Connect with us

EKONOMI

Gerakan Pemuda Siaga Fokus Geluti Dunia Entrepreneur

Published

on

Jakarta – Gerakan Pemuda Siaga (GPS) kembali mengadakan diskusi, kali ini mereka mengangkat tema terkait entrepreneur. Ajib Hamdani merupakan sosok narasumber paling tepat, pengusaha muda salah satu kandidat Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) akan bertarung pada Musyawarah Nasional (Munas) bulan Maret mendatang. 

Pria muda enerjik yang menapaki karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) lebih memilih berhijrah menekuni dunia wirausaha. Tidak mudah untuk merubah haluan dari pegawai ke dunia usaha, restu orang tua menjadi modal utama merintis di dunia usaha. 

“GPS kali ini mengangkat tema, ‘Bisnis tanpa Modal, why not?’, karena banyak pengusaha yang selalu mengeluh tentang modal dalam memulai usaha.” Dimulai dari kegiatan diskusi lalu dilanjutkan dengan eksekusi usaha,” Ketua GPS Raditya Mubdi dalam sambutan awalnya. Rabu, (16/01/2019) malam hari.

Diskusi dimulai dengan pemaparan Neng Nami selaku moderator diskusi. Perawakan yang manis dan lemah lembut tapi lugas membuat peserta antusias menyimak sampai akhir. Selaku moderator, Neng Nami membawa alur diskusi secara interaktif diiringi banyak pertanyaan yang muncul dari peserta diskusi. 

Sementara itu, narasumber lainnya, Ajib Hamdani dalam materinya menyampaikan, ada lima point yang harus dipegang teguh oleh pemula, yakni mencari peluang, mengambil keputusan, meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar dan yakin usaha sampai.

Ajib juga banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya mulai dari menjual koran bekas sampai akhirnya sukses seperti sekarang sebagai Ketua HIPMI TAX Center. 

“Saya berharap, anggota GPS untuk tetap semangat, tetap jaga tradisi diskusi agar lebih produktif, semoga 10 tahun mendatang anggota GPS menjadi pemimpin di daerah bahkan di kancah nasional. Dunia ini merupakan deskripsi penyatuan ide dengan realitas, sebab kita dituntut mampu membuat karya dan warisan,” tegasnya.

EKONOMI

Resmi Dilantik Pengurus Himapindo Malang Raya Masa Bakti 2019-2021

Published

on

Malang – Pengurus Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (Himapindo) Malang Raya resmi dilantik untuk masa bakti 2019-2021. 

Acara pelantikan Himapindo yang sekaligus dikemas dalam acara seminar entrepreneur  dihadiri oleh Walikota Malang Sutiaji dan beberapa narasumber lainnya.  Diantaranya Budiyanto, Umi Tursini, serta dari Dinas Koperasi Jawa Timur berlangsung meriah. 

Walikota Malang yang dalam acara ini sebagai Keynote Speaker menyampaikan bahwa, untuk memenangkan persaingan saat ini salah satu syaratnya harus kreatif.  

Bahkan beliau dalam waktu dekat akan mendirikan Rumah Kreatif untuk menjadi wadah bagi pelaku usaha lebih mudah mengembangkannya. Rencana itu disambut antusias oleh para mahasiswa peserta seminar khususnya kader Himapindo.

Achmad Hawanto selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur dalam sembutannya menyampaikan, terimakasih yang mendalam kepada para pembicara yang telah bersedia berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para pembicara. 

“Saya berharap para pembicara bisa menginpirasi dan berbagi ilmu kepada mahasiswa agar mahasiswa setelah lulus tidak disibukkan dengan melamar kerja akan tetapi sibuk dengan bisnisnya yang siap menampung tenaga kerja, tuturnya. Rabu, (27/3/2019).

Sementara itu, Budiyanto selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himapindo dalam pemaparannya menyampaikan bahwa, faktor yang mendukung keberhasilan pemuda dan mahasiswa Indonesia menjadi pengusaha ada 2 pendekatan. 

“Keberhasilan usaha sangat tergantung 2 pendekatan, pendekatan pertama adalah pendekatan ideologis atau fundamental bisnis dimana bertaqwa dan berdoa kepada Allah SWT mutlak harus dilakukan dan yang kedua harus selalu minta doa dan berusaha berbakti kepala kedua orangtua kita, jadikan orangtua kita raja, pasti akan selalu banyak kemudahan.

Sedangkan pendekatan kedua adalah pendekatan teknis, yaitu harus melakukan langkah-langkah teknis yaitu segera membuat badan hukum usaha, berteman dengan banyak pengusaha dan harus memulai kegiatan usaha, walaupun skalanya kecil,” tambahnya.

Tak kalah inspiratif Umi Tursini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa, bagaiamana agar ia bisa menjadi pengusaha yang sukses. 

Menurutnya, menjalankan bisnis harus mempunyai kemauan serta bisa membaca peluang. Adanya peluang akan membawa kita lebih kreatif dan kreatifitas bisa melahirkan sebuah peluang.  

“Oleh karena itu, maka jangan pernah takut untuk memulai suatu bisnis, karena kadang yang terduga malah ia yang menguntungkan. Akan tetapi, untuk menjadi pengusaha yang siap untuk bersaing, maka harus bisa merencakan strateginya,” paparnya.

Bahkan menurut Sekretaris Jenderal (Sekjend) Himapindo Eenk Heryono menambahkan, dengan dilantiknya pengurus daerah Himapindo Malang Raya ini, Himapindo bisa semakin konsen untuk membina kader-kadernya dengan lebih efektif dan kreatif untuk menjadi pengusaha sebelum sarjana.

”Harapan saya, Himapindo bisa berklaborasi dengan program Rumah Kreatif yang akan segera dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sehingga kader Himapindo lebih semangat lagi untuk menjadi pengusaha sehingga ikut serta dalam mewarnai Kebijakan Pemkot Malang di rumah kreatif nantinya,” tutupnya. (ari)

Continue Reading

EKONOMI

“Bumerang Petir”, Kuliner Anyar Bebek Bumbu Rendang di Surabaya

Published

on

Surabaya – Mahasiswa Magister Hukum Universitas Airlangga (Unair), R Fauzi Zuhri Wahyu Pradika, dan bersama rekannya, Frandiko Eka Putranto membuka usaha di bidang kuliner, dengan hidangan kulinernya yang bernama ‘Bumerang Petir.

Lokasi usahanya ini berada di Jl. Kebonsari LVK Barat No. 12, kelurahan Kebonsari kecamatan Jambangan kota Surabaya. 

Pria yang disapa akrab Dika ini mengatakan, Bumerang Petir ini sebenarnya sudah berumur 5 tahun dan usahanya pernah dirintis saat di bangku kuliah pada tahun 2013 lalu. Kemudian memutuskan untuk menjadi pegawai di salah satu perusahaan. 

Kuliner Surabaya, kata Dika, kota Surabaya terkenal dengan ragam olahan kulinernya. Utamanya kuliner di jenis makanan bebek.

“Yang membedakan dari tempat kuliner bebek lainnya, yakni, di bumerang petir bebeknya memakai bumbu rendang. Inilah ciri khas usaha kuliner kami yang siap memanjakan warga Jawa Timur terutama Surabaya,” ucapnya saat ditemui di lokasi. Rabu, (27/3/2019).

Lanjut Dika, dirinya menceritakan kenapa nama dan jenis usaha kulinernya dinamai ‘Bumerang Petir’, inspirasi didapat dari kata “bebek bumbu rendang pedas tiada akhir”, jika disingkat (Bumerang Petir). Dan menjual bebek itu merupakan resep dari ayahnya.

“Maka dari itu, kami tidak kebingungan untuk menyediakan varian hidangan bebek yang disajikan. Diantaranya dengan level pedasnya mendung, petir 1, petir 2, petir 3, dan bledhek. Sehingga ini varian hidangan yang pas dari sesuai nama usaha kuliner kami,” terang Owner Bumerang Petir tersebut.

Hal senada dengan Dika, Diko yang sebagai rekannya menjelaskan bahwa, jika diruntut lebih dalam lagi, belum ada usaha kuliner di Surabaya yang mengambil konsep bumbu rendang level pedas dari unsur cuaca. Inilah yang membuat usahanya bertahan sampai sekarang dan meraup untung tiap bulan yang begitu besar.

“Tidak hanya bebek saja yang kami sajikan, yakni ayam kampung juga. Harga juga cukup terjangkau, untuk bebek kami bandrol 25 ribu, sedangkan ayam kampung harganya 22 ribu, cocok untuk penikmat kuliner yang suka makanan anti mainstream dengan ciri khas level pedasnya dan tinggal lebb..!!!,” ujarnya.

Bumerang petir, kata Diko, bisa dipesan melalui via Go-Food by GoJek dan GrabFood. Adapun dari media sosial, bisa diakses via Instagram @bumerangpetir , Whats App 082142590226 / 085606252542 , dan Facebook Bumerang Petir.

Pesan untuk milenial, kata Dika, awalnya ia seorang pegawai Bank dan Diko seorang pegawai di perusahaan pengelola tol, namun 3 tahun berikutnya, dirinya mengalami kebosanan, ingin menjalankan rutinitas secara bebas. Dan akhirnya memutuskan untuk terjun di dunia usaha kembali, supaya menjadi Bos dalam suatu usaha walaupun itu tergolong masih kecil dan mempunyai beberapa pegawai.

“Jadi kaum milenial hari ini harus menerapkan jiwa milenialnya yang memiliki berbagai inovasi dan kreativitasnya, karena persaingan kerja semakin ketat, dan juga dituntut globalisasi untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Apalagi perkembangan era digitalisasi kian pesat, maka banyak keuntungan yang didapat dari era digital ini dari produk dan karya kaum milenial yang mudah dipasarkan dan dikenalkan,” tutupnya.

Yoiki #BebekRendangeSuroboyo dijamin #RendangnyaNendang #PedesnyaMakBlesss! (ari)

Continue Reading

EKONOMI

Hima Prodi Akuntansi Unusida Gelar Olimpiade Akuntansi 2019 Se-Sidoarjo

Published

on

Sidoarjo – Telah Terlaksana Olimpiade Akuntansi ke-II 2019 tingkat SMA/SMK/MA (Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah) Se-Sidoarjo. Yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama’ Sidoarjo (Unusida).

Yang bertemakan “Reach Achievement With Accounting”, dimana pelaksanaannya pada diadakan di gedung Rahmatul Ummah di Perumahan Bluru Kidul. Yang telah diikuti oleh beberapa sekolah-sekolah yang ada di Sidoarjo.

Dalam olimpiade ini memiliki 3 tahap, yaitu tahap pertama, mengerjakan soal pilihan ganda, tahap ke dua mengerjakan soal uraian dan dilanjutkan oleh tahap terakhir, dimana tim yang masuk final ini, diuji pengetahuan Akuntansinya oleh 3 juri dari dosen Akuntansi yakni, Bu Yuni Purnama Sari, S.E., M.Ak. dan Chairil Anwar, S.P., M.Ak. serta Dian Fahriani, S.E., M.SA dalam sesi cerdas cermat.

Olimpiade Akuntansi 2019 ini dihadiri Ormawa-ormawa (Organisasi Mahasiswa) di Unusida serta ukm-ukm (Unit Kegiatan Mahasiswa) di Unusida dan Dekan Fakultas Ekonomi, Ibu/Bapak Dosen Akuntansi serta Wakil Rektor II UNUSIDA sebagai pembuka acara Olimpiade Akuntansi 2019 di UNUSIDA.

Dalam Olimpiade ini juga menampilkan ukm-ukm yang terdapat pada Unusida seperti, UKM Tari, UKM Pagar Nusa dan UKM Teater Sae. Acara ini berjalan dengan lancar, dimana yang telah dipaparkan Raudhlotul Jannah selaku Ketua Pelaksana Olimpiade Akuntansi 2019, “Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, walau keterbatasan Panitia, namun panitia mampu menghandel acara sampai selesai,” ucapnya. Rabu, (06/2/2019).

Final dari olimpiade ini terdapat 5 tim yaitu tim dari sekolah, MA Islamiyah Tanggulangin, MA Nurul Huda Sedati, MA Unggulan Tlasih, SMA Hangtuah 5, dan SMK Plus NU Bluru. Dari 5 tim tersebut keluarlah 3 tim sebagai pemenang olimpiade akuntansi 2019 di Unusida yakni, juara 1 diperoleh dari sekolah MA Islamiyah, juara 2 diperoleh dari sekolah SMK Plus NU Bluru , dan juara 3 diperoleh dari sekolah MA Unggulan Tlasih.

Adapun pesan motivasi dari ketua pelaksana untuk tim yang menang dan kalah, “tetaplah berprestasi dengan akuntansi, jangan pernah berhenti walau gagal satu kali. Karna kegagalan sekarang adalah salah satu proses menuju keberhasilan yang akan datang,” tuturnya

Ucapan terimakasih yang dilontarkan ketua pelaksana ketika melaporkan laporan acara, “saya sangat berterimakasih kepada seluruh panitia yang berkerja keras demi terlaksananya olimpiade akuntansi ini, terimakasih juga untuk kaprodi akuntansi bapak Mohammad Taufiq, S.Pd., M.Pd serta pembimbing olimpiade ibu Erlyna Tri R. S.E., M.Ak. juga terimakasih kepada sponsorship, Dinas Pendidikan Sidoarjo, Bank BPR Delta Artha, Indomaret, Kimia Farma, Talita Puding, Cleo dan PT. Sekawan. Serta hadirin yang berada disini,” terangnya.

Harapan dari Dina Wahyu Dwiarti selaku Ketua Hima Prodi Akuntansi periode 2018-2019 terhadap acara ini, “saya berharap acara ini bisa menjadi contoh dan tolak ukur bagi kepengurusan Hima Prodi Akuntansi kedepan. Agar di tahun depan dapat terlaksana kembali acara Olimpiade Akuntansi ke-III, bahkan dengan acara yang lebih baik lagi,” tutupnya. (ari)

 

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending