Connect with us

NASIONAL

Diskusi Pasamuan Hos Tjokroaminoto, Hasilkan Resolusi Pemuda di Tahun Politik

Published

on

Surabaya – Puluhan mahasiswa dan pelajar dari berbagai organisasi berkumpul di Museum Hos Tjokroaminoto yang terletak di Jl. Peneleh VII no. 29-31 Surabaya. Ada acara diskusi menarik yang dibuat oleh para mahasiswa dan pelajar, mereka menyebut pertemuan diskusi rutinan ini dengan “Diskusi Pasamuan Hos Tjokroaminoto”.

Tema yang ditampilkan pada acara diskusi yakni “Resolusi Pemuda di tahun politik”, dengan pemantik diskusi Dimas Oky Nugroho, Ph.D., yang merupakan Pendiri Kader Bangsa Fellowship Program, sedangkan pemantik diskusi kedua yakni dr. Intan Andaru, dokter sekaligus novelis muda yang sangat produktif dengan moderator hebat Cak Dhofir, aktivis organisasi ekstra kampus dari pasuruan. Di akhir acara ditutup dengan bedah buku dr Intan Andaru, ‘perempuan bersampur merah’ oleh mbak Vika Winu, penulis, pakar komunikasi.

Acara Diskusi Rumah Hos Tjokroaminoto, dibuka dengan sambutan dan doa yang disampaikan oleh bapak Eko Tjokro, Juru kunci kediaman Sang Guru bangsa, Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, Pahlawan Indonesia. Bapak Eko Tjokro menceritakan sejarah Rumah Hos Tjokroaminoto yang saat orde baru sedikit orang yang mengetahui, baru setelah reformasi sedikit orang mengetahui keberadaan rumah ini, hingga pada akhirnya diresmikan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, pada November 2017.

Eko Tjokro berharap semakin banyak masyarakat terutama pemuda yang berkunjung ke Museum Rumah Hos Tjokroaminoto, banyak nilai sejarah positif yang bisa kita ambil dari Hos Tjokroaminoto di rumah ini.

Seluruh hadirin berdiri menyanyikan lagu Indonesia Indonesia Raya dengan Khidmat dan disambung dengan secara bersama mengucapkan ikrar sumpah pemuda. Selanjutnya untuk memicu semangat dari para peserta diskusi, Ishak Isay, Mahasiswa asal Papua yang saat ini kuliah di Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya ini menyanyikan secara solo lagu daerah ’Tanah Papua’ diiringi alunan gitar yang dimainkannya. Ini semacam ritual wajib di tiap acara Diskusi Pasamuan Hos Tjokroaminoto yang selalu diawali dengan menyanyikan lagu wajib dan lagu daerah. Ritual ini diyakini menumbuh suburkan rasa cinta tanah air dan memperkuat rasa persatuan.

Dimas Oky Nugroho, Ph.D., mejadi pembicara pertama, Host Tjokroaminoto menelateni murid-muridnya yang tinggal di Rumah Hos, termasuk Soekarno, Muso, Kartosuwiryo, mereka saya sebut sebagai para penggerak Jaman. Sejak muda mereka punya kesadaran tinggi terhadap nasib bangsa, kegelisahan terhadap nasib bangsa, mereka menyimpan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai berbagai persoalan bangsanya, dan mereka bertemu guru terbaik, Hos Tjokroaminoto, Sang Raja Jawa Tanpa Mahkota. Hos Tjokroaminoto merepresentasikan perjuangan sejarah yang panjang, yang memiliki relevansi pada saat ini, dan proyeksi bagaimana Indonesia ke depan.

Hindia Belanda, Nusantara, yang saat ini disebut Indonesia memiliki nilai strategis yang luar biasa. Bangsa Indonesia bukan sekedar bangsa yang muncul begitu saja kemudian mereka merumuskan kemerdekaan Indonesia, Indonesia sejak awal menyimpan pemahaman, bahwa negara kebangsaan sangat kaya dan strategis, karena kaya dijajah, dan karena kaya dan strategis berdampak pada ekonomi dan politik secara global.

Terkait kondisi pada saat ini, Dimas menyampaikan bahwa ada persoalan governance yakni banyaknya persoalan-persoalan sebelumnya yang tidak diselesaikan dengan kerja cepat, ada pertimbangan tertentu yang terkait keuntungan oknum tertentu. Kita membutuhkan suatu kebijaksanaan ini yang kita temukan, karena pancasila itu berisikan khidmat kebijaksanaan. Kita harus punya kesadaran dalam hati oh Indonesia setelah 72 tahun Indonesia merdeka sebaiknya seperti ini. Para pemuda generasi milenial harus menemukan kebijaksanaan ini.

Saya melihat para pemuda ada yang mulai capek dengan kondisi politik pada saat ini terutama setelah Pilkada DKI Jakarta. Politik menebar hoax, politik provokatif, dan politik identitas. Pemuda harus masuk ke rumah ini, mempelajari bahwa kita ini sebagai sebuah bangsa, bukan sebagai orang papua, orang Aceh, orang Minang, dan lain sebagainya, bagaimana kita harus punya siasat sebagai sebuah bangsa, kalau tidak kita akan terlambat. Dari rumah Hos Tjokroaminoto ini semoga kita kita sebagai pemuda menemukan bagaimana proyeksi Indonesia ke depan. Bagaimana kita terus menerus berdiskusi dan menemukan pemikiran yang futuristik bagaimana Indonesia ke depan.

Selanjutnya, dr. Intan Andaru menyampaikan paparanya, “saya soroti dan amati kondisi saat ini pemuda yang sebaliknya, pemuda disebut sebagai kaum cendikiawan, bahkan ada yang sudah lulus dan menjadi dosen, namun perilaku di sosial media menyebarkan hoax, menurut saya tidak ada yang salah kita berpolitik, memilih salah satu calon pemimpin, mencintainya. Yang saya sesalkan adalah ketika cinta intu menjadi buta, dan sudah tidak ada logika lagi, mengkhianati idealismenya sebagai pemuda, sudah tahu hoax namun masih tetap menyebarkan hoax karena dinilai menguntungkan calon yang dicintainya, mengkhianati idealismenya sebagai pemuda,” tegasnya. Sabtu, (05/01).

Isu Hoax sangat berbahaya terutama untuk masyarakat di Indonesia, masyarakat sangat rapuh menghadapi isu hoax, pada tahun 1998 terjadi kerusuhan antara umat Islam dan Nasrani di Maluku, saling membunuh, mereka tidak bertegur sapa dengan rekan kerja karena beda agama, kisah ini saya tulis di salah satu buku saya tentang Maluku. Begitu pula mengenai cerita yang saya tuliskan pada buku saya ‘perembuan bersampur merah’. Di Banyuwangi hanya karena isu hoax dukun santet, masrakakat bisa saling membunuh tanpa melakukan croscek terlebih dahulu. Ini sangat tidak kita harapkan terjadi kembali. Kita sebagai pemuda harus memerangi terhadap hoax, melawan upaya pemecah belah persatuan.

Para peserta sangat antusias dengan diskusi, Salah satu peserta diskusi, Seno Bagaskoro, dari Aliansi Pelajar Surabaya, mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Dimas mengenai solusi atas sumpeknya suasana politik. Seno menyampaikan pertanyaan yang semakin meramaikan diskusi, apakah memungkinkan Indonesia tidak lagi memakai sistem multipartai namun tetap demokratis dan tidak otoriteranisme. Peserta diskusi menyampaikan pertanyaan dan kegelisahan-kegelisahan yang mereka simpan terkait kondisi bangsa pada saat ini. Para peserta berharap diskusi pasamuan ini diteruskan dan semakin banyak pemuda yang tertarik bergabung.

Menurut penggagas Diskusi Panitia Diskusi Pasamuan Hos Tjokroaminoto ini merupakan sebuah forum diskusi lintas mahasiswa dan pelajar dari berbagai macam organisasi yang rutin kami selenggarakan sebulan sekali. Kami para pemuda khususnya di Surabaya berharap Rumah Hos Tjokroaminoto menjadi cermin bagi kita semua. Kami bisa melanjutkan aktivitas intelektual harian yang dilakukan Hos Tjokroaminoto dengan murid-muridnya, Rumah Hos Tjokroaminoto sebagai pusat lalu lintas ide-ide, gagasan, pemikiran dari segenap anak bangsa, Rumah Hos Tjokroaminoto mampu melipatgandakan kesadaran kolektif kami pemuda dalam membangun Indonesia di masa depan. (ari)

NASIONAL

KH Ma’ruf Amin Akui Kemajuan Pemerintahan Dalam Memberantas Korupsi

Published

on

Jakarta – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 KH. Ma’ruf Amin mengatakan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia mengalami kemajuan yang signifikan. Dirinya menilai banyaknya pihak yang ditangkap bukan karena korupsi merajalela.

“Penindakan korupsi di Indonesia sampai saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun ada orang mengatakan karena banyaknya yang ditangkap menunjukkan banyaknya korupsi. Padahal itu justru karena bagusnya sistem penindakan, bukan karena banyaknya korupsi,” ujar Ma’ruf Amin. Selasa, (19/3/2019).

Hal itu disampaikan Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan dalam acara  seminar publik dengan tema, “Strategi Pemberantasan Korupsi untuk Kembalikan Uang Negara”, yang diselenggarakan oleh Seknas Jokowi dan Master C19 Portal KMA di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin menganggap pemberantasan korupsi saat ini jauh lebih baik.

“Dulu tidak ada, atau jarang yang ditangkap, karena penegakan hukum lemah, penindakan hukumnya itu belum sebaik seperti sekarang. Ini saya kira yang mesti dipahami,” terangnya.

Ma’ruf Amin menyadari pemberantasan korupsi di Indonesia harus terus ditingkatkan. Untuk itu, dirinya menyoroti upaya pengembalian kerugian keuangan negara.

“Meskipun demikian, apa yang telah dicapai tersebut perlu ditingkatkan lebih lanjut terutama dalam hal upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara baik yang di dalam negeri maupun yang disimpan di luar negeri. Saya kira itu tujuan kita yang mana dana-dana yang sudah dikorupsi itu bisa dikembalikan,” kata Kyai Ma’ruf Amin.

Ismarilda Priadi ketua Panitia sekaligus Bendahara Umum Seknas Jokowi dalam laporan panitia menyatakan tujuan dari seminar publik ini adalah untuk  mentransformasi kerja nyata pemerintahan, memperkuat kinerja para penegak hukum dan memperkuat peraturan perundang–undangan pemberantasan korupsi yang mengatur kejelasan dan mekanisme pengembalian kerugian keungan negara akibat tindak pidana korupsi. 

Ismarilda Priadi menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat upaya pengembalian uang negara belum maksimal. Salah satunya adalah keterbatasan fungsi dan kewenangan dari masing-masing lembaga penegak hukum.

M. Yamin Ketua Umum Seknas Jokowi dalam sambutannya menyambut baik terselengaranya acara ini dan mengatakan, penegakan hukum terhadap korupsi melalui tindak pidana korupsi adalah upaya untuk salah satunya memprioritaskan pengembalian kerugian negara untuk dimanfaatkan bagi pemenuhan kesejahteraan bangsa.  

“Meskipun demikian, apa yang telah dicapai tersebut perlu ditingkatkan lebih lanjut terutama dalam hal upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara baik yang di dalam negeri maupun yang disimpan di luar negeri. Saya kira itu tujuan kita yang mana dana-dana yang sudah dikorupsi itu bisa dikembalikan,” tutup M. Yamin. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

Legislator PDI Perjuangan Realisasikan Jembatan Gantung di Desa Mabung Nganjuk

Published

on

Nganjuk – Sore tepi sungai widas desa Mabung, warga menyambut kedatangan Henky Kurniadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi V Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang akan meresmikan Jembatan Gantung.

Henky menceritakan bahwa, jembatan tersebut menelan biaya Rp 3,5 milyar dengan bentang 83 meter dan lebar 1,8 meter menghubungkan kecamatan Baron dan Gondang kabupaten Nganjuk.

Bermula dari keluhan masyarakat Mabung yang sebelumnya menggunakan perahu tambang untuk menyebrangi sungai pada tahun 2018 direspon oleh Henky Kurniadi yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI membidangi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan telah diselesaikan pada awal 2019.

“Jembatan ini akan dinamai sebagai jembatan ‘Amanah’, dimaksudkan seorang pemimpin harus memiliki jiwa amanah untuk dapat merealisasikan keinginan warga,” tegas Henky. Minggu, (17/3/2019).

“Jembatan Gantung ini bermanfaat bagi ekonomi warga Mabung yang didominasi petani,” imbuh Putut Priyanto selaku Kepala Desa (Kades) Mabung.

Dalam peresmian juga dihadiri Suwarsi yang juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Nganjuk dari Fraksi PDI Perjuangan), Satiran (Mantan Kades Mabung), perwakilan Kementerian PUPR dan Forum Kominkasi Pimpinan Kecamatan (Forkompicam). (ari)

Continue Reading

NASIONAL

Rakernas IMORI Ke-VII, Ardian Aji : Olahraga Sebagai Pemersatu Bangsa

Published

on

Surabaya – Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) mengadakan deklarasi pemilu damai di Tugu Pahlawan Surabaya. Dalam serangkaian agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke VII yang diadakan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Imori dari seluruh Indonesia. Isi pernyataan sikap Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia dalam Deklarasi Pemilu Damai yang disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Imori, Burhanudin pada hari Minggu, (10/3/2019) yakni :

1. Menjadi garda terdepan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian Pemilihan Umum (Pemilu) pada tanggal 17 April 2019.

2. Ikut serta mensukseskan terselenggaranya Pemilu pada tanggal 17 April 2019 dengan aman, damai, dan kondusif.

3. Ikut serta menangkal berita hoax yang berkembang dimasyarakat

4. Apapun pilihan politiknya, olahraga tetap menjadi pemersatu bangsa. 

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran partisipasi masyarakat dalam menyambut dan mensukseskan Pemilu pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Antusias pengunjung Tugu Pahlawan Surabaya sangat luar biasa dalam menandatangani petisi pemilu damai ini,” tuturnya.

Senada dengan Burhanudin, Ketua Pelaksana Rakernas Imori ke VII, Ardian Aji Pranata menjelaskan bahwa, dengan adanya kegiatan ini bertujuan untuk mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut serta berperan aktif dalam mengawal berjalannya pemilu dengan baik.

“Dan menegakkan persatuan bangsa tanpa membeda-bedakan pilihan. Seperti tema yang kita canangkan sejak awal yaitu olahraga sebagai pemersatu bangsa,” tegas Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan (Ikor) Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Unesa tersebut. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending