Connect with us

NASIONAL

Hasil Pleno DPP KNPI: Kongres KNPI XV Dipindahkan ke Jakarta 18-21 Desember 2018

Published

on

Jakarta – Kongres KNPI XV yang sedianya digelar di Aceh digelar 15-18 Desember 2018 dipindahkan ke Jakarta menjadi tanggal 18-21 Desember 2018. Hal itu sesuai rapat pleno DPP KNPI malam ini di Hotel Sopyan, Menteng, Jakarta (13/12/2018).

“Mempertimbangkan banyak hal, maka Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang digelar tanggal 15-18 Desember 2018 di Provinsi Aceh menjadi tanggal 18-21 bulan ini (Desember 2018). Adapun tempatnya bisa dilaksanakan Jakarta dan sekitarnya. Tergantung rapat besok antara SC dan OC (panitia kongres),” jelas Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus membacakan keputusan Kongres Aceh didampingi Sekjen DPP KNPI Sirajuddin Abdul Wahab dan Ketua Panitia Kongres KNPI XV Nevi Nevi Ervina.

Sebagai informasi, Kongres Aceh 2015 dan amanat Rapat Pimpinan Paripurna Nasional (Rapimpurnas) Pemuda/KNPI di Kota Batam, Provinsi Riau, 28-30 September 2018 lalu memutuskan Aceh sebagai tuan rumah. Tapi sayang, Aceh ‘belum siap’ menyelenggarakan ajang tersebut.

Padahal, pada Rapimpurna itu, Aceh bersedia menjadi tuan rumah kongres berikutnya seperti kesepakatan Kongres Papua tahun 2015 lalu. Aceh mengalahkan beberapa provinsi lainnya yang juga bersedia menjadi tuan rumah Kongres XV Pemuda/KNPI 2018.

“Kita tak bisa mundur lagi (Kongres KNPI). Karena cara kita ini harus dilaksanakan di bulan ini. Kita tidak bisa menunggu komunikasi semua pihak, termasuk dari pemerintah Aceh dan Pengurus KNPI Aceh. Maka waktunya akan bergeser terus,” papar Rifai yang juga Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat ini.

“Saya minta ke kawan-kawan untuk ‘Satu Nafas’, ‘Satu Energi’ dan ‘Satu Kebahagiaan’. Mari menuju kongres ini dengan enerji yang kuat bersama. Kita tak putus putus asa kongres digelar,” sambung Rifai.

Setelah penyelenggaraan kongres dipindakan ke Jakarta. Maka secara otomatis penyelenggaran kongres diambil alih oleh pengurus DPP KNPI.

“Setelah kongres kita ini dipindahkan ke Jakarta maka semuanya, terkait kesuksesan kongres KNPI adalah tanggung jawab penuh Pengurus DPP KNPI,” ujar Sirajuddin sekaligus menjabat Ketua Penyelenggara Kongres.

Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus (berdiri) didampingi Sekjen KNPI Sirajuddin Abdul Wahab (berpeci), Ketua OC Kongres Nevi Ervina dan Pengurus SC Muhammad Arfan Chaniago, Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

 

Kongres KNPI kali ini, mempertemukan dua kandidat kuat yakni Noer Fajriyansyah yang pernah menjadi calon anggota legislatif dari Partai PDIP di Pemilu 2014 dengan Haris Pratama yang kader Partai Golkar.

Dua kubu dalam satu koalisi, PDIP dan Golkar, akan saling bertarung untuk memperebutkan kursi KNPI-1. Kebetulan, Fajry dan Haris adalah alumni HMI.

Sementara kandidat yang ketiga yakni Jackson Andre William Kumaat. Adalah Jackson putra daerah Sulawesi Utara menjadi calon Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI. Kans Jackson cukup terbuka lebar.

Pihak Jackson menyampaikan, ada sekitar 40 OKP nasional dan hampir 10 DPD se-Indonesia sudah menyatakan dukungan, agar Jackson sapaannya memimpin organisasi pemuda ini selama 3 tahun ke depan. (Jodira)

 

NASIONAL

Respon Pernyataan Kepala BPIP, ART: Pancasila Tak Bisa Dipisahkan dari Agama

Published

on

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Rachman Thaha (ART) merespon pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi yang menyatakan bahwa agama jadi musuh terbesar pancasila.

Menurut ART, pancasila itu tidak bisa dipisahkan dari agama, karena kelima sila itu terilhami oleh nilai-nilai agama, terutama Islam.

“Saya tegaskan ya. Pancasila itu tak bisadipisahkan dari agama,” tegas ART dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Ia pun menyesalkan pernyataan seperti itu keluar dari lisan seorang Kepala BPIP yang seharusnya di garis terdepan menjaga dan membumikan nilai pancasila.

“Saya sesalkan, kenapa pernyataan seperti itu dinyatakan oleh seorang Kepala BPIP yang mestinya menggawangi pancasila itu sendiri,” ujarnya.

ART akan memaklumi jika pernyataan tersebut dilontarkan di lingkungan akademik dan menjadi diskursus di lingkungan kampus.

“Tapi beliau sekarang bukan seorang rektor lagi dan tidak sedang mengajar di hadapan mahasiswa. Beliau mestinya menyadari bahwa beliau adalah pejabat publik dan bicara di media,” terang Senator asal Sulawesi Tengah ini.

ART mengimbau, agar semua tokoh dan semua stakeholde
tidak membuat gaduh suasana bangsa dengan pernyataan-pernyataan yang kontroversi.

“Keadaaan Republik ini jangan selalu dibuat gaduh. Republik ini direbut dari tetesan darah dan yang berjuang adalah para tokoh agama yang ada di republik ini,” kata dia.

“Ini pernyataan harus di pertanggung jawabkan baik secara akedemik,” tegas ART.

Seperti diketahui, Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam suatu wawancara mengatakan ada kelompok yang mereduksi agama sesuai depentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” kata Yudian.[]

Continue Reading

NASIONAL

MASIKA ICMI dan ICMI Orwil DKI Jakarta Perkuat Sinergitas

Published

on

JAKARTA – Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (Masika ICMI) DKI Jakarta melakukan audiensi dengan Ketua ICMI Orwil Jakarta Prof Dr H Dailami Firdaus,SH,LLM di kampus Assyafiiyah Jatiwaringin, Rabu (5/2/2020).

Kedatangan pengurus Masika ICMI DKI Jakarta di sambut hangat oleh Prof Dailami Firdaus di ruangan nya.

Abdul Malik Raharusun yang mewakili pengurus Masika ICMI DKI Jakarta mengawali pembicaraan dengan Prof Dailami Firdaus dengan memperkenalkan para pengurus yang datang.

“Kami dari Masika ICMI DKI Jakarta sudah ada SK dari pengurus pusat Masika ICMI ,dan kami berharap bisa bersinergis dengan ICMI Orwil DKI Jakarta yang di pimpin oleh Prof Dailami Firdaus,” kata Abdul Malik.

Sementara itu, Prof Dailami Firdaus mengatakan untuk pelantikan Masika ICMI DKI Jakarta ,kami bisa memberikan fasilitas tempat di kampus Assyafiiyah.

Dr Masduki Ahmad selaku Rektor Universitas Islam Assyafiiyah (UIA) dan juga pengurus ICMI DKI Jakarta mengatakan bahwa ICMI dalam menjalankan roda pengurusan harus sinergis dalam membangun Umat dan bangsa.

“Peran Masika ICMI DKI Jakarta menjadi garda terdepan dalam generasi muda ICMI dalam mempersiapkan pemimpin yang akan mendatang, Pelantikan Masika ICMI DKI Jakarta harus dilaksanakan sesuai AD/ART nya akan bisa menjalankan tujuan MASIKA ICMI, ICMI dan MASIKA adalah kesatuan yang utuh,” kata Dr Masduki.

Untuk diketahui, MASIKA ICMI telah Terdaftar di Kementrian Pemuda Dan Olahraga,Berasaskan Islam. Sifat: MASIKA ICMI adalah Badan otonom di lingkungan ICMI. Otonomi MASIKA ICMI merupakan pengembangan kreatifitas dan orisinalitas kaum muda.

“Sifat otonom MASIKA ICMI merupakan wujud kemandirian, kebebasan, dan lepas dari intervensi dari pihak manapun. Secara administratif memberikan kewajiban menyampaikan laporan tahunan dan laporan akhir masa kepengurusan kepada ICMI sesuai dengan jenjang keorganisasian,” jelasnya.

“Semoga sinergitas antara Masika ICMI DKI Jakarta dan ICMI Orwil DKI Jakarta bisa membawa manfaat untuk umat,” imbuhnya.

Continue Reading

NASIONAL

Ranti Purwasih Nakhodai Kohati HMI Cabang Kuantan Singingi

Published

on

Kuantan Singingi – Pelantikan Pengurus Kohati Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kuantan Singingi Periode 2020-2021 dilaksanakan pada hari Jum’at, 24 Januari 2020 di Teluk Kuantan. Sebelum pelantikan, diadakan Musyawarah Kohati (Muskoh) yang pertama dilaksanakan pada tanggal 2 Januari 2020 di Teluk Kuantan. Hasil Muskoh Ke-1 tersebut memutuskan Ranti Purwasih sebagai Formatur Kohati HMI Cabang kuantan Singingi. (lebih…)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending