Connect with us

HIBURAN

Gardacatha, Komunitas yang Mampu Kembangkan Potensi Seni Anak-anak Muda

Published

on

Surabaya – Gardacatha adalah aliansi antar kampus jurusan kreatif Surabaya, Sidoarjo, Gresik. Aliansi kreatif ini berdiri atas kesadaran bersama dalam merangkai jaringan/relasi antar mahasiswa-mahasiswa untuk membangkitkan kembali eksistensi kreatifitas pemuda.

Di warung frantej yang berlokasi di Jl. A. Yani No. 256 Surabaya, teman-teman Gardacatha mengadakan workshop ilustrasi dengan judul “Anti Klimax”, nama ini terbentuk karna inisiatif teman-teman gardacatha terkait kegilaan sebagai inspirasi penciptaan karya visual, yang diisi oleh Bagus Aji (@bagusportofolio) salah satu artis ilustrator dari gardhacataha sendiri. 

Dalam workshop ini teman-teman dari Gardacatha memperlihatkan kepada pengunjung tentang basic penciptaan karya visual dari adobe ilustrator. 

Acara ini tidak hanya workshop saja, namun ada juga pembacaan puisi dan bincang santai bersama ilustrator-ilustrator dari gardacatha tentang penciptaan karya visual. 

“Sangat keren, dengan adanya acara ini saya dapat empelajari ilmu baru dari teman-teman Gardacatha untuk mempelajari ilmu kreatif,” ucap Dhaniel salah satu pengunjung. Sabtu, (02/03/2019).

Kurang lebih ada 20 universitas yang sudah bergabung dalam Gardacatha ini, Yaitu:

UNESA, UPN, ITATS, UNUSIDA, UISI, STIKOM, IKADU, UMAHA, ISTTS, UK Petra Surabaya, Universitas Ciputra, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Jatim, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.

“Bagi saya, ini adalah komunitas yang sangat bagus bagi anak-anak seni untuk mengembangkan potensinya di dunia seni, khususnya diluar kampus. 

Karna anak muda sekarang kurang melestarikan maupun mengenal sebuah seni dan karya,” tutur Tita selaku Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual Universitas Nadhatul Ulama Sidoarjo (Unusida).

Tita menambahkan, harapannya dengan adanya acara ini yaitu dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengembangkan kekreatifan dalam era pasar industri. (ari)

HIBURAN

Ini Penyebab Pasien Covid-19 Betah Dirawat RSD Wisma Atlet

Published

on

By

JAKARTA – Sebelum masuk ke Wisma Atlet banyak pasien Covid-19 beranggapan bahwa diisolasi di Wisma Atlet itu serem tak bisa apa-apa, tak bisa bebas keluar dari kamar. Namun, setelah masuk dan dirawat beberapa hari di RSD Wisma Atlet anggaran itu sirna.

Hal ini diakui oleh Iman Darmawan seorang pasien Covid-19 yang hari ini sudah dinyatakan negatif atau sudah sembuh dari virus itu oleh tim dokter. Iman tinggal menunggu berkas-berkas dari RSD Wisma Atlet kemudian bisa pulang ke rumah berkumpul bersama keluarga.

“Awalnya sebelum masuk sini saya pikir serem. Tinggal istirahat di kamar dan kita dibatasi kegiatannya. Tapi setelah masuk ke sini malah asik, saya jadi betah. Mana semua fasilitas gratis, termasuk makanan, obat-obatan dan banyak lagi seperti buah dan makanan lainnya semua kita peroleh dengan gratis. Mirip liburan gratis,” kata Iman yang mengaku senang dirawat di Wisma Atlet pada wartawan Bela Rakyat, Sabtu (5/12/2820).

“Saya senangnya saya, diajak gabung grup Whatsapp yang dihuni para pasien yang masih perawatan hingga kawan-kawan yang sudah sembuh (alumni) pasien Covid-19 Wisma Atlet yang sudah beraktivitas diluar sana. Mereka yang sudah sembuh biasanya memberikan tips atau motivasi untuk sembuh. Dan asiknya lagi, ada dokter yang positif Covid-19 yang menjalani perawatan juga tergabung di grup itu ngasi tips kesehatan agar segera sembuh. Dan alhamdulillah saya sudah negatif,” lanjut Iman.

Yang membuat Iman merasa makin senang di Wisma Atlet, ia tergabung dalam tim bola voli sebagai olahraga yang disukainya. Apalagi para anggota tim voli sangat ramah dan saling memotivasi untuk sembuh.

“Saya biasanya abis jalan kaki sambil berjemur, saya istirahat melihat permainan voli. Eh, ternyata saya diajak gabung main voli. Paling seru lagi ada turnamen voli ternyata di sini. Tidak nyangka bisa seru itu turnamennya,” cerita Iman menyampaikan cikal bakal dirinya menemukan banyak teman di Wisma Atlet.

Iman menceritakan, awalnya, panitia hanya ingin membuka 3 tim bola voli. Namun, antusias peserta terus bertambahk membuat panitia membuka 6 tim buat peserta.

“Peminat banyak bahkan lebih tapi kita batasi hingga 6 tim saja. Jika tidak bisa sampai 8 tim,” ujar Iman alumni IPB ini.

Ia menjelaskan, pada turnamen itu dimenangkan oleh Tim 3. Di mana Tim 3 berhak atas piala bergilir yang bisa diperebutkan kembali oleh pasien-pasien selanjutnya.

“Turnamen ini sudah ditutup hari ini dengan ditandai Event Special dengan Super Big Match. Di mana 26 orang terpilih dimasukan dalam Tim All Star yang dibagi 2 tim, tim A dan Tim B, yang dimenangkan oleh Tim A yang dipimpin oleh Pak Iqbal dan Dokter Ferdinan,” ujar Iman.

Sementara itu, peserta Turnamen Voli Rio mengatakan, dirinya senang bisa ikut lomba voli. Ia menyakini, olahraga rutin yang dijalaninya selama di Wisma Atlet membuatnya hari ini sudah dinyatakan negatif dari virus Covid-19 itu.

“Terimakasih sudah menggelar pertandingan voli. Saya rasa semua peserta berbahagia, ketawa semuanya dan gembira semua selama pertandingan. Dan salah satu membuat imun saya normal karena olahraga yang cukup. Istirahat yang cukup. Tentunya karena displin juga tidak begadang,” aku Rio yang sudah siap-siap kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga.

Untuk diketahui, RSD Wisma Atlet sebelumnya adalah Apartemen untuk atlet Asian Games 2018. Di awal tahun 2020 Pandemi Covid-19 ini menyerang dunia pemerintah memutuskan tempat tersebut sebagai rumah sakit darurat. (HMS)

Continue Reading

HIBURAN

Publik Pigur Memberi Motivasi Ke SMAN 40 N Jakarta

Published

on

Jakarta – Kreatif itu tanpa batas, sebuah pemikiran dan upaya dari SMA Negeri 40 Jakarta khususnya Kepala Sekolah SMAN 40 Jakarta Ibu Mas Ayu Yuliana, agar dalam kondisi pademi ini mengurangi kebosanan siswa, perlu adanya penyegaran aktifitas yang disajikan secara menarik dengan tetap stay at home tapi menarik dan sarat edukasi, manfaatkan link alumni dalam narasumber, diskusi dengan alumni dan memunculkan ide spontanitas.

Sekolah menggandeng alumni yang berpeduli terhadap pembinaan terhadap generasi muda dalam hal ini adik adik kelas di almamaternya, mengisi hal yang positif di tengah stressing wabah covid 19, dimana semua orang termasuk para siswa harus diam dan belajar dirumah penuh kejenuhan dan monoton, EMPUL (SMA Negeri 40 Pademangan Jakarta Utara) melaksanakan kegiatan dengan tajuk “Ramdhan Ceria” dengan tema “menjadi siswa yang mencintai Allah SWT dan baginda Nabi Muhammad SAW” dari tanggal 11-19 Mei 2020 dalam bentuk online Join Zoom Meeting.

Narasumber dari acara ini yang rata rata para public pigure seperti Dude Herlino, Roger dan Cika, Meysa Safira, Cholidi Asadil Alam dan lain lain sangat memberikan motivasi dan gairah tersendiri bagi para siswa SMA Negeri 40 Jakarta Utara yang merasa senang dan bahagia menjadi tidak jenuh walaupun berdiam di rumah.

Dude Herlino dalam isi ceramahnya menyampaikan “Islam adalah agama yang mulia dan mengatur segala aspek kehidupan termasuk pergaulan. Dalam Islam ada beberapa etika yang harus dipenuhi dan hal ini disebut dengan etika Islam.

“Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan senantiasa membutuhkan kehadiran orang lain”.

Istilah pergaulan berarti kegiatan manusia untuk membaur dengan manusia lainnya dan berinteraksi satu sama lainnya. Oleh karenanya pandai pandailah dalam memilih teman agar selamat didunia dan akhirat.”katanya

Lain lagi Meysa Safira menyampaikan mengajak hidup kita ini harus selalu berprasangka baik kepada Allah dan menyerahkan diri kepada Allah. Ujian dan cobaan diberikan Allah dengan berbagai cara agar manusia menjadi kuat imannya dan tetap bersandar kepada Allah semata” himbuhnya.

Pengantin Baru Roger dan Cut Meryska juga dengan semangat menyampaikan “Ceritanya tentang ketika memutuskan hijrah masuk islam, dia yakin bahwa agama Islam mengajarkan segala sesuatunya dengan detail dan dia merasa nyaman bathinnya, terlebih ketika dia berangkat umroh (tanpa mbak cut) khususnya saat dia sholat di Raudoh” cerita Roger, paparnya. Johan BP

Continue Reading

HIBURAN

Di Tegah Pandemi Covid-19, DPR: Kok TNI-Polri malah Berantem!

Published

on

By

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Syaiful Bahri Anshori sangat menyesalkan atas terjadinya pertikaian antara personel TNI dan Polri di Papua yang menyebabkan 2 anggota Polri meninggal dunia. Baginya, bentrok kedua aparat keamanan itu terjadi dan harus dihentikan ke depannya.

Untuk diakui Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpau menyampaikan pertikaian tersebut berawal dari kesalahpahaman yang sebetulnya sudah diselesaikan pada Sabtu (11/4) malam sekitar pukul 23.00 WIT.

“Saya sebagai anggota DPR Komisi I DPR dan atas nama rakyat yang saya wakili merasa prihatin dengan bentrokan tersebut, mudah-mudahan ini menjadi bentrokan yang terakhir,” kata Syaiful kepada Wartawan Lintas Parlemen, Senin (13/4/2020).

Sejatinya, lanjut politisi PKB ini, aparat berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tidak larut dalam pertikaian. Bagaimana kedamaian di tengah masyarakat bisa terwujud jika antar aparat terprovokasi melakukan bentrok.

“Polri dan TNI itu berpikir bahwa bangsa Indonesia sekarang ini menglami kondisi yang sangat memprihatinkan dan memerlukan keterlibatan semua komponen bangsa terutama TNI – Polri, Ee kok malah berantem (di tengah Covid-19) dengan menggunakan senjata lagi. Untuk iti, saya minta agar aparat hukum baik yang ada TNI maupun Polri harus bertindak tegas kepada oknum TNI maupun oknum Polri yang berkelahi tersebut,” jelas mantan Ketua Umum PB PMII ini.

“Kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi dan perhatian bersama, pertama terkait dengan rekruitmen prajurit TNI dan Polri, menurut saya dengan seringnya kehadian kedua lembaga ini yang sangat memalukan ini perlu lebih ketat dalam rekruitmen TNI dan Polri, sehingga dengan pengetatan rekruitmen akan lahur prajurit yang punya intregritas dan mencintai profesi seorang prajurit TNI maupun Polri,” sambungnya.

Yang kedua, lanjut Syaiful, law enforcement atau penegakan hukum harus betul-betul di tegakkan di dua lembaga tersebut. Jika tidak, menurut Syaiful, kejadian serupa akan tetap terjadi.

“Jangan ditolelir prajurit yang tidak disiplin, jangan malah naik pangkat! Karena satu peluru bagi seirang prajurit itu sangat berarti jangan digunakan sembarang, untuk prajurit TNI untuk menjaga kedaulatan negara dan bangsa ini tidak main-main sesuai dengan Sapta Marga, begitu juga bagi seorang prajurit Polri tugas anda adala menjaga keamanan masyarakat bukan membuat ketidaknyamanan di tengah masyarakat,” terangnya.

“Catatan terahir saya usul foto-foto seperti zaman Pak Tito bersalaman dengan Panglima TNI perlu dipertingkan kembali untuk disosialisakan tentu dengan kapolri yang sekarang, mudah-mudahan dengan politik simbol perdamaian seperti itu akan membuat prajurit tni- polri semakin damai dan tenang dan tentunya masyarakat juga menjadi tenang,” papar Syaiful.

Awal kejadian bermula di hari Sabtu, 11 April 2020 Pukul 23.00 WIT. Pertikaian berawal dari kesalahpahaman pada Sabtu (11/4). Dan kesalahpahaman TNI-POlri ini sudah diselesaikan pada Sabtu malam itu juga sekitar pukul 23.00 WIT.

Namun, hari Minggu, 12 April 2020 Pukul 07.40 WIT. Kesalahpahaman Sabtu malam berlanjut di Minggu pagi. Pertikaian itu di Jalan Pemda I Kampung Kasonaweja Distrik Mamberamo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua. Peristiwa itu antara Anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya. (HMS)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending