Connect with us

RAKYAT

Isu Bimtek Kembali Digelar, HMI MPO Aceh Timur Minta Komitmen Pemerintah

Published

on

KabaRakyat.com | Aceh Timur – Beredar kabar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk aparatur Gampong kembali digelar dengan menggunakan Dana Desa (DD) di Aceh Timur, yang diduga dilaksanakan oleh sebuah LSM (non goverment) dari luar Aceh.

Terkait kegiatan itu, kabarnya sejumlah mahasiswa dan LSM yang ada di Aceh Timur kembali mengecam kegiatan itu yang dinilai terlalu dipaksakan oleh oknum tertentu, sehingga diduga mau memfoya-foyakan uang rakyat desa ditengah pandemi seperti saat ini.

Ketua Umum HMI MPO Cabang Aceh Timur, Muhammad Haris Shalaziq, menilai kegiatan Bimtek itu sudah sepatutnya dihentikan di Aceh Timur, karena dari aksi massa sebelumnya mereka telah membuat komitmen bersama bahwa anggaran desa Aceh Timur harus dimanfaatkan untuk masyarakat dan kegiatan penting lainnya seperti merehab rumah fakir miskin dan pembagian BLT kepada masyarakat miskin lainnya yang belum mendapatkan bantuan BLT.

“Kita minta Pemerintah daerah melalui Dinas DPMG harus sesuai komitmen seperti yang telah ditandatangani dalam petisi sebelumnya saat unjuk rasa para LSM dan Mahasiswa beberapa waktu yang lalu, kita mau melihat apakah janji menghentikan kegiatan Bimtek itu benar-benar dilakukan atau mereka akan ingkar janji, kalau ingkar janji berarti mereka telah berbohong dan mengkhianati masyarakat Aceh Timur secara terang-terangan,” kata Haris yang turut didampingi oleh sejumlah pengurusnya, Senin (23/11/2020).

Penolakan Bimtek, sebut Haris, bukan tanpa alasan, selain sangat membebankan anggaran desa perpeserta Rp5 juta rupiah untuk kegiatan dua malam, juga banyak masih terdapat kegiatan lainnya yang mesti harus segera dilakukan penyelesaian seperti kegiatan BLT dan kegiatan lainnya yang bersifat darurat ditengah masyarakat desa.

“Bayangkan kegiatan yang dilakukan hanya dua malam, dan menghabiskan dana desa Rp5 juta rupiah untuk satu orang, kalau kita kalikan satu desa misalkan ada yang ikut 4 Orang dikalikan 513 Desa sudah berapa dana desa dihabiskan. Sementara lembaga yang menyelenggarakan tidak memiliki rekomendasi kemendagri, yang anehnya lagi ada sekaliber, Kabid, bahkan setingkat Camat yang mengisi materi Bimtek Dana Desa ini yang menjadi pemateri, apakah mereka sudah mengantongi sertifikat sebagai pemateri atau hanya asal-asalan. Untuk itu kita mendesak pihak terkait seperti Kajati dan Kapolda Aceh agar dana itu segera diusut, bahkan sejumlah LSM juga telah melayangkan laporan ke Ombusdman dan juga Polda Aceh beberapa waktu yang lalu agar dana itu segera diusut,” ujarnya.

Itu sebabnya LSM dan mahasiswa di Aceh Timur ini meminta agar Kejari Aceh Timur segera memanggil para pihak yang diduga terlibat praktik kongkali kong itu, agar uang desa yang bernilai miliaran rupiah terselamatkan.

“Kami mahasiswa dan beberapa LSM tentunya sangat mengecam dan mengkritik paktik hambur-hamburkan uang rakyat desa, dan tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat akan kembali menggelar aksi demo ke DPMG, DPRK Aceh Timur maupun Kejari Idi kalau kegiatan itu kembali digelar, karena sebelumnya mereka telah menandatangani petisi perjanjian dengan Sejumlah LSM, Ormas dan Mahasiswa bahwa mereka akan membatalkan Bimtek itu, dan mengalihkan anggaran desa kepada kepentingan masyarakat yang sangat mendesak saat ini di Desa-desa,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAGAM

Patut Dicontoh! Anggota DPR yang Ikut Mengungsi Akibat Gempa Sulbar

Published

on

By

MAMUJU – Gempa melanda Sulawesi Barat (Sulbar) dengan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Majene yang terasa hingga Mamuju, Jumat (15/1/2021) pukul 01:28:17 WIB lalu tak hanya menjadi duka bagi rakyat biasa.

Namun, jadi duka bagi Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulbar. Seperti foto yang viral di sejumalh grup Whatsapp, adalah Suhadi Duka, Anggota Komisi IV DPR RI ikut mengungsi di tenda pengungsian bersama keluarga.

Ia lakukan itu untuk mencari rasa aman. Mengingat gempa susulan masih kadang terasa.

゛Betul. Saya ikut mengungsi bersama keluarga. Mengingat rumah saya ikut rusak, retak-retak,゛kata Suhardi Duka saat dihubungi terkait kebenaran foto yang sedang viral itu, Ahad (17/1/2021).

Suhardi Duka mengaku, dengan ikut mengungsi bersama keluarga karena merasa aman dengan meninggalkan rumah. Menurut Suhardi Duka gempa yang berisiko tsunami itu masih kadang datang sehingga warga memilih mengungsi keluar rumah.

゛Ya, doakan kami warga Sulbar agar dengan ujian ini, kami bisa tabah dan bersabar melewati cobaan ini. Saat ini masih tidur di pengungsian tempat ke tinggian dan jauh dari laut,゛ujar Suhardi Duka yang tercatat sebagai politisi Demokrat ini.

Seperti dalam foto yang viral, Suhardi Duka tampak sedang bersiap-siap tidur malam dalam suasana tenda pengungsi bersama keluarga. Suhardi Duka bersama anak dan istri. Lengkap dengan bantal dan guling.

Seperti diberitakan sebelumnya, Episenter gempa tersebut terletak pada koordinat 2.98 LS 118.94 BT yang berada di darat 6 kilometer Timur Laut Majene.

Data dari BPBD Mamuju, hingga kini korban meninggal jumlah korban jiwa dalam gempa bumi Sulawesi Barat (Sulbar) berdasarkan data terbaru hingga Minggu pukul 02.00 WIB (17/1/2021) sebanyak 56 orang. Sebanyak sembilan orang berasal dari Kabupaten Majene sementara di Mamuju berjumlah 47 korban.

BNPB kemudian menginformasikan bahwa, di Kabupaten Majene ada 12 orang terdata luka berat, ± 200 orang luka sedang dan ± 425 orang luka ringan. Sementara ada ± 15.000 orang warga Majene terpaksa mengungsi. Di Kabupaten Mamuju, ada 189 orang luka berat/rawat inap akibat gempa ini.

Dan kerugian material berupa kerusakan pada Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak sangat berat. Bahkan jaringan listrik dikabarkan masih mengalami pemadaman akibat gempa. (HMS)

Continue Reading

RAKYAT

Syaiful Bahri Anshori Beri Bantuan Korban Banjir Jember

Published

on

By

JAKARTA – Politisi PKB asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jember Syaiful Bahri Anshori mendistribusikan bantuan untuk banjir yang melanda sejumlah desa di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim). Di mana banjir itu dengan ketinggian air mulai 60 sentimeter hingga 2 meter.

Seperti dilaporkan sebelumnya, ratusan warga Jember harus mengungsi ke tempat lain karena rumahnya terendam air.

“Kami bersama-sama Tim lapangan membagikan bantuan berupa kebutuhan pokok yang sangat diperlukan masyarakat tertimpa musibah,” kata Syaiful pada wartawan Lintas Parlemen, Sabtu (16/1/2021) kemarin. 

Terkait banjir, diungkapkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo bahwa, berdasarkan data yang dihimpun hingga saat ini telah tercatat 408 orang pengungsi.

Bahkan banjir di dua kecamatan itu melanda telah empat desa yakni Desa Wonoasri, Sidodadi, dan Curahnongko di Kecamatan Tempurejo. Kemudian, Desa Andongrejo di Kecamatan Ambulu.

“Kita berusaha bantuan kita serahkan ini benar-benar langsung diterima para korban banjir. Kita juga berkoordinasi dengan pihak terkait sehingga bantuan tidak hanya menumpuk di satu titik saja. Sementara di lokasi pengungsi lainnya tidak dapat bantuan. Kasian jika bantuan tak terdistribusi merata,” kata Anggota Komisi I DPR RI ini. 

Menurut Syaiful, dua kecamatan yang kena banjir parah itu karena terus diguyur hujan dengan intensitas yang sangat tinggi menyebabkan debit air Sungai Gladak Puting meningkat. Dan membuat jebolnya empat tanggul di sungai itu jebol.

“Ke depan perlu langkah antisipasi agar debit air di sungai itu tidak meluap lagi,” ujar Syaiful yang pernah menjabat Ketua Umum PB PMII ini. 

Syaiful menjelaskan, banjir di Kabupaten Jember telah meluas hingga tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Bangsalsari, Tanggul, Gumukmas, Puger, Ambulu, Tempurejo, dan Jenggawah yang merendam ribuan rumah warga.

“Alhamdulillah, dari laporan yang ada. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir itu,” pungkas Syaiful. (HMS) 

Continue Reading

RAKYAT

Dahlan Rumesy: Musda Ke-1 GPI SBT Proses Lahirkan Mandataris Pemuda Islam Menuju Rekonsiliasi Umat

Published

on

By

KabaRakyat.com – Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam ( PD GPI ) Seram Bagian Timur (SBT) Periode 2021 – 2023 pada hari Senin (11/1/2021) menggelar Musda pertama yang bertempat di Aula gedung serbaguna kementerian agama SBT. (lebih…)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending