Connect with us

RAKYAT

Cerita Dari Sulteng: Kami Nasrani, Boleh Minta Bantuan Disini?

Published

on

Palu (09/10) – Dengan langkah ragu-ragu, dua orang perempuan separuh baya mendatangi Posko Bantuan PKS yang terletak di Kantor DPW PKS Sulteng, Jalan Sisingamangaraja, Senin (08/10/2018) kemarin.

Relawan PKS yang menyaksikan dari kejauhan langsung menyambut dengan ramah.

“Ada yang bisa saya bantu bu?” tanya Hamsi relawan PKS asal Pare-pare, Sulawesi Selatan.

Masih dengan nada yang ragu-ragu, ibu yang mengenakan kalung salib itu bertanya kepada Hamsi.

“Kami korban gempa, bolehkah kami meminta bantuan disini? Tapi kami ini Nasrani,” ucap perempuan berkaos biru tua kepada Hamsi.

Pertanyaan tersebut langsung disambut senyum ramah oleh Hamsi.

“Boleh dong bu, kami ini relawan kemanusiaan, peduli semua umat beragama, ini kami pakai kaos relawan bu,” jawabnya sembari memperlihatkan kata ‘Relawan’ yang terletak di belakang baju coklatnya.

Tidak membutuhkan waktu lama, kedua perempuan tersebut langsung mendapatkan dua dus sembako, susu, biskuit, air minum serta makanan balita.

“Terima kasih ya pak, terima kasih ya teman-teman PKS,” pancaran kebahagian tampak dari wajah kedua perempuan tersebut.

Tapi, kebahagian tidak berhenti sampai disana. Kedua perempuan tersebut semakin tampak bahagia saat mendengar pesan relawan PKS yang siap mendistribusikan logistik langsung kepada para korban.

“Sama-sama bu, inikan ibu sudah meninggalkan nomor HP, nanti akan kami hubungi lagi. Jika persediaan logistik ibu habis, ibu bisa mengabari kami lagi, nanti kami bantu antarkan,” pesan tersebut langsung disambut senyum bahagia dan ucapan terima kasih oleh kedua perempuan korban gempa dan tsunami itu. []

RAKYAT

Peringatan Maulid Rasulullah SAW: MUI Ajak Umat Islam Warisi Semangat Pembebasan dari Ketertindasan dan Kebodohan

Published

on

By

Jakarta – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi menyebutkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW umat Islam perlu memaknai sebagai momentum meningkatkan keimanan dan persaudaraan antarsesama dengan meneladani Rasulullah SAW.

“MUI mengajak seluruh umat Islam agar menjadikan momentum peringatan Maulid Nabi SAW untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan berbuat kebajikan dan beramal shaleh dengan cara meneladani sifat dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagaimana misi kenabiannya yaitu untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak umat manusia,” kata Zainut pada wartawan, Jakarta, Senin malam, (19/11/2018).

Untuk itu, MUI mengajak kepada semua umat Islam agar dapat mewarisi semangat dan misi kenabian yaitu semangat pembebasan dari ketertindasan, baik ketertindasan dari kemiskinan, kebodohan maupun keterbelakangan.

Bagi Zainut, hakekat dari misi risalah Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pembelaan terhadap kaum yang lemah dan tertindas dengan berempati merasakan beratnya penderitaan mereka (‘azizun ‘alaihi ma ‘anittum). Memberikan rasa aman dan sentosa (harishun `alaikum) dan memberikan rasa belas kasih sayang terhahadap sesama umat manusua (raufun rahim)

Selain itu, MUI juga menyeru kepada kaum Muslimin untuk mengembangkan sikap toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), dan bersikap adil (i’tidal) dalam menjalankan ajaran agama, agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit (furuiyyat) yang dapat merusak tali silaturahmi antarumat Islam.

Hal tersebut, lanjutnya, sesuai dengan misi Nabi Muhammad SAW yang ingin mewujudkan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyyah) dan persatuan umat (wihdatul ummah) sebagaimana yang dilakukan Nabi ketika menyatukan dan mepersaudarakan kaum muhajirin dan anshor saat membangun kota Madinah.

“MUI mengajak seluruh umat beragama untuk mengembangkan hidup damai, penuh harmoni dan toleransi (tasamuh) antarumat beragama. Hal tersebut merupakan spirit aktualisasi dari visi Islam rahmatan li al-‘alamin (agama cinta dan kasih sayang bagi semesta raya). Spirit maulid tersebut harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku keberagamaan yang santun, rukun, toleran, saling menghormati, dan menerima perbedaan keyakinan,” jelasnya.

“MUI mengajak semua komponen bangsa untuk menjaga dan merawat NKRI. Kemerdekaan Indonesia yang diraih dengan perjuangan dan pengorbanan baik jiwa dan raga seluruh rakyat Indonesia adalah negara perjanjian yang mengikat seluruh komponen bangsa untuk hidup bersama secara damai, rukun dan harmonis. Untuk hal itu harus terus dijaga dan dipertahankan oleh seluruh bangsa Indonesia,” sambung politisi PPP asal Dapil Jawa Tengah IX ini.

Dengan demikian, tegas Zainut, momentum Maulid Nabi SAW hendaknya dimaknai dalam rangka peneguhan sikap dan aktualisasi nilai-nilai perdamaian, apresiasi terhadap kebhinnekaan, dan penghormatan terhadap nilai demokrasi, hukum dan HAM. (HM)

 

Continue Reading

RAKYAT

Masjid Terpapar Paham Radikalisme, DPR: BUMN Milik Negara, Pembinaan Dilakukan Perkuat Nilai Kebangsaan

Published

on

By

Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menyatakan khawatir dan prihatin adanya laporan bahwa ada sejumlah masjid di kementerian, lembaga, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpapar paham radikalisme. Menurutnya, seharusnya masjid menjadi tempat pembinaan Islam yang memperkuat spiritualitas umat Muslim.

“Tentu kami sangat khawatir dan prihatin. Masjid di kementerian, lembaga pemerintahan dan BUMN, seharusnya selain menjadi tempat beribadah bagi karyawan yang beragama Islam, juga menjadi tempat pembinaan Islam yang memperkuat spiritualitas,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima wartawan Senin (19/11/2018).

Hal ini diungkapkan Ace menyusul laporan Badan Intelejen Negara (BIN) bahwa ada beberapa masjid di kementerian, lembaga, dan BUMN yang terpapar paham radikalisme. Menurut BIN,  dari 100 masjid milik gabungan kementerian, lembaga, dan BUMN, sebanyak 41 masjid sudah terpapar paham radikal.

Adapun rinciannya, dalam laporan BIN tersebut, 11 masjid di kementerian, 11 masjid di lembaga, dan 21 masjid milik BUMN. Sebelumnya, informasi mengenai puluhan masjid yang terpapar radikalisme sudah diungkapkan oleh para cendekiawan dan telah dilaporkan kepada presiden.

Ace menambahkan, fungsi masjid selain sebagai sarana pelaksanaan ibadah, juga berfungsi memperkuat wawasan kebangsaan dan ajaran Islam yang menekankan sebagai Rahmatalillalamin.

“BUMN ini milik negara, maka seharusnya pembinaan yang dilakukan adalah memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Itu seharusnya menjadi perhatian,” tandasnya.

Dengan munculnya kasus ini, menurut legislator Partai Golkar itu, berarti ada yang salah dengan pengelolaan masjid. Kementerian dan BUMN sudah saatnya berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan organisasi keislaman seperti MUI, NU, Muhammadiyah turut terlibat dalam mengelola masjid itu, termasuk DKM, Khatib, pengajian dan amaliah lainnya.

Meski demikian, Ace mengingatkan, soal paham radikalisme ini harus jelas parameternya. “Jangan sampai isu radikalisme ini menjadi alat stigmatisasi bagi dakwah Islam,” ujar legislator dapil Banten itu mengingatkan. (dpr/kabarakyat)

Continue Reading

RAKYAT

Bamsoet Hadiri Deklarasi Perempuan Tangguh Pilih Jokowi

Published

on

By

Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) memandang Deklarasi Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (PERTIWI) merupakan sebuah bagian dari bangunan besar kekuatan politik perempuan Indonesia. Tak hanya berkutat di sekitaran sumur dan dapur, perempuan Indonesia kini sudah masuk gelanggang politik untuk bertempur. Stimulus yang diberikan kaum perempuan akan membuat geliat politik menjadi lebih hidup.

“Deklarasi PERTIWI sekaligus menunjukan demokrasi di Indonesia telah tumbuh dan berkembang dengan pesat. Tanpa melupakan kewajiban kodratnya sebagai seorang ibu, para perempuan Indonesia sudah ikut meramaikan gegap gempita panggung kontestasi pemilihan umum,” ujar Bamsoet saat menghadiri acara deklarasi PERTIWI di Jakarta, Sabtu (17/11/18).

Sejumlah tokoh nasional dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Maruf Amin turut hadir dalam acara tersebut. Antara lain Erick Tohir (Ketua TKN), Grace Natalie (Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia), Sidarto Danusubroto (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden), KH. Maman Imanulhaq (Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Yenny Wahid (puteri Gus Dur), Mooryati Sudibyo (Budayawan, Penggerak Ekonomi Nasional), Miranda Goeltom (Ekonom Senior), Happy Djarot (istri mantan Gubernur DKI Jakarya Djarot Saiful Hidayat), Popy Hayono Isman, Dewi Motik dan Nurul Arifin.

Bagi legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara ini, dibawah kepemimpinan Ketua Umum Putri K Wardani, PERTIWI bisa menjadi lokomotif bagi berbagai perempuan dengan beragam profesi dan latar belakang dalam berpolitik. Bukan hanya untuk mendukung pemenangan Jokowi – Maruf Amin, namun juga untuk memajukan perempuan Indonesia.

“Siapapun tak akan bisa menutupi bahwa Presiden Jokowi merupakan pemimpin yang pro terhadap perempuan. Presiden Jokowi menjadi pemimpin pertama yang menempatkan banyak perempuan menjadi menteri. Ada delapan menteri yang mengisi posisi strategis seperi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Luar Negeri, maupun Menteri Keuangan,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN ini menilai kaum perempuan punya daya sensitifitas yang tinggi dibanding kaum pria. Sehingga bisa turut meramaikan berbagai perdebatan ide dan gagasan yang ditawarkan oleh kandidat capres-cawapres, maupun caleg yang maju dalam kontestasi Pemiihan Umum.

“Mulut dan ucapan perempuan punya daya magis yang luar biasa. Jika digunakan untuk menyuarakan berbagai keberhasilan maupun program kerja yang sudah, sedang dan yang akan dilaksanakan Presiden Jokowi, saya yakin efeknya akan luar biasa sekali bagi peningkatan elektoral Pak Jokowi. PERTIWI harus memanfaatkan kekuatan daya magis tersebut,” terang Bamsoet.

Disisi lain, politisi Partai Golkar ini melihat kuatnya dukungan dari kaum perempuan terhadap sosok Presiden Jokowi, menandakan bahwa perekonomian bangsa saat ini aman terkendali. Tidak mengkhawatirkan seperti yang disampaikan oleh segelintir orang dengan sikap pesimistisnya.

“Maju tidaknya ekonomi sebuah negara bisa dilihat dari senyuman diwajah kaum perempuan. Jika saat ini banyak perempuan yang tersenyum, menandakan kondisi negara kita aman sentosa. Itu artinya Presiden Jokowi harus sekali lagi memimpin negeri ini, agar perempuan bisa terus bahagia,” senyum Bamsoet.

Untuk memastikan kemenangan Pasangan Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019 nanti, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mendorong agar PERTIWI bisa mengajak berbagai elemen perempuan Indonesia lainnya menjadi ujung tombak yang militan. Para perempuan yang sudah berkeluarga bisa mengajak serta menyakinkan suami, anak, keluarga, tetangga, dan kerabat lainnya agar memilih Jokowi.

“Saya yakin kalau para ibu sudah bahagia memilih Pak Jokowi, para suami juga akan ikut serta. Kalau para wanita sudah senang memilih Pak Jokowi, bukan tidak mungkin pasangannya juga akan memilih yang sama. Ini menandakan dengan dukungan dari perempuan, kemenangan Pak Jokowi akan menjadi nyata,” pungkas Bamsoet. (MM)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending