Connect with us

NASIONAL

Euphoria Pemilu 2019, Dafam Hotel Management Gebyar Banyak Promo

Published

on

Jember – Menyongsong pesta demokrasi yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019 mulai terlihat euphoria dan antusiasme dari masyarakat Indonesia, pagelaran pemilu ini di sebut-sebut sebagai pesta demokrasi terbesar sepanjang Republik Indonesia ini berdiri, karena pemilu kali ini akan serentak memilih Presiden/DPD/DPRRI I/II se-Indonesia.

Dalam bentuk turut memeriahkan pemilu 2019, PT Dafam Hotel Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Dafam Hotels Management (DHM) memberikan penawaran yang menarik dengan tajuk “Jari Biruku” yang berlaku di seluruh unit hotel yang tersebar di seluruh kawasan NKRI.

Ninik selaku Coorporate Public Relation Manajer dan Irawan selaku General Manager Sales dari DHM mencetuskan promo “Jari Biruku“, lebih lanjut, Ninik mengatakan jika promo jari biruku ini memberikan diskon kamar yang luar biasa hanya dengan menunjukkan tinta di jari.

“Masyarakat luas bisa mendapatkan harga kamar super hemat Rp. 174.000,00 nett/room/night untuk jenis kamar Superior/Deluxe tanpa sarapan,” terangya melalui keterangan tertulisnya yang dikirim ke media ini. Selasa, (16/4/2019).

Untuk bisa menikmati harga super hemat tersebut, kata Ninik, tamu hotel harus datang langsung di meja resepsionis hotel mulai pukul 15.00-17.00 (waktu setempat) dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku. KTP tersebut harus sama domisilinya dengan TPS yang dikunjungi.

Sementara itu, perwakilan dari Unit Meotel Jember by Dafam, Santi yang juga selaku Sales Executive menjelaskan asal usul penetapan harga promo tersebut.

“Mengapa Harganya Rp 174.000,- ? jika kita jeli kita bisa menemukan fakta unik dari penetapan harga tersebut, yakni angka 17 adalah tanggal pelaksanaan Pemilu di Bulan 4, jadilah  Rp 174.000 begitu,” ucapnya sambil tersenyum.

Selain itu, ada juga promo untuk makanan dan minuman yaitu paket Afternoon Tea. Tamu hotel bisa menikmati sajian teh/kopi serta menu cemilan ala carte lainnya hanya Rp17.400, net per orang dengan menunjukkan tanda tinta di jari. 

Kesempatan yang sangat menarik ini hanya berlaku mulai pukul 17.04 sampai dengan 20.19 (waktu setempat) di tanggal 17 April 2019,” tambahnya.

Terpisah, General Manager yang akrab dipanggil Cho Andra ini juga menjelaskan, kita memang punya promo dari DHM, untuk Meotel Jember kita masih punya penawaran yang lebih gila lagi, yakni “Menjelang Jari Biru“ yang mulai bisa di gunakan sejak dari tanggal 10 April 2019.

“Akan ada penawaran menarik lainnya, kalau penasaran jangan ragu untuk datang dan membuktikan seberapa spesial penawaran dari Meotel Jember yang tak kalah menarik dari promo di tanggal 17 April jari biruku,” tutupnya sambil mengangkat kopinya. (ari)

NASIONAL

Bamsoet Ajak Kaum Milenial Bumikan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memaparkan data Badan Pusat Statistik yang mencatat jumlah pemuda Indonesia rentang usia 16-30 tahun diperkirakan mencapai lebih dari 64 juta jiwa. Di rentang waktu tahun 2020 hingga 2035, jumlah penduduk usia produktif Indonesia akan berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

“Di satu sisi, bonus demografi bisa memberikan peluang kemajuan ekonomi. Di sisi lain, juga dapat menghadirkan kemubaziran. Nilai kemanfaatan bonus demografi bisa optimal apabila terpenuhi dua prasyarat. Pertama, jumlah usia produktif tersebut merupakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Kedua, ketersediaan lapangan pekerjaan,” ujar Bamsoet saat menjadi Keynote Speech pada acara Milenial Talk Conference 2020 yang diselenggarakan secara virtual, di Jakarta, Minggu (5/7/20).

Turut hadir Direktur Eksekutif Milenial Talk Institute Indonesia Hasan Basri, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Agus Mulyono Herlambang, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yacut Cholil Qoumas, Walikota Bogor Bima Arya, Jubis Menhan RI Dahnil Anzar, Penulis Buku Pancasila Ideologi Dunia Saddam Al Jihad, serta ratusan milenial yang mengikuti secara virtual.

Mantan Ketua DPR RI ini menjelaskan, Korea Selatan berhasil memanfaatkan bonus demografi untuk mengarahkan industri rumah tangga membuat komponen handphone. Tiongkok dengan cara mengarahkan industri rumahan memproduksi komponen elektronik. Sedangkan Jepang berhasil mengoptimalkan kinerja penduduk usia produktif sehingga tingkat penganggurannya sangat kecil, kurang dari 3 persen.

“Tidak semua negara sukses. Misalnya Brazil gagal lantaran akses pendidikan yang berkualitas dan infrastruktur serta penyediaan lapangan pekerjaan kurang mendapatkan prioritas. Afrika Selatan gagal karena kurangnya perhatian pada kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja serta rendahnya tingkat pertumbuhan lapangan perkerjaan, sehingga sekitar 53 persen generasi milenial Afrika menjadi pengangguran,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mendorong besarnya jumlah milenial Indonesia selain harus berdampak positif terhadap perekonomian juga harus membawa dampak besar dalam penyemaian nilai-nilai Pancasila. Mengingat cepatnya perputaran roda pembangunan dan pesatnya lompatan kemajuan zaman, tantangan untuk merawat dan menjaga Pancasila terasa kian nyata.

“Globalisasi dan perkembangan teknologi telah menawarkan produk maupun gaya hidup yang belum tentu cocok dengan jati diri dan karakter bangsa kita. Misalnya pengesahan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) yang saat ini sudah sampai ke negara tetangga, patut kita waspadai agar tak sampai masuk ke Indonesia. LGBT tak boleh hidup di tanah Indonesia karena tak sesuai ajaran agama maupun kultur kebudayaan bangsa kita,” tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengingatkan, jika budaya asing seperti LGBT dibiarkan merongrong jati diri, tradisi, budaya, dan moralitas serta kearifan lokal bangsa kita, tak menutup kemungkinan Pancasila akan semakin terpinggirkan dan hanya hadir dalam ruang utopia. Keprihatinan ini bukan mengada-ada, terutama bila kita merujuk pada beberapa publikasi hasil survey.

Survey LSI tahun 2018 menemukan bahwa dalam kurun waktu 13 tahun, masyarakat yang pro terhadap Pancasila telah mengalami penurunan sekitar 10 persen. Pada tahun 2005, masyarakat yang pro Pancasila mencapai 85,2 persen dan hingga tahun 2018, angkanya turun menjadi 75,3 persen.

Survey yang dilakukan pada akhir Mei 2020 oleh Komunitas Pancasila Muda, dengan responden kaum muda usia 18 hingga 25 tahun dari 34 provinsi, tercatat hanya 61 persen responden yang merasa yakin dan setuju bahwa nilai-nilai Pancasila sangat penting dan relevan dengan kehidupan mereka.

“Demi kelestarian Pancasila, sangat penting bagi seluruh elemen bangsa membumikan Pancasila. Sebagai sebuah ideologi, Pancasila hanya akan bermakna ketika kehadirannya dapat dirasakan dalam setiap denyut nadi dan tarikan nafas kehidupan masyarakat. Ia harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata, agar tidak menjadi konsep yang hanya hidup di awang-awang dan menjadi sekedar hapalan luar kepala,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading

NASIONAL

Audiensi dengan Wagub DKI, AMBI Siap Bersinergi dengan Pemprov Membangun Jakarta

Published

on

JAKARTA – Angkatan Muda Bima Indonesia (AMBI) melakukan audiensi bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Minggu (14/06/2020).

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum AMBI Yusri Al Bima menyampaikan bahwa AMBI merupakan wadah atau organisasi yang menghimpun anak muda Bima seluruh Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang.

“Di AMBI ini berkumpul anak muda Bima dari bermacam latar belakang. Ada mahasiswa, advokat, pengusaha, akademisi,” Yusri sambil meperkenalkan satu persatu pengurusnya kepada Wagub DKI Jakarta.

Secara khusus, Yusri juga memperkenalkan salah satu sesepuh Bima dan Dewan Pembina AMBI Drs. H. Burhanuddin, MM yang juga hadir dalam kesempatan tersebut.

“Beliau ini merupakan orang tua dan sesepuh kami di Jakarta. Beliau juga adalah mantan Wali Kota Administrasi Jakarta Barat,” jelas Yusri.

Selain itu, Yusri juga menyampaikan bahwa AMBI mendukung penuh semua program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta, terutama yang berkaitan langsung dengan kepentingan warga Ibu Kota.

Yusri menegaskan AMBI juga siap bersinergi dan mengawal Pemprov DKI dalam menjalankan semua programnya, terutama yang sedang difokuskan saat ini adalah menyukseskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam melawan pandemi Covid-19.

“Kami siap mengawal dan berada di belakan Pak Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Riza Patria dalam menyukseskan program-program Pemprov DKI Jakarta,” tegas dia.

Dalam kesempatan itu juga, AMBI pun mendaulat Wagub DKI menjadi warga kehormatan Bima sekaligus Dewan Pembina AMBI.

Sementara itu, Wagub DKI menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran AMBI khususnya di Ibu Kota DKI Jakarta, sekaligus mengucapkan terimakasih karena telah didaulat menjadi warga kehormatan Bima dan Dewan Pembina AMBI.

Wagub juga mengajak AMBI untuk bersinergi dan berpartisipasi dalam setiap program Pemprov DKI terutama berkaitan dengan sosial budaya dan menjaga kedamaian serta kerukunan di DKI Jakarta.

“Kita kerja sama apa yang bisa dikerjasamakan. Kepada Kesbangpol saya harap AMBi ini dicatat dan diajak dalam setiap progam Pemprov DKI,” ujar Politisi Partai Gerindra tersebut.

Di akhir acara, Ketua Umum dan Dewan Pembina mendaulat secara simbolis dengan menyematkan sambolo dan tembe nggoli kepada Wagub DKI, Riza Patria. Dengan demikian Wagub DKI resmi menjadi warga kehirmatan sekaligus Dewan Pembina AMBI.

Continue Reading

NASIONAL

Sosialisasi Virtual Empat Pilar MPR-HMI, Bamsoet: Kegotong Royongan Pancasila Mampu Cegah Indonesia Seperti Amerika, Brazil dan India

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersyukur di tengah berbagai tantangan yang menerpa demokrasi akibat pandemi Covid-19, tingkat kepercayaan publik terhadap MPR RI terbilang masih tinggi. Bisa dilihat dari temuan survei nasional dari Lembaga Survei Indikator pada 16-18 Mei 2020 tentang Evaluasi Publik terhadap Penanganan Covid-19, Kinerja Ekonomi dan Implikasi Politiknya. TNI berada diurutan pertama 85,5 persen, kedua Presiden 82,8 persen dan ketiga Polri 79,4 persen.

“Tingkat kepecayaan publik terhadap TNI, Presiden dan Polri yang masih tinggi itulah yang menjelaskan kepada kita, mengapa Indonesia tetap teduh dan kondusif secara politik. Tidak seperti yang terjadi di beberapa negara dalam menghadapi pandemi covid-19 antara lain Brazil, India dan Amerika Serikat? Karena kita punya nilai-nilai kegotong-royongan yang terkandung dalam Pancasila,” ujar Bamsoet.

Seperti diketahui, hasil survei itu juga mengungkap terdapat perbedaan yang cukup tajam antara kepuasaan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dengan kinerja pemerintah secara umum. Kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo masih tinggi yakni di angka 66,6%. Sementara kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah hanya 56,4%.

“Ada gap kepuasaan publik terhadap presiden dengan para pembantunya. Penyebab besarnya gap tersebut bisa jadi lantaran rakyat menilai para pembantu presiden kalah cepat dalam bertindak, dibanding presiden yang kerap kali turun ke bawah blusukan langsung ke rakyat,” ujar Bamsoet mengutip hasil lembaga survei Indikator pimpinan Burhanudin Muhtadi.

Temuan hasil survei tersebut tambah Bamsoet, hanyalah potret sesaat, bukan hasil akhir. Karenanya MPR RI berharap seluruh anggota Kabinet Indonesia maju perlu menyamakan langkah dalam mewujudkan visi dan misi presiden untuk memberikan kesejahteraan pada rakyat. Masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah kita sebagai bangsa. Tidak hanya pemeritah. Tapi juga MPR yang perlu ditingkatkan. Salah satunya memasifkan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI secara virtual sebagai jalan keluar atas pandemi Covid-19 yang masih menyelimuti bangsa kita,” ujar Bamsoet saat mengisi Sosialisasi Empat Pilar Empat Pilar MPR RI secara virtual kepada kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (11/6/20).

Turut hadir Wakil Sekjen PB HMI Aidil Pananrang dan Ketua Bidang Infokom PB HMI Firman Kurniawan. Sedangkan PJ Ketua Umum PB HMI Arya Kharisma Hardi hadir secara dari Lampung dan ratusan kader HMI lainnya mengikuti secara virtual dari daerah masing-masing.

Bamsoet yang semasa kuliah merupakan aktifis HMI dan kini menjabat Dewan Pakar KAHMI ini mengungkapkan, sejak awal lahir dari alam Yunani kuno, demokrasi selalu dihadapkan para besarnya kekuatan oligarki yang tak senang melihat rakyat turut serta mengawasi jalannya pemerintahan. Kini, demokrasi juga dihadapkan pada tantangan baru berupa bencana non alam, seperti pandemi Covid-19 yang mengganggu tatanan kehidupan sosial.

“Lembaga Internasional untuk Demokrasi dan Pendampingan Pemilu (International IDEA) mencatat hingga April 2020, akibat pandemi Covid-19 sebanyak 47 negara, termasuk Indonesia, terpaksa menunda tahapan pemilihan umum. Misalnya, Inggris Raya menunda pemilihan lokal yang seharusnya dilakukan pada Mei 2020, Italia menunda referendum pengurangan anggota parlemen 29 Maret 2020, Bolivia menunda pemilihan presiden 3 Mei 2020, serta Indonesia menunda pemilihan walikota/bupati 23 September 2020,” papar Bamsoet.

Mantan Ketua DPR RI ini menilai, pandemi Covid-19 telah menjadi momen penting bagi setiap negara bangsa mencari solusi efektif meningkatkan demokrasi disaat situasi sosial tidak berlangsung normal. Karena tak menutup kemungkinan setelah pandemi Covid-19 selesai, di masa depan bisa jadi akan datang pandemi lainnya.

“Masa depan demokrasi Indonesia berada di tangan 64,19 juta jiwa kaum mudanya. Karena itulah, kaum muda tak boleh antipati terhadap politik. Kehidupan politiklah yang akhirnya paling menentukan mau dibawa kemana arah bangsa dan negara. Semakin kuat atau justru semakin hancur berantakan kondisi bangsa, ditentukan kualitas kaum mudanya,” tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, atas dasar itulah MPR RI sejak tahun 2014 menjalankan fungsi sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada berbagai kalangan, utamanya kaum muda. Agar benang merah perjalanan dan nilai luhur budaya bangsa tak terputus di tengah jalan. Sekaligus sebagai bekal bagi generasi muda agar jika kelak menerima tongkat estafet kepemimpinan nasional, mereka bisa menjaga demokrasi, serta menjaga masa depan dan kedaulatan Indonesia.

“Demokrasi Indonesia, sebagaimana diwariskan para pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta, bukanlah demokrasi liberal ala Barat yang hanya menguntungkan kaum borjuis sehingga menjadi tempat tumbuhnya kapitalisme. Demokrasi Indonesia adalah demokrasi Pancasila yang berpusat pada Gotong Royong dan bertumpu pada keadilan sosial. Serta memberikan kesempatan kepada siapapun terlibat dalam pemerintahan, memberikan kepada siapapun untuk makmur bersama,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending