Connect with us

RAGAM

Banser Bakar Bendera HTI untuk Beri Penghormatan?

Published

on

RAGAM

Begini Penampakan Rumah Aspirasi Ketua DPR

Published

on

By

Banjarnegara – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bertekad menjadikan Rumah Aspirasi Bambang Soesatyo di Banjarnegara bukan hanya sebagai jembatan antara rakyat dengan dirinya.

Rumah aspirasi itu, juga sebagai embrio lahirnya gagasan dan kerja nyata dalam pembangunan. Melalui Rumah Aspirasi, hubungan resiprokal akan membawa banyak manfaat baik bagi dirinya sebagai anggota DPR RI dan rakyat sebagai konstituen serta bagi pertumbuhan reformasi dan demokrasi.

“Sejak tahun 2014, saya sudah dirikan Rumah Aspirasi yang dipusatkan di Purbalingga sebagai tempat menampung berbagai kritik, saran, dan gagasan yang datang dari konstituen Dapil VII Jawa Tengah (Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen). Karena antusiasme yang tinggi dari masyarakat, Rumah Aspirasi di Purbalingga kegiatannya sangat padat sekali. Maka saya dirikan juga Rumah Aspirasi di Banjarnegara. Karena antusiasme masyarakat harus disambut  dengan suka cita,” ujar Bamsoet saat meresmikan Rumah Aspirasi Bambang Soesatyo dalam kunjungan Reses DPR RI di Banjarnegara, Senin, (19/11/12).

Hadir dalam acara tersebut Syamsudin (Wakil Bupati Banjarnegara), Jamiat Pamudji (Ketua DPD Golkar Banjarnegaga) dan jajaran pengurus DPD Golkar Banjarnegagara, jajaran pengurus PAC Golkar se-Banjarnegara, jajaran Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Banjarnegara, dan para tokoh masyarakat.

Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, berbagai aspirasi yang datang dari masyarakat akan ia perjuangkan di DPR RI agar bisa terformulasi dalam kebijakan negara. Hadirnya Rumah Aspirasi sekaligus menjadi tempat bagi rakyat menilai berbagai kinerjanya selama di DPR RI.

Ramai oleh mesyarakat menghadiri peresmian Rumah Aspirasi Bambang Soesatyo dalam kunjungan Reses DPR RI di Banjarnegara, Senin, (19/11/12).

“Anggota Dewan zaman Now bukanlah orang yang hanya datang, duduk, diam, dan ujung-ujungnya duit. Karena rakyat sudah semakin cerdas dalam memberikan penilaian. Siapa yang tidak menghasilkan kerja nyata, jangan harap bisa kembali terpilih menjadi wakilnya,” terang Bamsoet.

Selama memimpin DPR RI pada masa persidangan I Tahun Sidang 2018-2019 yang berlangsung sejak 16 Agustus-31 Oktober 2018, Politisi Partai Golkar ini tak henti terus memacu kinerja Dewan agar bisa menghasilkan Undang-Undang yang menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Ada dua RUU yang sudah disahkan dan empat RUU yang akan selesai sebelum masa bakti DPR RI periode 2014-2019 berakhir.

“Dua RUU yang sudah disahkan masing-masing mengenai kerjasama pertahanan antara Indonesa dengan Arab Saudi dan antara Indonesia dengan Kerajaan Belanda. Pengesahan tersebut akan meningkatkan peran Indonesia dalam percaturan geopolitik Internasional. Sekaligus akan meningkatkan International Defense Science Indonesia,” papar Bamsoet.

Adapun empat RUU yang sedang dikebut penyelesaiannya, menurut mantan Ketua Komisi III DPR RI, antara lain RUU tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol, RUU tentang Wawasan Nusantara dan RUU tentang Kewirausahaan Nasional. Penyelesaian keempat RUU tersebut diharapkan akan menjawab berbagai kegundahan terkait hukum dan persoalan sosial yang ada di masyarakat.

“Saya sudah undang pemerintah maupun pimpinan alat kelengkapan dewan terkait yang membahas keempat RUU tersebut. Kita sepakat, walaupun tahun 2019 penuh dengan kegiatan politik, namun produktifitas legislasi yang urgent jangan sampai terbengkalai,” imbuh Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN ini juga mengajak masyarakat Banjarnegara tidak terjebak dalam kampanye hitam (black campaign). Tak perlu menjelek-jelekan calon lainnya, cukup konsentrasi menangkan caleg dari Partai Golkar dan Pak Jokowi – Maruf Amin sebagai capres-cawapres yang didukung Partai Golkar.

“Masa kampanye enam bulan lebih membuka peluang pergulatan politik di lapangan menjadi sangat keras. Melibatkan emosi yang tinggi, namun hati harus tetap dingin. Para caleg dari partai lainnya, begitupun pasangan Prabowo – Sandi juga saudara kita. Tak perlu mendeskriditkan mereka. Kita harus menjadi pionir yang cerdas dalam berkampanye. Tanpa hoax, tanpa ujaran kebencian,” pungkas Bamsoet. (MM)

Continue Reading

RAGAM

Proses Pengkaderan yang Masif, HMI Ponorogo Sigap Terjun ke Masyarakat

Published

on

Ponorogo – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI Wati Cabang Ponorogo baru saja melaksanakan pelantikan pengurus baru yang bertempat di Graha Kahmi Center (GKC) Ponorogo.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh perwakilan Bupati Ponorogo, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI) Daerah Ponorogo beserta jajaran presidiumnya, Pengurus Besar HMI yang diwakili oleh Ketua Bidang Pembinaan Anggota, dan 120 kader HMI se Ponorogo serta undangan lain

Pelantikan tersebut mengambil tema Optimalisasi Peran HMI demi terwujudnya insan cita yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

Ketua Umum HMI Cabang Ponorogo terlantik, Deny Nur Cahyo mengatakan, pelantikan ini merupakan salah satu tahapan yang dilewati dalam pergantian kepengurusan di HMI. 

Seluruh dinamika yang ada merupakan proses perkaderan yang akan mendewasakan kader-kader HMI ketika mereka terjun ke masyarakat.

“Segala hal yang terjadi hari ini merupakan titik awal bagi HMI Cabang Ponorogo untuk bangkit, bersinergi dengan semua elemen baik internal maupunn eksternal HMI,” tegas Mahasiswa Unmuh Ponorogo ini. Minggu, (11/11)

Dirinya juga menambahkan bahwa kepengurusan ini berupaya untuk menggali dan meningkatkan potensi otentik kader sehingga menjadi insan kamil yang merupakan prasyarat utama HMI menjadi organisasi Modern dan sustainable, serta upaya HMI ponorogo untuk menyambut pilot project yang diupayakan Ketua Umum PB HMI.

Prosesi diawali dengan pembacaan surat keputusan PB HMI oleh kanda Abi Krisma selaku Wasekjen PB HMi, tentang Susunan Pengurus HMI Cabang Ponorogo dibawah Pimpinan Deny Nur Cahyo sebagai Ketua Umum dan Masrofiqi Maulana sebagai Sekretaris Umum

Dan dilanjutkan pembacaan ikrar pelantikan oleh Ketua Bidang Pembinaan Anggota PB HMi Helmy Yunan Ihnaton, diikuti oleh seluruh pengurus sebagai tanda sahnya kepengurusan HMI Cabang Ponorogo periode 2018-2019.

Acara pelantikan ditutup dengan pertunjukan Seni Reog, kesenian lokal daerah, dari SMK Badegan sebanyak 36 orang. Penampilan ini menurut Ketua Panitia Pelaksana Nanang Qosim merupakan upaya HMI untuk melestarikan dan mengapresiasi budaya asli Ponorogo. Dan disambut antusias oleh seluruh undangan.

Prosesi pelantikan berjalan lancar hingga selesai meski ada sedikit dinamika organisasi dari sebagian kecil peserta ditengah acara yang akhirnya dapat diberikan solusi.

“Tidak ada kata yang ideal kecuali dapat diaplikasikan dalam perbuatan selama menjadi pengurus HMI Cabang satu periode ke depan. Karena tidak ada amanah yang ringan ketika ikrar pelantikan sudah dibacakan dan sudah tersandang di pundak serta hati setiap pengurus yang baru saja dilantik,” pungkas Nanang.

Hal senada dengan ketua pelaksana, Malyadi selaku Ketua Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD Kahmi) Ponorogo, dirinya berharap, kader HMI se-Cabang Ponorogo yaitu pengurus, dapat amanah menjalankan tugas dan kewajibannya agar HMI menjadi trendsetter gerakan positif pemuda di Ponorogo.

“Bahwa HMI harus menjadi memberikan peran terbaik untuk bangsa dan agama, sebab tumpuan masyarakat salah satunya ada di tampuk ide intelektual adik-adik HMI,” tutupnya. (ari)

Continue Reading

RAGAM

Ketua PSI Jeneponto Dikabarkan Hilang, Pulang Sendiri dengan Kondisi Kelaparan

Published

on

By

Jeneponton – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jeneponto, Hardianto Haris, tiba-tiba muncul di rumah orang tuanya di Kampung Kalukuang, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Minggu (11/11/2018) malam.

Hardianto Haris sebelumnya sempat dikabarkan hilang sejak Sabtu (10/11/2018) malam.

Info hilangnya Hardianto beredar di grup Facebook Suara Rakyat Turatea (SURAT) setelah disebar oleh akun Dedi Jentak.

Info ini telah dibagikan dan dikomentari puluhan netizen.

Keluarga sempat panik karena sejak Sabtu malam, Rinto sapaan Hardianto, tak bisa dihubungi.

“Dari tadi malam nomor handphonenya tak bisa dihubungi, begitu pun dengan WhatsApp-nya,” ujar Jalil, kerabat Rinto kepada Tribunjeneponto.com.

Sejak Sabtu hingga Minggu sore, kata Jalil, keluarga terus mencari keberadaan Rinto.

Namun tiba-tiba dia muncul di rumahnya, membuat seluruh keluarga, utamanya sang ibu langsung memeluk mantan aktivis mahasiswa di Jeneponto ini.

Pantauan Tribunjeneponto.com, Rinto tak banyak bicara.

Saat ditanya dia dari mana, Rinto hanya memperlihatkan sikap seperti orang bingung dan minta makan kepada ibunya. (tribun/kabarakyat)

 

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending