Connect with us

RAGAM

Hermanto Sembelih Hewan Qurban di Padang

Published

on

PADANG – Anggota DPR RI Dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan menyempatkan diri menyembelih sapi qurban di halaman Kantor DPW PKS Sumatera Barat di Padang.

“Berkurban dengan ikhlas, merupakan simbolisasi rasa syukur atas anugerah nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya,” ucap Hermanto.

Dalam Qur’an surat Ibrahim ayat 7, lanjut Hermanto, Allah SWT berjanji akan menambah nikmat kepada hamba yang bersyukur.

“Jadi pada hakekatnya, berkurban itu untuk kepentingannya sendiri. Karena dengan berkurban maka kenikmatan yang diperolehnya akan terus bertambah”, papar legislator dari FPKS ini.

“Karena itu bagi yang mampu, hendaknya berkurban”, tambahnya.

Selain menyembelih sendiri hewan qurban, Hermanto juga menitipkan penyembelihan hewan qurban di 15 lokasi lainnya. Ke-15 lokasi tersebut yaitu 6 lokasi di Padang, dua di Pariaman, masing-masing satu lokasi di Kabupaten Solok, Kota Solok, Sawahlunto, Sijunjung, Pesisir Selatan, Bogor dan Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta. (joko)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAGAM

Bamsoet Gelar Balap Motor Racing Championship di Sentul

Published

on

By

BOGOR – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menggelar lomba balap motor ASR Racing Championship memperebutkan Piala Bambang Soesatyo. Dirinya menilai, penyelenggaraan lomba balap motor yang disertai sosialisasi standar protokol kesehatan, sosialisasi safety riding, sosialisasi Forum Solidaritas Pembalap dan Team Balap Motor, telah menjadi oase dan pengobat dahaga bagi para pecinta balap motor Tanah Air, yang telah cukup lama mengalami kevakuman akibat pandemi Covid-19.

“Sebagai penggemar olahraga otomotif, saya adalah satu di antara 270 juta penduduk Indonesia yang sangat merindukan atlit balap motor Indonesia unjuk gigi di ajang kejuaraan internasional. Mungkin bagi sebagian orang, hal itu adalah impian besar yang sulit diraih. Tetapi bukankah banyak atlit yang sukses karena impian mereka? Maka kepada para atlit balap yang berlomba pada hari ini, jangan pernah ragu menggantungkan impian kalian setinggi langit, karena jikapun kalian jatuh, kalian akan jatuh di antara bintang-bintang,” ujar Bamsoet di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (13/9/20).

Ketua DPR RI ke-20 ini mengungkapkan, perlombaan ASR Racing Championship yang digelar sejak Sabtu (12/9) telah mempertandingkan 31 kelas berbeda. Bila diselenggarakan secara konsisten, setidaknya akan memberikan ruang kompetisi yang memadai bagi atlit balap motor. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk bersaing pada level yang lebih tinggi. Seiring perjalanan waktu, persaingan di dunia balap akan semakin ketat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Sekaligus menjadi ajang penjaringan dan pembinaan bakat atlit balap motor di Tanah Air. Ajang lomba ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan performa atlit balap motor. Sebagaimana cabang olahraga lain, untuk membentuk atlit berkualitas, latihan rutin dan penyelenggaraan kompetisi yang representatif secara periodik adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditawar,” ungkap Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Motor Besar Indonesia (MBI) ini menjelaskan, ada begitu banyak alasan untuk mencintai olahraga balap motor. Salah satunya adalah menyaksikan manuver-manuver hebat pada kendaraan yang melaju kencang, yang dapat membuat adrenalin terpacu. Namun sesungguhnya, balap motor tidak sekedar urusan adrenalin. Banyak nilai dan filosofi balap yang dapat menjadi pembelajaran bagi kehidupan.

“Olahraga balap motor menuntut atlet yang visioner, yang pandai membaca situasi dan penuh perhitungan. Jeli mengamati kapan harus bersabar dan menunggu kesempatan, serta kapan harus tancap gas dan melakukan overtaking. Atlet balap motor juga mesti tangguh dan tahan banting. Jatuh adalah bagian dari proses menuju garis finish,” jelas Bamsoet.

Penggemar berat otomotif ini menambahkan, ketahanan fisik dan mental pada saat bersamaan menjadi syarat mutlak bagi setiap pembalap. Mengendalikan keseimbangan, mengontrol speed, mengatur momentum pengereman, dan memacu akselerasi, semuanya dilakukan dengan perhitungan matang dan fokus yang cermat, karena kesalahan perhitungan dapat berakibat fatal.

“Balap motor juga mengajarkan nilai harmoni dan keseimbangan, yakni hubungan timbal balik antara man and machine. Motor balap yang paling canggih sekalipun tidak akan mampu memenangi perlombaan, jika ada di tangan pembalap yang tidak mahir. Sebaliknya, pembalap yang jagoan pun tidak akan menampilkan performa terbaik, tanpa dukungan mesin motor yang berkinerja optimal,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading

RAGAM

Karya Ukir, Bamsoet: Indonesia Lebih Bagus dari Produk Impor

Published

on

By

BALI – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo kagum terhadap karya ukir para pengrajin Bali, maupun karya ukir dari pengrajin di berbagai daerah lainnya. Tak sembarang orang bisa mengukir dan membentuk bongkahan kayu menjadi karya seni penuh estetika. Bahkan tak semua bangsa dunia bisa melakukannya. Bangsa Indonesia adalah satu dari sekian bangsa di dunia yang memiliki keahlian tersebut. Karenanya, disyukuri dan diapresiasi setiap hasil karya yang dihasilkan anak bangsa.

“Salah satu caranya adalah dengan membeli karya anak bangsa tersebut. Karenanya, tak perlu membeli barang furniture import dari negara lainnya. Karena kita juga bisa menghasilkan karya ukir yang bahkan memiliki kualitas lebih tinggi dibanding hasil karya impor,” ujar Bamsoet saat ngobrol santai dengan dua pengrajin ukir dari Bali, Pak Wayan dan Ibu Made, di Kawasan Gianyar Bali, Kamis (3/9/20).

Mantan Ketua DPR RI ini menceritakan dalam Kanal YouTube nya, Bamsoet Channel. Pak Made sudah 20 tahun lebih menekuni usaha seni ukir. Ia membuat rumah Joglo dengan mendatangkan tenaga pekerja dan bahan baku seperti kayu dari Jawa. Menekuni usaha ini, ia bisa menghidupi keluarga dengan tiga anak. Salah satu anaknya bahkan memilih profesi dokter. Kehadiran pandemi Covid-19 membuat penurunan omset usaha Pak Made, karena tidak ada turis asing yang berlibur ke Bali.

“Namun karena sudah memiliki beberapa pelanggan tetap di luar negeri, seperti Jerman dan New Zealand, penjualan masih bisa berjalan. Kini pengrajin usaha seni ukir pun harus merambah dunia digital jika ingin bertahan di tengah pandemi. Berbagai hasil karya di foto lalu diupload ke media sosial dengan spesifikasi yang jelas. Pembeli yang sudah menjadi pelanggan, bisa memilihnya. Begitu transaksi selesai, barang dikirim. Melalui digital, para pengrajin juga bisa memperluas pasar penjualan, karena calon pembeli tak perlu repot datang langsung,” tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, selain di Bali, pengrajin ukir handal Indonesia juga tersebar di berbagai daerah seperti Kediri, Jepara, Jogja, dan Kudus. Kekayaan seni ukir Indonesia sangat beranekaragam. Dari mulai kayu, patung, hingga rumah joglo. Tak heran jika nilai ekspor kayu dan produk kayu Indonesia ke seluruh dunia pada tahun 2019 terbilang cukup besar, mencapai USD 11,6 miliar.

“Bangsa Eropa maupun bangsa dunia lainnya jatuh cinta terhadap seni ukir Indonesia, karena mereka tak bisa membuatnya. Untuk seni dan budaya, Asia juaranya, khususnya Indonesia. Jika warga dunia saja bisa jatuh cinta terhadap seni ukir Indonesia, masa anak bangsa sendiri tak bisa ikut menghargai,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memandang, salah satu persoalan terbesar bangsa Indonesia terkadang tidak menyadari bahwa Indonesia adalah bangsa yang kaya. Sehingga seringkali malah merasa minder dan rendah diri di hadapan bangsa-bangsa lain.

“Akibatnya, seringkali malah menganggap karya luar negeri lebih unggul dibanding karya anak bangsa sendiri. Mulai saat ini, kita harus ubah paradigma menyesatkan seperti itu. Mari cintai dan beli produk dan karya dalam negeri,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading

RAGAM

Ini Kunci Penangan Covid-19 di Indonesia

Published

on

By

JAKARTA – Politisi senior PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengucapkan kunci penanganan Covid-19 adalah pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Karenanya Inpres No 6 Tahun 2020 sangat penting untuk mendukung pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurut Habib Aboe, Perpu tersebut mengatur mengenai peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Untuk itu, Habib Aboe meminta Pemerintah Daerah perlu menyusun peraturan sebagai instrumen pelaksana dari Inpres tersebut. Di mana peraturan pelaksana itulah yang nantinya akan menjadi dasar dari pihak kepolisian untuk melakukan pendisiplinan masyarakat.

Baginya, tanpa ada aturan pelaksana, aparat tidak bisa menindak mereka yang tidak patuh protokol kesehatan.

“Saat kemarin reses saya berdiskusi dengan Kapolda Kalsel, Alhamdulillah semua daerah di Kalsel sudah memiliki peratura pelaksana. Saya kira koordinasi yang baik antara Kepolisian dan Pemda setempat diperlukan agar peningkatan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan bisa berjalan optimal,” jelas Habib Aboe pada wartawan, Jumat (21/8/2020).

Namun demikian, lanjutnya, hal ini harus diawali dengan sosialisasi yang merata ke semua kalangan. Sebelum diberlakukan proses penegakan hukum sesuai peraturan, masyarakat perlu diedukasi mengenai Inpres No 6 Tahun 2020 ataupun peraturan pelaksananya.

“Sehingga masyarakat tidak kaget dan tujuan dari Inpres tersebut akan dapat tercapai dengan baik,” pungkasnya. (HMS)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending