Connect with us

NASIONAL

Debat Pilpres 2019: Perlu Dievaluasi Peran Pembawa Acara

Published

on

JAKARTA – Pendukung Calon Presiden Prabowo Subianto dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Alhabsyi menilai debat Pilpres sesi ke-2 sudah mulai membaik. Meski ada yang perlu diberi masukan sari sisi penyelenggaraan.

“Mungkin perlu dievaluasi mengenai peran pembawa acara. Kalau kita perhatikan, beberapa kali Pak Prabowo diinterupsi dikatakan bahwa waktu sudah habis, padahal waktu masih ada sekian detik,” kata Habib Aboe usai menghadiri acara debat di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2/2018) semalam.

Bagi Habib Aboe, hal ini tentunya akan membawa spekulasi publik, akan dinilai pembawa acara memiliki pandangan politik tertentu yang menguntungkan salah satu pihak.

Untuk itu, Habib Aboe berharap, kejadian tersebut perlu dihindari di sesi debat selanjutnya, sehingga KPU akan terlihat benar benar fair dan tidak berpihak.

“Saya juga mendorong agar Stadiun TV nasional bekerja sama dengan kampus untuk membuat bedah debat pilpres. Fokusnya adalah menguji data dan fakta yang digunakan dalam debat, sehingga publik tidak akan tersesat dengan data bohong atau palsu. Misalkan saja petaha mengklaim bahwa selama tiga tahun terakhir tidak ada kebakaran hutan, sedangkan bila kita lihat dari web site kementerian lingkungan hidup, selama tiga tahun tersebut hampin 30 ribu hektar hutan kita terbakar,” jelasnya.

Habib Aboe ingin, bedah debat pilpres juga akan memperdalam materi debat. Misalkan saja soal kebakaran hutan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Palangkaraya dalam putusan tertanggal 22 Maret 2017 menyatakan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Palangkaraya yang memvonis Presiden Joko Widodo bersalah atau lalai dalam bencana asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan. Ini memperkuat bahwa kebakaran hutan itu benar benar terjadi.

Contoh lain yang bisa diperdalam adalah klaim presiden yang telah memenangkan gugatan kepada 11 perusahaan akibat kerusakan lingkungan dan kebakaran hutan.

Faktanya, kanjutnya, sampai hari ini menurut informasi lembaga yang konsern terhadap lingkungan belum ada seperpun ganti rugi yang sudah dibayarkan. Padahal seharusnya ada denda sampai 18,9 Trilyun yang seharusnya dibayarkan.

“Tentunya fakta mendalam seperti ini harusnya dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat,” pungkas Habib Aboe. (HMS)

NASIONAL

Firman Soebagyo Ajak Rakyat Bersabar Tunggu KPU Umumkan Hasil Pemilu 2019

Published

on

By

PATI – Politisi Senior Partai  Golkar Firman Soebagyo (FS) mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara pemilu baik KPU dan Bawaslu yang telah berjuang agar penyelenggaran pemilu serentak 2019 berjalan sukses.

Meski demikian, FS yang juga Anggota Komisi II DPR RI ini menilai masih banyak yang harus dibenahi. Mengingat di sejumlah tempat di tanah air, sesuai laporan yang ada, masih banyak pelanggaran.

“Walaupun dengan keterbatasan waktu dan padatnya agenda yang harus dilakukan penyelenggara alhamdulillah pemilu telah terselenggara lancar, aman dan damai, tidak seperti yang diprediksi banyak orang sebelumnya bahwa pemilu akan terjadi kekacauan, keributan dan lain sebagainya,” jelas FS seperti disampaikan pada wartawan, Sabtu (27/4/2019).

Untuk itu, politisi asal Pati ini menyampaikan, sebagai bangsa yang besar, rakyat Indonesia patut bersyukur dan menghargai karena ternyata bangsa ini sudah menyadari dan memahami apa arti demokrasi dan apa maksud dan tujuan Pemilu ini.

“Kita juga sadar bahwa dalam penyelenggaraan pemilu 2019 ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, namun secara umum kita harsus jujur bahwa penyelanggaraan Pemilu sudah berjalan dengan lacar walaupun banyak menelan korban baik yang sakit maupun meninggal akibat kelelahan dalam menjalankan tugas yang berat ini,” terangnya.

“Marilah kita semua besarkan jiwa dengan segala kekurang dan ketidak sempurnaan ini kedepan dapat kita perbaiki dan sempurnakan bersama baik dari sisi regulasi dan penyelenggaraannya. Tidak ada segala seuatu yang sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Alloh,” papar FS.

Tak lupa juga FS mengajak kepada rakyat Indonesia untuk bersyukur atas capaian tersebut.

“Kepada saudara sebangsa dan setanah air pemilu 17 April 2019 telah usai dan semua penyelenggaraannya telah berjalan dengan tertib, aman dan damai. Dan kita bangsa yang besar patut menyampaikan rasa terima kasih kpd penyelenggara Pemilu, KPU, Bawaslu, Polri dan TNI yang bertugas untuk pengamanan,” ungkap FS.

“Kami sebagai elemen politik juga menghimbau kepada tokoh masyarakat hendaknya semua bersabar menunggu perhitungan dan pengumuman resmi yang telah diberikan mandat oleh UU sebagai penyelenggara Pemilu yang baru saja diselenggarakan ini,” pinta FS.

Juga, lanjutnya, warga masyarakat tak perlu saling memprovokasi melalui penyebaran baik vidio dan Youtube yang saling memprovokasi satu dengen yang lain justru akan dapat mememcah belah persatuan, kesatuan dan keutuhan bagsa ini.

“Mari kita saling meghormati dan menghargai perbedaan karena inilah esensi demokrasi adalah kalau ada perbedaan dan kalau tidak ada perbedaan itu namanya otoriter dan kita akan kembali seperti masa lalu. Bangsa ini harus maju dan tantangan kita sebagai bangsa semakin besar dan konsekwensi dari globalisasi politik dan ekonomi,” tegas FS.

Bagi politisi asal Dapil Jawa Tengah III iji, kemajuan teknologi membuat dunia ini serasa semakin sempit, semakin terbukanya informasi.

“Maka kalau kita tidak hati-hati dan waspada kita akan terbawa arus kegelapan dan kesalah pahaman yg fatal dan merugikan kita sendiri. Mari kita tegakkan kedaulan kita sebaagai bangsa yang besar melalui pemilu yang sudah berjalan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kerja keras dan hasil perjuangannya sendiri. Saya yakin kita bisa,” pungkas FS.  (HMS)

Continue Reading

NASIONAL

PB HMI : Apresiasi Kerja Keras TNI-Polri dalam Mengawal Pemilu 2019

Published

on

Jakarta –Pada kesempatan ini, PB HMI ingin mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan rasa syukur yang mendalam kehadirat Illahi Rabbi.

“Karena proses konsolidasi demokrasi di negara kita tercinta Indonesia menunjukkan hasil yang menggembirakan yang ditandai dengan angka partisipasi pemilih yang mencapai hingga 80% lebih,” ucap Abdul Rabbi Syahrir selaku Bendahara Umum PB HMI melalui keterangan tertulisnya yang dikirim ke media ini. Jumat, (19/4/2019).

Selanjutnya terkait hasil pemilu 2019, Rabbi mengatakan, sebagai warga negara yang baik marilah sama-sama kita menghormati proses yang sedang berjalan dengan menyerahkan keputusan yang bersifat final dan mengikat kepada KPU.

“Karena KPU sebagai lembaga yang legitimate dan kalau ada sesuatu yang dinilai janggal selama proses pemilu berlangsung serahkan dan laporkan kepada pihak berwenang,” tegas dia.

Tidak lupa juga, PB HMI sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak penyelenggara yang mengedepankan  netralitas dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

“Dan apresiasi juga terkhusus kepada TNI-Polri yang telah bekerja keras mengawal pesta demokrasi ini sehingga proses pemilu 2019 berjalan lancar, aman dan damai serta mampu menjaga suasana Kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Terakhir, PB HMI menghimbau kepada seluruh kader HMI se-nusantara dan seluruh masyarakat Imdonesia untuk turut serta mengawal keberhasilan proses konsolidasi demokrasi ini agar menghasilkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkualitas dan bermartabat. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

DPP Gelar Nusantara Apresiasi Kinerja TNI-Polri

Published

on

Jakarta – Melalui Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Gelar Nusantara, Saud Marganda Tampubolon mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Selamat atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf pada perhitungan cepat. Semoga Jokowi-Ma’ruf, dapat memajukan segala sektor di Indonesia.” ujar Saud, ketika dihubungi melalui telepon. Jumat, (19/4/2019).

Saud mengajak, Mari kita hormati proses yang sedang berjalan seraya menunggu keputusan final dari KPU, sebab perhitungan cepat atau quick count ini hanya menjadi acuan untuk keputusan yang final dan mengikat kita percayakan kepada KPU.

“Syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa kita panjatkan karena kemarin seluruh warga Indonesia berhasil melaksanakan pesta demokrasi dengan damai, aman dan lancar,” ucapnya.

Menurutnya, apda seluruh warga Indonesia alhamdulillah, kemarin kita sudah menjalankan pencoblosan Pemilu 2019 dengan damai dan aman. 

“Pada kesempatan ini juga marilah sama-sama kita apresiasi kinerja TNI-Polri yang telah bekerja keras menjamin suasana kamtibmas tetap kondusif selama proses pemilu berlangsung,” pungkas dia.

Yang terakhir, ia menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, seraya menunggu hasil resmi keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

“Kita semua patut berbangga bahwa proses konsolidasi demokrasi di Negara kita menunjukkan peningkatan yang luar biasa yang diindikasikan oleh tingginya angka partisipasi masyarakat dalam pemilu yang mencapai lebih dari 80%,” ungkapnya. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending