Connect with us

NASIONAL

Banyak Kesamaan, Sejatinya PKB dan PKS Bersatu untuk Umat

Published

on

JAKARTA – Sektetaris Jenderal Pantai Keadilan Sejahtera (Sekjen PKS) Habib Aboe Alhabsyi meniai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki banyak kesamaan. Sehingga pertemuan seperti perlu dirajut agar kontribusi ke umat makin jelas.

“PKB dan PKS kalau ngabuburit bareng sore begini pasti banyak titik temu. Khususnya saat membahas persoalan keumatan dan persoalan berbangsa dan bernegara. Mulai dari implementasin Islam Rahmatan Lil Alamin, maupun persoalan kontra terorisme dan islamophobia di negeri ini,” kata Habib Aboe pada wartawan usai bertemu dengan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI),” Rabu (28/4/2021) kemarin.

Habib Aboe menyampaikan, banyaknya titik temu PKB dan PKS karena sama-sama lahir dari Rahim umat, termasuk para pengurus kedua partai berbasis Islam itu banyak yang dari pesantren.

“Selain itu juga, ini PKB dan PKS sama-sama memiliki bapak bangsa yang sama sebagai panutannya, yaitu Hadratus Syaikh KH Hasyim As’ary,” terangnya.

Politisi senior asal Kalimantan Selatan ini mengungkapkan, pada pertemuan ini terdapat kesamaan pandang antara PKB dan PKS mengenai perlunya membawa bangsa ini bangkit menuju keadilan dan kesejahteraan.

“Perlu ada kenaikan taraf hidup umat agar mereka lebih sejahtera,” ujarnya.

Tak hanya itu, jelas Habib Aboe, kedua partai yang lahir dari pasca reformasi ini memiliki kesepahaman untuk bersinergi mewujudkan Islam Rahaman Lil Alamin yaitu dengan menjaga suasana keummatan agar tetap sejuk, tanpa gesekan.

“Dan kita harapkan visi keumatan ini akan mampu membangun perdaban secara bersama-sama di Indonesia,” jelas Ketua MKD DPR ini.

“PKB dan PKS juga bersama-sama memiliki semangat untuk menguatkan ekonomi syariah di Indonesia. Terdapat juga tekad bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah serta industri halal di dunia,” pungkasnya. (HMS)

NASIONAL

SBA Minta BLK Dimanfaatkan Sebaik-baiknya…

Published

on

JEMBER – Politisi senior asal Kabupaten Jember sekaligus Presiden Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi)
Syaiful Bahri Anshori (SBA) meresmikan Balai Latihan Kerja Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafiiyaan, Tempurejo, Jember, Jawa Timur. SBA dipercaya pimpinan Ponpes meresmikan balai tersebut.

“Iya, saya baru meresmikan balai latihan kerja Ponpes Salafiyah Syafiiyan, Tempurejo, Jember,” kata SBA pada wartawan, Ahad (13/6/2021).

Pada kesempatan itu, SBA berharap Balai Latihan Kerja Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafiiyaan, Tempurejo, Jember, Jawa Timur itu bisa memanfaatkan sebaik-baiknya bagi masyarakat yang membutuhkannya.

“Saya sangat senang dengan adanya Balai Latihan Kerja di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafiiyaan ini. Diharapkan, dari sini bisa melahirkan para generasi penerus bangsa yang memiliki keterampilan atau skill yang mempuni dalam bekerja. Balai ini ada agar profesionalisme pada bidang tertentu bisa ditingkatkan,” ujar SBA yang juga Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB ini.

Sebagai informasi, BLK merupakan prasarana dan sarana tempat pelatihan memperoleh keterampilan yang ingin didalami sebagai keahlian di bidangnya masing-masing.

Secara umum, BLK membuka beberapa bidang kejuruan seperti, Kejuruan Teknik Sepeda Motor, Kejuruan Teknisi Komputer, Kejuruan Operator Komputer, Kejuruan Tata Busana, Kejuruan Teknik Pendingin, Kejuruan Tata Graha, Kejuruan Tata Kecantikan Rambut, Kejuruan Tata Kecantikan Kulit, Kejuruan Tata Rias Pengantin, Kejuruan Tata Boga dan banyak lagi.

Tak hanya itu, BLK juga bisa memfasilitasi keahlian dalam bidang bahasa asing seperti, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Arab, dan Bahasa Korea.

“Kita berharap BLK di seluruh Indonesia, bukan hanya BLK (Assalifiyah Syafiin) ini mampu melahirkan para pekerja yang handal di bidangnya. Melalui Kementerian Tenaga Kerja, tenaga kerja terus diberi atau dibekali keterampilan yang mumpuni,” terang mantan Ketua Umum PMII ini. (HMS)

Continue Reading

NASIONAL

AHY Sampaikan Duka Mendalam Meninggalnya Istri Yassona Laoly

Published

on

JAKARTA  – Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus putra SBY Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terlihat melayat mendiang istri Menkumham Yasonna Laoly, Elisye Widya Ketaren yang baru saja meninggal dunia.

AHY mendatangi Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Saat itu, AHY langsung diterima oleh Yasonna Laoly.

AHY mendoakan agar Yasonna Laoly diberi ketabahan dan kekuatan menerima cobaan ini.

“Tadi malam, saya menyampaikan dukacita yang mendalam secara langsung kepada Menkumham Bapak Yasonna Laoly di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto atas kepergian Ibu Elisye Widya Ketaren,” tulis AHY dalam akun Instagramnya seperti dilihat, Sabtu (12/6/2021) kemarin.

Tak hanya itu, AHY berdoa agar seluruh keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan menerima ujian ini.

“Semoga beliau diberi tempat terbaik di sisi Tuhan YME, dan Pak @yasonna.laoly beserta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar AHY.

Seperti diketahui, Elisye dikabarkan meninggal dunia hari Kamis (10/6/2021) pada pukul 15.25 WIB di RS Medistra, Jakarta Selatan.

Dari lokasi rumah duka, karangan bunga belasungkawa terlihat memenuhi rumah duka tempat istri Yasonna Laoly disemayamkan.

Dari karangan bunga itu berjejer di area masuk-keluar Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto. Dan sbagian lainnya diletakkan di depan rumah duka.

“Tadi malam, saya menyampaikan duka cita yang mendalam secara langsung kepada Menkumham Bapak Yasona Laoly di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, atas kepergian istri tercinta. Semoga ibu Elisya Widya Ketarendiberi tempat terbaik disisi Tuhan YME. dan pak Yasona Laoly beserta keluarga yang ditinggalkan senantiasa dibetikan kekuatan dan ketabahan Amin”, terang AHY. (RM)

Continue Reading

NASIONAL

Silaturahim Ulama se-Gorontalo, Gus AMI Sebut NU Penopang Indonesia saat Pandemi

Published

on

JAKARTA – Pandemi Covid-19 memang telah meluluhlantahkan berbagai sendi kehidupan tak hanya di Indonesia, namun juga dunia. Meski begitu, kekuatan Nahdlatul Ulama, para Kiai dan Ulama, serta semangat Ahlussunnah Waljamaah di Indonesia terbukti membawa optimisme yang kuat sehingga Indonesia tetap stabil.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI saat menghadiri Silaturahim Bersama keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan Ulama se Gorontalo di Aston Hotel, Kota Gorontalo, Jumat, 11 Juni 2021 malam.

Menurut Gus AMI, kekuatan NU dapat dilihat dari gairah Pondok Pesantren yang saat ini tetap eksis menggelar Pendidikan sebagaimana biasa meski dihantui Pandemi Covid-19. Berbeda halnya dengan sekolah umum yang justru digelar secara online sehingga pola pendidikan kurang optimal.

“Saya tidak tahu di sini (Gorontalo), di Jawa, Pesantren merupakan satu-satunya Lembaga Pendidikan tatap muka yang eksis, berjalan normal dengan protokol kesehatan ketat. Pesantren-pesantren ini tidak pernah berhenti mencerdaskan anak bangsa, meskipun di tengah pandemi Covid-19” kata Gus AMI.

Ketua Tim Pengawas (Timwas) Bencana Pandemi Covid-19 DPR RI ini menyatakan, eksistensi pesantren itulah yang membuat Indonesia tetap teguh, terutama dalam konteks pembangunan karakter, akhlak, dan kualitas sumberdaya manusia.

Gus AMI juga menyatakan, dakwah Islam Ahlussunnah Waljamaah saat ini adalah model dakwah yang paling diakui dan tidak mengalami hambatan apapun di mana-mana. Pun demikian dalam konteks politik.
“Politik Ahlussunnah Waljamaah, polilitik Nahdlatul Ulama telah diakui menjadi solusi bangsa. Inilah momentum dan kesempatan bagi kita. Pengakuan yang tidak boleh disia-siakan,” ungkap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Gus AMI mencontohkan saat Fraksi PKB DPR RI merumuskan sekaligus memperjuangkan UU Pesantren. Menurut dia saat itu semua Fraksi menerima, nyaris tidak ada kontroversi dan kendala apapun hingga UU tersebut disahkan.

“Itu salah satu bukti. Bersamaan dengan UU Pesantren (UU yang lain) mengalami berbagai penolakan. Tapi Ketika kita bikin UU Pesantren semua mendukung, tidak ada penolakan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tanfiziyah PWNU Provinsi Gorontalo, KH. Zulkarnain Suleman menyambut baik silaturahim tersebut. Menurutnya momentum itu sudah cukup lama tidak dilakukan di Gorontalo, terlebih dibayang-bayangi Pandemi Covid-19.

“Sampai tadi siang saya banyak ditelepon, banyak Kiai protes kenapa saya tidak diundang. Saya sampaikan mohon maaf, bahwa kapasitas yang disiapkan oleh panitia dan berdasarkan protokol Kesehatan hanya 100 orang yang bisa hadir. Sehingga kami mewakili para Kiai, para Nyai menyampaikan salam hangat dari seluruh warga Nahdliyyin pada Gus AMI,” kata kiai zulkarnain

Hadir dalam silaturahim itu Rois Syuriah PWNU Gorontalo, KH. Sarmada Inaku, Ketua PCNU Gorontalo, KH. Rosyid Kamaru, Pengasuh PP Salafiyah Syafiiyah Pahuwato, KH. Abdullah Hanif, Mantan Ketua PWNU Gorontalo, KH. Karim Pateda, Ketua Yayasan Uswatun Wustho Boalemo, KH. Khoirul Anam, Pimpinan Toriqah Naqsabandiyah Gorontalo, KH Ahmad Mulya dan lain sebagainya.

Sementara Gus AMI hadir bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, Anggota DPR RI, M Hasanuddin Wahid, dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh. (BS)

Continue Reading

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Kategori

Topik Terkini

Trending