Connect with us

INTERNASIONAL

Ini Penyebab Viral Berita Lama AS Sebut Din Syamsuddin Teroris

Published

on

JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin angkat suara terkait berita lama tahun 2014 lalu di JPPN viral kembali. Bagi Din, berita lama itu telah membunuh karakter terhadap tokoh Islam dunia.

“Itu lagu lama, berita pada 2014. Patut diduga itu permainan inteligen yang mengembangkan dan selalu mengembangkannya. Jelas itu skenario character assasination (pembunuhan karakter) terhadap para tokoh Islam di dunia. Tidak usah digubris,” kata Din saat ditanya terkait munculnya kembali berita lama itu di sejumlah media sosial dan group Whatssap, Bandung, Jumat (25/10/2019).

“Itu ibarat maling teriak maling. Kepada yang menuduh dan menyebarkan fitnah maafkan saja. Kepada mereka saya berterima kasih karena sudah memberi peluang pahala. Urusan dengan Allah SWT biarlah mereka mempertanggung jawabkan di akhirat,゛sambung Din.

Dalam berita JPPN mewartakan bahwa media online berbahasa Arab Almashhad-Alyemeni merilis daftar nama teroris dan tokoh-tokoh yang terkait erat dengan gerakan Islamic State Iraq and Syiria atau ISIS. Di malam berita JPPN itu, ada nama Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin ada di daftar 101 dari 119 nama yang dirilis.

Sesuai situs itu, data itu didapat di Kementerian Luar Negeri AS. Selain nama Din Syamsuddin, ada lima lainnya berkewarganegaraan ataupun berdomisili di Indonesia seperti Nahdi Saleh Zaki (pengkhotbah), Shahura Mohammed (pengkhotbah), Mohammed Zaitun (Presiden Persatuan Masyarakat Islam),Salim Sagaf Jaffery yang kemudian diidentifikasi sebagai Salim Jufri Assegaf, Brigadir Kesabaran (Ketua Dewan Ulama Indonesia). (HMS)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INTERNASIONAL

Sukseskan Muktamar PEPIAT 2019, PB HMI MPO: Islam di Asia Tenggara Harus Berjaya

Published

on

KUALA LUMPUR, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengutus lima perwakilan untuk menghadiri dan mensukseskan acara Muktamar Persatuan Pelajar Islam Asia Tenggara (PEPIAT) yang digelar di Internasional Islamic University Malaysia (IIUM), Malaysia pada tanggal 1-4 November 2019.

Muktamar kali ini dihadiri oleh enam organisasi anggota PEPIAT, yakni Himpunan Mahasiswa Islam Penyelamat Organisasi (HMI-MPO), Pelajar Islam Indonesia (PII), Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM), Persatuan Pelajar Islam Kamboha (CAMSA), Persatuan Pelajar Islam Thailand (TMSA), Persatuan Pelajar Islam Filipina (FAMSA), dan National University of Singapore Muslim Society.

Muktamar kali ini mengukuhkan Presiden PKPIM, Saudara Farhan Rosli sebagai Setiausaha Agung PEPIAT masa jabatan 2019-2021.

Ketua Umum PB HMI MPO, Zuhad Aji Firmantoro menegaskan, Muktamar PEPIAT ini menjadi moment yang tepat bagi pelajar dan pemuda Asia Tenggara, terutama yang tergabung dalam PEPIAT untuk memperkuat ukhuwah dan konsolidasi untuk kejayaan Islam di kawasan Asia Tenggara, bahkan dunia.

“Islam di Asia Tenggara harus berjaya. Meskipun kita mengetahui bahwa tantangan bagi umat Islam saat ini semakin berat,” kata Zuhad Aji di Kuala Lumpur, Selasa (5/11/2019).

Menurut Zuhad Aji, Islam dan umat Islam saat ini sedang diperhadapkan dengan berbagaimacam permasalahan, seperti politik, pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi. Terlepas dari beberapa isu itu, Zuhad Aji dalam forum Muktamar Pepiat lebih khusus menyoroti isu Islamofobia.

“Saat ini, isu Islamofobia harus menjadi perhatian khusus kita sebagai aktivis pelajar atau pemuda Islam Asia Tenggara, mengingat isu ini semakin menggaung di tengah-tengah kita,” ungkap Zuhad Aji.

Dia pun membeberkan contoh gejala Islamofobia yang saat ini terjadi di Indonesia. Menurutnya, gejala-gejala Islamofobia itu muncul dalam istilah-istilah radikalisme, terorisme, intoleransi dan ekstrimisme yang sasaran tembaknya adalah menyudutkan Islam dan umat Islam.

“Isu-isu ini sengaja dihembuskan untuk menciptakan Islamofobia. Hingga persoalan memakai cadar dan celana cingkrang diributkan dan diidentifikasi sebagai radikalisme dan ekstrimisme,” jelasnya.

Untuk itu, Zuhad Aji berharap agar Muktaram PEPIAT kali ini menghasilkan konsep dan dan formula khusus untuk menangkal Islamofobia.

Untuk diketahui, para peserta Muktamar berkesempatan bertemu dengan YB Dato’ Seri Anwar Ibrahim. Peserta juga berkesempatan berdiskusi dengan Senator Dewan Negara Malaysia YB Ismail Yusof, Dr. Pimpinan Majlis Permesyuaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nurwahid, dan Presiden PKPIM ke-18 dan Setiausaha Agung PEPIAT 1988-1990 Tn. Mustafa Kamil Ayyub.[]

Continue Reading

INTERNASIONAL

Amanah Berjuang untuk Umat, Arsul Sani Raih Gelar Datuk dari Singapura

Published

on

By

JAKARTA – Siapa bilang Anggota Dewan yang berkantor di Senayan tak ada yang amanah lagi? Di DPR banyak anggota dewan perwakilan rakyat yang masih memiliki nurani berjuang untuk umat.

Buktinya adalah  Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) ini Arsul Sani mendapatkan gelar datuk dari Kesultanan Singapura Riau Lingga, Sabtu (21/9/2019) lalu.

Pemberian gelar itu diharapkan agar Asrul Sani terus amanah memperjuangkan kepentingan umat. Kita doakan Arsul Sani tetap jaga diri dengan amanah usai mendapatkan gelar tersebut.

Menurut Sekretaris PPP Malaysia Datuk Zainul Arifin, pemberian gelar diberikan dalam adat istiadat Pengaruniaan Darjah Bangsawan Melayu Kesultanan Melayu Singapura – Riau Lingga di Istana Kampong Gelam Singapura.

“Beliau diberi gelar Dato Seri Wira Jasa Mahkota Temasek H Arsul Sani SH MSi WJMT. Kita berharap dengan pemberian gelar ini (Arsul Sani) bisa semakin amanah dan terus memberikan manfaat untuk semua umat,” kata Zainul seperti dikutip Antara.

Zainul mengatakan pemberian gelar tersebut diberikan bertepatan dengan Peringatan Ulang Tahun Ke-200 Kesultanan Singapura – Riau Lingga 21 Muharram 1441 H atau 21 September 2019.

“Pemberian gelar disematkan oleh Ketua Waris/Pemangku Adat-Zuriat Sultan Hussein Mohammad Shah Ibni Sultan Mahmud Riayat Shah III Istana Kampong Gelam Singapura, Tengku Mohammad Shawal Ibni Tengku Abdul Aziz,” ujar Zainul.

Sementara itu, Arsul yang memperoleh gelar kehormatan itu merasa bersyukur. Arsul berharap dengan gelar Datuk itu, dirinya bisa tetap amanah memperjuangkan kepentingan umat.

“Alhamdulillah mendapat anugerah gelar ‘Dato’ Seri Mahkota Temasek – DSMT – (Dato’ Seri) dari Kesultanan Singapura Riau Lingga di Istana Kampong Gelam, Singapura,” kata Arsul Sani seperti diposting di halaman facebook-nya.

Tak lupa pula, Arsul Sani menyampaikan terima kasih kepada Yang Mulia Pemangku Adat Kesultanan Singapura Riau Lingga. (AH)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Menteri Luar Negeri Papua Nugini Soroi Marrepo Terima Delegasi Komisi I DPR RI

Published

on

By

JAKARTA – Pemerintah Papua Nugini secara tegas menyampaikan dukungan terhadap Papua dan Papua Barat adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Eskalasi politik yang terjadi di tanah Papua baru-baru ini diharapakan tidak membesar dan dapat diselesaikan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo secara damai dan bijaksana.

Demikian pernyataan penegasan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Papua Nugini Soroi Marrepo saat menerima delegasi Komisi I DPR RI yang dipimpin Satya Widya Yudha di Port Moresbby, akhir pekan lalu. Anggota delegasi Komisi I lainnya adalah Evita Nursanyanti (F-PDIP) serta Sukamta dan Fraksi PKS serta didampingi Duta Besar RI untuk Papua Nugini Andriana Supandi.

“Menteri Luar Negeri Papua Nugini secara langsung menegaskan sikapnya, bahwa pemerintahannya selalu mendukung Papua dan Papua Barat adalah bagian dari NKRI. Itu clear, disampaikan langsung kepada kami delegasi DPR RI,” beber Satya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Dalam pertemuan yang berlangsung sangat akrab di Kementerian Luar Negeri Papua Nugini tersebut, hadir pula Sekretaris Menlu Papua Nugini Barbara A. Age. Menlu Soroi juga mengakui bahwa beberapa waktu lalu terjadi aksi demo oleh masyarakat Papua Nugini yang menyatakan dukungan terhadap referendum bagi Papua dan Papua Barat untuk berpisah dengan NKRI.

“Bahwa demo masyarakat PND mendukung referendum Papua dan Papua Barat adalah bukan sikap pemerintah,” tandas Satya mengutip Menlu Soroi.

Dalam kesempatan tersebut, selain membicarakan isu gejolak Papua, delegasi Komisi I DPR RI juga menyinggung peningkatan kerja sama bilateral pemerintahan dan parlemen antara kedua negara.

“Hubungan baik yang sudah terjalin selama ini dibidang ekonomi dan budaya harus terus ditingkatkan, termasuk hubungan Parlemen kedua negara. Salah satunya, perlu diwujudkan adanya penerbangan langsung dari Indonesia ke PNG,” pungkas Satya. (Agung)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending