Connect with us

PENDIDIKAN

Ide-ide Kreatif Siswa SDN Mekarjaya 1 Depok Membuat Alat Peraga IPA

Published

on

Depok – Banyak cara anak-anak untuk mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Tidak terkecuali Fathir, Abizar, Fathur, Raiyan, Zaki dan teman-teman sekelas lainnya. 

Mereka adalah siswa-siswi kelas 6B Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mekarjaya 1 Kecamatan Sukmajaya Depok yang mempunyai ide-ide kreatif dengan melakukan esksperimen dan membuat alat peraga pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)seperti lampu lalulintas, roket air, lampu lighting, peredaran darah manusia dan lain-sebagainya.

Dengan inisiatif sendiri, dibarengi semangat yang tinggi dan rasa penuh tanggung jawab mereka membuat alat-alat peraga tersebut dengan menggunakan barang-barang yang sudah tidak terpakai disekitarnya. 

Ketika ditanya motivasi apa yang membuat anak-anak ini senang melakukan kegiatan tersebut, Raiyan Dafi Nazif salah satu siswa menjelaskan bahwa, rasa keingintahuan dan rasa penasaran terhadap sesuatu membuat mereka senang dan sangat bersemangat untuk merealisasikan ide-idenya. 

“Dengan rasa senang, sesuatu hal yang sulit, akan menjadi lebih mudah untuk dipahami, karena dilakukan sambil bermain,” ucap Raiyan. Selasa, (05/3/2019).

Muhammad Ramadona penyelenggara ajang kompetisi Insinyur Cilik dan tim Azariy Club serta tim Semut merah bukti Creative sangat senang dapat melakukan kunjungan ke SD Mekarjaya 1 Depok. 

Beliau mengajak serta memotivasi anak anak ini untuk terus melakukan kegiatan positif dan kreatif. “Anak-anak jangan putus asa dan tetap bersemangat,” harapnya.

Masih dengan Muhammad Ramadona, ia mengapresiasi dan juga mengundang anak anak ini untuk ikut serta dalam kompetisi Insinyur Cilik tingkat SD se-Indonesia, yang akan dilaksanakan bulan Juni 2019 di JCC Jakarta dan direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia.

Victoria, wali kelasnya menyebutkan bahwa di jaman sekarang ini jarang anak-anak, khususnya siswa sekolah dasar yang mempunyai kreatifitas yang tinggi dan inovatif. 

Anak-anak ini mengisi waktu luang mereka dengan membuat alat peraga dan bereksperimen diluar jam sekolah. Insya Allah dibulan Juni 2019 mereka akan diikutsertakan dalam ajang lomba insinyur cilik. “Saya selaku wali kelasnya mendukung apa yang mereka kerjakan,” pungkasnya. (ari)

PENDIDIKAN

SMAN Unggulan MH. Thamrin Gelar Khatamul Quran di Lapangan Sekolah

Published

on

Keluarga besar SMA Negeri Unggulan Muhammad Husni Thamrin, Jakarta saat menggelar Tasyukuran Khatamul Quran pada Jumat, (4/10/2019) pagi

JAKARTA – Keluarga besar SMA Negeri Unggulan Muhammad Husni Thamrin, Jakarta menggelar Tasyukuran Khatamul Quran pada Jumat, (4/10/2019) pagi. Acara Khatamul Quran yang diikuti oleh seluruh civitas akademika SMAN Unggulan MH. Thamrin ini di lapangan sekolah.

Selain Khatamul Quran acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada panti asuhan. Dalam kesempatan ini yang menerima santunan yakni Panti Asuhan Tunas Bangsa dan Panti Asuhan Tuna Grahita.

Dalam sambutanya Kepala SMAN Unggulan MH. Thamrin Warnoto mengatakan, tradisi membaca Al Quran awalnya dilaksanakan setiap hari jumat, tetapi sejak bulan Juli 2017 tradisi membaca Al Quran dilaksanakan setiap pagi oleh seluruh warga MH. Thamrin.

“Sejak itu juga sudah beberapa kali khatamul Quran,” kata Warnoto.

Warnoto juga mengungkapkan, kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial lainnya selain menumbuhkan kecerdasan intelegensi juga yang penting menumbuhkan sosial kompetensi siswa. “Kegiatan keagamaan membangun attitude kita kepada sesama,” tegas dia.

Sementara itu, menurut siswa kelas XII-2, Farel Al Izzah, kegiatan tadarus pagi sangat baik karena kesibukan siswa harus ada waktu khusus baca Quran setiap pagi.

“Sebagimana bagi seorang muslim kebiasaan yang baik yakni membaca, memahami dan mengamalkan Al. Quran,” ujar Farel.

SMA Negeri Unggulan MH. Thamrin adalah sekolah unggulan DKI Jakarta dengan konsep boarding school fokusnya ke mata pelajaran sains Ilmu Pengetahuan Alam.

Sejauh ini siswa SMA N. Unggulan MH. Thamrin banyak meraih medali olimpiade sains baik tingkat nasional bahkan internasional. Pada Ujian Nasional tahun 2018 dan 2019, sekolah SMA Negeri Unggulan MH. Thamrin mendapat nilai tertinggi nasional.[]

Continue Reading

PENDIDIKAN

Ini Alasan MUI Dukung RUU Pesantren

Published

on

By

JAKARTA – majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung RUU Pesantren untuk segera disahkan. Mui berharap dengan disahkan RUU Pesantren itu dapat memberikan pengakuan kesetaraan dan keadilan terhadap lembaga pendidikan pesantren sehingga menjadi satu kesatuan dari sebuah Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Selama ini lembaga pendidikan pondok pesantren seakan menjadi bagian yang terpisah dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sehingga tidak mendapatkan perlakuan yang adil dari negara. Baik dari aspek pengembangan kurikulum, tenaga guru dan kependidikan, ijazah kelulusannya maupun aspek anggaran negara baik melalui APBN maupun APBD,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi pada Lintas Parlemen, Ahad (22/9/2019).

Padahal, lanjutnya, pondok pesantren memiliki peran kesejarahan yang sangat besar dalam merebut dan mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Juga dalam mengawal, dan mempertahankan NKRI.

“Sehingga tidak pada tempatnya memperlakukan pesantren menjadi anak tiri di negerinya sendiri,” ujar Zainut.

“Untuk hal tersebut perlakuan diskriminatif terhadap pesantren harus segera diakhiri dengan memberikan payung hukum dalam bentuk Undang-undang agar kedudukan pondok pesantren lebih setara dan sederajat dengan lembaga pendidikan lainnya,” sambung Zainut.

Sebagai informasi, jumlah Pondok Pesantren tersebar di seluruh wilayah di Indonesia sebanyak 28.984 Pondok Pesantren dan 4.290.626 santri. (Data EMIS 2015/2016)). Hal tersebut merupakan jumlah yang sangat besar dan harus mendapat perhatian dan perlindungan serius dari Pemerintah. Pondok pesantren tersebut hampir semuanya dikelola secara mandiri oleh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, baik Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam (PERSIS), Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Dewan Dakwah Islamiyah dan yang lainnya.

“Hadirnya UU tentang Pesantren harus dapat memperkuat fungsi pesantren baik sebagai fungsi pendidikan, fungsi dakwah maupun fungsi pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Zainut mengusulkan, bersatu dalam UU Pesantren itu harus tetap mempertahankan ciri khas pesantren dan kemandirian pesantren. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan tradisi dan nilai-nilai yang hidup dan tumbuh di pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas yang menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan kebhinnekaan Indonesia. (HMS)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Pemerintah Ingin Hapus Materi Perang di Buku Pelajaran Madrasah, PKS: Ada Bisikan Asing dalam Penyusunan Kurikulum Pendidikan

Published

on

By

JAKARTA – politisi Senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Alhabsyi angkat suara terkait rencana Kemenag atau Kementerian Agama RI untuk merevisi isi pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) untuk tahun ajaran baru 2020. Bagi Habib Aboe, sikap itu sangat nyeleneh.

“Adalah ide itu yang cukup nyleneh. Keinginan Direktur Kurikulum untuk menghilangkan materi tentang perang dalam pelajaran sejarah Islam tidak bisa diterima akal sehat,” kata Habib Aboe pada Lintas Parlemen, Sabtu (21/9/2019).

Seperti diwartakan, adanya rencana penghapusan materi tentang perang yang terdapat pada buku pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) yang diajarkan di Sekolah Madrasah oleh Kementrian Agama Republik Indonesia.

“Menghilangkan sebagian catatan sejarah sama dengan mengaburkan sejarah, atau bisa juga dikatakan memalsukan sejarah. Tentunya ini adalah bagian dari pembodohan kepada siswa, karena mereka dicekoki pendidikan sejarah yang sudah tidak otentik,” tegas Habib Aboe.

Melihat situasi ini, poltisi Kalimantan Selatan itu menjelaskan, ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, munculnya ide ini adalah bentuk ketidak mampuan penyelenggara pendidikan untuk merumuskan kurikulum yang berkualitas. Sehingga yang dilakukan adalan trial and erorr secara serampangan.

“Kedua, adanya bisikan asing dalam penyusunan kurikulum ini, karena mereka tidak ingin bangsa ini menjadi kuat,” terang Anggota Komisi III DPR RI ini.

Harus diingat, pintanya, bahwa Kemerdekaan kita bukan lantaran rasa toleransi dari Belanda. Bangsa ini merdeka dengan cucuran darah dan air mata. Dikobarkan peperangan diberbagai daerah untuk melawan penjajah, mengusir mereka dan memperoleh kemerdekaan.

“Anak cucu kita harus paham akan hal itu, karena kedepan masih banyak bangsa asing yang mengendap ingin mencaplok Indonesia. Oleh karenanya, mereka harus tahu sejarah dan bisa mempersiapkan diri untuk masa depannya,” pungkas Habib Aboe. (HMS)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending