Connect with us

NASIONAL

Jelang Pemilihan, PAS 02 MUDA Gelar ‘Kita Berbudaye’

Published

on

PAS 02 Muda

Jakarta, 23 Maret 2019 – Komunitas Muda Pendukung  Prabowo Sandi 02 MUDA (PAS 02 MUDA) menggelar pertunjukan seni yang bertemakan budaya Betawi dalam kegiatan yang berjudul ‘Kita Berbudaye’ yang dilaksanakan di Gedung Sekretariat Nasional BPN, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat,Sabtu (23/3/2019) kemarin.

Kegiatan ‘Kita Berbudaye’ ini merupakan sebuah bentuk apresiasi dari kaum muda terhdap kebudayaan trasional khususnya budaya Betawi. “Dalam pertunjukan seni ini kami PAS 02 Muda, komunitas anak muda Pendukung Prabowo Sandi menampilkan para penggiat seni khususnya dari Budaya Betawi yang bertujuan unutuk mengenalkan dan memberikan apresiasi kepada para penggiat seni tersebut, untuk mengedukasi para kaum muda agar tidak lupa akan budaya asli dari bangsanya sendiri di era modern ini” tegas Abdul Wafiy.

ketua komunitas PAS 02 Muda,muhammad Adnan  mengatakan  acara Kita Berbudaye ini selaras dengan visi dan misi pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno dalam bidang Kebudayaan dan Lingkungan Hidup yaitu melestarikan keragaman warisan seni budaya sebagai kekuatan pemersatu bangsa jika nantinya terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019- 2024.

Ridwan Saidi, tokoh budaya Betawi yang hadir dalam Acara Kita Berbudaye ini, sangat senang bahwa anak-anak muda menaruh perhatian mengsinergikan kekuatan elemen-elemen Betawi untuk memenangkan Prabowo Sandi. “Warga Jakarta dari Betawi sangat solid untuk mendukung Prabowo Sandi, acara ini sangat baik menyatukan elemen seni Betawi yang berakal sehat untuk mendukung Prabowo Sandi,” ujar Ridwan Saidi.

PAS 02 Muda terus melakukan kegiatan mengsosialisasikan visi misi Prabowo Sandi. Tepat pada 16-17 Maret, PAS 02 Muda tandangi Jawa Tengah yaitu ke beberapa desa di Kecamatan Tirtomoyo dan Parunggupito, Kabupaten Wonogiri dan dilanjutkan ke Sukoharjo dan berakhir di Solo.

Kegiatan yang dinamai ‘Dolanan Neng Jateng’  dilakukan dalam rangka menyelenggarakan dialog dan interaksi dengan berbagai lapisan masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang, petani, nelayan, serta pengrajin batik, untuk mengenal lebih dalam atas visi, misi dan program-program Prabowo Sandi, mengenal sosok Prabowo Sandi dan mengsosialisasikan solusi-solusi atas masalah-masalah bangsa Indonesia dan meyakinkan pemilih bahwa Prabowo Sandi sebagai pilihan tepat menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk periode 2019 sampai dengan 2024

‘Dolanan Neng Jateng’dilaksanakan bertujuan agar para relawan muda dapat berkomunikasi langsung dengan masyarakat yang bertujuan menampung aspirasi dan harapan masyarakat daerah tersebut serta memaparkan program – program yang nantinya akan dijalankan oleh pasangan calon Presiden Prabowo Subianto dan calon Wakil Presiden Sandiaga Uno utamanya program-program ekonomi kerakyatan yang memperhatikan kepentingan pedagang pasar, petani, nelayan, dan pengerajin batik untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat, jika nantinya akan terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019 – 2024.

Selain berdialog dengan masyarakat dan melakukan sosialisasi program-program Prabowo Sandi, di dalam kegiatan ini juga PAS 02 Muda memberikan pengarahan kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pengawalan ke seluruh TPS demi mewujudkan pemilihan umum yang sesuai dengan asas Luberjurdil.

Kegiatan ini sangat di apresiasi oleh masyarakat setempat. Masyarakat memberikan sambutan yang meriah akan kehadiran kaum muda yang bertekad untuk memenangkan prabowo. Bahkan tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasinya akan kehadiran PAS 02 Muda. “Tanpa kaum muda, Indonesia tidak akan merdeka, tanpa kaum muda tidak ada reformasi. Kaum Muda akan selalu menjadi garda terdepan yang membawa perubahan. Kaum Muda harus memperjuangkan kembali kejayaan bangsa karena masa depan bangsa berada di pundak para pemuda,” tutur M. Andy Rahmad Wijaya selaku calon legislatif DPR RI dapil Jawa Tengah IV. Kegiatan ini dihadiri juga oleh Sughiarno, Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Fraksi Partai Gerindra, M.B Setiadharma calon legislatif DPR RI Dapil Jawa Tengah V dan Triyanto selaku calon anggota legislatif DPRD Kota Solo Dapil Solo IV.

Salah seorang pedagang pasar, Wagiman juga mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat menarik dan beliau juga mengatakan cukup senang melihat anak-anak muda mensosialisasikan program dari calon pasangan Presiden calon pasangan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. “Saya semakin yakin untuk memilih pasangan Prabowo dan Sandi karena program-program yang ditawarkan sangat pro rakyat kecil seperti saya,” tutur Wagiman.

Grace Fadli Zon, selaku salah satu Dewan Pembina PAS 02 Muda, mengapresiasi kegiatan-kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan oleh PAS 02 Muda selama ini. Kegiatan terjun ke masyarakat ini penting dalam membentuk karakter pemimpin Indonesia, yang mana hal ini lebih besar dari Pemilu.

“Setiap kegiatan yang dilakukan seperti ke pasar, berinteraksi dengan masyarakat desa, dan pertunjukkan seni Betawi, merupakan kesempatan bagi anak muda untuk menyelami pendidikan politik secara langsung, meresap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat, berempati dengan masalah-masalah yang ada di rakyat, mendekatkan diri dengan rakyat.

Kesadaran kaum muda untuk langsung terjun ke rakyat ini merupakan modal yang besar dalam menciptakan pemimpin-pemimpin Indonesia yang merakyat dalam arti yang sesungguh-sungguhnya, mencintai rakyatnya dan dalam mengambil keputusan negara selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Prabowo Sandi menginspirasi PAS 02 Muda ini dalam mencari pemimpin yang benar-benar mencintai rakyatnya” tutup Grace Fadli Zon.

NASIONAL

Ketua MPR: Nilai Pancasila Tak Lekang Walau di Tengah Pandemi Covid-19

Published

on

By

JAKARTA – PERINGATAN hari lahir Pancasila pada hari ini walau berlangsung dalam suasana pandemi covid-19, namun Pancasila sebagai dasar filsafat dan pandangan hidup bangsa tetap menjadi landasan kukuh bagi semangat rakyat dalam menghadapi serangan musuh yang tak terlihat namun mematikan, yakni virus vovid-19.

Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan bahwa Pancasila akan selalu dan tetap relevan, kendati zaman terus berubah dan peradaban terus berkembang. Sistem nilai yang terkandung pada lima sila Pancasila itu universal, dan semua sistem nilai itu diadopsi beragam bangsa.

‘’Tak terbantahkan bahwa Sila Ketuhanan, Sila kemanusiaan dan Sila keadilan sosial sudah diterima dan dipraktikan sebagai sistem nilai universal. Semua bangsa juga selalu berusaha memperkokoh persatuan masing-masing demi menjaga dan merawat eksistensi. Demikian pula dengan Sila kerakyatan yang telah banyak dipraktikan untuk menjaga sekaligus memelihara tantanan hidup berbangsa dan bernegara. Musyawarah-mufakat mampu menyelesaikan berbagai perselisisihan di dalam kehidupan umat manusia,’’ ujar Bamsoet, Senin (1/6) di Jakarta.

Artinya, lima Sila Pancasila telah menginspirasi sekaligus menjadi sumber kekuatan serta sumber Kebijaksanaan. Karena itu, Ketua MPR mengajak generasi Milenial terus merawat Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia, dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dan tuntunan hidup dalam keberagaman.

Ketua MPR juga mendorong komunitas pendidik untuk mengenalkan, mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai lima sila Pancasila kepada generasi Z sebagai bekal dan kekuatan mereka merawat eksistensi Indonesia di masa depan.

Ketua MPR menambahkan, 1 Juni 2020 hari ini menandai 75 tahun tegaknya Pancasila sebagai pemersatu dan sumber kekuatan bangsa, sehingga Indonesia mampu merawat keberagaman suku, ras, agama dan budaya, serta merawat persatuan rakyat dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas hingga pulau Rote. Karena kekuatan dan insipirasi Pancasila itulah bangsa Indonesia dihormati dan disegani oleh bangsa lain.

Selama 75 tahun itu, Pancasila telah mengalami beberapa kali ujian dan cobaan. Dan, oleh kokohnya kesepakatan semua elemen bangsa, Pancasila tak pernah bisa digoyahkan. Sebaliknya, Pancasila tetap tegak sebagai filosofi kebangsaan NKRI hingga kini. Semua upaya merongrong Pancasila itu sudah tercatat lengkap dalam sejarah dan dapat dipelajari oleh generasi Milenial dan Generasi Z.

Dalam konteks kekinian, jelas mantan Ketua DPR RI ini, terkait pandemi covid-19 yang telah melanda dunia termasuk Indonesia, tepat 75 tahun yang lalu Bung Karno dalam pidatonya mengatakan Negara Indonesia yang kita dirikan adalah negara gotong royong. Gotong royong yang dimaksudkan adalah pembanting tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bahu-membahu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua.

Semangat dan nilai-nilai gotong royong yang dikobarkan Bung Karno itulah yang saat ini sangat dirasakan di tengah-tengah masyarakat. Ada perasaan senasib dan sepenanggungan yang muncul spontan melalui berbagai aksi dalam membantu antara sesama warga. Begitu juga ketaatan rakyat membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai virus covid-19 dengan menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah.

Lebih jauh Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan, bahwa dalam setiap perubahan zaman dan perkembangan peradaban, akan selalu ada tantangan atau akan ada upaya merongrong Pancasila. Kecenderungan ini harus diwaspadai generasi milenial dan genersai Z.

Pada dekade 60-an, upaya komunisme menggeser Pancasila gagal. Pada dekade terkini, ada upaya menggusur Pancasila dengan sistem nilai lain yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hak azasi manusia (HAM) dan hakekat demokrasi.

‘’Untuk itu, Saya mengajak generasi milenial dan generasi Z untuk terus merawat dan mempraktikan nilai lima sila Pancasila dalam kebihinekaan kita. Orang muda Indonesia harus berani dan tegas menolak sistem nilai lain yang tidak demokratis dan melanggar prinsip-prinsip HAM,’’ pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Panitia Diskusi UGM Diancam Dibunuh Habib Aboe: Saya Yakin, Ada Pihak Ketiga Memancing di Air Keruh

Published

on

By

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi angkat suara terkait pembatalan diskusi yang diinisiasi oleh Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Habib Aboe mengecam adanya ancaman pembunuhan sehingga oleh panitia kegiatan itu dibatalkan.

Sebagai informasi, rencananya diskusi bertajuk Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan itu sedianya akan digelar secara daring kemarin Jumat (29/05/2020) tepatnya pukul 14.00 WIB.

Kegiatan itu dibatalkan atas kesempatan panitia yang sebelumnya panitia telah berkoordinasi dengan pembicara.

Pertimbangannya, karena situasi dan kondisi dinilai tidak kondusif. Bahkan, menurut panitia,  panitia diskusi sempat mendapat ancaman.

“Saya sangat mengutuk adanya pengancaman yang dilakukan terhadap panitia diskusi ‘Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’,” tegas Habib Aboe.

“Saya mendengar ada ancaman pemanggilan oleh Kepolisian, ancaman mengenakan pasal makar, hingga ancaman pembunuhan. Akibatnya diskusi tersebut dibatalkan, ini termasuk pemberangusan mimbar akademik,” sambung Habib Aboe.

Menurut Habib Aboe pengancaman seperti ini sangat berbahaya untuk forum akademik, karena akan memberangus kegiatan diskusi dan penumbuhan wacana.

“Tentunya hal ini sangat membahayakan untuk negara demokrasi, karena para akademisi di bungkam dengan berbagai ancaman. Hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, harus disikapi dengan serius,” terang Politisi senior PKS ini.

Habib Aboe tidak percaya aparat melakukan ancaman serius itu. Sementara FH UGM perlu untuk melindungi segenap civitas akademika, termasuk semua yang terlibat di dalam kegiatan itu, terlebih dengan terjadinya intimidasi, teror, dan ancaman yang ditujukan kepada pihak-pihak di dalam kegiatan tersebut, termasuk keluarga yang terlibat dalam acara itu.

“Saya yakin, ada pihak ketiga yang memancing di air yang keruh. Tidak mungkin aparat mengirim acaman dengan pola demikian. Karenanya, saya minta Polda DIY memberikan atensi serius tergadap persoalan ini. Mari kita tunjukkan bahwa aparat menjamin keamanan mimbar akademik. Hal itu dapat ditunjukkan dengan mengusut dan memproses secara hukum mereka yang menjadi dalang pengancaman tersebut,” jelasnya. (HMS)

Continue Reading

NASIONAL

Panitia Diskusi di UGM Diancam, Habib Aboe: Ini Pemberangusan Mimbar Akademik

Published

on

By

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi angkat suara terkait pembatalan diskusi yang diinisiasi oleh Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Habib Aboe mengecam adanya ancaman pembunuhan sehingga oleh panitia kegiatan itu dibatalkan.

Sebagai informasi, rencananya diskusi bertajuk Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan itu sedianya akan digelar secara daring kemarin Jumat (29/05/2020) tepatnya pukul 14.00 WIB.

Kegiatan itu dibatalkan atas kesempatan panitia yang sebelumnya panitia telah berkoordinasi dengan pembicara.

Pertimbangannya, karena situasi dan kondisi dinilai tidak kondusif. Bahkan, menurut panitia,  panitia diskusi sempat mendapat ancaman.

“Saya sangat mengutuk adanya pengancaman yang dilakukan terhadap panitia diskusi ‘Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’,” tegas Habib Aboe.

“Saya mendengar ada ancaman pemanggilan oleh Kepolisian, ancaman mengenakan pasal makar, hingga ancaman pembunuhan. Akibatnya diskusi tersebut dibatalkan, ini termasuk pemberangusan mimbar akademik,” sambung Habib Aboe.

Menurut Habib Aboe pengancaman seperti ini sangat berbahaya untuk forum akademik, karena akan memberangus kegiatan diskusi dan penumbuhan wacana.

“Tentunya hal ini sangat membahayakan untuk negara demokrasi, karena para akademisi di bungkam dengan berbagai ancaman. Hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, harus disikapi dengan serius,” terang Politisi senior PKS ini.

Habib Aboe tidak percaya aparat melakukan ancaman serius itu. Sementara FH UGM perlu untuk melindungi segenap civitas akademika, termasuk semua yang terlibat di dalam kegiatan itu, terlebih dengan terjadinya intimidasi, teror, dan ancaman yang ditujukan kepada pihak-pihak di dalam kegiatan tersebut, termasuk keluarga yang terlibat dalam acara itu.

“Saya yakin, ada pihak ketiga yang memancing di air yang keruh. Tidak mungkin aparat mengirim acaman dengan pola demikian. Karenanya, saya minta Polda DIY memberikan atensi serius tergadap persoalan ini. Mari kita tunjukkan bahwa aparat menjamin keamanan mimbar akademik. Hal itu dapat ditunjukkan dengan mengusut dan memproses secara hukum mereka yang menjadi dalang pengancaman tersebut,” jelasnya. (HMS)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending