Connect with us

RAGAM

Ethnic DNA Mengeksplorasi Kultur Anak Muda Melalui Imaji-imaji Seninya

Published

on

Sidoarjo – Beragamnya Indonesia dengan sukunya, bahasa, kebudayaan dan kultur anak mudanya seakan tak habis untuk di eksplorasi.

Maka di pameran seni urban yang bertajuk ETHNIC DNA ini ingin mengeksplorasi tentang apa saja mengenai kultur anak muda melalui bahasa imaji-imaji seninya dalam menangkap sebuah keragaman. Sebanyak 14 seniman muda dengan latar belakang menuangkan bahasa imajinya masing-masing dikemas dalam sebuah karya seni visual bermedia circle board:

1.Fahril Alvin Bahri

2.Habib Rahman

3.Anas Khoir

4.Doninod Indriasto

5.Matt Rossi

6.Rexsa

7.Cristian Adi Wicaksono

8.Supriyanto

9.Miftahul Huda

10.Iggo Feryawan

11.Pingki Ayako Saputro

12.recky canvas riyadi

13.faizal hardik

14.XGO

Acara pameran ETHNIC DNA ini sendiri digagas oleh Yayasan Artpreneur. Rek!

Dimana acara ini di laksanakan road show di 3 kota di Jatim.

– Surabaya di sabin cafe dan Latar Ombo Riverside

– Gresik di Beras Kopi

– Sidoarjo di Gubug Makan Latar Ombo

Dalam setiap perjalanan di kotanya, acara pameran ini selalu diramaikan dengan kegiatan2 lainnya.

Ada menggambar bareng, workshop batik, workshop cukil, mural bersama, cangkruk produktif, stand booth, sarasehan serta tak lupa juga support dari teman-teman musik seperti teras warna percusi dan mata rante dalam setiap opening pameran.

Dan alhamdulillah, dalam setiap perjalanan di tiap kotanya selalu sukses dan ramai pengunjung. Terutama adik-adik mahasiswa yang masih aktif, penikmat seni, kolektor seni dan rekan-rekan muda yang masih eksis dalam berkesenian.

Untuk acara road show yang terakhir yang dilaksanakan di gubug makan latar ombo sekaligus menjadi akhir dari road show ETHNIC DNA di tahun 2018, sekaligus dalam acara terakhir perjalanan road show juga sekalian dibarengi dengan kegiatan silaturahmi lintas angkatan Alumni SR/DG Unesa dan Pembentukan Pengurus Ikatan Alumni (IKA) SR/DG Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Hadir pula dalam acara road show terakhir ETHNIC DNA sekaligus  pembentukan IKA SR/DG Unesa :

1.Bpk Imam Zaini Kajur SR/DG Unesa 

2.Bpk Bambang & Bpk Andik Mariono Selaku perwakilan Dari pengurus IKA UNESA Pusat ).

3.Seniman dan beberapa perupa senior

Dimana pada ETHNIC DNA ini hampir 90% tidak lain dulunya adalah mahasiswa atau para alumni SR/DG unesa.

Harapannya dengan terbentuknya Ikatan Alumni SR/DG unesa ini, kedepan selain bisa menjadi ruang untuk bersilaturahmi juga sebagai wadah untuk bisa memberikan ruang baru bagi perkembangan berkesenian terutama seni rupa dan desain di indonesia.

Itulah sekilas dari perjalan road show ETHNIC DNA di 3 kota di Jawa Timur.

Selamat dan sukses selalu untuk pameran ETHNIC-DNA yang sudah berjalan di 3 kota. Semoga di tahun 2019 lebih sukses, semoga dengan pameran ini kita masih sadar bahwa Beragamnya warna kulit, bahasa dan budaya kita darah kita masih sama merahnya. 

Dan dengan terbentuknya IKA SR/DG Unesa memberikan nilai dan nuansa baru dalam pergerakan dunia seni dan desain di Indonesia. Amin…

Dan sedang dalam masa menyiapkan, insyallah hasil dari road show ETHNIC DNA ini akan kami ikutkan dalam event besar program kami di Yayasan Artpreneur rek!! yaitu kita akan buat ‘Artpreneur Rek!! Week’.

Yang mudah-mudahan kalo tidak ada halangan agendanya akan di laksanakan pada bulan februari di tahun 2019. Kami tunggu partisipasi semua pihak.

Salam Seni Dan Budaya 🤟

Oleh : Habib Rahman (Pengurus Yayasan Artpreneur)

RAGAM

Catatan Kecil Perjalanan MRD Dampingi SBY Tour de Toba

Published

on

By

Suritauladan, bukan Pencitraan

“Rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki humanisme tinggi sebagai bentuk suritauladan kepada rakyat yang bersifat alami dan bukan niat pencitraan”.

Kata itu disampaikan Putra Terbaik Papua yang juga Ketua Umum DPP KNPI 2015-2018 Muhammad Rifai Darus selama mendampingi Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Tour de Toba.

Berikut Cerita MRD seperti disampaikan pada lintasparlemen.com, Medan (22/1/2019):

Saya punya dedikasikan kepada pak SBY atas sebuah kejadian yang tak terduga tatkala perjalanan Tour de Toba memasuki kabupaten Asahan – Sumatera Utara.

Selasa, 22-1-2019
Pukul 08.30 WIB

Ketika Sekjend DPP Partai Demokarat Bung Hinca Pandjaitan membisikkan ketelingaku. “Ayo Fai, sebelum pak SBY bergerak menuju lokasi kegiatan, kita bergerak duluan agar kau bisa jumpa mamakku ( ibu ),” kata Bung Hinca mengajakku.

Maka bergegaslah kami menuju rumah Sekjen Demokrat (Bung Hinca) didampingi istri beliau dan beberapa sahabat pengurus DPP Partai Demokrat (PD) dengan menggunakan 3 kendaraan.

Pagi itu, perjalanan dari tempat kami menginap menuju rumah Mamak (Ibu Bung Hinca) sekitar 10 menit, dan aparat kepolisian dan aparat lainnya sudah bersiap di sepanjang jalan untuk mengatur kelancara perjalanan dari Presiden RI ke 6 bapak SBY.

Pukul 08.40 WIB

Kami tiba di rumah sekjen DPP PD itu, lalu berjumpa dengan Mamak yang sudah sepuh yang sedang duduk di kursi.

Adalah Bung Hinca, seorang anak dengan posisi Sekjen PD bahkan pernah memimpin Ketua Umum PSSI dan posisi tertinggi di negeri ini.

Namun saat balik ke rumah dan bertemu Mamaknya tetap santun dan berbicara dengan bahasa yang lemah lembut penuh rasa kasih sayang.

“Aku sejak kecil dilarang merokok sama Mamakku, dengan alasan akan menghabiskan uang dan datangkan penyakit,” kata bang Hinca menjelaskan dan diamini oleh Mamaknya dengan senyuman manis dan melirik anaknya.

“Ibu-ibu sekalian, nanti Bapak SBY akan lewat jalan depan rumah kita ini menuju lokasi kegiatan. Pak SBY akan perlahan-lahan mobilnya dan kita semua berdiri di pinggiran aja yah, sambil melambaikan tangan saja yah,” penjelasan Sekjen Hinca kepada yang hadir mayoritas ibu-ibu alias emak-emak.

(Banyak kehidupan Sekjen Hinca yang diceritakan kepada kami tentang masa kecilnya bersama kawan-kawannya yang hadir sebagai saksi dan sangat menarik dan mengharukan).

Tak lama kemudian,

tepat pukul 09.00 WIB

Pak SBY beserta Ibu Ani dan mas Ibas sudah bergerak (Kita tahu betul Pak SBY sangat on time dalam segala kegiatan) dan akan melewati jalan yang sedang kami berdiri dan siap melambaikan tangan sesuai arahan Sekjen Hinca tadi.

Namun apa yang terjadi, tepat kendaraan Pak SBY dan Ibu Ani di depan rumah Mamak Sekjen Hinca, Pak SBY menghentikan kendaraanya dan langsung turun.

Sontak masyarakat histeris dan bergerak mengerumini pak SBY dan Ibu Ani serta mas Ibas.

Kejadian ini di luar agenda, karena Pak SBY berhenti dan turun menemui masyarakat. Termasuk kami menanti rombongan, beriring-iringan.

Melihat kejadian ini tak sedikit ibu-ibu yang hadir meneteskan air mata antara kaget, senang, bahagia dan sebagainya bercampur menjadi satu.

Dengan sikap Ta’zim Pak SBY dan Ibu Ani bersalaman dan berpelukan dengan Mamak Sekjen (bahkan mata Sekjen Hinca pun berkaca-kaca karena tidak menduga kejadian ini).

Masyarakatpun meminta salaman dan bersuka cita.

Sebuah sikap yang merupakan suritauladan telah diberikan oleh Pak SBY dan Ibu Ani terhadap bangsa ini.

Di saat kita kehilangan sosok pemimpin yang selalu berikan contoh kehidupannya.

Sikap Ta’zim pak SBY inilah yang disebut suritauladan yang harus dimulai dari para tokoh dan elit bangsa ini.

Semoga generasi muda dapat memetik hikmah dan mengambil pelajaran yang baik dari semua sikap yang SBY kerjakan.

Tidak sampai 7 menit, akhirnya rombongan bergerak menuju sebuah klinik untuk meresmikan program rehabilitasi bagi bahaya narkoba yang menjadi musih kita generasi muda indonesia saat ini.

Mari bangun Indonesia dan jangan rusak masa Depan dengan. Mendekati apalagi mengkonsumsi Narkoba.

”Hormati dan hargai orang tuamu, karena tanpa do’anya maka tidak ada masa depanmu”

MRD

Continue Reading

HUKUM

Program P3 TGAI Dilaporkan LSM di Jombang

Published

on

Jombang – Menindaklanjuti laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Pengawas Anggaran dan Aset Nasional Indonesia terhadap Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3 TGAI) Desa Barongsawahan Aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ditanggapi oleh Achmad Hidayat sebagai Tenaga Ahli DPR RI Dari Henky Kurniadi.

“Laporan itu salah alamat, dan terkesan ‘cari-cari’,  karena program sudah diawasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bersama Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah, Pembangunan Pusat-Daerah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (TP4D Kejati Jatim) sehingga ‘clear’, buktinya juga tidak ada,” pungkas Achmad dalam keterangan tertulisnya. Senin, (21/01/2019).

Achmad menjelaskan, memang ada laporan itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, sehingga dirinya hingga Kepala Desa (Kades) dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) sudah mendatangi Kantor Kejari untuk klarifikasinya dan hasilnya “clear”.

Lanjut Achmad, dirinya mengungkapkan, supaya tidak ada oknum yang berusaha mencari keuntungan maupun memperkeruh suasana dalam tahun politik, selain itu juga mengajak supaya pelapor beradu data.

“Apabila tuduhannya tidak terbukti, kami tuntut balik karena memberikan informasi Palsu,” imbuhnya.

Tambah Achmad, dirinya mengingatkan bahwa, semua berupaya keras serta berkomitmen agar program pemerintah melalui aspirasi DPR RI, dapat dilaksanakan dengan baik berdasar petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak juknis), “selain itu juga mengawasi secara optimal baik capaian fisik maupun kelengkapan administrasinya,” tegasnya. (ari)

Continue Reading

RAGAM

MUI Apresiasi Kapolda Jatim Berhasil Ungkap Jaringan Prostitusi Online Libatkan Artis

Published

on

By

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Luki Hermawan yang berhasil mengungkap jaringan prostitusi online yang melibatkan para artis dan model.

Bisnis prostitusi ini sudah sangat mengkhawatirkan karena pelakunya melibatkan publik figur dan kalangan artis sebagai pekerja seksual (PSK).

Hal ini dapat berakibat buruk terhadap para remaja kita, karena dikhawatirkan mereka meniru gaya hidup seperti itu. Apalagi dengan tawaran imbalan yang sangat fantastis.

“Untuk MUI meminta kepada Polri untuk menuntaskan masalah ini dengan serius dan sungguh-sungguh,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi pada wartawan, Senin (21/1/2019)

Zainut menyampaikan, MUI berharap kasus ini terus dikembangkan untuk dapat menjerat bukan saja kepada para pelaku tetapi juga semua pihak yang terlibat dalam bisnis prostitusi tersebut.

“MUI sangat prihatin dengan semakin maraknya praktik kehidupan yang melanggar nilai-nilai agama, etika dan susila. Berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran nilai-nilai susila seringkali terjadi di sekitar kita, misalnya ; maraknya perilaku seks bebas, hubungan sesama jenis, perdagangan orang, prostitusi, penyalahgunaan narkoba dan lain sebagainya,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PPP ini, MUI mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali kepada jati diri bangsa yaitu Pancasila dan nilai-nilai agama agar terjauh dari perbuatan yang dapat merusak martabat manusia.

Seperti diwartakan, pihak kepolisian telah menangkap empat muncikari prostitusi online artis. Terakhir, penangkapan dilakukan terhadap seorang wanita bernama Windy, Kamis (17/1/2019).

Namun ternyata masih ada dua muncikari lagi yang masih berstatus DPO dan sedang dikejar oleh polisi.  (H3)

 

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending