Connect with us

NASIONAL

Gerakan Pemuda Siaga Wujudkan Cita-cita Luhur Pendiri Bangsa

Published

on

Jakarta – Gerakan Pemuda siaga (GPS) kembali menggagas kajian rutin Sabtu 12/1/2019. Kajian yang dihadiri oleh Ahmad Lohy selaku narasumber dari Forum Keadilan mengangkat tema besar “Kebangsaan”. Akar sejarah dan cita-cita luhur para pendiri bangsa sejatinya wajib untuk dikenang dan dikisahkan sepanjang generasi, agar Bangsa ini tetap disiplin berada pada jalur semestinya, ujar Ahmad Lohy membuka pembicaraanya. Kajian rutin GPS yang dilaksanakan di Rumah Siaga sore ini dipandu oleh moderator enerjik M. Hasan Minanan.

Ahmad Lohy dalam pemaparannya mengingatkan pemuda agar peduli dan menyadari akan arah perjalanan bangsa yang harus diluruskan sesuai akar sejarahnya. Banyak sekali peristiwa penting dalam sejarah bangsa yang belum terserap secara utuh ke publik. Pembicara menjelaskan secara runtut awal mula kolonialisme yang dilakukan oleh Bangsa Eropa dengan segala macam pola kolonilisasinya pada abad ke-15 hingga abad ke-19.

Ahmad mengisahkan para pemuda yang senantiasa berupaya memperjuangkan cita-cita luhur demi mengangkat harkat dan martabat Bangsa Indonesia saat itu menemukan momentumnya pada hari sumpah pemuda 28 Oktober 1928, sekaligus menjadi peristiwa bersejarah bersatunya seluruh pemuda pejuang kedaerahan di seluruh penjuru Nusantara, mengisahkan bagaimana para revolusioner dan tokoh-tokoh bangsa di awal-awal kemerdekaan meletakan dasar-dasar Negara paripurna yakni Pancasila dan UUD 1945.

Menariknya, pelaksanaan kajian rutin kali ini dihadiri tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan aktivis, tapi juga dihadiri oleh pelajar SMA dari beberapa sekolah di Jakarta. Bagi GPS, hal demikian menjadi fenomena positif pemuda dan pelajar berani muncul di tengah hiruk-pikuk ibukota yang secara psikososial cenderung apatis terhadap diskursus Kebangsaan, ujar ketua umum GPS Raditya Mubdi. Gerakan Pemuda Siaga wajib ikut serta turut berkiprah dalam proses perjalanan panjang bangsa indonesia mendatang.

Sebagai penutup, M. Hasan Minanan selaku moderator menyimpulkan bahwa sudah saatnya para pemimpin dan elit bangsa serta Pemuda Indonesia pada era industri 4.0 merefleksikan kembali definisi Kebangsaan hakiki yang dibangun atas nilai-nilai kebenaran universal yang harus diakui dan dihormati sebagai sebuah keyakinan atas kebesaran Tuhan yang Maha Esa. (ari)

NASIONAL

Ermalena: Generasi Muda Pemimpin Masa Depan Bangsa

Published

on

By

MAKASSAR – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Sulawesi Selatan menggelar Latihan Kepemimpinan Kader Madya (LKKM) di Demelia Hotel sebagai upaya penguatan kader di kalangan milenial, Sabtu (7/12/2019).⁣

Wakil Ketua DPP PPP, Ermalena saat membuka acara mengatakan LKKM merupakan jenjang perkaderan di PPP yang saat ini juga menjadi program unggulan partai berlambang kakbah itu.⁣

“Selain kita akan terus mempertahankan kader-kader militan di kalangan generasi lama, kita juga terus bertransformasi agar partai ini semakin dicintai di kalangan milenial, itu merupakan tantangan,” paparnya.⁣

Dirinya optimis, partainya kedepan akan lebih maju lagi sehingga kedepan bisa lebih banyak berkontribusi bagi masyarakat Indonesia. ⁣

“Perkaderan ini akan menjadi fokus kita, dan PPP akan melibatkan mereka dalam setiap program-program yang dicanangkan, itu harus dilakukan karena generasi muda merupakan pemimpin masa depan bangsa,” katanya.⁣

Sementara itu, Ketua DPW PPP Sulsel, Muhammad Aras mengatakan LKKM menjadi ajang penguatan kader setelah sebelumnya mereka melakukan LKKD sebagai jenjang perkaderan PPP yang paling dasar. ⁣

“Di jenjang ini (LKKM), selain merupakan pelatihan untuk penguatan ideologi, mereka juga diberi materi-materi penerapan yang lebih aplikatif sehingga para kader yang sudah mengikuti pelatihan ini bisa menerapkannya di masyarakat. Mereka dilatih untuk menjadi pemimpin di masyarakat, sehingga kedepan partai ini bisa melahirkan pemimpin bangsa,” kata Anggota DPR RI Komisi V ini.⁣

Selanjutnya, kata Aras, kader yang telah mengikuti jenjang LKKM akan dikirim ke DPP PPP untuk digembleng di jenjang perkaderan yang lebih tinggi, Latihan Kepemimpinan Kader Utama (LKKU).⁣

“Setelah mengikuti semua jenjang perkaderan itu diharapkan para kader akan menjadi generasi unggulan partai yang bukan saja bisa memajukan partai ini, tapi bisa berkontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa,” pungkasnya.⁣

Sementara itu, kader muda PPP, Muhammad Ramli mengatakan dirinya yakin PPP kedepan akan memiliki format baru yang bisa menciptakan generasi milenial yang kreatif dan produktif. Apalagi saat ini generasi Indonesia menghadapi tantangan era industri 4.0.⁣

“Oleh karena itu, para kader muda PPP harus dibekali dengan wawasan yang luas agar bisa berinovasi, tentunya dengan tanpa menghilangkan ideologi Islam, sebagai asas partai ini,” pungkasnya. (rml)

Continue Reading

NASIONAL

Ketua Umum PB HMI Lantik Pengurus HMI Cabang Padang

Published

on

Padang – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam melantik Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Padang Periode 2019-2020. Pelantikan ini mengambil tema “Transformasi Gerakan Kader HMI melalui Implementasi Khittah Perjuangan”. Sebagai Cabang yang mempunyai sejarah besar terhadap pergolakan HMI ditahun 80-an, HMI MPO Cabang Padang kembali mengikrarkan diri di ranah Minang. (lebih…)

Continue Reading

NASIONAL

Beritanya Soal LGBT Dipelintir, Arsul: Ini Jelas Framing

Published

on

By

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen) Arsul Sani angkat suara terkait adanya framing dan pemelintiran berita terkait statemennya di sejumlah media yang menyebutkan bahwa PPP tidak terima lebian, jaga Gay, Biseks dan Transgender atau LGBT menjadi PNS di Kejaksaan Agung.

Untuk diketahui, di beberapa media beredar berita yang memuat penjelasan Arsul Sani, terkai larangan orang berstatus LGBT sebagai diskriminasi. Bahkan ada berita yang diturunkan dengan judul “Politikus PPP Tidak Terima LGBT jadi PNS Kejaksaan Agung”.

Untuk itu, Arsul Sani menyampaikan bahwa pemberitaan seperti ini jelas merupakan framing dan pemelintiran tehadap apa yang disampaikannya Kamis (21/11/2019) lalu di Komplek DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Menurut Arsul, yang ia sampaikan saat diwawancarai wartawan sehubungan dengan pandangan dari Ombudsman RI (ORI) menyatakan bahwa larangan itu adalah diskriminatif. Karena ORI sebagai institusi pengawasan pemerintahan menyatakan demikian.

“Maka Kejaksaan Agung harus menjelaskan soal kebijakan ini agar tidak dinilai diskriminatif. PPP sendiri melihat soal ini paling tidak pada dua hal. Pertama, penyandang LGBT dengan riwayat perbuatan cabul memang harus dilarang. Kedua, proses penerimaan CPNS harus memperhatikan betul soal LGBT ini seperti melalui pemeriksaan psikologis atau kejiwaan dan lain sebagainya,” jelas Arsul Sani.

Arsul Sani menegaskan PPP bahkan merupakan fraksi yang mengusulkan perluasan Pasal terkait orang dengan status LGBT dan berperilaku cabul dalam RKUHP.

“Jadi tidak sekedar dilarang sebagai ASN tapi PPP juga menginginkan agar hal terkait dengan perbuatan cabul LGBT ini diancam pidana melalui pengaturan di KUHP,” pungkas Arsul yang juga Wakil Ketua MPR RI ini. (HMS)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending