Connect with us

NASIONAL

Jelang Pemilu 2019, Kongres KNPI XV Beri Pelajaran Berdemokrasi

Published

on

JAKARTA – Kongres Pemuda/KNPI Ke XV 2018 memberikan pelajaran penting dalam proses terpilihnya Haris Pertama. Prosesnya rumit hingga akhirnya terpilihlah Haris Pertama sebagai Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk periode 2018-2021.

Sebagai informasi, hajatan besar pemuda Indonesia itu digelar di Hotel Forest Bogor tanggal 20-22 Desember 2018 beberapa waktu lalu.

“Banyak dinamika yang mewarnai kongred itu sehingga berlangsung panas. Tak hanya itu konstelasi yang semakin tinggi antar calon Ketua umum untuk memenangkan kompetisi itu,” kata Ketua DPP Pemuda Lira Sultoni seperti keterangannya pada wartawan, Senin (24/12/2018).

Haris Pertama mampu mengalahkan Noer Fajrieansyah. Jackson Kumaat yang sebelumnya maju, lebih memilih memberikan suaranya kepada Haris.

“Para kandidat telah bersepakat untuk siap menang dan siap kalah, yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai,” ujar Sultoni.

Hasilnya, Haris unggul dengan mendapat 84 suara dan Noer Fahriansyah mendapat 82 suara. Satu OKP dinyatakan tidak hadir, yakni Ikatan Pemuda Karya (IPK) dengan jumlah keseluruhan suara 168 sehingga ada 167 pemberi suara.

Asyiknya lagi, Ketua Umum DPP KNPI demisioner Muhammad Rifai Darus (MRD) menyatakan netral pada proses pemilihan ini. Kertas suara MRD kosong untuk menjaga agar pergantian kepemimpinan berjalan lancar.

“Selamat kepada Haris Pertama atas terpilih menjadi ketua Umum KNPI periode 2018-2021,” ujar Sultoni.

Sultoni menyimpulkan, di tengah banyaknya dinamika dalam Kongres Pemuda/KNPI Ke XV 2018 melahirkan sejumlah calon pemimpin besar dari unsur pemuda. Para pemuda sangat kompeten dan memiliki tauladan berdemokrasi, siap menang dan siap kalah.

Pada proses perhitungan, awalnya nama Haris yang muncul. Kemudian, nama Fajrieansyah dari kertas suara kedua hingga ketiga. Namun, disusul Haris dengan ‘skor’ 4-2.

Di kertas suara 7-8 nama Fajrie yang muncul sehingga seri 4-4. Tak berapa lama Fajrie 5 suara dari Haris tapi berhasil disusul.

Yang membuat peserta suara deg-degan saat suara sisa 3. “Haris,” kata pembaca perolehan suara.

Pendukung Haris maju ke depan panggung berteriak kegirangan. Meneriakan Haris menang, sembari merangkul Haris. Suasana jadi gaduh.

Berselang beberapa waktu, panitia menyampaikan melalui masih ada dua suara.

“Diam sebentar masih ada dua suara,” kata.

Jika dihitung dari perolehan suara Haris memperoleh 83 suara. Sementara Fajrie dapat raihan suara 81. Jika dua suara sisa semua diperoleh oleh Fajrie maka hasil pemilihan seri, 83-83.

“Haris!” suara keras panitia diikuti suara pendukung Haris. Itu artinya, Haris sebagai Ketua Umum KNPI terpilih. Fajrie tak bisa lagi mengejar suara Haris.

Dan pimpinan sidang, yang pimpin Sekjen KNPI demisioner Sirajuddin Abdul Wahab membacakan kemenangan Haris Pertama.

“Bung Haris, dan Bung Fajrie merupakan tokoh pemuda yang memberikan keteladanan dalam berdemokrasi. Elit politik kita saat ini bisa mengambil contoh dari persoalan Pilpres 2019 yang melahirkan 2 kandidat,” Sultoni

Sultoni berharapan dua calon presiden dan wakil presiden bersama pendukungnya bisa mengambil pelajaran dari kongres pemuda tersebut.

“Tetap berdamai dan fair dalam menjalankan komitmen bangsa. Sebab, persatuan dan kesatuan Indonesia yang terpenting, ini di atas segala-galanya,” pungkasnya. (SI)

NASIONAL

PB HMI : Apresiasi Kerja Keras TNI-Polri dalam Mengawal Pemilu 2019

Published

on

Jakarta –Pada kesempatan ini, PB HMI ingin mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan rasa syukur yang mendalam kehadirat Illahi Rabbi.

“Karena proses konsolidasi demokrasi di negara kita tercinta Indonesia menunjukkan hasil yang menggembirakan yang ditandai dengan angka partisipasi pemilih yang mencapai hingga 80% lebih,” ucap Abdul Rabbi Syahrir selaku Bendahara Umum PB HMI melalui keterangan tertulisnya yang dikirim ke media ini. Jumat, (19/4/2019).

Selanjutnya terkait hasil pemilu 2019, Rabbi mengatakan, sebagai warga negara yang baik marilah sama-sama kita menghormati proses yang sedang berjalan dengan menyerahkan keputusan yang bersifat final dan mengikat kepada KPU.

“Karena KPU sebagai lembaga yang legitimate dan kalau ada sesuatu yang dinilai janggal selama proses pemilu berlangsung serahkan dan laporkan kepada pihak berwenang,” tegas dia.

Tidak lupa juga, PB HMI sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak penyelenggara yang mengedepankan  netralitas dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

“Dan apresiasi juga terkhusus kepada TNI-Polri yang telah bekerja keras mengawal pesta demokrasi ini sehingga proses pemilu 2019 berjalan lancar, aman dan damai serta mampu menjaga suasana Kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Terakhir, PB HMI menghimbau kepada seluruh kader HMI se-nusantara dan seluruh masyarakat Imdonesia untuk turut serta mengawal keberhasilan proses konsolidasi demokrasi ini agar menghasilkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkualitas dan bermartabat. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

DPP Gelar Nusantara Apresiasi Kinerja TNI-Polri

Published

on

Jakarta – Melalui Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Gelar Nusantara, Saud Marganda Tampubolon mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Selamat atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf pada perhitungan cepat. Semoga Jokowi-Ma’ruf, dapat memajukan segala sektor di Indonesia.” ujar Saud, ketika dihubungi melalui telepon. Jumat, (19/4/2019).

Saud mengajak, Mari kita hormati proses yang sedang berjalan seraya menunggu keputusan final dari KPU, sebab perhitungan cepat atau quick count ini hanya menjadi acuan untuk keputusan yang final dan mengikat kita percayakan kepada KPU.

“Syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa kita panjatkan karena kemarin seluruh warga Indonesia berhasil melaksanakan pesta demokrasi dengan damai, aman dan lancar,” ucapnya.

Menurutnya, apda seluruh warga Indonesia alhamdulillah, kemarin kita sudah menjalankan pencoblosan Pemilu 2019 dengan damai dan aman. 

“Pada kesempatan ini juga marilah sama-sama kita apresiasi kinerja TNI-Polri yang telah bekerja keras menjamin suasana kamtibmas tetap kondusif selama proses pemilu berlangsung,” pungkas dia.

Yang terakhir, ia menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, seraya menunggu hasil resmi keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

“Kita semua patut berbangga bahwa proses konsolidasi demokrasi di Negara kita menunjukkan peningkatan yang luar biasa yang diindikasikan oleh tingginya angka partisipasi masyarakat dalam pemilu yang mencapai lebih dari 80%,” ungkapnya. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

Kabinet Garda Kusuma BEM Unesa 2019 Deklarasi Pernyataan Sikap Pemilu

Published

on

Surabaya – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (BEM UNESA) menyelenggarakan acara perdana yang dikemas dalam Grand Launching BEM UNESA 2019. 

Grand launching yang diusung Kabinet Garda Kusuma tersebut bertema “Optimalisasi Koordinasi dalam Upaya Tercapainya Universitas Negeri Surabaya yang Bersinergi, Solutif, dan Bekerja Bersama”.

Acara tersebut dihadiri oleh Agus Hariyanto, selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Suyanto, selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan. Turut hadir pula pimpinan-pimpinan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) selingkung Universitas Negeri Surabaya.

Acara tersebut diisi dengan pemaparan visi, misi, serta program dan arah BEM UNESA 2019 yang disampaikan oleh Cahya Nugeraha Robimadin, selaku Presiden BEM. 

Kemudian disambung dengan pemaparan program Bidang Kemahasiswaan disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni tersebut.

“BEM UNESA siap mengawal tercapainya visi misi lembaga Universitas seoptimal mungkin. Kami yakin dengan sinergitas dan semangat bersama antar seluruh lembaga, baik lembaga Ormawa juga birokrasi dapat kerja bersama dan bekerja sama dengan baik,” ucap Cahya. Senin, (15/4/2019).

Selain mengawal lembaga Universitas, BEM Unesa juga siap mengawal perkembangan isu-isu baik di level Nasional hingga Internasional.

“Kami bersyukur dan bangga atas terselenggaranya acara ini. Saya melihat pimpinan-pimpinan Ormawa yang ada di UNESA juga turut hadir, mudah-mudahan sinergitas dan koordinasi yang baik dapat tercapai sesuai dengan tema yang telah terpapar di depan,” tambah mantan Ketua BEM FE Unesa tersebut. 

“Besar harapan kami bahwa seluruh elemen baik itu kalangan mahasiswa, dosen dan para pimpinan Universitas hingga Jurusan dapat bersama-sama memberikan dedikasi terbaiknya untuk lembaga Universitas Negeri Surabaya,” tutur Agus Hariyanto dalam sambutannya. 

Seusai menyampaikan sambutan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni tersebut memukul Gong sebanyak lima kali, sebagai tanda dan simbol peresmian Launching BEM UNESA 2019.

Menjelang akhir acara, dibacakan deklarasi pernyataan sikap Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang dipimpin oleh Presiden BEM dan diikuti seluruh hadirin. Berikut poin-poin pernyataan sikap Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya terhadap Pemilihan Umum Tahun 2019 :

1. Memantau jalannya Pemillu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil;

2. Mendesak penyelenggara Pemilihan Umum agar tetap tegas dan konsisten dalam menjalankan aturan dan kebijakan yang berlaku;

3. Mendesak TNI-POLRI untuk tetap netral dan konsisten dalam menindak pihal-pihak yang melakukan provokasi, menyebar berita bohong, serta oknum oknum yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

4. Mengajak seluruh mahasiswa untuk turut berkontribusi aktif dalam memantau langsung jalannya Pemilihan Umum dan menolak serta mengecam cara-cara politik yang tercela;

5. Melakukan controlling kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden serta calon anggota legislatif yang nantinya terpilih untuk dapat merealisasikan komitmennya kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pernyataan sikap ini akan kami realisasikan langsung. Kami menyebar dan memantau langsung jalannya Pemilu 2019 secara independen,” tegas mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi tersebut.

Mulai dari sebelum hari pelaksanaan, pada saat hari pelaksanaan hingga pasca hari pelaksanaan. Seluruh elemen akan kita pantau, baik itu peserta hingga penyelenggara Pemilu itu sendiri. 

“Kami juga siap melakukan controlling terhadap jalannya pemerintahan hasil Pemilu 2019 untuk satu periode mendatang,” pungkas pria asal Krian Sidoarjo ini. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending