Connect with us

TEKNOLOGI

DPR: Program B20 Ini Harus Terealisasi dengan Baik

Published

on

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Hamdhani menyampaikan kebijakan program biodiesel 20 persen (B20) yang dijalankan oleh pemerintah harus terealisasikan dengan baik. Sehingga harga kelapa sawit yang semula mengalami penurunan harga yang pesat dapat kembali normal.

Hal itu diungkapkan Hamdhani saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Deputi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Direktur Pertamina, dan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

“Program B20 ini harus terealisasi dengan baik dan berdampak terhadap kenaikan harga kelapa sawit, karena harga kelapa sawit sekarang ini sedang mengalami penurunan yang signifikan. Kalau pemerintah merealisasikan dengan baik, maka harga-harga kelapa sawit yang tadinya rendah akan terangkat kembali,” dorong Hamdhani.

Legislator Partai NasDem itu mengatakan, pemerintah juga harus memberikan jaminan kepada petani-petani kelapa sawit agar hak-hak dan keuntungan dapat tercapai dengan baik. Karena terdapat 2 juta petani Indonesia yang mengalami dampak dari harga kelapa sawit yang turun terutama di Riau, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

“Pemerintah harus memberikan jaminan juga dengan petani kelapa sawit. Jangan hanya pihak-pihak tertentu saja yang mendapatkan keuntungan karena petani di Indonesia tepatnya di Riau, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Terdapat 2 juta bahkan lebih petani yang mengalami dampak dari harga yang begitu pesat,” imbuh legislator dapil Kalteng itu.

Seperti yang diketahui, program B20 ini bisa menimbulkan multiplier effect bagi produsen minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) maupun harga Tandan Buah Segar (TBS) di pasar domestik. Program B20 diharapkan akan meningkatkan pembelian CPO di pasar domestik oleh perusahaan penjual bahan bakar minyak (BBM), sehingga pasokan ekspor CPO di pasar global berkurang dan bisa memicu kenaikan harga CPO. (dpr/kabarakyat)

TEKNOLOGI

Sebut Jokowi PKI, Sodik Mudjahid: Itu Inisiatif La Nyalla Mattalitti Sendiri

Published

on

By

Jakarta – Eks Politikus Partai Gerindra La Nyalla Mattalitti mengaku menyebarkan isu Joko Widodo (Jokowi) PKI saat Pilpres 2014. Partai Gerindra menyebut penyebaran isu Jokowi PKI merupakan inisiatif pribadi La Nyalla.

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid awalnya menyebut Gerindra tak pernah mengambil kebijakan memerintahkan kadernya untuk melontarkan tuduhan ke Jokowi. Tak ada pula perintah untuk menyebarkan propaganda tuduhan bahwa Jokowi PKI.

“Partai Gerindra, pemimpin partai Gerindra, tidak pernah berpikir, apalagi mengambil kebijakan, apalagi memerintahkan kepada kader dan anggotanya untuk menuduh Jokowi sebagai komunis atau anak komunis/anak PKI,” kata Sodik saat dikonfirmasi, Rabu (12/12/2018).

Anggota Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo-Sandiaga itu menegaskan pihaknya tak ikut campur mengenai tuduhan Jokowi PKI. Sodik menegaskan tak ada kaitan antara permintaan maaf La Nyalla dengan Gerindra.

“Jadi pernyataan dan tuduhan La Nyalla masa lalu, bahwa Jokowi seorang komunis dan atau anak komunis merupakan inisiatif dan pernyataan pribadi sendiri. Dengan demikian kalau sekarang La Nyalla merasa menyesal dan minta maaf, maka adalah juga urusan sendiri sehingga bebas melakukannya,” tegas Sodik.

Sekali lagi Sodik menegaskan isu PKI hingga Komunis bukan digaungkan Gerindra. Namun, dia menyebut Gerindra tak setuju dengan paham dan keberadaan PKI di negeri ini.

“Walau sikap Gerindra tidak menuduh apalagi memfitnah seseorang dan keluarganya sebagai komunis, tapi Gerindra berpendapat bahwa paham ateis dan keberadaan PKI di NKRI adalah tidak sesuai dengan nilai Pancasila dan ketetapan MPR,” sebut Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

La Nyalla Mattalitti membuat pengakuan menggelegar setelah berganti haluan politik. Ia menyatakan ikut terlibat dalam penyebaran isu-isu hoax tentang petahana Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan kini telah bertobat.

Saat ini La Nyalla memilih berpaling dari Prabowo Subianto dengan mendukung Jokowi untuk Pilpres 2019. Namun ia membongkar berbagai manuvernya saat masih berada di posisi lawan Jokowi dulu, termasuk mengenai isu PKI.

Ketua Kadin Jawa Timur itu mengaku menyesal telah menyebarkan isu-isu negatif soal Jokowi. La Nyalla bahkan sudah mendatangi Jokowi langsung dan meminta maaf atas sikapnya pada pilpres lalu.

“Saya datang ke beliau, saya minta maaf. Bahwa saya yang isukan Pak Jokowi PKI. Karena sekarang saya bukan oposisi, saya harus tobat,” jelasnya. (detik/kabarakyat)

Continue Reading

TEKNOLOGI

Bamsoet: Club Motor Bisa Berkontribusi Menjaga Kesopanan dan kepatuhan Berlalu Lintas

Published

on

By

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak berbagai club motor Besar yang ada di Indonesia bisa berhimpun dalam satu wadah. Dimana keanggotaannya nanti adalah club-club motor besar, bukan perorangan. Tapi pengurusnya merupakan ex-officio dari pimpinan atau tokoh club-club motor besar yang ada. Jumlah club motor besar yang mencapai ratusan itu merupakan modal sosial untuk melakukan berbagai perubahan positif demi kemajuan bangsa dan negara.

“Dengan demikian club motor besar tidak hanya dijadikan tempat ajang persahabatan dan kumpul-kumpul, melainkan juga menjadi bagian dari kekuataan bangsa Indonesia. Club motor bisa berkontribusi dalam menjaga kesopanan dan kepatuhan dalam berlalu-lintas hingga dengan jaringan yang ada mampu mencegah anarkisme, radikalisme ataupun terorisme yang menjadi ancaman serius bagi keutuhan NKRI,” ujar Bamsoet dalam Silaturahmi Motor Besar Indonesia (MBI) di Jakarta, Senin malam (10/12/18).

Hadir dalam acara ini antara lain Dewan Pembina Irjen Pol Sam Budigusdian, Denny Mulyono, Joe Frans, Suherly, Sahat Manalu, Pembina Ikatan Motor Indonesia Dyan Dilato, Ketua HOG Nusantara Dicky Lukman serta pengurus MBI dari sejumlah daerah.

Bamsoet yang juga menjadi Dewan Pembina MBI ini, mendorong agar dari mulai motor besar sampai kecil, dari yang tua sampai muda, semua harus diayomi dalam satu kesatuan wadah. Berhimpunnya club motor dalam satu wadah juga akan membuat sejarah baru dalam dunia otomotif Tanah Air.

“Selain bisa lebih berkontribusi dalam kampanye kesadaran keselamatan berkendara di jalan raya maupun kegiatan sosial lainnya, juga bisa turut berkontribusi dalam arah pembangunan nasional. Misalnya, memberikan masukan kepada pemerintah agar setiap membangun jalan tol disiapkan satu ruas khusus motor. Seperti di Jalan Tol Bali Mandara. Apalagi Presiden Joko Widodo juga memiliki hobi bermotor,” imbuh Bamsoet.

Adanya ruas jalan tol khusus motor, menurut Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini, merupakan bentuk keadilan negara kepada setiap pengendara kendaraan. Pembangunan jalan tol tidak hanya dinikmati oleh pengendara roda empat saja, tetapi juga oleh pemilik kendaraan roda dua.

“Jalan tol bagi pengendara motor bisa menarik wisatawan asing maupun lokal yang hobi touring menggunakan motor. Geliat kegiatan club motor bisa pula mendorong berkembangnya ekonomi kreatif. Mulai dari aksesoris, pakaian, hingga makanan, minuman dan pariwisata yang bisa turut dikembangkan dari para anggota club motor ini,” pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

TEKNOLOGI

Viral! Pesan Leluhur Bugis yang Mulai Ditinggalkan Zaman

Published

on

By

Jakarta – Tulisan ini diperoleh dari salah satu grup Whatsaap. Menarik ditelisik bagaimana kehidupan kita saat ini jauh dari kesejahteraan dan kedamaian. Yang ada keluh kesah dan penuh masalah yang berbelit-belit.

BERIKUT NASEHAT LELUHUR BUGIS

Ketika Pesan Leluhur Tak Lagi Berbekas

OLEH: DR. MUHAMMAD AKIL MUSI, M.Pd, Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM)

To Matowatta Riolo iyarega To Mariolota (orang-orang terdahulu/leluhur) adalah orang-orang yang “tidak bersekolah” seperti kita pada hari ini yang sarjana, magister, bahkan sudah doktor. Tetapi mengapa orang tua kita tampaknya lebih baik, arif dan bijaksana?”

Mereka begitu kuat
Mereka sabar
Mereka tak pernah berkeluh kesah
Mereka selalu bersyukur
Mereka senantiasa berpikir positif
————————————
Sebab Mereka

Malempu” (Jujur)
Teng mangoa” (tidak serakah)
“Teng mangempuru (Tidak iri)
Magetteng” (tegas dalam kata, teguh dalam perbuatan)
Mappasitinaja” (Yang ini pantas, yang itu tidak pantas saya lalukan)
Matanre siri” (Malu jika melakukan hal-hal yang tidak patut)

“Saya selalu berpesan kepada Anak-anakku mahasiswa, sekolahmu sungguh tinggi, tak setinggi orang-orang terdahulu Saya mengamanatkan mereka sebagaimana leluhur kita pernah berkata, “Lempu namacca, Iyanaritu madeceng riparaddeki ri watakkale, Iyatonaritu temmassarang dewata Seuwae. Naiya riasengnge acca, Iyanaritu mitaengngi addimunrinna gaue. Naiya nappogau engkapi madeceng napogaui. Narekko engkai maja, ajasijamupogaui rewei matti jana riko.

(Jujur dan pandai, itulah yang senantiasa ada dalam diri yang tidak terpisah dengan apa yang diinginkan oleh-Nya. Orang yang pandai adalah yang memperhitungkan akibat yang akan terjadi dari suatu perbuatan. Maka hanya yang baik yang kau lakukan. Jika salah yang kau lakukan, maka akibatnya akan kembali kepada dirimu).

Pesan leluhur yang seharusnya takkan pernah pupus. Tetapi saat ini ia tak hanya sirna dalam tekstual tapi menghilang di dunia kontekstual. Peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa kita pada kehidupan yang tak lagi menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan sebagaimana yang telah diwariskan leluhur kita.

Padahal dunia mereka tak banyak disentuh dengan akademika ilmu pengetahuan. Mengapa mereka “sukses” menjalani hidupnya?.
Hidup mereka “mabbarakka” (penuh berkah).

Orang tua kita memiliki anak yang banyak, bisa sampai 7, 10 bahkan mungkin selusin…tapi mereka tetap sabar dan tak pernah mengeluh dengan keadaan. Tak pernah berpikir jalan pintas (shortcut) untuk mencapai sesuatu. Filosofi “nanre na pejje” (nasi dan garam) bukan hanya sebatas kata melainkan benar-benar terwujud dalam kehidupan nyata. Itulah sebabnya mereka “sukses” menjalani kehidupan yang sesungguhnya “tak ada apa-apanya” dibanding kehidupan hari ini yang serba “wah”.

Iyami ri ala sappo, getteng lempu na ada tongeng (Jadikan keteguhan, kejujuran dan ucapan yang benar sebagai pagar kehidupan).

Na resopa teng mangingngi na malomo na letei pammase dewata ( Usaha yang sungguh dan sabar adalah titian akan datangnya Rahmat Allah SWT).

Aja mu mangoa nasaba iyatu ngowae sapu ri pale cappa’na (Jangan serakah sebab ujung-ujungnya kau akan kehilangan segalanya).

Aja mungauwi tennia tane-tanemmu (Jangan mengambil sesuatu yang bukan bagianmu)

Semoga pesan leluhur ini bermafaat bagi saya, dan anak-anakku dan kepada semua mahasiswa yang pernah saya ajarkan soal pesan-pesan ini…atau yang membaca ini.

 

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending