Connect with us

RAKYAT

Donasi MPR Lawan Covid-19 Tembus Rp 842 Juta, Bamsoet: Ini Bukti Gotong Royong Anak Bangsa

Published

on

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkankan program MPR RI Peduli – Lawan Covid-19, kerjasama MPR RI dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (Gerak BS), didukung Telkomsel, Kitabisacom, dan Gojek, yang diluncurkan pada 10 April 2020 hingga akhir 30 Juni 2020 berhasil mengumpulkan donasi dari masyarakat mencapai Rp 842.971.131. Terhimpun melalui laman donasi Kitabisacom, akses Telkomsel *811#, dan layanan donasi GoGive dalam aplikasi Gojek.

“Donasi disebarkan dalam bentuk pulsa Rp 30.000 kepada 28.099 mitra dalam ekosistem gojek yang terdiri atas pengemudi GoCar dan GoRide dan mitra UMKM GoFood. Persebaran donasi kepada mitra ekosistem Gojek ini berada di 20 kota, yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Jogjakarta, Bali, Malang, Manado, Padang, Pekanbaru, Lampung, Batam, dan Solo,” ujar Bamsoet saat menyerahkan donasi pulsa secara simbolik kepada mitra gojek, sekaligus penutupan program MPR RI Peduli Berbagi Pulsa – Lawan Covid-19, di MPR RI, Jakarta, Sabtu (18/7/20).

Turut hadir antara lain Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Karjono, Vice President Public Policy and Government Relations Gojek Berni Moestafa, Manager CSR Environment and Ecosystem TELKOMSEL Andry P. Santoso serta CEO Kitabisacom M. Alfatih Timur.

Mantan Ketua DPR RI ini menuturkan, melalui lama donasi kitabisa.com tercatat ada 5.509 transaksi donasi, dari mulai anak Sekolah Dasar (SD) hingga pekerja lintas sektor. Sedangkan melalui terkomsel tercatat ada 7.754 transaksi donasi.

“Terimakasih untuk 13.263 transaksi donasi yang terkumpul melalui kitabisacom dan Telkomsel. Ini menunjukan bahwa semangat gotong royong masih hidup dalam nafas setiap anak bangsa untuk membantu sesama saudara yang terdampak pandemi Covid-19. Selama gotong royong masih hidup, selama itu pula bangsa Indonesia akan tetap berdiri,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini berharap donasi yang diberikan kepada para mitra gojek bisa meringankan beban hidup mereka akibat pandemi Covid-19. Mengingat pandemi Covid-19 masih akan berlangsung dalam waktu lama, bahkan bisa sampai awal tahun 2021, maka setiap elemen bangsa harus senantiasa menyatukan semangat untuk bersatu bangkit dari pandemi COVID-19.

“Semoga inspirasi dan tindakan nyata yang telah ditunjukan melalui program MPR RI Peduli – Lawan Covid 19, sebagai pengimplementasian solidaritas dan gotong royong, dapat senantiasa hadir dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian Indonesia semakin kuat, semakin cepar keluar dari pandemi Covid 19,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAKYAT

Isu Bimtek Kembali Digelar, HMI MPO Aceh Timur Minta Komitmen Pemerintah

Published

on

By

KabaRakyat.com | Aceh Timur – Beredar kabar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk aparatur Gampong kembali digelar dengan menggunakan Dana Desa (DD) di Aceh Timur, yang diduga dilaksanakan oleh sebuah LSM (non goverment) dari luar Aceh. (lebih…)

Continue Reading

RAKYAT

Bamsoet: Vaksinasi Mandiri Corona Harus Terjangkau Masyarakat

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah agar program vaksinasi mandiri corona tidak membebani masyarakat. Jutaan keluarga Indonesia masih menghadapi masa-masa sulit akibat pandemi dan resesi ekonomi. Karena itu, bagi masyarakat yang harus menjalani vaksinasi mandiri, pemerintah harus memastikan harga vaksin benar-benar terjangkau oleh semua kalangan.

‘’Tak hanya faktor harga terjangkau, mereka yang menjalani vaksinasi mandiri juga harus diberi kemudahan akses memperoleh dan membeli vaksin. Penyebarluasan atau sosialisasi informasi tentang distribusi vaksin menjadi sangat penting dan harus menjangkau semua kalangan,’’ ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (16/11/20).

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, saat ini Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merancang dua skema vaksinasi, yaitu vaksinasi bersubsidi dan vaksinasi mandiri. Vaksinasi bersubsidi hanya diberikan kepada 60 juta penduduk. Dengan asumsi ada 270 juta penduduk, berarti 210 juta penduduk harus mengeluarkan biayai sendiri untuk mendapatkan vaksin corona.

“Masalahnya, hingga kini belum ada kepastian tentang harga vaksin. Pemerintah bersama produsen vaksin corona harus sesegera mungkin menetapkan harga vaksin. Informasi tentang harga vaksin menjadi penting agar masyarakat mulai bersiap dengan menyisihkan penghasilan masing-masing,” kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menegaskan, harga vaksin corona harus benar-benar terjangkau oleh semua kalangan. Karenanya, faktor utama yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah adalah kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Penghasilan jutaan keluarga Indonesia tergerus akibat krisis kesehatan yang telah berlangsung hampir setahun.

‘’Sudah sangat jelas bagi kita semua bahwa tekanan akibat pandemi yang berlanjut dengan resesi ekonomi sekarang ini benar-benar membuat sebagian besar masyarakat dalam kondisi serba sulit. Program vaksinasi mandiri jangan sampai menambah beban untuk masyarakat kebanyakan. Saya juga mendesak pemerintah untuk memastikan tidak adanya calo atau spekulan vaksin corona,’’ pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

RAKYAT

Hari Ritel Nasional, Bamsoet Dorong Peritel Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki dengan lebih kreatif dan inovatif, selain mampu mengadopsi berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi dan gaya hidup terbaru. Tujuannya, agar peritel tidak sekadar mempertahankan eksistensi, namun juga dapat mengembangkan usahanya.

“Kontribusi ritel terhadap produk domestik bruto cukup besar. Pada Kuartal I 2020, tercatat mencapai 10,68 persen. Penyerapan tenaga kerjanya juga besar, karena memiliki keterkaitan dengan UMKM. Menghadapi pandemi Covid-19 yang turut membuat industri ritel dan UMKM terpukul, pemerintah telah memberikan berbagai stimulus dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujar Bamsoet dalam Webinar Hari Ritel Nasional, secara virtual di Jakarta, Rabu (11/11/20).

Turut hadir secara virtual antara lain Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Ketua Umum APRINDO Roy Nicholas Mandey, CEO Fresh Mart Storer Sulawesi Utara Andy Sumual, dan Executive Director Nielsen Wiwy Sasongko.

Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, berdasarkan data Kementerian Keuangan per 4 November 2020, PEN telah terealisasi sebesar Rp. 376,17 triliun atau 54,1 persen dari total pagu sebesar Rp. 695,2 triliun. Dukungan UMKM dan perlindungan sosial menjadi klaster yang paling banyak terserap dengan masing-masing sebesar 82,4 persen dan 75,6 persen.

“Disinilah pentingnya menggerakkan kepedulian masyarakat untuk mendukung penyerapan anggaran dari klaster insentif usaha, klaster dukungan UMKM, dan klaster pembiayaan korporasi. Realisasi anggaran dari tiga klaster tersebut merupakan stimulus untuk menjaga ketahanan, sekaligus mencegah kolapsnya perusahaan-perusahaan dan unit-unit UMKM yang terdampak pandemi Covid-19,” papar Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, dengan semakin berkembangnya dunia usaha, akan semakin banyak lapangan pekerjaan tersedia, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Apalagi akibat pandemi Covid-19, sudah banyak korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Agustus 2020 tercatat jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 9,77 juta orang, atau mengalami kenaikan sebesar 2,67 juta. Bahkan, BAPPENAS memperkirakan jumlah pengangguran pada tahun 2020 akan mencapai angka 11 juta 11,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja juga memberikan kemudahan berinvestasi dan memberikan banyak manfaat bagi UMKM. Antara lain menyederhanakan tata cara dan jenis Perizinan Berusaha dengan sistem pelayanan terpadu satu pintu (Pasal 12 ayat 1 huruf a), serta membebaskan biaya Perizinan Berusaha bagi Usaha Mikro dan memberikan keringanan biaya Perizinan Berusaha bagi Usaha Kecil (pasal 12 ayat 1 huruf b).

“Selain itu, UU Cipta Kerja juga mewajibkan BUMN, serta usaha besar nasional dan asing menyediakan pembiayaan untuk Usaha Mikro dan Kecil dalam bentuk pemberian pinjaman, penjaminan, hibah, dan pembiayaan lainnya (pasal 21 ayat 2 dan ayat 3) sehingga bisa memperkuat kemitraan UMKM dengan BUMN, usaha besar nasional maupun usaha asing,” terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menekankan, UU Cipta Kerja sengaja memberikan banyak kemudahan bagi UMKM, mengingat selama ini kemampuan UMKM menembus pasar ekspor masih relatif kecil. Ini perlu menjadi perhatian bersama, mengingat pangsa pasar global sangatlah besar atau sekitar 7,4 miliar orang penduduk dunia, atau sekitar 28 kali lipat pasar domestik. Jika UMKM hanya terfokus pada pasar domestik, maka kita akan menyia-nyiakan berbagai peluang yang tersedia di pasar global.

“Untuk menembus pasar global, ritel dan UMKM harus mampu merambah dunia digital. Era Revolusi Industri 4.0 tidak boleh dinafikan, namun harus diolah menjadi peluang. Pandemi Covid-19 diperkirakan belum akan selesai dalam waktu dekat, para ahli ekonomi memperkirakan industri akan berubah total di masa depan. Kita akan semakin individualistik dan lebih cepat masuk ke dalam era teknologi, digitalisasi, dan robotik,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending