Connect with us

POLITIK

Hadrean Renanda di Kampanye Terakhirnya Adakan Nobar bersama Warga Surabaya

Published

on

Surabaya – Kampanye terakhir, tepat pada tanggal 13 April 2019, Hadrean Renanda bersama warga kelurahan Lidah Wetan kota Surabaya adakan Nonton Bareng (Nobar) Debat Pamungkas Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Lidah Wetan Gang I kecataman Lakarsantri kota Surabaya.

Hadrean Renanda selaku Caleg DPRD Kota Surabaya dari PDIP Dapil V (Asemrowo, Benowo, Pakal, Sambikerep, Karang pilang, Dukuh Pakis, Tandes, Wiyung) nomor urut 3 mengatakan, acara di Lidah Wetan ini merupakan acara ke dua yang ia datangi dan silaturahmi bersama warga Lidah Wetan.

“Jaring aspirasi yang saya dapati disini ialah warga Lidah Wetan membutuhkan Gedung Serba Guna, karena satu-satunya kelurahan di  di kecamatan Lakarsantri yang tak memiliki Gedung Serba Guna. Saya berkomitmen akan merealisasikan gedung tersebut jika terpilih nanti,” ucap Hadrean saat memberikan sambutan. Sabtu, (13/4/2019) malam hari.

Ia menambahkan, berterimakasih pada warga yang antusias menyambutnya, baik itu kepada RT, RW, tokoh masyarakat, dan tokoh agama selingkup Lidah Wetan untuk saling menyapa dan silaturahmi menyambut pemilu 2019 yang akan segera tiba pada hari Rabu 17 April 2019.

“Sebagai kader muda partai politik, saya terus aktif untuk terjun melakukan pendidikan politik yang baik pada warga. Agar tujuan politik ini adalah  persatuan warga, yang niatnya baik dan suka cita memberikan makna tersendiri dalam pendidikan politik tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa semenjak hidupnya sudah dikelilingi dengan angka tiga (3), umurnya 33 tahun, masih muda dan juga sudah tua, karena akan memiliki 3 anak, yang penting istri tidak boleh berjumlah 3.

“Adanya musim kampanye bagi para caleg, sudah hal yang wajar bagi Caleg untuk menyampaikan janji-janji politiknya, sebagai penguat janji saya pada warga, sengaja saya undang wartawan agar disebarkan luaskan hasil beritanya, supaya warga ingat dan tagih janji saya ketika diamanahi menjadi Anggota Legislatif DPRD kota Surabaya periode 2019-2024 nanti,” tuturnya.

Dalam visinya Hadrean, ada 3 program kerjo bareng gae Suroboyo, membentuk komunitas kelompok RT untuk melakukan hal produktif melalui dana hibah dan Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) DPRD kota Surabaya. Kemudian memberdayakan masyarakat ekonomi dan kreatif untuk membentuk unit bersama memajukan ekonomi kerakyatan.

“Sama halnya Bung Karno pernah mengatakan, kita harus Berdikari (Berdiri Diatas Kaki Sendiri), artinya tidak menggantungkan orang lain, misal warga disini suka masak, ayo bareng-barwng buka usaha catering,” ajak pria yang disapa akrab Cak Hadrean ini.

Selanjutnya, mengingat basic dahulunya Cak dan Ning tahun 2005, ia menjelaskan krisisnya minat dalam dunia budaya, dalam program kerjanya, dirinya berupaya untuk menghidupkan dan melestarikan kembali budaya lokal surabaya.

“Untuk mempermudah doa dan dukungan warga, saya ikhlas menaruh nomor teleponnya di kartu nama saya, supaya warga tidak malu tidak sungkan untuk menghubungi saya jika dimintai tolong warga, sekedar ngopipun saya juga siap jika waktunya tepat.

Dan saya juga ragu jika calon anggota dewan tidak menaruh nomor handphone pribadinya, bisa-bisa caleg itu hanya memanfaatkan warga untuk menaruh suaranya dalam pemilihan aaja,” terang Hadrean.

Terakhir, ada 3 janji yang ia beberkan, pertama janji tidak akan mengganti nomor handphonenya dan siap untuk membalas bagi yang menghubunginya, kedua janji tidak akan terima suap, dan ketiga janji tidak akan memotong dana hibah dan jasmas. (ari)

POLITIK

Ini Alasan Pengurus Golkar Kirimkan Somasi untuk Airlangga

Published

on

By

JAKARTA – Pengurus Pleno DPP Partai Golkar kembali mengirimkan somasi kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Somasi dilayangkan karena perkembangan Partai Golkar yang semakin amburadul dan tidak ada tanda-tanda perubahan ke arah yang lebih baik. Sementara perkembangan politik menjelang pelfil presiden maupun Pilkada 2020 tetap berjalan cepat, namun Partai Golkar tetap berjalan di tempat.

“Somasi pertama telah dikirimkan pada tanggal 9 September 2019, namun tidak direspon oleh Airlangga Hartarto. Karenanya hari ini kita kirimkan kembali Somasi kedua pada 18 September 2019. Jika tidak juga diindahkan, pekan depan akan dilanjutkan langkah hukum perdata melalui lembaga peradilan,” ujar Tim Somasi Partai Golkar, Amriyati Amin, di Jakarta, Rabu (18/9/19).

Selain Amriyati Amin, Tim Somasi terdiri dari Cyprus Tatali, Emmalia Natar, dan Marleen Petta. Turut hadir Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Viktus Murin dan Dewan Pembina Kesatuan Perempuan Partai Golkar Ulla Nurachwati.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Viktus Murin menegaskan, berbagai dinamika seperti Mosi Tidak Percaya, Somasi pertama, hingga Somasi kedua yang dilayangkan kepada Airlangga Hartarto semata untuk menjaga harkat, derajat dan martabat ketua umum serta Partai Golkar sebagai partai politik tertua dan terbesar di Indonesia. Karena jabatan ketua umum merupakan amanah sekaligus posisi terhormat yang tak boleh disalahgunakan demi kepentingan egoisme pribadi.

“Tugas para kaderlah menjaga agar jabatan ketua umum tidak menjadi barang rendahan. Karenanya, jika seseorang yang memegang jabatan ketua umum banyak melakukan penyimpangan, para kader yang cinta Partai Golkar harus mengingatkannya. Siapapun yang menjadi ketua umum tidak boleh menutup mata, telinga dan hatinya dari berbagai peringatan yang disampaikan para kadernya. Karena itu, jika Airlangga Hartarto gentleman, ia harus menyikapi somasi ini dengan bijaksana,” tutur Viktus.

Lebih jauh Tim Somasi Cyprus Tatali memaparkan, somasi yang disampaikan pada dasarnya berlandaskan beberapa hal. Antara lain, Airlangga Hartarto telah merusak prinsip tata kelola organisasi dengan mengangkangi AD/ART beserta ketentuan peraturan organisasi lainnya. Sehingga membuat Partai Golkar berada dalam kondisi ‘hal ihwal kegentingan yang memaksa’.

“Akibat tidak menjalankan amanat Musyawarah Luar Biasa 2017, Airlangga Hartarto kini membawa Partai Golkar berada dalam situasi krisis kepemimpinan dan terancam mengalami stagnasi konstitusional-organisatoris. Airlangga juga mencampakan aspirasi Pengurus Pleno DPP Partai Golkar yang menuntut diselenggarakannya Rapat Pleno sebagai forum musyawarah organisasi sebagaimana diatur AD/ART,” papar Cyprus Tatali.

Atas kerusakan tata kelola organisasi dan kemunduran budaya demokrasi di tubuh Partai Golkar yang ditimbulkan Airlangga Hartarto, Cyprus mengajak pengurus DPD Partai Golkar di provinsi hingga kabupaten/kota untuk menyatukan energi kolektif demi menyelamatkan keutuhan Partai Golkar. Pengurus DPD bisa melakukan langkah konstitusional mendesak DPP melaksanakan Rapat Pimpinan Nasional, yang pelaksanaannya bisa dilakukan jika disetujui 2/3 DPD provinsi.

“Dewan Pembina juga perlu bertindak lebih tegas mengkritisi kepemimpiman Airlangga Hartarto, yakni dengan cara memediasi terselenggaranya Rapat Pleno yang dituntut mayoritas Pengurus Pleno DPP Partai Golkar. Dengan demikian badai kemelut Partai Golkar bisa segera berlalu,” pungkasnya. (dwi)

Continue Reading

POLITIK

Ini Faktanya, Kubu Airlangga Sudah Putus Logika

Published

on

By

JAKARTA – Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, pihak Airlangga Hartarto kian hari kian panik. Hal ini disebabkan oleh menurunnya legitimasi dan kepercayaan kader-kader Partai Golkar terhadap kepemimpinan Airlangga. Saat ini kondisi Partai Golkar sangat terpuruk, baik di tingkat atas hingga akar rumput, akibat lemahnya kepemimpinan Airlangga dalam mengelola partai secara baik dan benar.

Kepanikan tersebut terlihat dengan melakukan reproduksi ulang berita-berita lama, seperti pemberitaan pada bulan Agustus (3/8/19), atas dukungan 23 DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kemaritiman Junaidi Elvis menilai pihak Airlangga sudah dalam kondisi putus logika, sehingga berita-berita lama pun didaur ulang untuk mempertahankan gengsi kepemimpinan Airlangga, padahal itu semua hanya halusinasi.

“Saya kira itu sebagai upaya untuk menghibur diri mereka sendiri dengan igauan-igauan di siang bolong. Kami yakin, dukungan DPD Partai Golkar se-Jawa Tengah sudah berubah 180 derajat, posisi hari ini dan sampai Munas nanti DPD Partai Golkar se-Jawa Tengah solid mendukung dan memenangkan Mas Bambang Soesatyo sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024,” tegas Elvis.

Menurut Elvis, optimisme ini buah dari kerja keras, langkah komunikasi yang intensif dilakukan oleh Bamsoet dan Tim Pemenangannya. “Kami menkonfirmasi tentang pemberitaan tersebut kepada Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardono, beliau membantah, itukan berita lama, kondisi sekarang telah mengalami perubahan yang signifikan, bahwa DPD Partai Golkar se-Jawa Tengah solid dan bulat dukung Bamsoet,” tegas Elvis.

Dalam pandangan Elvis, Partai Golkar harus berubah, tidak bisa lagi dikelola dengan cara-cara usang, ketua umum Parta Golkar harus membumi, cakap dalam komunikasi, mudah ditemui, tidak ada sekat dalam komunikasi, lugas dalam pergaulan sosial dan politik, serta memiliki visi yang jelas dalam memajukan Partai Golkar. “Hal-hal seperti itulah yang disadari dan diinginkan oleh DPD Partai Golkar seluruh Indonesia. Sosok Bamsoet menjadi pilihan yang tepat, terbukti dengan semakin membaiknya citra DPR di mata rakyat,” papar Elvis.

Dalam era keterbukaan saat ini, lanjut Elvis, tidak bisa lagi kita tutup-tutupi fakta mengenai kondisi DPP Partai Golkar. Kader, simpatisan Partai Golkar tahu buruknya kondisi Partai Golkar saat ini.

“Rapat Pleno saja sudah satu tahun tidak dilaksanakan, Rapimnas yang menjadi amanat konstitusi Partai Golkar tidak bisa dilaksanakan, serta berbagai pelanggaran AD/ART dilakukan oleh Airlangga. Tidak bisa lagi kita tutup-tutupi kondisi partai yang sebenarnya, seolah-olah tidak ada masalah,” sesal Elvis. (DWI)

Continue Reading

POLITIK

Kubu Airlangga Pelintir Penyataan ARB, Sirajuddin: Ini Sangat Menyesatkan dan Berbahaya

Published

on

By

JAKARTA – Pengurus DPP Partai Golkar Sirajuddin Abdul Wahab angkat suara terkait ternyataan Ketua Bidang Ekoraf DPP Partai Golkar, Ricky Rachmadi, yang menyebut adanya kecenderungan sejumlah DPD partai hingga mencatut nama-nama senior Golkar seperti Aburizal Bakrie (ARB) mendukung Airlangga Hartarto menjadi ketum, adalah ibarat seperti orang yang mengigau di siang bolong.

Menurut Sirajuddin, pernyataan ARB selaku Ketua Dewan Pembina Partai Golkar dalam kegiatan pembekalan Caleg DPR RI 2019-2024 di Jakarta, Ahad (15/9/2019), agar persaingan calon ketua umum tak membuat partai terpecah. Itu, kata Sirajuddin, merupakan himbauan umum yang sifatnya baik bagi semua kader dan masa depan partai.

“Namun hal tersebut dipelintir dan dipaksakan oleh mereka menjadi seolah-olah pernyataan dukungan,” kata Sirajuddin kepada Lintas Parlemen, Selasa (17/9/2019).

“Ini sangat menyesatkan dan berbahaya. Sebab cara-cara politik seperti itu justru yang akan menimbulkan perpecahan antar kader dan memicu sentiment antar senior di dalam partai Golkar. Cara seperti ini secara tidak langsung berupaya mengadu domba, menciptakan faksinasi, dan menarik paksa para senior partai untuk masuk dalam kubu yang bersaing,” sambung Sirajuddin.

Sirajuddin menyebutkan, cara politik Ricky tersebut untuk menunjukkan bahwa pihak Airlangga sedang panik dan frustasi. Kok bisa?

“Biasanya, orang panik itu kalang-kabut, sehingga apa saja yang bisa diraih dipegang. Panik karena kalah dukungan dengan Bambang Soesatyo, dan frustasi karena setiap hari ketua-ketua DPD satu persatu menyatakan dukungan ke Bamsoet,” ujar Sirajuddin.

Tak hanya itu, Sirajuddin juga menyampaikan, fenomena kader yang setiap hari menyatakan mosi tidak percaya kepada ketua umumnya dan menaruh harapan besar kepada Bamsoet agar mengambil alih kendali Partai Golkar memang sangat massif.

“Hal itu membuat pihak Airlangga semakin stress, dan untuk membendung itu, dengan masih dalam keadaan panik, mereka melakukan sumpah politik terhadap para pengurus DPD Partai Golkar,’ terangnya.

“Jika memang pihak mereka berani bertarung secara sehat, sebagaimana ajakan dari calon ketua umum Bambang Soesatyo, yaitu bersaing secara demokratis dan berjuang untuk perubahan yang lebih baik, seyogyanya mereka segera melakukan Rapat Pleno yang sudah satu tahun tidak pernah dilaksanakan. Namun, jangankan Rapat Pleno, bahkan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pun tidak mampu dilakukan sesuai amanat Konstitusi Partai Golkar,” jelas Sirajuddin.

Selain itu, lanjutnya, jika memang kepercayaan diri dari pihak Airlangga dengan berkoar-koar katanya dapat banyak dukungan DPD Partai Golkar Provinsi, Kabupaten/Kota, kenapa Munas harus dilaksanakan bulan Desember. Dengan perhitungan itu, harusnya mereka berani, bahkan minggu depanpun Munas dapat dilaksanakan.

“Artinya, dilihat dari pernyataan dan perilaku politik yang mereka tunjukkan, hanyalah pepesan kosong semata. Sama sekali tidak punya fakta, dan hanya berupaya menghibur diri aja. Dengan itu, nasehat saya kepada Bung Ricky Rachmadi, mendingan tidur dulu baru bermimpi,” pungkasnya. (dwi)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending