Connect with us

RAKYAT

Hermanto Berikan Sembako untuk Warga Padang

Published

on

PADANG – Anggota Komisi DPR RI Dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat di Desa Lumindai, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.

Penyerahan serupa dilakukan juga kepada komunitas pemulung sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Kepada para penerima sembako, Hermanto berharap agar bantuan yang diterima bermanfaat dan barokah.

“Semoga bermanfaat dan barokah. Konsumsi pangan yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga terhindar dari wabah covid-19,” katanya.

“Kepada bapak dan ibu saya mohon doa agar dimudahkan dan dilancarkan dalam menunaikan amanah sebagai anggota DPR,” tambahnya.

Bantuan sembako untuk masyarakat Sawahlunto diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Lumindai Chairunnas. Dalam penyerahan tersebut Hermanto didampingi tokoh muda Sawahlunto Alfi Syukri. Sedangkan pada penyerahan sembako kepada pemulung di Padang, Hermanto didampingi oleh anggota DPRD Kota Padang Pun Ardi.

Chairunnas menyatakan terima kasih atas perhatian Hermanto kepada warganya. “Dari sekian anggota DPR RI, baru bapak yang berkunjung ke desa kami. Semoga bapak terpilih kembali sebagai Anggota DPR RI pada periode berikutnya. Kami siap bantu,” ucapnya. (Joko)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAKYAT

Isu Bimtek Kembali Digelar, HMI MPO Aceh Timur Minta Komitmen Pemerintah

Published

on

By

KabaRakyat.com | Aceh Timur – Beredar kabar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk aparatur Gampong kembali digelar dengan menggunakan Dana Desa (DD) di Aceh Timur, yang diduga dilaksanakan oleh sebuah LSM (non goverment) dari luar Aceh. (lebih…)

Continue Reading

RAKYAT

Bamsoet: Vaksinasi Mandiri Corona Harus Terjangkau Masyarakat

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah agar program vaksinasi mandiri corona tidak membebani masyarakat. Jutaan keluarga Indonesia masih menghadapi masa-masa sulit akibat pandemi dan resesi ekonomi. Karena itu, bagi masyarakat yang harus menjalani vaksinasi mandiri, pemerintah harus memastikan harga vaksin benar-benar terjangkau oleh semua kalangan.

‘’Tak hanya faktor harga terjangkau, mereka yang menjalani vaksinasi mandiri juga harus diberi kemudahan akses memperoleh dan membeli vaksin. Penyebarluasan atau sosialisasi informasi tentang distribusi vaksin menjadi sangat penting dan harus menjangkau semua kalangan,’’ ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (16/11/20).

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, saat ini Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merancang dua skema vaksinasi, yaitu vaksinasi bersubsidi dan vaksinasi mandiri. Vaksinasi bersubsidi hanya diberikan kepada 60 juta penduduk. Dengan asumsi ada 270 juta penduduk, berarti 210 juta penduduk harus mengeluarkan biayai sendiri untuk mendapatkan vaksin corona.

“Masalahnya, hingga kini belum ada kepastian tentang harga vaksin. Pemerintah bersama produsen vaksin corona harus sesegera mungkin menetapkan harga vaksin. Informasi tentang harga vaksin menjadi penting agar masyarakat mulai bersiap dengan menyisihkan penghasilan masing-masing,” kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menegaskan, harga vaksin corona harus benar-benar terjangkau oleh semua kalangan. Karenanya, faktor utama yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah adalah kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Penghasilan jutaan keluarga Indonesia tergerus akibat krisis kesehatan yang telah berlangsung hampir setahun.

‘’Sudah sangat jelas bagi kita semua bahwa tekanan akibat pandemi yang berlanjut dengan resesi ekonomi sekarang ini benar-benar membuat sebagian besar masyarakat dalam kondisi serba sulit. Program vaksinasi mandiri jangan sampai menambah beban untuk masyarakat kebanyakan. Saya juga mendesak pemerintah untuk memastikan tidak adanya calo atau spekulan vaksin corona,’’ pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

RAKYAT

Hari Ritel Nasional, Bamsoet Dorong Peritel Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki dengan lebih kreatif dan inovatif, selain mampu mengadopsi berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi dan gaya hidup terbaru. Tujuannya, agar peritel tidak sekadar mempertahankan eksistensi, namun juga dapat mengembangkan usahanya.

“Kontribusi ritel terhadap produk domestik bruto cukup besar. Pada Kuartal I 2020, tercatat mencapai 10,68 persen. Penyerapan tenaga kerjanya juga besar, karena memiliki keterkaitan dengan UMKM. Menghadapi pandemi Covid-19 yang turut membuat industri ritel dan UMKM terpukul, pemerintah telah memberikan berbagai stimulus dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujar Bamsoet dalam Webinar Hari Ritel Nasional, secara virtual di Jakarta, Rabu (11/11/20).

Turut hadir secara virtual antara lain Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Ketua Umum APRINDO Roy Nicholas Mandey, CEO Fresh Mart Storer Sulawesi Utara Andy Sumual, dan Executive Director Nielsen Wiwy Sasongko.

Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, berdasarkan data Kementerian Keuangan per 4 November 2020, PEN telah terealisasi sebesar Rp. 376,17 triliun atau 54,1 persen dari total pagu sebesar Rp. 695,2 triliun. Dukungan UMKM dan perlindungan sosial menjadi klaster yang paling banyak terserap dengan masing-masing sebesar 82,4 persen dan 75,6 persen.

“Disinilah pentingnya menggerakkan kepedulian masyarakat untuk mendukung penyerapan anggaran dari klaster insentif usaha, klaster dukungan UMKM, dan klaster pembiayaan korporasi. Realisasi anggaran dari tiga klaster tersebut merupakan stimulus untuk menjaga ketahanan, sekaligus mencegah kolapsnya perusahaan-perusahaan dan unit-unit UMKM yang terdampak pandemi Covid-19,” papar Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, dengan semakin berkembangnya dunia usaha, akan semakin banyak lapangan pekerjaan tersedia, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Apalagi akibat pandemi Covid-19, sudah banyak korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Agustus 2020 tercatat jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 9,77 juta orang, atau mengalami kenaikan sebesar 2,67 juta. Bahkan, BAPPENAS memperkirakan jumlah pengangguran pada tahun 2020 akan mencapai angka 11 juta 11,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja juga memberikan kemudahan berinvestasi dan memberikan banyak manfaat bagi UMKM. Antara lain menyederhanakan tata cara dan jenis Perizinan Berusaha dengan sistem pelayanan terpadu satu pintu (Pasal 12 ayat 1 huruf a), serta membebaskan biaya Perizinan Berusaha bagi Usaha Mikro dan memberikan keringanan biaya Perizinan Berusaha bagi Usaha Kecil (pasal 12 ayat 1 huruf b).

“Selain itu, UU Cipta Kerja juga mewajibkan BUMN, serta usaha besar nasional dan asing menyediakan pembiayaan untuk Usaha Mikro dan Kecil dalam bentuk pemberian pinjaman, penjaminan, hibah, dan pembiayaan lainnya (pasal 21 ayat 2 dan ayat 3) sehingga bisa memperkuat kemitraan UMKM dengan BUMN, usaha besar nasional maupun usaha asing,” terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menekankan, UU Cipta Kerja sengaja memberikan banyak kemudahan bagi UMKM, mengingat selama ini kemampuan UMKM menembus pasar ekspor masih relatif kecil. Ini perlu menjadi perhatian bersama, mengingat pangsa pasar global sangatlah besar atau sekitar 7,4 miliar orang penduduk dunia, atau sekitar 28 kali lipat pasar domestik. Jika UMKM hanya terfokus pada pasar domestik, maka kita akan menyia-nyiakan berbagai peluang yang tersedia di pasar global.

“Untuk menembus pasar global, ritel dan UMKM harus mampu merambah dunia digital. Era Revolusi Industri 4.0 tidak boleh dinafikan, namun harus diolah menjadi peluang. Pandemi Covid-19 diperkirakan belum akan selesai dalam waktu dekat, para ahli ekonomi memperkirakan industri akan berubah total di masa depan. Kita akan semakin individualistik dan lebih cepat masuk ke dalam era teknologi, digitalisasi, dan robotik,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending