Connect with us

HIBURAN

Ini Alasan Pengusaha Tajir Itu Mau ‘Booking’ Vanessa Rp80 Juta Sekali ‘Ngamar’

Published

on

JAKARTA – Ternyata sang pengusaha tajir punya alasan tersendiri ‘booking’ Vanessa Angel dengan harga selangit Rp80 satu ronde di kamar. Usut punya usut si Pengusaha Tajir itu fans berat sang artis.

Hal itu disampaikan Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Arisandi. Ia mengungkapkan bahwa pria yang diduga memesan Vanessa Angel berprofesi sebagai pengusaha itu fans berat Vanessa.

Seperti diberitakan, pria super tajir itu disebut-sebut menggunakan jasa artis melalui mucikari prostitusi online yang beroperasi Surabaya-Jakarta dan sekitarnya.

Melalui mucikari itu, pengusaha asal luar Jawa tersebut memesan dan ingin berkencan bersama artis idola tersebut. O gara-gara itu toh. Ingin ‘rasain’ artis idolanya?

Dan Artis cantik itu pun ngamar dan yang terciduk saat melayani tamu spesialnya itu dalam kamar hotel, Sabtu (5/1/2019) sekitar pukul 12.00 WIB lalu.

“Iya pekerjaannya seorang pengusaha. Itu aja. Wah, he he enggak tahu saya (usia terduga pemesan). Masa (profesi dengan penghasilan lebih kecil dari pengusaha) berani bayar Rp 80 juta,” kata Arisandi kepada pada tribun saat dihubungi, Ahad (6/1/2018) kemarin.

“Mereka (Vanessa) bersama pria, bukan suami istri ditangkap saat berhubungan badan. Jadi yang satu artis populer dan satu artis FTV,” jelas Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin.

Melalui pengacara Muhammad Zakir Rasyidin, Vanessa mengaku dijebak. Ceritanya, Vanessa diundang hadir ke Surabaya untuk menjadi pembawa acara suatu kegiatan.

Muhammad Zakir Rasyidin mengungkapkan, kliennya itu mulanya hanya diundang seseorang ke Surabaya yang belakangan disebut oleh media sebagai muncikari.

“Dia (Vanessa Angel) dijebak. Vanessa diundang oleh seseorang untuk mengisi satu acara di Surabaya, ternyata sampai di sana orang yang katanya muncikari inilah yang mengundangnya,” kata Zakir kepada detikHOT, Ahad (6/1/2019) kemarin.

Tak hanya itu, Zakir mengungkapkan, antara Vanessa dan muncikari itu belum saling mengenal. Venessa dan sang mucikari baru bertatap muka saat di Mapolda Jawa Timur.

“Jadi antara Vanessa dan muncikari tidak saling kenal, justru kenalnya setelah ditangkap,” terangnya. (H3)

 

 

HIBURAN

Ikalibels Angkatan 85 dan 87 serta SMA 42 Raih Juara Umum PORSENI TRADISIONAL

Published

on

Jakarta – Ajang Porseni tradisional IKALIBELS JAKARTA yang juga rekor MURI 2019, dilaksanakan pada hari Sabtu 24 Agustus 2019 di Bellaterra Lifestyle Center Kelapa Gading Jakarta Utara dilaksanakan dari Jam 07.00 – 16.00 dan kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.

Ketua Umum Ikalibels, Dadang Tompro, mengatakan kegiatan ini adalah dalam rangka kepedulian terhadap pelestarian budaya permainan tradisional Nusantara dan Pendidikan.

“Setiap kegiatan yang oleh para alumni berusaha untuk melakukan silaturahmi, hal ini mempunyai dampak positif terhadap perkembangan zaman, artinya alumni bergerak dan harus tetap bermanfaat” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta alumni SMAN 5, Fahmi, menyampaikan salah satu peserta antar SLTA se DKI Jakarta sangat senang kalau kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahunnya dan berkembang bertambah permainan tradisional lainnya seperti Enggrang, demprak, galasin

“Kegiatan ini tercatat dengan rekor Reuni Pelajar Pertama dengan Lomba Permainan Tradisional di atas meja” paparnya.

Adapun pertandingan permainan olahraga tradisional seperti Halma, ular tangga, Ludo, catur Jawa SOS, congklak, karambol, Damdas, TTS.

Pertandingkan ini diikuti oleh 26 angkatan alumni Ikalibels Jakarta dan 23 sekolah alumni SLTA se DKI Jakarta dan hasilnya angkatan 85 dan 87 sebagai juara umum I dan II antar angkatan Ikalibels Jakarta dan Alumni SMA 42 sebagai Juara Umum antar alumni SLTA se DKI Jakarta.

Kegiatan ini didukung oleh Bellaterra Lifestyle Center, PAPPRI Jakarta dan Sekitarnya, Yayasan Pendidikan Walang Jaya, ASJB Indonesia dan Jitera Kreasi Indonesia Group.

Continue Reading

HIBURAN

DPR Kembali Gelar Lomba Stand Up Comedy ‘Kritik DPR’

Published

on

By

JAKARTA – Setelah sukses mengadakan lomba stand up comedy ‘Kritik DPR’ pada tahun lalu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo kembali menggelar lomba stand up comedy. Bamsoet ingin mempertegas kepada publik bahwa DPR RI terbuka dan tidak anti kritik. Lomba digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI dan HUT DPR RI ke-74.

“DPR RI saat ini sudah menjadi parlemen terbuka. Siapa pun boleh menyampaikan kritik kepada DPR tanpa harus merasa takut. Semakin banyak yang mengkritik akan semakin bagus bagi peningkatan kinerja DPR RI,” ujar Bamsoet di Jakarta, Jumat (23/08/19).

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menuturkan melalui stand up comedy, DPR RI ingin mengajak kaum milenial untuk melek politik sekaligus menyampaikan kritik dengan gaya zaman now. Terlebih saat ini stand up comedy tengah digandrungi masyarakat luas.

“Tradisi menyampaikan kritik melalui humor harus terus ditumbuhkembangkan di Indonesia. Melalui humor, kritik yang disampaikan akan terasa lebih segar,” tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai kritik melalui humor sangat efektif. Kegelisahan masyarakat terhadap berbagai persoalan dapat disuarakan melalui materi yang dibawakan para komika.

“Seorang stand up comedian yang cerdas mampu membuat orang menertawakan dirinya sendiri, meskipun dia sedang menjadi sasaran kritik tersebut. Lihat saja bagaimana para anggota DPR tertawa terbahak pada lomba stand up comedy tahun lalu, padahal saat itu mereka tengah dijadikan ‘sasaran tinju’ para komika,” tutur Bamsoet.

Sementara itu, Ketua Panitia lomba stand up comedy ‘Kritik DPR’ Iwel Sastra menjelaskan lomba ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia. Dari seluruh peserta yang mendaftar, panitia akan memilih 50 peserta untuk mengikuti babak penyisihan. Pendaftaran dilakukan tanpa dipungut biaya apapun.

“Pembatasan jumlah peserta ini agar dewan juri bisa menikmati penampilan peserta sambil memberikan penilaian. Pembatasan ini juga menjadi seleksi awal, karena kalau tidak dibatasi peserta bisa tembus ratusan,” papar Iwel.

Lebih jauh Iwel memaparkan, babak penyisihan akan dilaksanakan pada tanggal 5 September 2019. Sedangkan babak final akan dilaksanakan tanggal 10 September 2019. Lokasi lomba mengambil tempat di Gedung Nusantara II DPR RI.

“Pendaftaran bisa dilakukan melalui email lombastandupcomedykritikdpr@gmail.com hingga tanggal 31 Agustus 2019. Hadiah yang diberikan sangat menggiurkan. Pemenang pertama mendapatkan hadiah Rp 25 juta, pemenang kedua mendapatkan hadiah 15 juta rupiah dan pemenang ketiga mendapatkan hadiah 10 juta rupiah. Mari beramai-ramai mengkritik DPR tanpa perlu takut ditangkap,” pungkas Iwel. (dwi)

Continue Reading

HIBURAN

Gardacatha, Komunitas yang Mampu Kembangkan Potensi Seni Anak-anak Muda

Published

on

Surabaya – Gardacatha adalah aliansi antar kampus jurusan kreatif Surabaya, Sidoarjo, Gresik. Aliansi kreatif ini berdiri atas kesadaran bersama dalam merangkai jaringan/relasi antar mahasiswa-mahasiswa untuk membangkitkan kembali eksistensi kreatifitas pemuda.

Di warung frantej yang berlokasi di Jl. A. Yani No. 256 Surabaya, teman-teman Gardacatha mengadakan workshop ilustrasi dengan judul “Anti Klimax”, nama ini terbentuk karna inisiatif teman-teman gardacatha terkait kegilaan sebagai inspirasi penciptaan karya visual, yang diisi oleh Bagus Aji (@bagusportofolio) salah satu artis ilustrator dari gardhacataha sendiri. 

Dalam workshop ini teman-teman dari Gardacatha memperlihatkan kepada pengunjung tentang basic penciptaan karya visual dari adobe ilustrator. 

Acara ini tidak hanya workshop saja, namun ada juga pembacaan puisi dan bincang santai bersama ilustrator-ilustrator dari gardacatha tentang penciptaan karya visual. 

“Sangat keren, dengan adanya acara ini saya dapat empelajari ilmu baru dari teman-teman Gardacatha untuk mempelajari ilmu kreatif,” ucap Dhaniel salah satu pengunjung. Sabtu, (02/03/2019).

Kurang lebih ada 20 universitas yang sudah bergabung dalam Gardacatha ini, Yaitu:

UNESA, UPN, ITATS, UNUSIDA, UISI, STIKOM, IKADU, UMAHA, ISTTS, UK Petra Surabaya, Universitas Ciputra, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Jatim, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.

“Bagi saya, ini adalah komunitas yang sangat bagus bagi anak-anak seni untuk mengembangkan potensinya di dunia seni, khususnya diluar kampus. 

Karna anak muda sekarang kurang melestarikan maupun mengenal sebuah seni dan karya,” tutur Tita selaku Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual Universitas Nadhatul Ulama Sidoarjo (Unusida).

Tita menambahkan, harapannya dengan adanya acara ini yaitu dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengembangkan kekreatifan dalam era pasar industri. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending