tiga Kepengurusan DPP KNPI Bersatu Kembali

Published

on

JAKARTA – Kabar gembira buat pemuda Indonesia yang berhimpun di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Pasalnya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama tiga Ketua Umum DPP KNPI Terpilih telah bersepakat menggelar pertemuan menyatukan persepsi untuk pemuda Indonesia.

Belum diketahui dengan pasti, apa nanti dalam bentuk pertemuan dalam bentuk presidium ataukah Kongres Luar Biasa. Atas keseriusan itu, Bamsoet berencana akan menyatukan 3 kepengurusan DPP KNPIdi bulan Februari mendatang. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum diketahui kapan tepatnya digelar.

“Alhamdulilah dari pertemuan dengan Abdul Azis dan Noer Fajrieansyah, dan sebelumnya Haris Pertama, (ketiganya) menemui titik temu. Insya Allah pada bulan Februari nanti kita akan saksikan satu KNPI. Apakah nanti akan dibentuk presidium sebagai bentuk kepemimpinan yang kolektif kolegal, kita serahkan kepada Azis dan Fajri serta Haris sebagai representasi Kongres Bogor untuk mengatur teknisnya lebih lanjut,” ujar Bamsoet usai memfasilitasi pertemuan KNPI pimpinan Abdul Azis dengan KNPI pimpinan Noer Fajrieansyah, di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Senin (14/1/19).

“Saya harap kepada semua pihak, tidak lagi memancing di air keruh menjelang bersatunya KNPI di bulan Februari 2019 nanti. Sikap legowo dan kedewasaan dalam berorganisasi yang sudah ditunjukan Azis dan Fajri harus diikuti kader KNPI ke daerah,” terang Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menyampaikan, sudah waktunya pemuda dalam wadah KNPI tidak lagi melihat ke belakang, namun menatap ke depan. Karena, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Apa yang terjadi pada KNPI di masa lalu, cukup dijadikan pelajaran. Tidak perlu dicari-cari lagi pembenaran maupun kesalahannya. Tahun 2019 ini, KNPI harus fokus menata organisasi agar aktifitas kepemudaan bisa bergerak hebat. Banyak agenda nasional yang membutuhkan dukungan para pemuda,” pungkas Bamsoet. (H3)

Legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini berharap, itikad baik yang sudah ditunjukan oleh Azis dan Fajri juga diikuti oleh KNPI pimpinan Haris Pertama dari hasil Kongres XV Bogor Desember 2018 lalu.

Sehingga, lanjutnya, KNPI bisa semakin solid dan kuat, tanpa ada serpihan yang bisa menghambat laju konsolidasi KNPI.

“Saya telah minta Fajrie bisa bertemu Haris untuk mencari titik temu, karena sama-sama dari KNPI hasil Kongres Bogor. Saya juga akan berikan pengertian kepada yang bersangkutan, sehingga titik cerah hasil pertemuan hari ini bisa semakin terang lagi,” jelas Bamsoet yang juga alumni aktivis HMI ini. (Dwi)

BerikutVide0 Pertemuan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamseot) dengan 2 Ketua Umum DPP KNPI Terpilih:

NASIONAL

KH Ma’ruf Amin Akui Kemajuan Pemerintahan Dalam Memberantas Korupsi

Published

on

Jakarta – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 KH. Ma’ruf Amin mengatakan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia mengalami kemajuan yang signifikan. Dirinya menilai banyaknya pihak yang ditangkap bukan karena korupsi merajalela.

“Penindakan korupsi di Indonesia sampai saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun ada orang mengatakan karena banyaknya yang ditangkap menunjukkan banyaknya korupsi. Padahal itu justru karena bagusnya sistem penindakan, bukan karena banyaknya korupsi,” ujar Ma’ruf Amin. Selasa, (19/3/2019).

Hal itu disampaikan Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan dalam acara  seminar publik dengan tema, “Strategi Pemberantasan Korupsi untuk Kembalikan Uang Negara”, yang diselenggarakan oleh Seknas Jokowi dan Master C19 Portal KMA di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin menganggap pemberantasan korupsi saat ini jauh lebih baik.

“Dulu tidak ada, atau jarang yang ditangkap, karena penegakan hukum lemah, penindakan hukumnya itu belum sebaik seperti sekarang. Ini saya kira yang mesti dipahami,” terangnya.

Ma’ruf Amin menyadari pemberantasan korupsi di Indonesia harus terus ditingkatkan. Untuk itu, dirinya menyoroti upaya pengembalian kerugian keuangan negara.

“Meskipun demikian, apa yang telah dicapai tersebut perlu ditingkatkan lebih lanjut terutama dalam hal upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara baik yang di dalam negeri maupun yang disimpan di luar negeri. Saya kira itu tujuan kita yang mana dana-dana yang sudah dikorupsi itu bisa dikembalikan,” kata Kyai Ma’ruf Amin.

Ismarilda Priadi ketua Panitia sekaligus Bendahara Umum Seknas Jokowi dalam laporan panitia menyatakan tujuan dari seminar publik ini adalah untuk  mentransformasi kerja nyata pemerintahan, memperkuat kinerja para penegak hukum dan memperkuat peraturan perundang–undangan pemberantasan korupsi yang mengatur kejelasan dan mekanisme pengembalian kerugian keungan negara akibat tindak pidana korupsi. 

Ismarilda Priadi menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat upaya pengembalian uang negara belum maksimal. Salah satunya adalah keterbatasan fungsi dan kewenangan dari masing-masing lembaga penegak hukum.

M. Yamin Ketua Umum Seknas Jokowi dalam sambutannya menyambut baik terselengaranya acara ini dan mengatakan, penegakan hukum terhadap korupsi melalui tindak pidana korupsi adalah upaya untuk salah satunya memprioritaskan pengembalian kerugian negara untuk dimanfaatkan bagi pemenuhan kesejahteraan bangsa.  

“Meskipun demikian, apa yang telah dicapai tersebut perlu ditingkatkan lebih lanjut terutama dalam hal upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara baik yang di dalam negeri maupun yang disimpan di luar negeri. Saya kira itu tujuan kita yang mana dana-dana yang sudah dikorupsi itu bisa dikembalikan,” tutup M. Yamin. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

Legislator PDI Perjuangan Realisasikan Jembatan Gantung di Desa Mabung Nganjuk

Published

on

Nganjuk – Sore tepi sungai widas desa Mabung, warga menyambut kedatangan Henky Kurniadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi V Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang akan meresmikan Jembatan Gantung.

Henky menceritakan bahwa, jembatan tersebut menelan biaya Rp 3,5 milyar dengan bentang 83 meter dan lebar 1,8 meter menghubungkan kecamatan Baron dan Gondang kabupaten Nganjuk.

Bermula dari keluhan masyarakat Mabung yang sebelumnya menggunakan perahu tambang untuk menyebrangi sungai pada tahun 2018 direspon oleh Henky Kurniadi yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI membidangi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan telah diselesaikan pada awal 2019.

“Jembatan ini akan dinamai sebagai jembatan ‘Amanah’, dimaksudkan seorang pemimpin harus memiliki jiwa amanah untuk dapat merealisasikan keinginan warga,” tegas Henky. Minggu, (17/3/2019).

“Jembatan Gantung ini bermanfaat bagi ekonomi warga Mabung yang didominasi petani,” imbuh Putut Priyanto selaku Kepala Desa (Kades) Mabung.

Dalam peresmian juga dihadiri Suwarsi yang juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Nganjuk dari Fraksi PDI Perjuangan), Satiran (Mantan Kades Mabung), perwakilan Kementerian PUPR dan Forum Kominkasi Pimpinan Kecamatan (Forkompicam). (ari)

Continue Reading

NASIONAL

Rakernas IMORI Ke-VII, Ardian Aji : Olahraga Sebagai Pemersatu Bangsa

Published

on

Surabaya – Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) mengadakan deklarasi pemilu damai di Tugu Pahlawan Surabaya. Dalam serangkaian agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke VII yang diadakan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Imori dari seluruh Indonesia. Isi pernyataan sikap Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia dalam Deklarasi Pemilu Damai yang disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Imori, Burhanudin pada hari Minggu, (10/3/2019) yakni :

1. Menjadi garda terdepan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian Pemilihan Umum (Pemilu) pada tanggal 17 April 2019.

2. Ikut serta mensukseskan terselenggaranya Pemilu pada tanggal 17 April 2019 dengan aman, damai, dan kondusif.

3. Ikut serta menangkal berita hoax yang berkembang dimasyarakat

4. Apapun pilihan politiknya, olahraga tetap menjadi pemersatu bangsa. 

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran partisipasi masyarakat dalam menyambut dan mensukseskan Pemilu pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Antusias pengunjung Tugu Pahlawan Surabaya sangat luar biasa dalam menandatangani petisi pemilu damai ini,” tuturnya.

Senada dengan Burhanudin, Ketua Pelaksana Rakernas Imori ke VII, Ardian Aji Pranata menjelaskan bahwa, dengan adanya kegiatan ini bertujuan untuk mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut serta berperan aktif dalam mengawal berjalannya pemilu dengan baik.

“Dan menegakkan persatuan bangsa tanpa membeda-bedakan pilihan. Seperti tema yang kita canangkan sejak awal yaitu olahraga sebagai pemersatu bangsa,” tegas Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan (Ikor) Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Unesa tersebut. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending