Connect with us

PENDIDIKAN

HMI Komisariat Sosial Budaya Unesa Selenggarakan ‘Pesantren Kohati’

Published

on

Surabaya – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya Komisariat Sosial Budaya (Sosbud) Unesa gelar Pesantren Kohati. Dengan mengambil tema, “Membina HMI-Wati yang Profesional dalam ranah domestik dan Publik”. Acara tersebut diselenggarakan di Sekretariat HMI Cabang Surabaya, Jl. Pucang Anom 85 A, Surabaya.

Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) bidang Pemberdayaan Perempuan (PP) Desi Ratnasari mengatakan, dengan kegiatan Pesantren Kohati, harapannya seluruh HMI-Wati yang ikut acara ini khususnya HMI-Wati Komisariat Sosial Budaya Unesa dapat lebih profesional dalam menentukan sikap.

“Dan segera bertindak dalam ranah Publik serta Domestik,” tegas Desi yang juga Sekretaris Umum Kohati (Korps HMI-Wati) Komisariat Sosial Budaya Unesa. Minggu, (03/3/2019).

Lanjut Desi, ia menambahkan bahwa, pasca mengikuti kegiatan Pesantren Kohati, harapannya juga dapat memicu HMI-Wati untuk segera mengikuti Latihan Khusus Kohati (LKK) dan Latihan Kader 2 (LK 2).

“Karena kegiatan ini materi-materinya serius, ada Filsafat Manusia, Keluarga Sakinah, Filsafat Perempuan, Kekohatian, dan Kepemimpinan Kohati. Sehingga sangat berdampak kemajuan Kohati dalam lingkup sikap dan peran profesional dan produktivitas menjawab tuntutan persoalan Domestik dan Publik,” tutupnya. 

Perlu diketahui, Stadium General oleh Suci Romadliyah (Ketua Umum Kohati Badko Jawa Timur), dan pemateri-pemateri yang dihadirkan diantaranya yakni, Awang Darmawan, Putri Aisyiyah, Nurul Maghfiro (Wabendum Kohati Badko Jawa Timur, Intan Amalia (Demisioner PSDM Kohati Badko Jawa Timur), dan Naning Diah Fatmawati (Sekum Kohati Cabang Surabaya). (ari)

PENDIDIKAN

Hari Ibu, Habib Aboe: Ibu Baik akan Mencetak Anak Tangguh, Pantang Menyerah dan Berkahlak Mulia

Published

on

By

JAKARTA – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI habib Aboe Bakar Alhabsyi mengucapkan hari ibu yang jatuh bertepatan dengan hari ini, Ahad (22/12/2019). Habib Aboe mengaku, karena ibu dirinya berada di titik ini.

“Saya sampaikan selamat hari ibu, peringatan ini penting untuk mengingat urgentnua peran ibu. Dalam konsep pendidikan Islam, ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Melalui ibulah seseorang akan belajar banyak hal,” kata Habib Aboe.

Tentunya, lanjutnya, ibu memberikan pendidikan dasar sebagai karakter seorang anak. Bagaimana perlakuan ibu terhadp anak akan menentukan karakternya ke depan.

“Ibu yang baik akan dapat mencetak anak yang tangguh, pantang menyerah, dan berkahlak mulia,” terang Habib Aboe yang juga Anggota Komisi III DPR RI ini.

Menurut Habib Aboe, ibu yang cerdas yang melahirkan anak sehat cerdas dan sholeh akan menjadi investasi masa depan untuk bangsa dan negara. Nasib bangsa Indonesia 20 tahun kedepan tergantung bagaimana para ibu saat ini mendidik anaknya.

“Jika mereka menanamkan sifat egoisme yang tinggi maka akan menghasilkan generasi yang oportunis. Sebaliknya, jika para ibu berhasil mendidik agar mengutamakan kepentingan bersama, maka akan melahirkan generasi yang patriotik,” jelas Ketua DPP PKS ini.

Artinya, sambungnya, disinilah sel pertama dan utama untuk menumbuhkan ketahanan nasional. Bahwa ibu memiliki peran besar terhadap ketahanan nasional. Karena seorang ibu akan bisa melahirkan anak yang patriotik ataupun oportunistik

“Selamat hari Ibu, mari bakahtikan yang terbaik untuk bangsa dengan mendidik anak anak secara baik dan benar,” tutup Habib Aboe. (HMS)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Isi Kuliah Umum, Muhammad Aras: Generasi Milenial Harus Pintar Baca Peluang

Published

on

By

PANGKEP – Anggota DPR RI Muhammad Aras mengimbau generasi milenial harus pintar membaca peluang usaha di era digital. Hal itu diungkapkan saat mengisi Kuliah Umum di hadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Da’wah Wal Irsyad (STAI DDI) Pangkep, Sabtu, (21/12/2019).⁣

Dikatakannya, di era digital seperti saat ini ada pergeseran jenis usaha dari konpensional merambah ke arah yang serba digital.⁣

“Saat ini banyak mall-mall yang tutup karena kurang peminat, toko-toko elektronik banyak yg gulung tikar, karena konsumen mulai bergeser dan merasa nyaman dengan belanja secara online,” jelasnya.⁣

Perubahan gaya hidup konsumen itu, kata Aras, harus disikapi dengan baik oleh mereka yang ingin terjun di dunia usaha.⁣

“Oleh karena itu, kita juga harus cepat membaca fenomena tersebut. Baik dengan membuka usaha yang baru dengan sentuhan digital, atau melakukan digitalisasi usaha yang ada,” paparnya.⁣

Di hadapan mahasiswa, Aras juga menegaskan, sebagai generasi milenial di Kabupaten Pangkep, mahasiswa juga harus melihat potensi daerah yang bisa dikembangkan menjadi sebuah bisnis yang baik.⁣

“Misalnya, membuat kedai kopi, kuliner seafood, atau mengembangkan usaha wisata lokal. Tentunya dengan sentuhan digital seperti melakukan penjualan atau promosi melalui Media Sosial,” kata nya.⁣

Kuliah umum tersebut bertemakan “Membangun Jiwa Entrepreneurship Kaum Milenial” dihadiri oleh 6 Program Studi STAI DDI, Pangkep.⁣ (*)

Continue Reading

NASIONAL

Anggota MPR RI Abdul Rachman Thaha Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Palu

Published

on

PALU – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Abdul Rachman Thaha (ART) menggelar Sosialisasi Empat Pilar di SMA Negeri 4 Palu, Kamis (22/11/2019).

Dalam kegiatan tersebut, ART menegaskan bahwa Empat Pilar tersebut merupakan payung kebangsaan yang menjadi kiblat berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tungal Ika.

“Keempat pilar inilah yang harus kita tanamkan dalam hati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya dilafalkan dan dijadikan simbol saja,” ujar ART di hadapan peserta sosialisasi.

ART dalam kegiatan itu juga menjelaskan secara rinci keempat pilar berbangsa dan bernegara tersebut. Pertama, Pancasila sebagai idiologi negara Indonesia menyatukan perbendaan ras, suku dan agama dalam bingkai nusantara.

“Ia menegaskan, Pansila adalah roh negara Indonesia yang telah digali oleh founding fathers kita demi menyatukan bangsan indonesia,” kata ART.

Kemudian, ART memaparkan bahwa UUD 1945 adalah wujud dari konsensus dan kesepakatan sebagai landasan bernegara, sehingga menjadi hukum tertiggi di negara ini.

“UUD 1945 menjadi dasar hukum yang mengatur dan membatasi warga negara, lembaga negara dan segala aktivitasnya agar tetap dalam koridor kebaikan dan moralitas dan dijauhkan dari segala bentuk pelanggaran,” jelas dia.

Sementara itu lanjut ART, NKRI adalah simbol kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Kesadaran akan NKRI inilah yang akan mencegah terjadinya perpecahan dan disintegrasi.

“Jika tidak terjadi perpecahan, maka tujuan berbangsa dan bernegara akan tercapai,” beber ART.

Terakhir, ART pun menguraikan tentang Bhineka Tunggal Ika, yang merupakan bentuk terakhir penyatuan bangsa dalam teori negara paripurna dalam perspektif keindonesiaan.

ART menjelaskan, Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

“Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan,” pungkas ART.[]

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending