Connect with us

POLITIK

Hasil Survei Terakhir: Prabowo Ungguli Jokowi dengan Elektabilitas 56,39 Persen

Published

on

Jakarta – Indonesia Development Monitoring (IDM) melalui Direktur Eksekutifnya, Bin Firman Tresnadi dalam keterangan pers yang diterima Zonasatu News hari ini Selasa 30 Oktober 2018, menyatakan Faktor Ekonomi Membuat Elektabilitas Jokowi-Ma’aruf Melorot

Dalam survei yang dilakukan oleh IDM pada tanggal 8 – 21 Oktober 2018, dengan responden sebanyak 2.178 yang tersebar di 33 propinsi dengan Margin of Error sebesar -+ 2,1% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Diketahui bahwa hampir 70% pemilih Jokowi pada Pilpres 2014 lalu dikarenakan adanya keinginan kehidupan ekonomi responden lebih baik (meningkat) dibandingkan pada masa sebelumnya. Yang terjadi justru sebaliknya.

Dalam temuan survei IDM, diketahui bahwa 38.9% responden mengatakan kondisi ekonomi saat ini mengalami penurunan. Dan hanya 12.7% saja responden yang mengatakan mengalami peningkatan ekonomi.

Sedangkan sisanya sebesar 48,4% mengatakan kondisi ekonomi mereka sama saja (stagnan). Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional selama 4 tahun pemerintahan Jokowi yang berkisar antara 4,8% – 5% saja.

Keadaan pertumbuhan ekonomi ini tentu saja berimbas kepada lapangan kerja di masyarakat.

Dalam temuan survei, diketahui bahwa 64,6% responden menyatakan selama 4 tahun terakhir sangat sulit mencari pekerjaan. 31,2% mengatakan ada lapangan kerja tapi banyak yang tidak sesuai dengan tingkat pendidikan ataupun keahlian yang dimiliki masyarakat. Dan sebanyak 4,2% menyatakan tersedia lapangan kerja.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar di 4,8% – 5% tidak memberikan tambahan lapangan kerja baru bagi angkatan kerja baru. Karena tidak tertampungnya angkatan kerja baru ini maka pekerjaan di sektör informal menjadi pilihan, seperti driver atau ojek online dsb.

Hal yang penting diketahui adalah hampir 40% tenaga kerja Indonesia saat ini bekerja disektor informal. Dimana jaminan keamanan rendah dan jaminan sosial yang tidak memadai.

Dalam pandangan responden, janji-janji Jokowi banyak yang tidak mampu dipenuhi, seperti janji Swasembada Pangan sebanyak 71,8% responden mengatakan gagal. Begitu juga dalam hal pemerintahan bersih (bebas korupsi), sebanyak 62,1% responden menyatakan Jokowi tidak berhasil memberantas korupsi.

Sikap responden ini didorong karena responden menilai masih banyaknya pejabat publik yang terjerat oleh KPK.

Sebaliknya, elektabilitas Prabowo mengalami trend kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan faktör Sandiaga Uno yang memiliki daya tarik terhadap pemilih milineal dan dianggap lebih mengakomodir berbagai berbagai golongan, baik suku maupun ağama.

Elektabilitas Prabowo-Sandi Unggul

Berikut elektabilitas pasangan Capres-Cawapres berdasarkan demografi responden:

41,2% Responden Milineal (usia 17 – 25 tahun) = (897 responden).
Jokowi-Ma’aruf : 31,7% (284 responden)
Prabowo-Sandi : 60,1% (539 responden)
Tidak Memilih : 8,2% (74 responden)

21,4% Responden Ibu Rumah Tangga (466 responden)
Jokowi-Ma’aruf : 33,3% (155 responden)
Prabowo-Sandi : 58,1% (271 responden)
Tidak Memilih : 8,6% (40 responden)

37,4% Responden Kepala Keluarga (815 responden)
Jokowi-Ma’aruf : 41,2 % (336 responden)
Prabowo-Sandi : 51,1% (416 responden)
Tidak Memilih : 7,7% (63 responden)

Total Elektabilitas:
Jokowi-Ma’aruf : 35,58 %
Prabowo-Sandi : 56,39 %
Tidak Memilih : 8,13 %

Dari tingginya tingkat elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi mengalahkan Jokowi- Maruf, menggambarkan adanya harapan besar akan adanya perbaikan sektor ekonomi nasional, terutama responden yang percaya bahwa Sandiaga Uno sebagai seorang pengusaha muda yang berhasil akan mampu memberikan perbaikan di sektor bisnis dan UKM.

Harapan responden tentunya jika Prabowo-Sandi terpilih akan memberikan dampak peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, sehingga kehidupan ekonomi mereka membaik dibandingkan keadaan saat ini.

Faktor Sandi

Tingginya pilihan pada pemilih milenial terhadap Prabowo-Sandi hingga 60,1% dibandingkan Jokowi-Ma’aruf yang hanya 31,7%, dikarenakan sosok Sandi yang lebih mewakili pemilih milenial yang creative (kreatif), confidence (percaya diri) dan connected (terhubung satu sama lain) dibandingkan Jokowi maupun Ma’aruf Amin.

Hal ini tak terlepas dari kesukaan Sandi terhadap olah raga, music/film dan teknologi informasi yang merupakan ciri khas generasi milenial. (gelora/kabarakyat)

 

POLITIK

Demokrat Ungkap Janji Prabowo yang Masih Dingkari

Published

on

By

Jakarta ‐ Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan bahwa pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pernah menjanjikan elektabilitas kepada para parpol pengusungnya. Namun, janji itu belum terealisasi dan keuntungan masih ada di kubu Partai Gerindra.

Ia mengatakan Prabowo dan Sandi menjanjikan elektabilitas 55-60 persen bagi para parpol pengusung.

“Dari angka tersebut, Gerindra 25 persen, Demokrat 15 persen, PAN 8-10 persen, dan PKS 7-10 persen,” ujar Andi Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (15/11).

Namun, Andi mengatakan sejauh ini Prabowo dan Sandi terlihat belum berupaya untuk merealisasikan janjinya tersebut, misalnya dengan mengampanyekan parpol pengusung. Bahkan, lanjutnya, pasangan ini juga belum merumuskan suatu petunjuk pelaksanaan kampanye bersama untuk meningkatkan elektabilitas parpol pengusung.

“Pengaturan kampanye juga belum dilakukan dalam satu juklak yang jelas. Demokrat belum melihat tanda-tanda itu,” ucap Andi.

Walhasil, target rasio elektabilitas parpol pengusung 55-60 persen belum tercapai hingga saat ini.

“Artinya jangkar elektabilitas partai pendukung masih bermasalah,” kata Andi.

Andi lantas membuktikan pernyataannya merujuk dari hasi survei internal partai Demokrat 15-30 Oktober. Survei dilakukan di 80 daerah pemilihan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Setiap dapil melibatkan 600 responden.

Hasilnya, prediksi perolehan kursi DPR paling banyak diperoleh Gerindra. Jauh melampaui parpol pengusung Prabowo-Sandi lainnya.

Andi mengatakan Gerindra diprediksi memperoleh 19 persen kursi di DPR. Berturut-turut, Demokrat 9,7 persen, PAN 4 persen, PKS 3 persen. Partai Berkarya hanya diprediksi memperoleh 0,3 persen.

“PAN dan PKS zona merah. Ini yang kita sebut hanya menguntungkan Gerindra,” tutur Andi.

Merujuk dari hasil survei tersebut, Andi berharap Prabowo dan Sandi berupaya untuk merealisasikan janjinya untuk turut berjuang meningkatkan elektabilitas parpol pengusung.

Prabowo bersama para pimpinan parpol koalisi pengusungnya.Prabowo bersama para pimpinan parpol koalisi pengusungnya. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama) Langkah pertama yang perlu ditempuh yakni menghelat rapat bersama untuk merumuskan petunjuk pelaksanaan kampanye bersama. Petunjuk pelaksanaan kampanye itu harus memuat misi peningkatan elektabilitas parpol pengusung.

Andi mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono bersedia hadir dalam rapat.

Dia juga mengatakan sikap Demokrat selama ini bukan berarti merongrong Prabowo-Sandi dari dalam. Hal itu justru untuk kepentingan parpol pengusung lainnya.

“Justu Demokrat ini menyuarakan kawan koalisi lainnya. Biar masyarakat jelas. Kalau cuma untuk kepentingan Demokrat, kita sudah aman,” ujar Andi. (cnn/kabarakyat)

Continue Reading

POLITIK

Kala Rakyat Beramai-ramai Dukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin

Published

on

By

Jakarta ‐ Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Ma’ruf Amin mengaku yakin warga Nahdhatul Ulama (NU) se-DKI Jakarta bakal memberikan dukungan untuk dia dan Joko Widodo di Pilpres 2019.

Hal itu ia katakan usai menerima deklarasi dukungan dari keluarga besar Pengurus Cabang Nahdhlatul Ulama (PCNU) Kepulauan Seribu di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Rabu (14/11).

Dia menyebut, dengan dukungan PCNU Kepulauan Seribu maka melengkapi dukungan PCNU di lima wilayah Jakarta lainnya.

“Ya, ini kan sudah berjalan semua, dengan demikian maka sudah 6 wilayah kota di Jakarta para ulama dan warga keluarga NU mendukung kita,” kata Ma’ruf.

Diketahui, dua minggu belakangan ini Ma’ruf terus menerima deklarasi dukungan dari kelompok PCNU Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.

Melihat hal itu, Ma’ruf pun berharap dukungan dari warga NU di luar DKI Jakarta akan terus menyatu dan mengalir agar kemenangan bagi Jokowi dan dirinya semakin mudah.

“Kita ingin meneruskan setelah Jakarta ini mendukung. Kita ingin juga wilayah-wilayah di kabupaten/kota di sekitar Jakarta, seperti Depok Bekasi, Tangsel, Tangerang Kota kita harapkan juga bisa berikan dukungan,” kata mantan Rais Aam PBNU.

Lebih lanjut Ma’ruf meyakini elektabilitas Jokowi dan dirinya bakal terus meningkat usai dukungan dari warga NU Jakarta tersebut.

Sebab, ia meyakini bahwa jumlah warga NU di Jakarta sangat besar dan berpengaruh terhadap peningkatan elektabilitas.

“Potensi NU di Jakarta besar sekali, karena itu kita ingin ada kesadaran itu dan mula tumbuh karena itu trennya elektabilitas kami di Jakarta semakin naik karena adanya deklarasi-deklarasi,” kata dia.

Suara Muhammadiyah dan Millenial

Tak hanya warga NU, Ma’ruf sendiri mengklaim turut mendapatkan dukungan dari warga Muhammadiyah maupun ormas Islam lain di Pilpres 2019 mendatang. Salah satunya, ia menyebut kelompok relawan Garda Matahari yang berafiliasi dengan Muhammadiyah.

“Tadi malam dalam peluncuran buku Arus Baru Ekonomi Indonesa di panitiai oleh kelompok Muhamamdiyah, Garda Matahari. Jadi kami juga sudah memperoleh dukungan dari kalangan Muhammadiyah dan mungkin dari ormas-ormas lain,” kata dia.

Tak hanya itu, Ma’ruf mengaku telah mendapatkan dukungan di Pilpres dari elemen masyarakat lain, seperti kelompok millenial dan kelompok disabilitas.

Ia menyebut timses Jokowi-Ma’ruf sudah menerima berbagai kelompok relawan yang berasal dari kalangan. Mulai dari milenial hingga kaum difabel.

“Milenial juga terus berkembang ada namanya Milenial JKW, ada Remaja KMA, ada Milenial KMA, ada Rumah KMA. Besok tanggal 25 ada juga remaja bahkan difabel juga akan memberikan dukungannya kepada kami,” kata dia.

Itu didukung hasil riset Lingkaran Survei Indonesia Denny JA sepanjang 10-19 Oktober bahwa Jokowi unggul jauh dari Prabowo

Survei LSI Denny JA melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Dari para responden, LSI menetapkan daftar ulama paling berpengaruh Abdul Somad, Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Aa Gym, dan terakhir Rizieq Shihab.

Para ulama itu dipilih berdasarkan tiga kriteria yaitu pengenalan, kesukaan, dan mengikuti imbauannya.

Dari hasil survei diketahui 48,7 persen kalangan yang mengikuti imbauan Arifin Ilham cenderung memilih Jokowi-Maruf di Pilpres 2019. Kemudian, 49 persen yang mengikuti imbauan Yusuf Mansur juga memilih Jokowi-Ma’ruf.

Begitu pula pengikut Aa Gym. Mereka yang selama ini mau mengikuti imbauan Aa Gym, 49,2 di antaranya akan memilih Jokowi-Ma’ruf.

“Jokowi-Ma’ruf masih menang di kalangan pemilih yang mendengarkan imbauan ulama,” kata peneliti Ikrama Masloman di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta, Rabu (14/11).

Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya dipilih pengikut Abdul Somad dan Rizieq Shihab. Sebanyak 54,3 persen pengikut Somad akan memilih Prabowo-Sandi. Sama halnya dengan 63 persen pengikut Rizieq Shihab.

“Prabowo-Sandi unggul di pemilih yang mendengarkan imbauan Ustaz Abdul Somad dan Habib Rizieq Shihab,” ucap Ikrama.

LSI Denny JA juga melakukan survei dengan meminta pendapat responden yang tidak mengenal Abdul Somad, Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Aa Gym, dan Rizieq Shihab. Hasilnya, 69,5 persen responden yang mengenal lima ulama itu cenderung memilih Jokowi-Ma’ruf. Mereka yang akan memilih Prabowo-Sandi hanya 15,5 persen. (cnn/kabarakyat)

Continue Reading

POLITIK

Makin Kuat! Jokowi Didukung Israel di Pilpres 2019

Published

on

By

Medan – Sebanyak 1.000 sopir angkutan kota di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang mendukung Joko Widodo untuk kembali maju dalam pertarungan memperebutkan kursi Presiden Republik Indonesia.

Aksi dukungan tersebut disampaikan dengan menggelar konvoi dengan mengendarai armada mereka dimulai dari titik nol Kota Medan di Lapangan Merdeka Medan menuju Lapangan Garuda Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa 18 September 2018 lalu. Dengan rute konvoi sejauh 20 kilometer.

Dukungan tersebut dideklarasikan Ketua Kesatuan Pemilik dan Sopir Angkutan (Kesper) Sumut, Israel Situmeang; Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut, Haposan Sialagan, serta tokoh masyarakat Sumut lainnya seperti Gelmok Samosir. Selain itu, dukung disampaikan juga oleh tiga mantan pemain tim sepakbola PSMS Medan, Jampi Hutauruk, Parlin Siagian, dan Amrus Sibadarida.

Aksi deklarasi dukungan kepada Jokowi mengusung Konvoi Kerakyatan yang melibatkan serta keluarga para sopir dan pengusaha angkutan itu, dilakukan sebagai bentuk dukungan masyarakat transportasi di Sumatera Utara terhadap Jokowi.

“Hari ini kami semua, sopir, pengusaha angkot dan keluarga kami, serta para penumpang kami, menyatakan dukungan kami kepada bapak Joko Widodo untuk kembali maju sebagai Presiden. Ini bentuk kecintaan kami kepada Pak Jokowi. Kami untuk Jokowi 2 Periode,” kata Israel Situmeang dalam orasi deklarasinya disambut dengan tepukan tangan.

Israel menilai Jokowi layak didukung kembali dengan melihat kinerjanya dalam pembangunan infrastruktur untuk rakyat, seperti dibangunnya jalan tol Binjai-Tebingtinggi di Sumatera Utara, yang telah memangkas jarak tempuh dan efisiensi transportasi yang begitu besar di Sumut.

“Kami tidak paham soal gonjang-ganjing politik. Yang terpenting buat kami bagaimana kami lebih mudah cari makan. Selama ini kami sangat terbantu dengan program-program Pak Jokowi. Dan hari ini kami menunjukkan kecintaan kami kepada beliau dan juga kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Kami ingin dia (Jokowi) dua periode,” tutur Israel.

Meski mereka mendukung, para sopir tersebut juga mengkritik soal pelayanan publik. Namun, Israel mengatakan sebagai catatan untuk diperbaiki lagi ke depannya. Agar pelayanan publik dapat dirasakan oleh masyarakat sendiri.

“Tapi memang masih ada yang menjadi catatan kami dalam pemerintahan Pak Jokowi. Yakni soal perizinan yang masih sulit dan belum sesuai janji Pak Jokowi. Ini yang kita dorong agar bisa diselesaikan Pak Jokowi di periode selanjutnya,” kata Israel.

Israel menyebutkan pihaknya juga punya catatan selama masa periode Jokowi untuk regulasi tranportasi online dan jterminal liar. Mereka melihat ini sudah diupayakan dan hanya tinggal menunggu koordinasi dari Pemerintah Daerah dan Kepolisian.

“Secara prinsip, kebijakan pemerintahan Jokowi sudah memihak pada kita pada sopir dan pengusaha angkuran,” pungkas Israel. (viva/kabarakyat)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending