Connect with us

TEKNOLOGI

Habib Aboe: Masak Ada Istilah “Menyiram” tanpa Sengaja?

Published

on

JAKARTA – Habib Aboe Bakar Alhabsyi tidak terima dengan tuntutan yang diterima penyerang Novel Baswedan. Di mana penyerang itu hanya dituntun 1 tahun penjara.

“Mendengar tuntutan 1 tahun untuk penyerang Novel dengan alasan tidak sengaja melukai mata, ini sangat mengoyak rasa keadilan masyarakat. Seolah tindakan para penyerang Novel ini dapat dimaklumi dengan alasan ketidaksengajaan,” jelas Habib Aboe pada wartawan, Jumat (12/6/2020).

Habib Aboe menyampaikan, perlu diingat bahwa dalam teori ilmu hukum pidana dikatakan “tiada pidana tanpa kesalahan” (geen straf zonder schuld). Kesalahan, disini dapat berupa dua dimensi faset, yakni pidana kesalahan akibat “kesengajaan” (dolus) dan pidana kesalahan akibat “kelalaian”.

“Jadi jika dikatakan tindakan penyiraman ini tak sengaja, seolah ingin menghilangkan unsur dolus dalam pidana,” ujarnya.

Seharusnya, sambung Habib Aboe, yang menjadi unsur penentu disini adalah faktor niat batin (mens rea) dari para pelaku.

“Apa memang ada penyiraman air keras dikakukan dengan tanpa sengaja ? Inikan bahasa sangat sederhana, masak ada istilah “menyiram” tanpa sengaja. Para pelaku yang membawa air keras, pada suatu subuh dengan mentarjet Novel, adalah indikasi kuat mens rea mereka. Bahwa secara sadar mereka melakukan perbuatan penyerangan terhadap Novel dengan alat air keras,” jelas politisi senior PKS ini.

Menurutnya, keputusan hakim tidak adil. Sejatinya hukum yang menjadi perhatian khusus publik harus ditegakan.

“Inilah yang terlihat mengoyak rasa keadilan masyarakat. Perkara yang sedang menjadi perhatian publik seperti ini seharusnya ditangani dengan baik. Kejaksaan seharusnya menyiapkan rencana penuntutan yang baik, jangan sampai seolah publik melihat ini hanya sebuah drama. Hal ini tidak baik untuk citra penegakan hukum di Indonesia. Jamwas dan Jaksa Agung perlu memberikan atensi pada kasus ini. Publik berhak tahu kenapa tuntutan kepada pelaku penyerangan penegak hukum bisa seperti itu. Jangan sampai nanti menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Indoensia,” papar Habib Aboe. (HMS)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TEKNOLOGI

Dewan Syura PKB Minta Tim Bedas kerja Keras Memenangkan Dadang-Syahrul

Published

on

By

Bandung — Menjelang pencoblosan Pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2020 Dewan Syuro DPP PKB, KH. Maman Imanulhaq, meminta Tim Bedas, untuk bekerja keras memaksimalkan semua potensi untuk memenangkan paslon nomor urut 3, HM. Dadang Supriatna dan H. Sahrul Gunawan dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bandung.

Arahan tersebut disampaikan Anggota DPR RI FPKB yang akrab disapa Kang Maman itu pada pertemuan terbatas dengan Tim Relawan Bedas pada Minggu (29/11) di Bandung.

“Kita tidak boleh lengah. Optimalkan semua potensi untuk meraih simpati masyarakat agar memilih Dadang-Syahrul,” tegasnya.

Masa injuri time ini sangat menentukan. Banyak masa mengambang yang belum menentukan pilihan.

Walau sudah ada yang menetapkan pilihan namun kemungkinan berubah pilihan di detik-detik akhir menjelang pencoblosan.

“Maksimalkan pemilih mengambang agar mayoritas masyarakat bisa kita tarik untuk memilih Dadang-Syahrul,” papar Kang Maman sambil meneriakan yel, “Kalau Bandung ingin maju, pilih nomer Tilu (tiga), ingin cerdas? Pilih Bedas.”

Kang Maman meminta Tim Bedas untuk terus bergerak meyakinkan pemilih untuk datang di TPS, memilih Dadang-Syahrul, dan mengawal suara sampai yakit bahwa pasangan ini dilantik jadi Bupati wakil Bupati Bandung.

“Pastikan semua pendukung Bedas terdaftar, pastikan datang ke TPS dan pastikan mencoblos nomor 3,” ujar tokoh Nasional asal Majalengka ini.

Kunjungan Kang Maman di Bandung merupakan rangkaian Safari Politiknya di Jawa Barat, setelah sebelumnya ia turun langsung memompa semangat Timses Paslon yg diusung PKB di Indramayu, Karawang, Sukabumi dan Cianjur. ⁩

Dampak terbesar yang ditimbulkan wabah kolektif adalah trauma sosial dan kelembaman untuk melakukan perubahan. Ada masyarakat yang tertutup menarik diri, dan ada yang menggunakan momentum ini untuk transformasi budaya. (MM)

Continue Reading

TEKNOLOGI

‘Seni Budaya dan Tari Daerah Itu Kekayaan yang Ada di Dalam Negeri’

Published

on

By

LUMAJANG – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB Drs HM Syaiful Bahri Anshori, MP meminta seluruh elemen menjaga kepunahan warisan leluhur aneka budaya seni dan tari di Indonesia. Itu disampaikan Syaiful saat merangkul tari Jaranan dalam opening seminar daring di era Pandemi bersama Kemkominfo dan BAKTI di kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (28/11/2020) malam. 

Menurut Syaiful pelestarian budaya Indonesia sangat penting, mengingat seni budaya dan tari di daerah merupakan kekayaan kesenian yang ada di negeri ini. Seni budaya dan tari juga sebagai perekat penghibur masyarakat.

“Kesenian tari lokal saya sengaja hadirkan di seminar daring ini sebagai bentuk pelestarian, kalau kita cuek ini berarti ancaman kehilangan kesenian daerah,” kata Syarif pada wartawan usai acara seminar.

Syarif yang juga alumi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (IKA SUKA), mengungkapkan  penguatan seni tari budaya daerah bukan kali pertama ini dirinya gelar. Ia sengaja undang di setiap kegiatan di daerah pemilihan (Dapil)  baik di kabupaten Lumajang maupun di kabupaten Jember.

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) ini berpesan, jangan sesekali melupakan budaya dan seni yang di sekitarkan. Alasan itu, ia selalu tampilkan di setiap acara. 

“Kita harus jaga, kalau bukan kita siapa lagi tetap melestarikannya,” terang pria asal kabupaten Jember ini.  

“Dan tarian khas daerah kabupaten selalu saya hadirkan baik seminar, sosialisasi 4 Pilar ataupun kegitan lainnya,” tegas Syaiful yang pernah menjabat Ketua Umum PMII ini. 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Ketua komunitas kesenian tari Jaranan Tini Riati di desa Sidomulyo, kecamatan Pronojiwo, Lumajang menjelaskan bahwa tarian ini merupakan peninggalan sejarah kerajaan Majapahit dan keberadaannya masih ada disebagian daerah selatan di pulau Jawa.

“Tari Jaranan ini terdiri dari tari Jatil, Celeng, Barong Cokot dan Barong Nogoan yang berkembang sejak jaman Majapahit. Untuk saat ini masih berkembang di selatan pulau Jawa, khususnya di Lumajang berkembang di bagian selatan yaitu kecamatan Pronojiwo,” kata Tini.

Tini mengucapkan terimkasih kepada Syaiful Bahri Anshori selaku Anggota DPR yang terus ikut melestarikan budaya lokal. Selain itu, ia merasa bangga bisa menghibur masyarakat meskipun melalui internet.

“Saya berharap penguatan terus dilakukan oleh wakil rakyat terlebih pemegang kebijakan di pemerintahahan,” harap Tini. (SA) 

Continue Reading

TEKNOLOGI

Pemerintah Didesak Buat Skala Prioritas PMN untuk BUMN

Published

on

By

JAKARTA – Pengucuran dana penyertaan modal negara (PMN) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), semestinya lebih selektif dan memprioritaskan pada hal-hal yang strategis. Selain membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), PMN yang tidak selektif berpotensi merugikan negara.

Anggota Komisi VI dari Fraksi PKS, Amin mendesak pemerintah untuk menetapkan skala prioritas dalam penyuntikan dana PMN untuk BUMN. Ia juga mendesak agar ada evaluasi yang terukur yang dilakukan lembaga independen yang memiliki reputasi bagus bagi setiap BUMN penerima PMN.

“Evaluasi penting agar pengelola BUMN bertanggung jawab atas setiap rupiah dana PMN yang diterima. Bagaimana BUMN mau mandiri dan go internasional jika masih selalu membebani APBN,” tegas Amin.

Potensi kerugian yang dimaksud Amin didasarkan pada fakta bahwa dana rakyat yang disuntikkan ke BUMN tidak sebanding dengan deviden yang diterima negara dari BUMN. Fakta lainnya, mayoritas BUMN yang selama ini menerima suntikan dana PMN kinerjanya tidak membaik bahkan masih tetap rugi.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dalam 10 tahun terakhir, yaitu 2010-2019, total hasil investasi yang diperoleh pemerintah dalam bentuk deviden sekitar Rp174 triliun atau Rp17,4 triliun per tahun.

Sementara itu, nilai aset BUMN pada 2019 sekitar Rp8.000 triliun, atau rata-rata sekitar Rp5.000 triliun sepanjang periode 2010-2019. Dengan demikian, kemampuan aset tambun itu dalam menghasilkan laba bagi pemerintah dalam bentuk dividen hanya 0,36% per tahun.

“Tingkat pengembalian tersebut tentu saja sangat kecil. Padahal, masih ada dana lain yang digelontorkan oleh pemerintah selain penyertaan modal, yaitu pinjaman,” ungkap Amin.

Terlebih APBN saat ini dan diperkirakan hingga beberapa tahun ke depan mengalami defisit yang cukup besar. Hingga akhir Agustus lalu, defisit APBN 2020 sudah mencapai Rp500,5 triliun. Padahal mulai September hingga Desember tahun 2020 pemerintah membutuhkan utang Rp530 T untuk menambal defisit tahun ini.

Bukan hanya itu, dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan, keseimbangan primer hingga 31 Agustus 2020 sudah minus Rp303,99 triliun. Keseimbangan primer adalah jumlah pendapatan dikurangi jumlah belanja diluar pembayaran bunga utang. Dengan demikian untuk membayar bunga utang lama pemerintah terpaksa menggunakan utang baru alias tutup lubang gali lubang.

Terkait prioritas BUMN mana saja yang diberikan PMN, menurut Amin setidaknya menyangkut tiga sektor, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, dan penguatan ekonomi rakyat. Amin menyontohkan Permodalan Nasional Madani (PNM), BUMN yang menyalurkan pembiayan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Berdasarkan rilis PNM tahun 2020, BUMN tersebut menyalurkan dana yang dibutuhkan UMKM hingga Rp7,65 triliun lewat pembiayaan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera. BUMN lainnya yang juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit UMKM adalah perusahaan penjaminan PT Jamkrindo dan PT Askrindo (Persero) sebagai anak usaha dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI). (A3)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending