Connect with us

RAGAM

GPS Hadir Sebagai Wadah Intelektual Untuk Perkaya Literasi

Published

on

Jakarta – Kelompok diskusi Gerakan Pemuda Siaga dengan resmi dilaunching dengan pemotongan pita, lalu dilanjutkan dengan diskusi dimulai jam 7 malam pada hari Rabu 2 Januari 2019 di Jalan Siaga 2 No 40 Pajaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu kota Jakarta Selatan. Tema yang diangkat tentang Merawat Toleransi Demi Menjaga Keutuhan NKRI.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Siaga (GPS) Raditya Mubdi menyampaikan dalam sambutannya bahwa, organisasi ini bertujuan memberi arah baru bagi Indonesia dan optimis akan memberi manfaat bagi generasi muda. “Dan untuk memperkuat khasanah keilmuan serta memperkaya literasi melalui program kerja yg sudah di tetapkan,” tegasnya. Rabu, (02/01/2019).

Diskusi dimulai dengan pemateri dari Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi dan Pimpinan Redaksi Tabloid Pesantren Kita sekaligus Direktur Eksekutif LAPMI PB HMI 2016-2018 Muhammad Shofa.

Turut hadir juga Ketua Presidium PP GMNI 2016-2018 Chrisman Damanik, Ketua Presidium PP PMKRI periode 2016-2018 Angelius Wake kako, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) 2013-2017 Karman BM, Ketua Umum Pimpinan Pusat HIMMAH periode 2016-2019 Aminullah Siagian dan Beni Pramula Presiden Asian-African Youth Goverment (AAYG) sekaligus Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Periode 2014-2016.

Sementara itu, Bursah Zarnubi juga menyampaikan, yang harus diperhatikan adalah tatanan sosial dengan adanya perkembangan teknologi, untuk itu dituntut bagi kita untuk merawat demokrasi dengan bersedia terbuka satu sama lain. 

“Karena merawat toleransi ongkosnya tinggi. Saya berharap, budaya diskusi dan literasi seperti ini sangat penting dan harus ditingkatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut. Muhammad Shofa juga mengatakan, pada hakikatnya, toleransi sudah terbangun dan cikal bakalnya sudah ada di Indonesia. Kita tidak perlu mencontoh model toleransi ke Europa. 

Di dalam merawat tolerasi, lanjut Shofa, perlu menyaring kembali informasi dari media terutama media online karena perkembangan media online hari ini sangat pesat. Berbeda dengan perkembangan media cetak. 

“Namun media online ini banyak yang tidak akurat dan perlu menganalisis kembali media yang akan dibaca agar tidak terpengaruh dengan berita yang memecah belah keberagaman di Indonesia,” ucapnya.

Perlu diketahui, kesuksesan acara ini juga berkat sesosok Cak Anam yang selaku moderator sangat lihai memainkan forum sehingga acara berjalan lancar dan interkatif. (ari)

RAGAM

Catatan Kecil Perjalanan MRD Dampingi SBY Tour de Toba

Published

on

By

Suritauladan, bukan Pencitraan

“Rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki humanisme tinggi sebagai bentuk suritauladan kepada rakyat yang bersifat alami dan bukan niat pencitraan”.

Kata itu disampaikan Putra Terbaik Papua yang juga Ketua Umum DPP KNPI 2015-2018 Muhammad Rifai Darus selama mendampingi Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Tour de Toba.

Berikut Cerita MRD seperti disampaikan pada lintasparlemen.com, Medan (22/1/2019):

Saya punya dedikasikan kepada pak SBY atas sebuah kejadian yang tak terduga tatkala perjalanan Tour de Toba memasuki kabupaten Asahan – Sumatera Utara.

Selasa, 22-1-2019
Pukul 08.30 WIB

Ketika Sekjend DPP Partai Demokarat Bung Hinca Pandjaitan membisikkan ketelingaku. “Ayo Fai, sebelum pak SBY bergerak menuju lokasi kegiatan, kita bergerak duluan agar kau bisa jumpa mamakku ( ibu ),” kata Bung Hinca mengajakku.

Maka bergegaslah kami menuju rumah Sekjen Demokrat (Bung Hinca) didampingi istri beliau dan beberapa sahabat pengurus DPP Partai Demokrat (PD) dengan menggunakan 3 kendaraan.

Pagi itu, perjalanan dari tempat kami menginap menuju rumah Mamak (Ibu Bung Hinca) sekitar 10 menit, dan aparat kepolisian dan aparat lainnya sudah bersiap di sepanjang jalan untuk mengatur kelancara perjalanan dari Presiden RI ke 6 bapak SBY.

Pukul 08.40 WIB

Kami tiba di rumah sekjen DPP PD itu, lalu berjumpa dengan Mamak yang sudah sepuh yang sedang duduk di kursi.

Adalah Bung Hinca, seorang anak dengan posisi Sekjen PD bahkan pernah memimpin Ketua Umum PSSI dan posisi tertinggi di negeri ini.

Namun saat balik ke rumah dan bertemu Mamaknya tetap santun dan berbicara dengan bahasa yang lemah lembut penuh rasa kasih sayang.

“Aku sejak kecil dilarang merokok sama Mamakku, dengan alasan akan menghabiskan uang dan datangkan penyakit,” kata bang Hinca menjelaskan dan diamini oleh Mamaknya dengan senyuman manis dan melirik anaknya.

“Ibu-ibu sekalian, nanti Bapak SBY akan lewat jalan depan rumah kita ini menuju lokasi kegiatan. Pak SBY akan perlahan-lahan mobilnya dan kita semua berdiri di pinggiran aja yah, sambil melambaikan tangan saja yah,” penjelasan Sekjen Hinca kepada yang hadir mayoritas ibu-ibu alias emak-emak.

(Banyak kehidupan Sekjen Hinca yang diceritakan kepada kami tentang masa kecilnya bersama kawan-kawannya yang hadir sebagai saksi dan sangat menarik dan mengharukan).

Tak lama kemudian,

tepat pukul 09.00 WIB

Pak SBY beserta Ibu Ani dan mas Ibas sudah bergerak (Kita tahu betul Pak SBY sangat on time dalam segala kegiatan) dan akan melewati jalan yang sedang kami berdiri dan siap melambaikan tangan sesuai arahan Sekjen Hinca tadi.

Namun apa yang terjadi, tepat kendaraan Pak SBY dan Ibu Ani di depan rumah Mamak Sekjen Hinca, Pak SBY menghentikan kendaraanya dan langsung turun.

Sontak masyarakat histeris dan bergerak mengerumini pak SBY dan Ibu Ani serta mas Ibas.

Kejadian ini di luar agenda, karena Pak SBY berhenti dan turun menemui masyarakat. Termasuk kami menanti rombongan, beriring-iringan.

Melihat kejadian ini tak sedikit ibu-ibu yang hadir meneteskan air mata antara kaget, senang, bahagia dan sebagainya bercampur menjadi satu.

Dengan sikap Ta’zim Pak SBY dan Ibu Ani bersalaman dan berpelukan dengan Mamak Sekjen (bahkan mata Sekjen Hinca pun berkaca-kaca karena tidak menduga kejadian ini).

Masyarakatpun meminta salaman dan bersuka cita.

Sebuah sikap yang merupakan suritauladan telah diberikan oleh Pak SBY dan Ibu Ani terhadap bangsa ini.

Di saat kita kehilangan sosok pemimpin yang selalu berikan contoh kehidupannya.

Sikap Ta’zim pak SBY inilah yang disebut suritauladan yang harus dimulai dari para tokoh dan elit bangsa ini.

Semoga generasi muda dapat memetik hikmah dan mengambil pelajaran yang baik dari semua sikap yang SBY kerjakan.

Tidak sampai 7 menit, akhirnya rombongan bergerak menuju sebuah klinik untuk meresmikan program rehabilitasi bagi bahaya narkoba yang menjadi musih kita generasi muda indonesia saat ini.

Mari bangun Indonesia dan jangan rusak masa Depan dengan. Mendekati apalagi mengkonsumsi Narkoba.

”Hormati dan hargai orang tuamu, karena tanpa do’anya maka tidak ada masa depanmu”

MRD

Continue Reading

HUKUM

Program P3 TGAI Dilaporkan LSM di Jombang

Published

on

Jombang – Menindaklanjuti laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Pengawas Anggaran dan Aset Nasional Indonesia terhadap Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3 TGAI) Desa Barongsawahan Aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ditanggapi oleh Achmad Hidayat sebagai Tenaga Ahli DPR RI Dari Henky Kurniadi.

“Laporan itu salah alamat, dan terkesan ‘cari-cari’,  karena program sudah diawasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bersama Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah, Pembangunan Pusat-Daerah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (TP4D Kejati Jatim) sehingga ‘clear’, buktinya juga tidak ada,” pungkas Achmad dalam keterangan tertulisnya. Senin, (21/01/2019).

Achmad menjelaskan, memang ada laporan itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, sehingga dirinya hingga Kepala Desa (Kades) dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) sudah mendatangi Kantor Kejari untuk klarifikasinya dan hasilnya “clear”.

Lanjut Achmad, dirinya mengungkapkan, supaya tidak ada oknum yang berusaha mencari keuntungan maupun memperkeruh suasana dalam tahun politik, selain itu juga mengajak supaya pelapor beradu data.

“Apabila tuduhannya tidak terbukti, kami tuntut balik karena memberikan informasi Palsu,” imbuhnya.

Tambah Achmad, dirinya mengingatkan bahwa, semua berupaya keras serta berkomitmen agar program pemerintah melalui aspirasi DPR RI, dapat dilaksanakan dengan baik berdasar petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak juknis), “selain itu juga mengawasi secara optimal baik capaian fisik maupun kelengkapan administrasinya,” tegasnya. (ari)

Continue Reading

RAGAM

MUI Apresiasi Kapolda Jatim Berhasil Ungkap Jaringan Prostitusi Online Libatkan Artis

Published

on

By

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Luki Hermawan yang berhasil mengungkap jaringan prostitusi online yang melibatkan para artis dan model.

Bisnis prostitusi ini sudah sangat mengkhawatirkan karena pelakunya melibatkan publik figur dan kalangan artis sebagai pekerja seksual (PSK).

Hal ini dapat berakibat buruk terhadap para remaja kita, karena dikhawatirkan mereka meniru gaya hidup seperti itu. Apalagi dengan tawaran imbalan yang sangat fantastis.

“Untuk MUI meminta kepada Polri untuk menuntaskan masalah ini dengan serius dan sungguh-sungguh,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi pada wartawan, Senin (21/1/2019)

Zainut menyampaikan, MUI berharap kasus ini terus dikembangkan untuk dapat menjerat bukan saja kepada para pelaku tetapi juga semua pihak yang terlibat dalam bisnis prostitusi tersebut.

“MUI sangat prihatin dengan semakin maraknya praktik kehidupan yang melanggar nilai-nilai agama, etika dan susila. Berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran nilai-nilai susila seringkali terjadi di sekitar kita, misalnya ; maraknya perilaku seks bebas, hubungan sesama jenis, perdagangan orang, prostitusi, penyalahgunaan narkoba dan lain sebagainya,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PPP ini, MUI mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali kepada jati diri bangsa yaitu Pancasila dan nilai-nilai agama agar terjauh dari perbuatan yang dapat merusak martabat manusia.

Seperti diwartakan, pihak kepolisian telah menangkap empat muncikari prostitusi online artis. Terakhir, penangkapan dilakukan terhadap seorang wanita bernama Windy, Kamis (17/1/2019).

Namun ternyata masih ada dua muncikari lagi yang masih berstatus DPO dan sedang dikejar oleh polisi.  (H3)

 

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending