Connect with us

RAKYAT

Bantuan PKS untuk Korban Tsunami Selat Sunda Berlanjut Terus

Published

on

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini Pastikan Proses Rehabilitasi Pasca Tsunami Oleh Pemerintah

PANDEGLANG – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini memastikan membantu korban tsunami Selat Sunda. Dan Jazuli kembali menyambangi wilayah terdampak tsunami Banten. Setelah sebelumnya ke wilayah Serang, ia bersama relawan PKS ke wilayah terdampak di Labuan dan Tanjung Lesung.

Kedatangan Jazuli selain menyerahkan bantuan hasil penggalangan dana Anggota Fraksi PKS dari gaji DPR bulan Desember juga dimaksudkan untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan lancar sehingga masyarakat setempat bisa beraktivitas kembali.

“Setelah awal pekan lalu ke wilayah Serang, kali ini kami datang mengunjungi wilayah terdampak yang cukup parah di Labuan dan Tanjung Lesung. Kami bawa bantuan berupa bahan makanan, air minum, selimut, dan kebutuhan sehari-hari lainnya hasil pengumpulan dana Fraksi PKS DPR. Saya pribadi menyumbangkan seluruh gaji DPR bulan Desember untuk membantu saudara-sadara kita di sini,” kata Jazuli.

Selain itu, lanjut Anggota DPR Dapil Banten ini, sebagai wakil rakyat Fraksi PKS ingin melihat langsung dan mendengar aspirasi korban terdampak terkait keseluruhan penanganan dan proses rehabilitasi pasca musibah yang dilakukan pemerintah dan pemda dengan seluruh pihak terkait yang sudah membantu.

“Tadi kami dengar paparan di Posko Tanggap Bencana DPW PKS Banten tentang peta wilayah terdampak, lokasi pengungsian, dan kebutuhan korban termasuk harapan warga terhadap proses rehabilitasi,” kata Jazuli.

Menurut Anggota Komisi I DPR ini, diantara keluhan dan kebutuhan mendesak warga Labuan adalah pembersihan material sampah dan bangkai kapal yang menutup sungai di sepanjang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan karena sungai yang mampat menyebabkan banjir luapan sungai dan berhentinya aktivitas ekonomi di pasar pelelangan.

“Saya dan relawan PKS langsung sidak menemui warga di lokasi pelelangan dan bertemu dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Surharso. Kami fasilitasi harapan warga dan alhamdulillah Pemda Banten maupun Pandeglang merespon cepat upaya rehabilitasi dengan pembersihan sampah sungai dan bangkai kapal saat itu juga. Dengan begitu pasar pelelangan ikan bisa beraktivitas ekonomi secara normal,” katanya.

Pada kesempatan berikutnya Jazuli Juwaini mengunjungi wilayah terdampak bencana di Tanjung Lesung untuk menyerahkan bantuan dan berdialog dengan warga masyarakat terdampak bencana. Tepatnya di Kampung Tanjung Jaya, Desa Cikujang, Kecamatan Tanjung Lesung.

“Harapan mereka agar mendapat bantuan dan kepastian untuk melanjutkan hidup di tengah kondisi rumah dan harta benda yang habis diterjang tsunami. Kami berharap pemerintah daerah dapat merealisasikan bantuan jaminan hidup ini dan membangun kembali rumah warga terutama yang rusak total agar mereka dapat kembali menjalankan kehidupan,” pungkas Jazuli. (J3)

INTERNASIONAL

Anna Luthfie Ingatkan Pada Mahasiswa, Kekuatan Utama Dunia Ada di Indonesia

Published

on

Sidoarjo – Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Se-Indonesia (ILMISPI) Badan Koordinasi Daerah Jawa Timur gelar Seminar Kebangsaan dengan tema “Implementasi Pergerakan Mahasiswa Menuju Generasi Beradab dan Kebangsaan”.

Anna Luthfie selaku pemateri seminar, dalam pemaparannya mengatakan, gerakan mahasiswa saat ini bisa dianggap ‘mati suri’, karena mahasiswa tidak serius bertindak pada isu-isu sosial kemasyarakatan.

“Apalagi kekuatan utama dunia itu akan bergeser pada asia pasifik, yakni di bidang ekonomi. Dan itu tergantung pada sumber daya alam Indonesia,” tegas Anna Luthfie dihadapan mahasiswa ilmu sosial dan politik se Jawa Timur di Gedung Srikandi I6, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Minggu, (27/1/2019).

Lanjut Anna Luthfie, yang juga merupakan Wakil Ketua Bidang Pemuda Karang Taruna Nasional mengatakan, mahasiswa saat ini rapuh solidaritas dan kepedulian, menandakan mahasiswa tidak mampu menjawab tantangan zaman. “Padahal, gerakan mahasiswa itu harapan besar bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Kemudian, Anna Luthfie juga menyampaikan, keprihatinnya atas gerakan mahasiswa yang lebih mengarah obrolan diskusinya di warkop tidak substantif. Ini menjadi kemunduran bagi gelar mahasiswa yang merupakan penyambung lidah rakyat.

“Solusi yang bisa saya berikan pada adik-adik mahasiswa, yakni, fokus dan tekuni hal-hal yang disukai/hobi yang kemudian optimis akan menjadi ahli dalam bidangnya,” tutur dia.

Gerakan Mahasiswa, kata Anna Luthfie, akan efektif dan hidup ketika menemukan Common Platform, yakni, gerakan gerakan itufokus pada isu-isu terkait pembangunan dan kemandirian ekonomi, gerakan pendidikan, lingkungan, sosial dan budaya.

“Sehingga, gerakan mahasiswa itu menjadi daya lecut, dimana mahasiswa yang sebagai agen perubahan, didorong untuk melakukan perang terhadap ketidakadilan, ketertinggalan dan ketimpangan sosial,” pungkas Caleg DPRD Jatim dari PAN nomor urut 1 dapil kabupaten Sidoarjo tersebut. (ari)

Continue Reading

RAGAM

Artpreneur Rek! Lakukan Cangkruk Produktif Bersama Milenial Surabaya

Published

on

Surabaya – Artpreneur Rek! selenggarakan Cangkruk Produktif (Cangpro) dan mengambil tema, “Merdeka dalam Berkarya”. Acara tersebut diadakan di kedai Kong Sabin, Jl. Dukuh Kupang 25 No. 35 Surabaya.

M. Yusuf Fandora selaku Founder kedai Kong Sabin mengatakan, kita ingin membangun seni bersama dengan tekad seni, sosial dan spiritual.

“Melalui kegiatan Cangpro ini, diharapkan kita semua melakukan pemberdayaan dan karya yang berbasis seni dan budaya yang bercakupan luas,” ujar Alumni Manajemen Unesa tersebut. Rabu, (23/1/2019).

Sebagai informasi, pemateri dalam Cangpro ini tak kalah menarik, yakni, Kemas Permadi selaku Founder Kemlionheart Guitars. Dan dihadiri langsung oleh Fahril Alfin Bahri selaku Founder Artpreneur Rek! serta kaum milenial di Surabaya.

“Acara kami disupport oleh PT. Area86 Indonesia Bermanfaat, Teras Warna, kedai Kong Sabin, dan Zionheart (Luther Sakti Mandraguna From Tanah Jawa),” imbuhnya. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

Mahasiswa dan Masyarakat Lamongan Deklarasi Perdamaian

Published

on

Lamongan – Ratusan Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan beserta Kelompok Cipayung mengelar Dialog Publik dengan tema, “Perbedaan itu pilihan, tapi Persatuan dan Kebhinekaan adalah yang Paling Utama”.

Ulul Albab selaku Ketua Bidang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan dalam diskusinya mengatakan, Warga Muhammadiyah sebenarnya tidak pernah melarang untuk berdiri ormas lain dan melakukan aktifitas lainnya akan tetapi ada sebagian oknum yang memicu untuk timbulnya konflik.

“Maka dari itu, kami sebagai ortom Muhammadiyah di tingkat mahasiswa ingin menyerukan daerah Lamongan pada khususnya dan daerah lainnya, untuk tidak membuat konflik terlalu panjang ada baiknya semua untuk di selesaikan dengan musyawarah dan dialog hal ini sebagaimana kita lakukan untuk persatuan dan kedamaian di daerah Lamongan,” tegas Ulul. Kamis, (24/12019).

Hal senada dengan Ulul, Ketua Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lamongan, Muhammad Hasan Basri mengatakan, perbedaan itu adalah hal yang lumrah, anugrah yang kita miliki untuk beraktifitas kepada se sama, mengingat kejadian di Desa Godong, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.

“Nahdhatul Ulama berharap dengan toleransi beragama kita bisa meningkatkan persaudaraan, jangan sampai nanti kejadian seperti di Jakarta pada beberapa tahun Lalu yang melakukan aksi berjilid-jilid,” ujarnya.

Pasca diskusi, dilanjutkan dengan pembacaan naskah Deklarasi Mahasiswa menuju Indonesia damai dan aman : 

1. Kedamaian, kami berharap masyarakat dan aparat negara berkomitmen menjaga kedamaian Indonesia khususnya di  Kabupaten Lamongan.

2. Persatuan, kami berharap Bangsa Indonesia serta masyarakat Lamongan yang beragam, tidak terpecah-belah oleh alasan apapun.

3. Ketegasan, kami berharap Pemerintah memastikan terlaksananya reformasi hukum, untuk meningkatkan integritas Bangsa Indonesia. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending