Connect with us

OPINI

Catatan Akhir Tahun: Nurani Kebangsaan Jokowi yang Satukan Elemen Bangsa

Published

on

Oleh: Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI

NURANI kebangsaan mendorong Joko Widodo dan kawan-kawannya dalam Koalisi Indonesia Maju memilih model penyelesaian politik yang menyatukan seluruh elemen bangsa. Inilah catatan terpenting bagi warga bangsa selama mengarungi 2019, tahun politik itu.

Dalam hitungan hari, tahun segera berganti; 2019 berakhir, untuk kemudian bersama menyongsong tahun 2020. Ada sejumlah catatan tentang dinamika global maupun nasional yang tidak hanya akan menjadi kenangan, melainkan juga menjadi sisa masalah yang masih harus dituntaskan di tahun mendatang. Dunia masih harus menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang. Sedangkan di dalam negeri, pemerintah dan masyarakat yang peduli keutuhan NKRI masih harus bekerja merawat persatuan dan kesatuan dalam naungan Pancasila dan UUD 1945.

Tahun 2020 pun pasti dinamis. Beberapa pemicunya sudah bisa diprediksi. Awal tahun mendatang, dunia akan heboh saat menyimak proses lanjutan pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Di dalam negeri, ruang publik juga akan dinamis oleh persiapan Pilkada serentak yang dijadualkan pada pekan ketiga September 2020. Pasti dinamis karena Pilkada itu diselenggarakan pada 270 daerah pemilihan. Rinciannya, sembilan (9) provinsi memilih gubernur, 224 kabupaten memilih bupati dan 37 kota memilih walikota.

Kendati harus membawa beragam persoalan di tahun baru nanti, Indonesia layak lebih optimis memasuki tahun 2020. Sebab, modal dasar untuk mewujudkan stabilitas nasional dan ketertiban umum, yakni persatuan dan kesatuan semua elemen bangsa, telah dimulai dan terus berproses. Kecenderungannya pun positif. Memang, di beberapa tempat masih saja muncul kasus-kasus yang merefleksikan terganggunya persatuan dan kesatuan itu. Namun, insiden-insiden bernuansa diskriminasi itu diharapkan tidak menimbulkan gelisah berlebihan.

Sebab, dari hari ke hari, arus perlawanan masyarakat terhadap perilaku seperti itu semakin kuat. Arus kuat itu bisa diamati di banyak forum, termasuk media sosial. Perubahan zaman, yang juga ikut mengubah perilaku hidup Generasi Milenial dan Generasi Z, pada gilirannya akan menghadirkan peradaban yang mengutamakan harmoni karena tereliminasinya banyak sekat pemisah. Sehingga, diyakini bahwa di kemudian hari, perilaku diskriminatif tidak akan mendapatkan tempat di mana pun, termasuk di negara ini. Mereka yang diskriminatif akan terkucil.

Gejala disharmoni atau masyarakat yang terpolarisasi sudah terlihat dan dirasakan selama kurang lebih satu dekade terakhir. Gejala itu kemudian semakin menguat sejak sebelum dan sepanjang tahun politik 2019. Sumber masalahnya adalah ketidakdewasaan sebagian masyarakat dalam menyikapi perbedaan. Sejumlah ekses pun bermunculan di berbagai tempat. Menyikapi gejala itu, negara dan juga kelompok-kelompok masyarakat yang peduli, termasuk para tokoh agama, terus berupaya merekat persatuan dan kesatuan.

Paling signifikan adalah langkah atau model penyelesaian masalah yang dipilih Presiden Joko Widodo. Tentu saja dia tidak sendiri. Dia butuh dukungan solid dari teman-temannya, para elit partai politik dalam Koalisi Indonesia Maju yang mendukungnya pada ajang pemilihan presiden tahun 2019. Tak hanya menguatkan nurani kebangsaan, tetapi juga mendorong mereka mendengar suara hati untuk bagaimana menyikapi fakta tentang masyarakat yang nyaris terberai-berai karena alasan perbedaan itu.

Sosok Presiden terpilih itu, bersama rekan-rekannya, sampai pada kesadaran bersama, dan juga bersepakat bahwa kemenangan mereka di Pilpres 2019 tidak boleh menambah persoalan bagi bangsa, baik sekarang maupun di kemudian hari. Tidak pula kemenangan itu boleh menggoreskan luka baru bagi mereka yang merasa kalah. Menjadi tidak elok pula jika pemenang bersikukuh menerapkan prinsip the winner takes it all. Kemenangan itu haruslah menjadi solusi, pun menyembuhkan, serta menjadi sumber kekuatan yang mempersatukan dan merawat keberagaman. Menyatukan kembali warga bangsa yang terpolarisasi menjadi yang paling utama. Harmonisasi kehidupan bermasyarakat harus diupayakan dengan tulus dan penuh kesungguhan.

Tulus dan Kesungguhan

Sebagaimana dicatat bersama,upaya mengakhiri polarisasi masyarakat tidak berhenti pada pertemuan Jokowi dengan sang rival, Prabowo Subianto, di Stasiun Lebak Bulus Jakarta pada pekan kedua Juli 2019. Tulus dan kesungguhan Jokowi berlanjut saat dia menggodok formasi kabinet. Kejutan dan juga sangat menggembirakan karena Prabowo bersedia masuk dalam Kabinet Indonesia Kerja. Rivalitas keduanya yang begitu sengit di ajang Pilpres 2019 diakhiri dengan cara yang sangat elegan. Demi kepentingan negara dan bangsa yang jauh lebih besar dan strategis, kedua sosok itu mewujudkan kebersamaan dan mengabdi kepada negara. Memang ada kelompok mencemooh Jokowi, ada pula yang mengejek Prabowo. Respons negatif kepada Jokowi-Prabowo itu karena mereka berpikir sempit dan lebih mengutamakan kepentingan sendiri atau kelompok. Bukan kepentingan bangsa dan negara.

Sedangkan kebersamaan Jokowi-Prabowo dalam pemerintahan sekarang ini lebih mencerminkan niat tulus keduanya untuk mengakhiri polarisasi masyarakat. Keduanya mendorong seluruh elemen bangsa untuk merajut lagi persatuan dan kesatuan demi terwujudnya stabilitas nasional dan ketertiban umum. Mewujudkan dua faktor ini sangat penting, tidak hanya demi kenyamanan semua warga negara, tetapi juga untuk merawat citra bangsa dan negara dalam pergaulan antar-bangsa.

Cara Jokowi dan Prabowo menutup rivalitas mereka dalam berpolitik tidak hanya memuat pesan, tetapi juga mengandung pembelajaran bagi masyarakat, terutama mereka yang awam dalam politik praktis. Keduanya membuktikan bahwa tidak ada yang abadi dalam politik. Tidak ada lawan abadi, pun tak ada pula kawan abadi. Hanya ada kepentingan. Untuk mencapai tujuan, etika yang berlaku adalah taat aturan untuk melakoni persaingan sehat, bukan perilaku politik yang dibungkus sikap bermusuhan. Seperti halnya laga sepak bola, tim pemenang dan tim yang kalah berjabattangan di akhir pertandingan, berangkulan, hingga bertukar kaus seragam. Begitu pula dalam berpolitik praktis.

Di permukaan, masyarakat bisa melihat bahwa masih kelompok-kelompok tertentu yang coba mempertahakan dan memelihara polarisasi itu. Jangan terkecoh. Mereka tidak menyuarakan aspirasi masyarakat, tetapi sedang memperjuangkan kepentingan kelompoknya. Baik kepentingan ekonomi atau kepentingan bisnis, maupun agenda lain demi kepentingan asing.

Pada peringan Hari Bela Negara tahun ini, Kementerian Pertahanan mengemukakan bahwa Indonesia dewasa ini menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah di bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya hingga persoalan pertahanan dan keamanan. ‘’Tantangan dan ancaman yang kompleks tersebut membutuhkan persatuan dari kita semua. Setiap anak negeri jangan pernah mau dipecah belah karena perbedaan sikap politik,’’ kata Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Ada kekuatan asing dibalik kelompok-kelompok yang ingin mengubah dasar negara Pancasila. Dan, karena Indonesia kaya akan sumber alam, ada pula kekuatan asing yang ingin menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa agar bisa meruntuhkan Negara Kesatuan Repubik Indonesia.

Hanya persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa yang bisa mengeliminasi niat-niat jahat itu. Di tahun mendatang, harus ada dorongan kepada seluruh anak bangsa, khususnya Generasi Milenial dan Generasi Z, agar lebih bersemangat merajut persatuan dan kesatuan bangsa.

Selamat Tahun Baru 2020

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

OPINI

Catatan PKS, Kapolri Idham Azis: Tausyiah Sebelum Rapim Polri

Published

on

By

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS

Hari ini Komisi III DPR RI gelar raker dengan Kapolri. Saya menyampaikan apresiasi untuk Kapolri, yang membuat suasana baru saat pembukaan Rapim Polri. Yaitu menghadirkan tausiyah dari seorang ustadz sebelum menggelar Rapim.

Ini adalah langkah baik sebagai bentuk implementasi pancasila, yaitu sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu saya juga apresiasi pesan yang diberikan kapolri saat itu, yang meminta agar para aparat di lapangan, mengedepankan pendekatan humanisme saat menangani aksi unjuk rasa.

Saya ada beberapa catatan untuk Kapolri, mulai dari persoalan SDM, Kompolnas menyampaikan selama tahun 2019 menerima 2.059 pengaduan yang kebanyakan yang berkaitan pelaksanaan tugas yang tidak profesional.

Ini menandakan masih banyaknya persoalan penyalahgunaan kewenangan oleh personel. Misalkan saja dua kasus yang lagi menjadi atensi publik pada pekan-pekan terakhir. Ada Brigadir HH yang bertugas sebagai Banit Opsnal Subbid Surveillance Ditintelijen Densus 88 Antiteror Polri yang menjual Senpi ke sipil. Bayangkan, kok bisa sekelas personel intel dari Densus menjual Glock 17 ke sipil ? bagaimana ini bisa terjadi ?

Adalagi soal SDM, pada persidangan di PN Jakarta Pusat 20 Januari kemarin, Lutfi Alfiandi pembawa bendera saat demo STM yang fotonya viral, memberikan pengakuan didepan persidangan bahwa yang bersangkutan di setrum untuk mengakui melempar petugas dengan batu.

Ini pengakuan diberikan di depan persidangan, tentunya harus mendapat atensi dari kita. Masak ngatasi anak STM demo saja pakai ditrum segala, Kenapa bisa terjadi seperti ini ?

Selain SDM saya berikan atensi soal Narkoba, ini persoalan serius, negara ini sudah darurat narkoba. Sampai saat ini masih banyak zona merah di republik ini, yang harus diatensi oleh Polri.

Setidaknya ada 654 kawasan narkoba di seluruh Indonesia, sara rasa Pak Kapolri perlu perintahkan kepada jajarannya untuk mengurangi hot spot narkoba yang sangat banyak itu.

Misalkan saja di Jakarta 117 zona merah, tolong kasih target untuk pada Kapolda agar jumlah zona itu bisa berkurang. Dan secara berkala, tentunya perlu dievaluasi bersama BNN. Sehingga nantinya akan terlihat, ada berapa pengurangan zona merah narkoba di Indonesia.

Hal lainnya, saya minta Kapolri memberikan penjelasan soal kedatangan penyidik KPK ke PTIK, Apa yang sebenarnya terjadi di sana ? ada yang menggunakan istilah disekap, ada yang bilang di tes urine. Karena ini menjadi atensi publik yang perlu dijelaskan agar tidak mengundang spekulasi di tengah masyarakat.

Selain itu, ada kabar Penyidik KPK yang Tangani Suap KPU kemarin ditarik oleh polri, ini juga membuat publik semakin berspekulasi. Karenanya saya minta Kapolri menjelaskan hal itu. []

Continue Reading

OPINI

Kesederhanaan Kapolri Idham Azis di Mata Senator dari Sulteng

Published

on

Oleh: Abdul Rachman Thaha*

Sosok Kapolri, Idham Azis memang sangat sederhana, karena memang berangkat dari keluarga yang tak punya apa-apa. Jadi saya sangat paham persoalan tentang kehidupan, memang dari ajaran nenek moyang kami yang berasal dari Sulawesi itu hanya satu lah yang kami selalu berpegang teguh pada persoalan adat budaya kami, yang selalu dijaga dan selalu diingatkan oleh para petuah kami di mana saja berada. Prinsip kami sebagai anak Sulawesi adalah kami itu tak pernah mau mengurusi urusan orang dan tak mau tau apa urusannya orang. Kami selalu bersandar pada bagaimana filosofi kami dari adat Bugis-Makassar.

Menurut saya, kesuksesan seorang Idham Azis yang merupakan Putera Bugis Makassar, menjadi orang nomor satu di lembaga Kepolisian Republik Indonesia tidak terlepas dari nilai dan prinsip hidup yang menjadi pegangannya sebagai Putera Bugis Makassar.

Saya pun menyaksikan sendiri, bagaimana kesederhanaan beliau. Walaupun sangat dihormati dan ditakuti oleh semua orang, namun Kapolri yang satu ini seakan tidak berjarak dengan siapapun, termasuk masyarakat biasa. Dia juga adalah sosok Kapolri yang selalu mendekatkan diri pada Tuhannya, taat beribadah, jujur dan taat pada orang tuannya.

Untuk itu, setiap orang tentunya harus memiliki pandangan hidup. Suku Bugis Makaassar sudah sangat dikenal sebagai pekerja keras, mereka senang sekali untuk merantau jauh di negeri seberang untuk mengubah haluan hidup demi mencapai kesuksesan sejati.

Falsafah Hidup Orang Bugis

Falsafah Hidup merupakan sebuah prinsip yang mendasar yang harus dimiliki insane dan individu tanpa prinsip maka kehiduppan orang tersebut laksana kapal yang terombang ambing ombak ditengah lautan tanpa tujuan yang jelas.

Orang Bugis Makasssar memiliki juga beberapa prinsip kehidupan yang sangat dalam memaknai perjalanan hidup dan berikut ini beberapa prinsip-prinsip tersebut:

Pertama, Siri Na Pacce. prinsip ini mengajarkan bahwa orang bugis Makassar sangat menjunjung tinggi persoalan siri atau rasa malu mereka akan senantiasa merasa malu untuk melakukan perbuatan yang tidak baik. Dan baginya panyang untuk melakuka perbuatan yang memalukan yang bertentangan dengan norma agama, hukum maupun norma adat dan kesopanan

Menjadi sebuah aib yang cukup memalukan bila dikemudian hari melakukan hal-hal yang dianggap sebagai perbuatan tidak terpuji. Harga diri atau integritas merupakan barang/mata uang yang palig berharga bagi orang bugis makassar kehilangan harga diri laksana khilangan segala-galanya dan lebih baik kehiolangan uang dari pada harga diri karena kehilangan uang kita kehilangaan sedikit akan tetapi kalau kehilangan integritas maka kita kehilangan segala-galanya.

Pacce merupakan sebuah sikapyang dapat merasakan penderitaan sesama manusia dan tentunya sikap ini akan senantiasa memunculkan solidaritas bagai sesama manusia.

Berpegang teguh pada prinsip kehidupan yang mampu perasakan pederitaan sesama manusia maka hal itu akan memicu keinginan untuk senantiasa mengulurkan pertolongan bagi mereka yang membutuhkannya.

Kedua, RESO Tamanginggi Naletei Pammase Puang, artinya bahwa didadalam mengarungi kehidupan ini Orang Bugis akan senantiasa bekerja secara keras, tekun dan pantang menyerah maka dapat dipastikan kebrhasilan akan bisa dicapai karena Rahmat Tuhan meniti menuju jalan kesuksesa. Dan di dalam bekerja tersebut pantang berputus asa karena semakin kita berkeja keras dan semakin banyak rintangan yang kita hadapi seperti kegagalan maka dapat dipastikan kita akan semakin dekat dengan kesuksesan karena hampir semua orang sukses diunia ini pasti perna merasakan kegagalan.

Jika Fisik dibesarkan dengan melatihnya mengangkat beban seperti barbell maka jiwa dibentuk berdasarkan kegagalan yang dihadapi. Hanya dengan kerja keras maka segalah usaha pasti bisa dicapai dan tuhan sangat menyenangi orang yang bekerja secara keras.

Ketiga, Tea Tamakua idipanajaji yang artinya kesuksesan anda tergantung dari diri anda sendiri apa yang anda pilih pada waktu yang lalu hasilnya apa yang aanda rasakan pada saat ini. Dan jika anda ingin merubah nasib anda maka tidak ada jalan lain hanya anda yang mampu mengubahnya karena itu hargai diri anda. kenali diri anda dan potensi anda, lejitkan dan jangan pernah berfokus pada kekurangna anda, karen jika berfokus kepada kekurangan maka anda hanya mampu berkeluh kesah, tapi fokuslah pada kelebihan anda maka anda akan bisa melakukan apapun yang anda cita-citakan. “Tidak akan berubah nasib seseorang kecuali dia yang merubanya sendiri demikanlah peringatan tuhan”.

Keempat, Sipakainga, Sipakatau, dan sipakalebbi. Sikap ini mengajarkan kepada kita bagaimana cara menggapai kesuksesan dan berhubungan dengan sesama manusia karena kesuksesan tidak akan bisa kita capai tanpa bantuandan berinteraksi dengan orang-orang di sekeliling kita karena dalam menjalin hubungan dengan manusia termasuk dengan relasi bisnis dan rekan kerja hendaknya kita senantiasa saling mengingatkan, saling menghormati, dan saling menghargai. jika ketiga sikap ini anda terapkan maka dipastikan urusan anda akan berjalan mulus.

Sipakainga adalah tindakan untuk senantiasa saling mengingatkan, saling menegur, saling mengevaluasi dan membimbing jalan yang benar jika seseorang mengalami permasalahan atau kesulitan hidup pada saat tanpa membedakan yang salah dan yang benar.

Sipakatau merupakan cerminanan untuk senatiasa saling menghormati dan tidak sebaliknya saling bermusuhan ,selink sikuk dan injak menginjak dalam merebut jabatan atau mengejar kekayaan hendaknya senantiasa kita memanusiakan sesama manusia.

Sipakalabbi merupakan sebuah gambaran dalam menjalani hidup dalam bermasyarakat untu senantiasa saling menghargai antara sesama manusia dengan saling menghargai maka hubungan akan semakin erat dan jauh dari rasa permusuhan dan kebencian.

Kelima, Malilu Sipakainge, Mali iparappe, Rebba Sipatokkong artinya bahwa hendaknyaa kita membantu satu sama lain, jangan saling menjatuhkan tapi sebaliknya saling menarik serta saling mengingatkan antara sesama manusia, karna jalan menuju kesuksesan pasti penuh hambatan. Dan ketika engkau terjatuh maka saling bantulah dan memotivasi untuk bangkit kembali karena kegagalan akan selalu ada dalam setiap jalan kesuskesan

Jika anda ingin sukses maka jangan pernah takut akan kegalalan dan jangan pernah menghitung berapa kali anda gagal dan terjatuh, tapi hitung dan ingatlah sudah berapa kali anda bangkit dari kegagalan.

Keenam, Taro Ada Taro Gau. prinsip ini mengajarkan betapa pentingnya memiliki sikap yang bissa dipercaya taro ada taro gau memiliki makna bahwa sebagai pemimin atau apapun profesi anda senantiasalah untuk selalu konsisten antara ucapan dan perbuatan.

Ketika ucapan dan perbuatan anda sejalan maka dapat dipastikan orang-orang yang anda pimpin atau berada disekitar anda akan semakin mempercayai anda. Dengan adanya kepercayaan, maka anda sudah sukses menapaki tangga kepemimpinan yaitu dipercaya atau menjadi pemimpin yang dipercaya. Ketika seorang pemimpin sudah dipercaya, maka yang dipimpinnya otomatis akan mencintainya. Ketika anda sudah dicintai rakyat atau orang yang anda pimpin maka pegaruh anda akan semakin kuat, dengan kuatnya pengaruh maka anda menciptakan diri anda menjadi pemimpin yang kharismatik.

Demikianlah beberapa falsafah orang Bugis Makassar yang penuh dengan pembelajaran kehidupan. Dan semua itu saya melihatnya terimplementasi dalam diri seorang Idham Azis.

*Penulis Merupakan Anggota DPD RI dari Dapil Sulawesi Tengah

Continue Reading

OPINI

Heboh Natuna Utara, Perang atau Penegakan Hukum?

Published

on

Oleh: Ifdhal Kasim

Coast Guard China (CGC) dan kapal-kapal nelayan China diberitakan memasuki wilayah laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di laut Natuna Utara. Beragam tanggapan bermunculan dari mulai pengamat, menteri-menteri, sampai kepada politisi terhadap tindakan CGC dan nelayan-nelayan China tersebut.

Situasi tersebut segera memicu naiknya suhu politik di tanah air. Pernyataan Menteri Pertahanan, dianggap terlalu lunak. Begitu juga pernyataan Menko Maritim dan Investasi, yang pernyataannya dikaitkan dgn investasi China di Indonesia. Sementara pernyataan-pernyataan tokoh publik, lebih menginginkan sikap tegas terhadap China.

Kisruh ini tentu perlu dilihat secara proporsional, dimana letak pelanggaran yg dilakukan oleh China di wilayahnya laut Indonesia tersebut?

ZEE menurut UNCLOS berada di laut lepas (high seas), bukan di laut teritorial. Sumber daya alam yang berada di laut lepas ini diperuntukkan secara eksklusif bagi negara pantai. Dari sinilah kemudian dikenal dengan hak berdaulat (sovereign right). Istilah ini jangan disamakan dengan konsep kedaulatan negara (state sovereignty) dalam hukum internasional.

Wilayah laut Natuna Utara jelas berada di wilayah ZEE Indonesia, dan keabsahannya sudah pula dilegitimasi oleh Mahkamah Dunia (Int’l Court of Justice). Jadi masalahnya adalah pelanggaran terhadap hak berdaulat dalam ZEE. Bukan pelanggaran terhadap kedaulatan negara (Sovereignty). Yang dilakukan dengan demikian adalah penegakan hukum atas pelanggan terhadap hak berdaulat tersebut. Bukan mengatasinya dengan perang, kecuali pelanggan atas kedaulatan negara.

Penegakan hukum, sesuai dengan UU TNI, dapat dilakukan oleh TNI AL. TNI AL diberi amanah untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional, yang salah satunya adalah ZEE. TNI AL kita sedang menjalankan tugasnya dengan menjaga wilayah laut ZEE Indonesia dan penegakan hukum (dgn mengusir CGC dan nelayan-nelayan Cina di perairan ZEE kita). Kehadiran TNI AL disana bukan dengan tujuan perang, tetapi penegak hukum di laut.

Jadi masalah kita dengan masuknya CGC ke wilayah laut ZEE di Natuna Utara bukan soal bernegosiasi lagi, tapi efektivitas law enforcement kita di laut.

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending