Connect with us

TEKNOLOGI

Esemka Proyek SBY, Bukan Proyek Jokowi!

Published

on

ESEMKA DIMULAI DENGAN DOBLE CABIN YANG DIRESTUI OLEH SBY

Oleh: Inas N Zubir, Ketua Fraksi Hanura DPR RI

Pertanyaan paling mendasar tentang Esemka adalah:

Apakah Esemka tersebut proyek Pak Jokowi? Bukan!

Pada awalnya adalah seorang pemilik bengkel bernama Sukiyat ingin membantu para siswa Jurusan Otomotif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Solo, Jawa Tengah.

Dia ingin siswa di sekolah itu bisa melakukan praktik membuat bodi mobil, sehingga tahun 2008 siswa-siswa SMK tersebut berhasil merakit prototype mobil yang mereka beri nama Esemka.

Dimana 20% komponen SMK tersebut diduga berasal dari PT. Solo Manufaktur Kreasi (SMK), sedangkan 80% nya diimport, jadi jangan dipolitisir seolah-olah seluruhnya adalah produksi dalam negri, Jokowi tidak pernah bicara detail teknis Esemka.

Pak Jokowi sebagai walikota yang baik dan peduli kepada warganya tentunya akan memberikan dukungan dan perhatian penuh kepada kreatifitas anak didik di Solo sehingga Jokowi sebagai walikota mendorong Esemka bisa berlanjut ke tahap berikutnya seperti uji emisi untuk mendapatkan status layak jalan.

Tapi ternyata belum berhasil, tentunya setelah kegagalan tersebut Esemka tidak lagi menjadi tanggung jawab dan urusan Jokowi, tapi yang selalu mengait-ngaitkan dengan penuh nafsu tentang Esemka dengan Jokowi justru Prabowo and the geng.

Jika ada perusahaan yang ingin mewujudkan mobnas dengan memanfaatkan nama Esemka tersebut dengan skema seperti Timor/KIA dan Bimantara/Hyundai yaitu memulai dengan mengganti merek kemudian berlanjut perakitan dan seterusnya, tapi semua itu samasekali tidak ada kaitan dengan Jokowi.

Lalu kenapa Prabowo and the geng repot? Inilah yang justru aneh!

Kiprah PT. Solo Manufaktur Kreasi (SMK):

1. 2007 – SMK merancang dan memproduksi komponen engine mobil 1500 cc,

2. 2008 – SMK membuat komponen engine,

3. 2009 – SMK membuat  body double cabin dan direstui Presiden Susilo Bambang Yudhoyuno dlm pameran di ITB Bandung

4. 2010 – Bermitra  dgn Foday  dan Jinbei dan UKM mengembangkan mini truk dan SUV sekaligus menjadi pemegang merk Esemka

5. 2011 – PT Solo Manufaktur Kreasi  mengurus perizinan di Kemenperin), Kemenhub.

6. 2012 – PT Solo Manufaktur Kreasi dengan UKM komponen mobil mengeluarkan Varian Rajawali R2 dan Bima 1.1

7. 2013 – PT Solo Manufaktur Kreasi  Berhasil mengeluarkan memperdagangkan beberapa unit dari varian Esemka Rajawali untuk media belajar dan mobil dioperasionalkan,

8. 2015 – Esemka membuat prototype Digdaya 2.7 D, Bima 1.3, Bima 1.8D, Esemka Niaga 1.0

9. 2016 – Esemka membangun plan perakitan pertama di desa Demangan Kab Boyolali Jawa Tengah.

Dengan fakta di atas, kalau SBY bijak seharusnya dia buka suara tentang mobil Esemka tersebut karena SBY-lah yang pertama kali merestui PT. Esemka membuat kabin SUV. []

Continue Reading
4 Comments

4 Comments

  1. judi bola qq8788

    6 November 2018 at 4:59 am

    Admin, bisa lebih sering update artikel gak?
    kadang lama banget nunggu update-nya. Padahal konten-kontenmu selalu bagus
    loh

    • Hachi

      14 November 2018 at 12:10 am

      Terimakasih. Doakan kami

  2. link alternatif 18hoki

    13 November 2018 at 8:58 pm

    Bagus dan bermanfaat. Admin bales dong, please hehe.

    • Hachi

      14 November 2018 at 12:08 am

      Lanjutkan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

Pemerintah Pusat Adopsi Program DP Rp 0

Published

on

Jakarta – Pendaftar rumah dengan uang muka (down payment/DP) Rp 0 di Klapa Village, membeludak. Hingga Senin (12/11), mencapai 1.859 orang. Jumlah ini diprediksi bakal bertambah sebelum pendaftaran ditutup 20 November mendatang.

Selanjutnya para pendaftar bakal diverifikasi apakah sesuai dengan persyaratan memiliki rumah DP Rp 0.

“Hingga kini jumlah pendaftar mencapai 1.859 orang. Penerimaan pendaftaran terbanyak dari loket Jakut, tetapi proses selanjutnya seperti verifikasi akan dilakukan setelah pendaftaran ditutup,” kata Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Fasilitasi Pemilik Rumah Sejahtera, Zikran Kurniawan, di Jakarta.

Pihaknya berharap jumlah pendaftar terus bertambah sekalipun jumlah unit di Rusunami Klapa Village hanya 780. Pasalnya, data jumlah pendaftaran bisa dijadikan basis data kebutuhan rumah milik di Ibu Kota.

“Lebih bagus kalau banyak yang daftar supaya kami memiliki basis data kebutuhan rumah milik,” katanya.

Gubernur Anies Baswedan meyakini, rusunami DP Rp 0 merupakan solusi terhadap kebutuhan tempat tinggal bagi warga. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang hanya mampu mencicil rumah tetapi tidak kuat untuk membayar DP, sehingga perlu terobosan menghilangkan DP.

“Bahkan pemerintah pusat saja mencanangkan program perumahan tanpa DP. Ini menunjukkan memang ada kebutuhan,” kata gubernur.

Anies menyebutkan, meskipun 51,7% warga DKI memiliki tempat tinggal, lebih dari 40% warga tidak punya hunian. Rusunami DP Rp 0 dimaksudkan sebagai solusi bagi warga yang tidak memiliki hunian.

“Jakarta memang unik karena ada 51,7% warga yang punya rumah tinggal, tetapi ada 40% lebih yang tidak punya hunian. Jadi program seperti ini menjadi bermanfaat,” kata Anies.

(berita satu/suara pembaruan/kabarakyat)

Continue Reading

TEKNOLOGI

Ridwan Hisjam Sebut Indonesia Punya Potensi Besar Energi Terbarukan, Sayang BUMN Belum Mampu Kelola

Published

on

By

Surabaya – Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam mengatakan, Indonesia sebenarnya punya potensi besar untuk menciptakan kemandirian nasional di sektor energi. Sebab, Indonesia memilik sumber daya alam melimpah. Kekayan energi itu terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Namun, kata dia, sayangnya kekayaan itu belum bisa dikelola dengan baik oleh pemerintah. Sehingga ketahanan energi nasional masih menempati rangking bawah yakni urutan ke 65. Di tingkat dunia, ketahanan energi Indonesia masih di bawah Thaliland.

“Secara rangking dunia, ketahanan energi Indonesia masih di bawah Thailand urutan ke 65,” ujar Ridwan dalam diskusi menelisik peran BUMN dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, di Universitas Sunan Giri, Surabaya, Kamis (8/11/2018).

Ridwan juga menyoroti tentang perlunya
transformasi energi konvensional menuju energi modern. Sebab, isu pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim mendorong dilakukan penyesuaian terhadap penyediaan energi yang ramah lingkungan.

BUMN sendiri kata dia, masih berkutat dan nyaman dalam penyediaan energi berbasis energi fosil. Padahal energi terbarukan kian memiliki peranan penting dalam penyediaan energi bagi manusia, menggantikan energi fosil yang
tidak ramah lingkungan.

“Belum terlihat kesiapan dan kemauan yang kuat dari BUMN energi untuk mengisi potensi penyediaan energi berbasis energi terbarukan,” katanya.

Politisi Partai Golkar itu menyebut negara belum memiliki ketahanan energi nasional, sehingga perlu segera dibuat peta jalan (roadmap) ketahanan energi nasional yang dimiliki oleh negara sedikitnya selama 90 (sembilan puluh) hari bagi negara netimporter migas sesuai dengan dengan standar dari International Energy Agency (IEA).

“Perlu dibuat payung hukum dalam rangka mencari dan menghimpun sumber dana ketahanan energi nasional yang dimungkinkan berasal dari dana pengurasan migas, iuran badan usaha hulu migas, iuran badan usaha energi, alokasi khusus dari APBN maupun sumber-sumber lainnya,” tandasnya.

Menurutya, BUMN energi yang berperan serta dalam upaya menyediakan, menjaga dan meningkatkan ketahanan energi nasional perlu diberikan insentif atau kebijakan pemberian subsidi sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan

“Saat ini, Komisi VII DPR RI sedang menyusun RUU Energi Baru Terbarukan,
tentu isu ketahanan energi akan menjadi bagian dalam RUU tersebut,” jelasnya.

Continue Reading

TEKNOLOGI

The Fed Jadi Kambing Hitam, Rupiah Kian Melemah

Published

on

By

Jakarta – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.678 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot, Jumat (9/11) sore. Posisi ini melemah 138 poin atau 0,95 persen dari posisi kemarin Rp14.540 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.632 per dolar AS atau menguat tipsi dari kemarin di Rp14.651 per dolar AS.

Di kawasan Asia, hanya yen Jepang dan rupee India yang menguat di hadapan dolar AS, masing-masing menguat 0,25 persen dan 0,53 persen. Sedangkan mata uang Asia lainnya bersandar di zona merah.

Won Korea Selatan minus 1,03 persen, peso Filipina minus 0,57 persen, ringgit Malaysia minus 0,38 persen, dan baht Thailand minus 0,19 persen. Lalu, renminbi China minus 0,18 persen, dolar Singapura minus 0,15 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,02 persen.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, seluruhnya kompak terperosok ke zona merah. Poundsterling Inggris minus 0,48 persen, dolar Kanada minus 0,3 persen, dan dolar Australia minus 0,28 persen. Kemudian, euro Eropa minus 0,26 persen, franc Swiss minus 0,2 persen, dan rubel Rusia minus 0,12 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pergerakan rupiah hari ini sepenuhnya dipengaruhi oleh pernyataan bank sentral AS, The Federal Reserve.

Meski The Fed kembali menahan tingkat suku bunga acuannya di posisi 2,0-2,5 persen pada bulan ini. Namun, kenaikan bunga acuan pada Desember 2018 tetap kuat.

“Memang tidak ada yang istimewa dari kebijakan The Fed, sesuai ekspektasi kalau tidak akan menaikkan bunga. Tapi, The Fed tidak dovish, maka berarti kenaikan bunga di Desember sudah hampir pasti,” ucap Dini kepada CNNIndonesia.com, Jumat (9/11).

Meski begitu, menurutnya, dampak dari sentimen The Fed kali ini memang membuat rupiah terperosok cukup dalam. Sebab, penguatan dolar AS memang sangat terpengaruh oleh kebijakan The Fed.

Untuk itu, ia melihat pergerakan rupiah bisa ‘terancam’ pada bulan depan, ketika The Fed benar-benar kembali mengerek tingkat bunga untuk terakhir kalinya di tahun ini.

Meski begitu, Dini bilang, pergerakan rupiah saat ini masih cukup aman karena setidaknya sudah berada di bawah Rp15.000 per dolar AS. Selain itu, pelemahan yang cukup dalam kali ini, tidak hanya dirasakan sendiri, namun juga mata uang lainnya.

“Tidak hanya rupiah, mata uang utama lain juga melemah. Karena memang belum ada celah bagi perekonomian AS untuk melemah juga. Secara fundamental, mereka solid,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan suku bunga mereka. Dalam pertemuan dua hari yang dilakukan oleh Komite Federal Pasar Terbuka (FOMC) kemarin, mereka memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 2,0-2,25 persen.

Dalam keputusan tersebut Fed mengakui kinerja ekonomi AS saat ini cukup kuat dan mendukung dinaikkannya suku bunga acuan. Untuk inflasi misalnya, sampai saat ini bank sentral mencatat masih terkendali di kisaran 22 persen sesuai dengan target.

Kekuatan fundamental ekonomi juga tercermin dari penurunan angka pengangguran yang masih terjadi dan konsumsi rumah tangga yang masih kuat. Tetapi, kondisi tersebut belum meyakinkan Fed untuk mengerek suku bunga acuan mereka.

Fed menilai kinerja ekonomi AS yang kuat tersebut masih dibayangi oleh masalah. Yang mereka soroti, masalah investasi dan bisnis dan investasi di AS.

Belakangan ini, Fed melihat investasi dan bisnis di AS justru menunjukkan tren pelemahan.

Ekonom Ian Shepherdson dari Pantheon Macroeconomic seperti dikutip dari AFP, Jumat (9/11) mengatakan permasalahan investasi dan bisnis tersebut terjadi akibat perang dagang yang dikobarkan Presiden AS Donald Trump.

Walaupun memutuskan untuk menahan suku bunga acuan, hampir sebagian besar anggota komite bulat mengharapkan Fed akan menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya di 2018 ini pada Desember mendatang.

Suara bulat tersebut mereka sampaikan terkait perkembangan ekonomi AS yang sampai saat ini berjalan sesuai arah yang diharapkan. (cnn/kabarakyat)

 

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending