Connect with us

NASIONAL

Jawa Timur Merupakan Kunci dari Peta Demokrasi Nasional

Published

on

Surabaya – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 baik pemilihan legislatif DPR-RI, DPD-RI , DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota hingga Pemilihan Presiden akan berlangsung beberapa bulan lagi. Jawa Timur sebagai Provinsi dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbanyak kedua se-Indonesia setelah Provinsi Jawa Barat (Data KPU 2018) merupakan barometer untuk menentukan kontestasi demokrasi nasional. Dinamika politik nasional memang sangat intensif. Jawa Timur merupakan daerah strategis karena dinamika yang terjadi merupakan kunci dari peta demokrasi nasional, dan hal tersebut didukung dengan corak sosiologis masyarakat Jawa Timur yang berbeda tiap tlatah membuat persoalan yang terjadi di Jawa Timur semakin kompleks.

Disisi lain, berbagai fenomena terjadi. Mulai dari gesekan antar pendukung, konflik antar-elektoral, hingga praktik money politic yang menjadi penyakit demokrasi. Pusat Studi Anti-Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) UMSurabaya merupakan pusat studi yang mengawal gerakkan anti-korupsi dan jalannya demokrasi yang luber dan jurdil mencoba melihat lebih dalam fenomena tersebut dalam riset politik. Survey dilaksanakan November-Desember 2018 di 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur tersebut menggunakan metode multistage random sampling sekaligus memadukannya dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk memperkuat paradigma penelitian dan menguraikan persoalan yang diangkat dalam penelitian politik.

Terkait dengan elektabilitas partai Politik, PUSAD UMSurabaya menemukan bahwa persaingan sengit elektabilitas PDI-P dengan PKB di Jawa Timur cukup sengit, dimana prosentase keterpilihan PDI-P sebesar 21,80% disusul PKB 21,68%, disusul Partai Gerindra sebesar 14,30%, Golkar 7,10%, Demokrat sebesar 4,5%, sementara beberapa partai lain dibawah ambang batas parliementary tresshold, yaitu PAN sebesar 2,70%, Partai Nasdem 1,90%, PPP 1,60%, Perindo 1,3%, dan Hanura 1,2%. Dan beberapa partai tingkat keterpilihan dibawah 1% seperti PSI, Partai Garuda, Partai Berkarya, PBB, dan PKPI, “dan sebanyak 14,20% masyarakat Jawa Timur belum menentukan pilihan, dan 4,325 memilih golput,” ujar Direktur PUSAD UMSurabaya, Satria Unggul W.P. Kamis, (24/1/2019).

Satria menyatakan bahwa cukup besar potensi konflik yang terjadi pada Pemilu 2019 di Jawa Timur,” kami mendapatkan data dari tim peneliti lapangan bahwa dalam tipologi potensi konflik yang didorong oleh fatwa/seruan atas nama agama sebanyak 40,5%, penyalahgunaan perizinan 24,5%, isu hoax dan black campaign sebanyak 13,2%, isu SARA 11,8 %, serta netralitas ASN dan penyalahgunaan APBN/APBD sebanyak 10%”, tambahnya.

Selain itu, praktik money politics juga menjadi tantangan besar untuk menciptakan pemilu yang luber dan jurdil, dimana 66,50% masyarakat Jawa Timur tetap menerima uang dari money politics yang diberikan calon, tetapi tetap memilih berdasarkan hati, dan sebanyak 15% menerima uang tersebut dan memilih calon yang memberikan uang, 16,67% menerima uang tersebut tetapi tidak memilih yang memberi uang, dan hanya 1,87% masyarakt Jawa Timur yang menolak menerima uang. “Dengan berbagai macam jenis dan sebutan (shodaqoh politik, serangan fajar, dsb), money politics sangat menentukan pilihan elektoral dengan presisi oleh masing-masing pasangan calon, ini yang menjadi keprihatinan kita bersama, kami menemukan fenomena tersebut di berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur dengan pola yang beragam”, lanjutnya.

Acara yang diselenggarakan di AT-Tauhid Tower Lt. 13 pada 24 Januari 2019 tersebut, selain rilis hasil riset politik, juga diselenggarakan Talkshow untuk membahas hasil riset dari PUSAD UMSurabaya yang akan disajikan oleh Drs. Aribowo, M.S. selaku pakar politik Universitas Airlangga, dan Umar Sholahudin, M.Sosio sebagai direktur Parliament Watch. (ari)

NASIONAL

PB HMI : Apresiasi Kerja Keras TNI-Polri dalam Mengawal Pemilu 2019

Published

on

Jakarta –Pada kesempatan ini, PB HMI ingin mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan rasa syukur yang mendalam kehadirat Illahi Rabbi.

“Karena proses konsolidasi demokrasi di negara kita tercinta Indonesia menunjukkan hasil yang menggembirakan yang ditandai dengan angka partisipasi pemilih yang mencapai hingga 80% lebih,” ucap Abdul Rabbi Syahrir selaku Bendahara Umum PB HMI melalui keterangan tertulisnya yang dikirim ke media ini. Jumat, (19/4/2019).

Selanjutnya terkait hasil pemilu 2019, Rabbi mengatakan, sebagai warga negara yang baik marilah sama-sama kita menghormati proses yang sedang berjalan dengan menyerahkan keputusan yang bersifat final dan mengikat kepada KPU.

“Karena KPU sebagai lembaga yang legitimate dan kalau ada sesuatu yang dinilai janggal selama proses pemilu berlangsung serahkan dan laporkan kepada pihak berwenang,” tegas dia.

Tidak lupa juga, PB HMI sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak penyelenggara yang mengedepankan  netralitas dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

“Dan apresiasi juga terkhusus kepada TNI-Polri yang telah bekerja keras mengawal pesta demokrasi ini sehingga proses pemilu 2019 berjalan lancar, aman dan damai serta mampu menjaga suasana Kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Terakhir, PB HMI menghimbau kepada seluruh kader HMI se-nusantara dan seluruh masyarakat Imdonesia untuk turut serta mengawal keberhasilan proses konsolidasi demokrasi ini agar menghasilkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkualitas dan bermartabat. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

DPP Gelar Nusantara Apresiasi Kinerja TNI-Polri

Published

on

Jakarta – Melalui Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Gelar Nusantara, Saud Marganda Tampubolon mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Selamat atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf pada perhitungan cepat. Semoga Jokowi-Ma’ruf, dapat memajukan segala sektor di Indonesia.” ujar Saud, ketika dihubungi melalui telepon. Jumat, (19/4/2019).

Saud mengajak, Mari kita hormati proses yang sedang berjalan seraya menunggu keputusan final dari KPU, sebab perhitungan cepat atau quick count ini hanya menjadi acuan untuk keputusan yang final dan mengikat kita percayakan kepada KPU.

“Syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa kita panjatkan karena kemarin seluruh warga Indonesia berhasil melaksanakan pesta demokrasi dengan damai, aman dan lancar,” ucapnya.

Menurutnya, apda seluruh warga Indonesia alhamdulillah, kemarin kita sudah menjalankan pencoblosan Pemilu 2019 dengan damai dan aman. 

“Pada kesempatan ini juga marilah sama-sama kita apresiasi kinerja TNI-Polri yang telah bekerja keras menjamin suasana kamtibmas tetap kondusif selama proses pemilu berlangsung,” pungkas dia.

Yang terakhir, ia menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, seraya menunggu hasil resmi keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

“Kita semua patut berbangga bahwa proses konsolidasi demokrasi di Negara kita menunjukkan peningkatan yang luar biasa yang diindikasikan oleh tingginya angka partisipasi masyarakat dalam pemilu yang mencapai lebih dari 80%,” ungkapnya. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

Kabinet Garda Kusuma BEM Unesa 2019 Deklarasi Pernyataan Sikap Pemilu

Published

on

Surabaya – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (BEM UNESA) menyelenggarakan acara perdana yang dikemas dalam Grand Launching BEM UNESA 2019. 

Grand launching yang diusung Kabinet Garda Kusuma tersebut bertema “Optimalisasi Koordinasi dalam Upaya Tercapainya Universitas Negeri Surabaya yang Bersinergi, Solutif, dan Bekerja Bersama”.

Acara tersebut dihadiri oleh Agus Hariyanto, selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Suyanto, selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan. Turut hadir pula pimpinan-pimpinan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) selingkung Universitas Negeri Surabaya.

Acara tersebut diisi dengan pemaparan visi, misi, serta program dan arah BEM UNESA 2019 yang disampaikan oleh Cahya Nugeraha Robimadin, selaku Presiden BEM. 

Kemudian disambung dengan pemaparan program Bidang Kemahasiswaan disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni tersebut.

“BEM UNESA siap mengawal tercapainya visi misi lembaga Universitas seoptimal mungkin. Kami yakin dengan sinergitas dan semangat bersama antar seluruh lembaga, baik lembaga Ormawa juga birokrasi dapat kerja bersama dan bekerja sama dengan baik,” ucap Cahya. Senin, (15/4/2019).

Selain mengawal lembaga Universitas, BEM Unesa juga siap mengawal perkembangan isu-isu baik di level Nasional hingga Internasional.

“Kami bersyukur dan bangga atas terselenggaranya acara ini. Saya melihat pimpinan-pimpinan Ormawa yang ada di UNESA juga turut hadir, mudah-mudahan sinergitas dan koordinasi yang baik dapat tercapai sesuai dengan tema yang telah terpapar di depan,” tambah mantan Ketua BEM FE Unesa tersebut. 

“Besar harapan kami bahwa seluruh elemen baik itu kalangan mahasiswa, dosen dan para pimpinan Universitas hingga Jurusan dapat bersama-sama memberikan dedikasi terbaiknya untuk lembaga Universitas Negeri Surabaya,” tutur Agus Hariyanto dalam sambutannya. 

Seusai menyampaikan sambutan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni tersebut memukul Gong sebanyak lima kali, sebagai tanda dan simbol peresmian Launching BEM UNESA 2019.

Menjelang akhir acara, dibacakan deklarasi pernyataan sikap Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang dipimpin oleh Presiden BEM dan diikuti seluruh hadirin. Berikut poin-poin pernyataan sikap Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya terhadap Pemilihan Umum Tahun 2019 :

1. Memantau jalannya Pemillu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil;

2. Mendesak penyelenggara Pemilihan Umum agar tetap tegas dan konsisten dalam menjalankan aturan dan kebijakan yang berlaku;

3. Mendesak TNI-POLRI untuk tetap netral dan konsisten dalam menindak pihal-pihak yang melakukan provokasi, menyebar berita bohong, serta oknum oknum yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

4. Mengajak seluruh mahasiswa untuk turut berkontribusi aktif dalam memantau langsung jalannya Pemilihan Umum dan menolak serta mengecam cara-cara politik yang tercela;

5. Melakukan controlling kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden serta calon anggota legislatif yang nantinya terpilih untuk dapat merealisasikan komitmennya kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pernyataan sikap ini akan kami realisasikan langsung. Kami menyebar dan memantau langsung jalannya Pemilu 2019 secara independen,” tegas mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi tersebut.

Mulai dari sebelum hari pelaksanaan, pada saat hari pelaksanaan hingga pasca hari pelaksanaan. Seluruh elemen akan kita pantau, baik itu peserta hingga penyelenggara Pemilu itu sendiri. 

“Kami juga siap melakukan controlling terhadap jalannya pemerintahan hasil Pemilu 2019 untuk satu periode mendatang,” pungkas pria asal Krian Sidoarjo ini. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending