Connect with us

PENDIDIKAN

Ika Libels Siapkan 8 Bus Untuk Siswa SMAN 15 Motivasi & Outing Class

Published

on

Jakarta, Jakarta Islamic Center adalah salah satu destinasi Jakarta Utara sebagai objek pariwisata dan sejarah kota Jakarta Utara, bagaimana dilokasi tersebut menjadi sejarah kelam Jakarta Utara menjadi lokasi tempat ibadah terbesar di Jakarta bahkan asia.

Ika Libels Jakarta sebagai wadah Ikatan Keluarga Alumni SMAN 15 Jakarta Utara memiliki program-program unggulan diantaranya adalah : Alumni Peduli Pendidikan, dimana kali ini ingin memacu semangat belajar para siswa kelas XII SMAN negeri 15 Jakarta sebagai kepedulian terhadap almamaternya di dalam menghadapi ujian-ujian sekolah dengan cara memberikan Motivasi & outing class di Jakarta Islamic Center, tidak tanggung-tanggung 216 Orang Siswa kelas XII siswa SMAN 15 Jakarta diboyong dengan disiapkan Bus Sekolah sebanyak 8 (delapan) Bus berangkat dari gedung SMAN 15 Jakarta sunter menuju Jakarta Islamic Center di Kramat Jaya semper.

H.Dadang Tompro ketua umum Ika libels Jakarta menyampaikan, kesiapan seorang siswa di dalam menghadapi ujian-ujian di sekolah tidak hanya kesiapan belajar menghapal dan mengerti dengan mata pelajaran yang akan diuji, tetapi juga dibutuhkan kesiapan jiwa, kesiapan mental agar menghadapi ujian-ujian tersebut lebih tenang.

“ketenangan jiwa akan lebih memperkuat mentalnya di dalam menghadapi ujian sekolah sehingga akan lebih besar keberhasilannya dalam hasil ujian” ujarnya, di Jakarta, Kamis (10/01/2019)

Oleh karena itu, sesungguhnya ujian sekolah tersebut jangan dihadapi dengan rasa takut, khawatir dan parno yang berlebihan, yang akan membuat kejiwaan siswa seakan sudah kalah sebelum berperang, kami para alumni mengajak jalan-jalan belajar diluar sekolah.

Di Jakarta Islamic Center ini selain memberikan suasana segar dan bersejarah sekaligus memberikan motivasi dari para motivator handal.

“Semoga apa yang diprogramkan oleh Ika Libels Jakarta ini terus bergerak dan bermanfaat baik untuk alumni sendiri maupun bagi almamater tercinta”paparnya

Sementara itu, Kepala SMAN 15 Jakarta Dwi Priyo Eko Santoso mengatakan, terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap kepedulian alumni sehingga membangkitkan gairah sekolah untuk terus berprestasi.

Alhamdulillah dari sebelumnya siswa SMAN 15 Jakarta yang lulus ke Perguruan tinggi negeri hanya kisaran 15 orang, saat ini sudah mencapai kisaran 65 orang.

“Hal ini tentu saja salah satu pendukungnya adalah kepedulian alumni yang telah memberikan bimbingan belajar dan motivasi terhadap adik-adiknya”, ujarnya

sehingga prestasi SMAN 15 tidak hanya dalam bidang akademik, bidang minat bakat ekstrakurikulerpun dapat terus meningkat, bahkan terakhir mejadi juara pertama dalam sebuah lomba kelompok ilmiah remaja ditingkat Provinsi DKI Jakarta,katanya.

NASIONAL

Anggota MPR RI Abdul Rachman Thaha Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Palu

Published

on

PALU – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Abdul Rachman Thaha (ART) menggelar Sosialisasi Empat Pilar di SMA Negeri 4 Palu, Kamis (22/11/2019).

Dalam kegiatan tersebut, ART menegaskan bahwa Empat Pilar tersebut merupakan payung kebangsaan yang menjadi kiblat berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tungal Ika.

“Keempat pilar inilah yang harus kita tanamkan dalam hati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya dilafalkan dan dijadikan simbol saja,” ujar ART di hadapan peserta sosialisasi.

ART dalam kegiatan itu juga menjelaskan secara rinci keempat pilar berbangsa dan bernegara tersebut. Pertama, Pancasila sebagai idiologi negara Indonesia menyatukan perbendaan ras, suku dan agama dalam bingkai nusantara.

“Ia menegaskan, Pansila adalah roh negara Indonesia yang telah digali oleh founding fathers kita demi menyatukan bangsan indonesia,” kata ART.

Kemudian, ART memaparkan bahwa UUD 1945 adalah wujud dari konsensus dan kesepakatan sebagai landasan bernegara, sehingga menjadi hukum tertiggi di negara ini.

“UUD 1945 menjadi dasar hukum yang mengatur dan membatasi warga negara, lembaga negara dan segala aktivitasnya agar tetap dalam koridor kebaikan dan moralitas dan dijauhkan dari segala bentuk pelanggaran,” jelas dia.

Sementara itu lanjut ART, NKRI adalah simbol kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Kesadaran akan NKRI inilah yang akan mencegah terjadinya perpecahan dan disintegrasi.

“Jika tidak terjadi perpecahan, maka tujuan berbangsa dan bernegara akan tercapai,” beber ART.

Terakhir, ART pun menguraikan tentang Bhineka Tunggal Ika, yang merupakan bentuk terakhir penyatuan bangsa dalam teori negara paripurna dalam perspektif keindonesiaan.

ART menjelaskan, Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

“Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan,” pungkas ART.[]

Continue Reading

PENDIDIKAN

‘Ikrar Sumpah Pemuda Itu Dialektika yang Wujudkan Manifestasi Nasionalisme Pemuda Indonesia’

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak para pelajar Indonesia merenungkan kembali makna Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober. Tepat 91 tahun lalu, pemuda dan pemudi bangsa Indonesia dari berbagai latar belakang pemikiran, budaya, agama dan suku bangsa, bersatu untuk mengikrarkan persatuan dalam ikatan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa, yakni Indonesia.

“Ikrar sumpah pemuda merupakan dialektika dan wujud manifestasi nasionalisme pemuda Indonesia untuk menggalang persatuan bangsa dalam perjuangan melawan kolonialisme. Kini setelah kemerdekaan, perjuangan yang utama untuk adik-adik sekalian adalah gigih melawan kebodohan dan berani melawan segala bentuk ketertinggalan,” ujar Bamsoet saat menerima peserta putaran final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Tahun 2019, di Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta, Selasa (29/10/19).

Turut hadir antara lain Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dan Wakil Ketua MPR RI Asrul Sani.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengingatkan para pelajar agar tak terjerumus dalam efek negatif modernitas globalisasi yang bisa menghilangkan identitas dan jati diri sebagai manusia Indonesia. Manusia yang memiliki Pancasila sebagai ideologi, memiliki kebudayaan yang adi luhung, serta memiliki kepribadian yang beradab dan beretika.

“Masa depan Indonesia tergantung bagaimana tindak tanduk para pelajarnya di masa kini. Derasnya arus informasi teknologi dan gegap gempitanya media sosial, di satu sisi membawa keuntungan, namun di sisi lainnya juga mendatangkan malapetaka. Karenanya, sangat ironis jika kini banyak pelajar yang lebih menyukai budaya K-Pop, Harajuku, dan lainnya, ketimbang mengusung budaya Nusantara. Kita seperti kehilangan daya cipta, rasa, dan karsa sebagai manusia Indonesia. Hal ini tak boleh dibiarkan berlarut terus menerus,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menjelaskan, melalui perenungan kembali terhadap nilai-nilai Sumpah Pemuda, akan meneguhkan tekad kita semua, utamanya para pelajar untuk berjuang mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan karya. Hingga dapat membawa Indonesia berlari dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa maju dunia, ditengah modernitas dan derasnya persaingan globalisasi, tanpa harus menanggalkan karakter dan jatidiri sebagai bangsa Indonesia.

“Sumber daya manusia yang berkualitas dan sistem pendidikan yang bermutu merupakan sebuah keniscayaan dalam memajukan sebuah bangsa. Keduanya saling berkaitan erat. Atas dasar itulah para pendiri bangsa kemudian merumuskannya dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 agar semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa senantiasa melekat dan selanjutnya dapat digulirkan dari generasi ke generasi,” jelas Bamsoet.

Oleh karena itulah, Legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menerangkan, Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI yang sudah berjalan sebelas tahun, dimulai sejak tahun 2008, merupakan salah satu bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.  Putaran final yang dilangsungkan di MPR RI diikuti 34 SMA/sederajat yang telah lolos seleksi dan mewakili masing-masing provinsi. Setiap SMA/sederajat diwakili 10 siswa, sehingga ada 340 siswa yang akan mengikuti putaran final, untuk kemudian disaring kembali menghadapi Grand Final.

“Sebagai Rumah Kebangsaan, melalui kegiatan LCC ini MPR RI berusaha menanamkan pemahaman tentang Pancasila sebagai ideologi negara, konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui pemahaman nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara ini, tujuan akhir yang hendak kita capai adalah terbentuknya mental dan karakter bangsa yang berani, berdikari, berdaya saing, berintegritas, serta berkepribadian Indonesia, utamanya di kalangan generasi muda Indonesia,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading

PENDIDIKAN

SMAN Unggulan MH. Thamrin Gelar Khatamul Quran di Lapangan Sekolah

Published

on

Keluarga besar SMA Negeri Unggulan Muhammad Husni Thamrin, Jakarta saat menggelar Tasyukuran Khatamul Quran pada Jumat, (4/10/2019) pagi

JAKARTA – Keluarga besar SMA Negeri Unggulan Muhammad Husni Thamrin, Jakarta menggelar Tasyukuran Khatamul Quran pada Jumat, (4/10/2019) pagi. Acara Khatamul Quran yang diikuti oleh seluruh civitas akademika SMAN Unggulan MH. Thamrin ini di lapangan sekolah.

Selain Khatamul Quran acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada panti asuhan. Dalam kesempatan ini yang menerima santunan yakni Panti Asuhan Tunas Bangsa dan Panti Asuhan Tuna Grahita.

Dalam sambutanya Kepala SMAN Unggulan MH. Thamrin Warnoto mengatakan, tradisi membaca Al Quran awalnya dilaksanakan setiap hari jumat, tetapi sejak bulan Juli 2017 tradisi membaca Al Quran dilaksanakan setiap pagi oleh seluruh warga MH. Thamrin.

“Sejak itu juga sudah beberapa kali khatamul Quran,” kata Warnoto.

Warnoto juga mengungkapkan, kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial lainnya selain menumbuhkan kecerdasan intelegensi juga yang penting menumbuhkan sosial kompetensi siswa. “Kegiatan keagamaan membangun attitude kita kepada sesama,” tegas dia.

Sementara itu, menurut siswa kelas XII-2, Farel Al Izzah, kegiatan tadarus pagi sangat baik karena kesibukan siswa harus ada waktu khusus baca Quran setiap pagi.

“Sebagimana bagi seorang muslim kebiasaan yang baik yakni membaca, memahami dan mengamalkan Al. Quran,” ujar Farel.

SMA Negeri Unggulan MH. Thamrin adalah sekolah unggulan DKI Jakarta dengan konsep boarding school fokusnya ke mata pelajaran sains Ilmu Pengetahuan Alam.

Sejauh ini siswa SMA N. Unggulan MH. Thamrin banyak meraih medali olimpiade sains baik tingkat nasional bahkan internasional. Pada Ujian Nasional tahun 2018 dan 2019, sekolah SMA Negeri Unggulan MH. Thamrin mendapat nilai tertinggi nasional.[]

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending