Connect with us

RAKYAT

Belum Ada Listrik di Dapil, Anggota DPR Ini Advokasi Penduduk Setempat

Published

on

LAMPUNG – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Junaidi Auly mengadvokasi kepentingan masyarakat Lampung disebabkan belum adanya listrik di beberapa desa. Junaedi meminta PLN Lampung untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Kami menerima aspirasi dari masyarakat terkait belum adanya jaringan listrik di desa mereka seperti dibeberapa titik di Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Timur, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji. Oleh karenanya kami langsung sampaikan aspirasi ini ke PLN Lampung,” kata Junaidi dalam pertemuannya dengan General Manajer PLN Provinsi Lampung (26/12/2018).

Berdasarkan aspirasi yang disampaikan, desa yang belum seluruhnya memiliki jaringan listrik diantaranya yaitu 1 dusun Desa Giri Mulyo Lampung Timur sebanyak 225 lebih rumah, belum adanya tiang listrik di 11 dusun Desa Rukti Basuki, Desa Tri Tunggal Jaya dan Banjar Agung Tulang Bawang, Desa Cabang kecamatan Bandar Surabaya di Dusun 3 dan Dusun 6, dan sebagian wilayah di Desa Kota Batu Lampung Tengah.

“PLN Provinsi Lampung harus bergerak cepat dengan adanya keluhan dari masyarakat. Ia berharap jangan dibiarkan terlalu lama masyarakat tidak punya listrik di rumahnya,” terang anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Lampung II yang biasa disapa Bang Jun ini.

Mendengar aspirasi ini, General Manajer PLN Provinsi Lampung Julita Indah berterimakasih atas aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh Bang Jun. Ia berjanji akan segera memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan survei ke lokasi untuk menyelesaikan persoalan ini.

Ke depannya, Julita berharap dapat semakin bersinergi dengan wakil rakyat di pusat untuk mempercepat kemajuan Provinsi Lampung.

Di akhir pertemuan tersebut, Bang Jun menegaskan bahwa dirinya senantiasa siap bersinergi dengan seluruh stakeholder di Lampung untuk bersama-sana menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Potensi Lampung sangat besar, listrik harus tersedia dengan baik agar sektor-sektor lain seperti usaha kecil menengah, industri, pariwisata, dan lainnya dapat berkembang,” pungkas Bang Jun yang juga kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN ini. (hadi)

 

RAKYAT

DPP KNPI Angkat Bicara Soal Sikap Polres Madina yang Gegabah Tangani Demo Mompang Julu

Published

on

By

Jakarta – Efek dari kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa Mompang Julu, Kabupaten Madina berbuntut panjang. Warga yang melakukan demo untuk menuntut haknya atas Bantuan Sosial (Bansos) malah berbuntut panjang.

Langkah dan Tindakan yang dilakukan oleh Polres Mandailing Natal membuat Wakil Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Ahmad Maskuri Daulay Bicara. Beliau menuntut Kapolres Madina, AKBP Horastua Silalahi untuk mencari langkah dan solusi yang tepat. Duduk perkaranya adalah masyarakat yang berdemo baku hantam dengan pihak kepolisian yang menjaga dan akhirnya mobil Wakapolres, AKBP Elizama Zalukhu tidak sengaja terbakar di lapangan.

“Awalnya adalah warga Mompang Julu berdemo di Jalan Lintas Sumatera untuk menuntut haknya yang dipangkas oleh Kepala Desa. Tiba-tiba terjadi baku hantam dan saling lempar antara warga dan polisi yang berjaga hingga akhirnya mobil Wakapolres yang berada di lokasi tersebut terbakar,” tutur Maskuri.

Lebih lanjut Maskuri mengatakan, atas kejadian tersebut kedua belah pihak menjadi korban, baik warga yang mengalami luka-luka bahkan ada tiga orang anak kecil dan dari pihak kepolisian. Sekarang ini pihak kepolisian telah melakukan penyisiran pemukiman warga untuk menangkap yang ikut berdemo.

“Untuk itu tidak tepat kalau warga dibuat panik, saya menyimpulkan bahwa tindakan Kapolres dengan melakukan penyisiran ke pemukiman warga adalah tindakan gegabah”. “Sekarang warga merasa panik karena banyak polisi berkeliaran di sekitar rumah mereka”.

“Peristiwa ini menunjukkan bahwa Kapolres Madina tidak paham pernyataan Kapolri dalam maklumat yang pernah di keluarkan, Salus populi suprema lex esto yaitu Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi dan mencoreng HUT Bhayangkara ke 74,゛jelas Maskuri yang juga putra Madina.

“Seharusnya sikap Kapolres Madina lebih kooperatif dan mengedepankan musyawarah mufakat, supaya tidak ada perlawanan dari warga yang lebih keras lag,” tutupnya. (mas)

Continue Reading

RAKYAT

‘Bulog Diberi Dana dari APBN untuk Beli Beras tapi Tidak Diberi Kewenangan Menyalurkan’

Published

on

By

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR Hermanto mendesak Pemerintah agar memberi Bulog kewenangan penuh menyalurkan beras terutama untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Sembako serta beras untuk PNS, TNI dan Polri. Kewenangan penyaluran ini penting agar APBN yang dikeluarkan untuk beli beras tidak mubazir.

“Saat ini Bulog diberi dana dari APBN untuk beli beras tapi tidak disertai kewenangan menyalurkan. Akibatnya terjadi penumpukan stok beras di gudang. Karena lama disimpan maka terjadi penurunan kualitas. Kualitas turun, harga turun. Ini kemubaziran APBN”, papar Hermanto dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, sudah terjadi. Beras tersimpan lama, terus mengalami penurunan kualitas dan mengalami pembusukan. Beras tidak dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

“Beras tersebut selanjutnya dianggap kadaluarsa. Ini kemubaziran APBN”, tandas legislator FPKS ini.

“Kalau beras sampai kadaluarsa apalagi busuk maka biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan dan sewa gudang jadi mubazir. Ini juga kemubaziran APBN”, tambahnya.

Akibat pandemi covid-19, katanya, kita mengalami defisit APBN.

“Karena itu, APBN yang tersedia harus digunakan secara efektif dan efisien. Buat kebijakan yang tepat agar APBN tidak hilang sia-sia”, tutur Hermanto.

“Buat kebijakan sehingga Bulog punya kewenangan yang komprehensif dalam hal membeli dan menyalurkan beras sehingga APBN tidak terbuang percuma”, pungkas legislator dari dapil Sumbar I ini.

Saat ini, program Beras Sejahtera (Rastra) yang dahulu menjadi pangsa pasar khusus bagi Bulog dalam menyalurkan berasnya, telah diganti dengan BPNT. Dalam program BPNT, pemerintah tidak menugaskan secara langsung Bulog sebagai penyedia beras tunggal. Hanya diimbau untuk memakai beras Bulog. Perum Bulog berencana untuk terus meningkatkan penyaluran beras komersial dalam BPNT. Tahun ini, Bulog menargetkan bisa menyalurkan beras BPNT kepada para penerima manfaat hingga 500 ribu ton. (Joko)

Continue Reading

RAKYAT

Bamsoet Bersama Aa Gym: UMKM Harus Dapatkan Perhatian Khusus Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Published

on

By

Bamsoet Bersama Aa Gym: UMKM Harus Mendapat Perhatian Khusus Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan dampak pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak sektor perekonomian terpukul. Termasuk kelompok usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai kelompok usaha yang paling banyak jumlahnya. Saat ini Indonesia didominasi oleh sekitar 58 juta pelaku bisnis UMKM, atau mencapai 98 persen dari total unit usaha yang ada.

“Untuk bisa bertahan hidup, UMKM membutuhkan kehadiran dan dukungan pemerintah melalui stimulus kebijakan perekonomian yang berpihak pada mereka. Di tengah lompatan kemajuan zaman, maka bantuan pemerintah dalam mewujudkan literasi teknologi bagi pelaku UMKM adalah suatu keniscayaan. Misalnya di masa pandemi, di mana interaksi penjual dan pembeli dibatasi secara fisik, diperlukan pemanfaatan teknologi yang bisa menjadi solusi,” ujar Bamsoet dalam Acara Bincang-Bincang Santai Virtual bersama Aa Gym di Bogor, Sabtu (20/6/20).

Acara Bincang-bincang santai ini akan ditayangkan di INews TV pada hari Sabtu, 27 Juni Pukul 20.15 pekan depan.

Mantan Ketua DPR RI ini menjelaskan, pada tanggal 3 Juni 2020 Pemerintah telah mengumumkan kenaikan anggaran penanganan Covid-19 dari Rp 405,1 triliun menjadi Rp 677,2 triliun. Atau naik sebesar 67 persen. Dari anggaran tersebut akan diperuntukkan bagi pelaku UMKM sebesar Rp 123,46 triliun.

“Anggaran sebesar itu digunakan untuk membiayai subsidi bunga, penempatan dana untuk restrukturisasi dan mendukung modal kerja bagi UMKM yang pinjamannya sampai Rp 10 miliar. Serta belanja untuk penjaminan terhadap kredit modal kerja darurat,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menekankan alokasi kenaikan anggaran tersebut harus tepat sasaran. Sehingga, dapat memberi output yang optimal dan dampak yang efektif sebagai bagian dari solusi mengatasi persoalan pandemi.

“Kenaikan anggaran tersebut harus juga diimbangi dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel. Untuk menjamin terlaksananya dua hal tersebut, perlu dilakukan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi penyelewengan,” tegas Bamsoet.

Namun, Anggota Dewan Pakar KAHMI ini menilai, dari sudut pandang ekonomi, masih akan sulit mencapai target pendanaan untuk menjaga taraf hidup rakyat. Sebab, daya beli dunia menurun, export Indonesia menurun, produksi dalam negeri melemah serta pengangguran bertambah sekitar 3-4 juta orang. Sementara, Covid-19 masih belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

“Para ahli ekonomi juga memperkirakan, setengah lapangan pekerjaan di dunia akan hilang dan tidak akan kembali lagi. Dunia industri akan berubah total di masa depan. Kita akan semakin individualistik dan lebih cepat masuk ke dalam era teknologi, digitalisasi dan robotik,” papar Bamsoet.

Karenanya, Ketua MPR RI ini menegaskan diperlukan komitmen dan kerjasama seluruh komponen bangsa dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Di saat masa krisis seperti kondisi sekarang, sangat penting agar setiap elemen masyarakat berperan dan berkontribusi sesuai bidang masing-masing.

“Dengan masih tingginya angka persebaran kasus positif Covid-19 pada masa gaya hidup baru atau new normal, kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan tidak boleh kendor. Saatnya kita bergandengan tangan, bahu-membahu, bergotong royong bersama sebagai satu kesatuan bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sesuai dengan apa yang diajarkan dalam nilai-nilai Pancasila,” pungkas Bamsoet.

Aa Gym sendiri meminta kepada umat muslim agar tetap tabah dan bersabar serta menjadikan pandemi covid-19 ini sebagai cobaan yang akan menaikan derajat keimanan yang semakin memperkokoh rasa ke Islaman umat. (dwi)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending