Connect with us

OLAHRAGA

Jhon Kenedy Azis, Hadiri Turnamen Futsal Cup II IPPDT 2018

Published

on

Agam-Jhon Kenedy Azis yang disapa akrab ajo jhon yang merupakan Anggota Komisi 3 DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, dari  Daerah Pemilihan Sumbar 2 yang begitu aktif membantu dan menjemput aspirasi masyarakat meluangkan Waktu hadir pada acara Turnamen Futsal Cup II Ikatan Pemuda Pemudi Durian Tinggalang (IPPDT),Nagari Bawan,Sabtu/29 Desember 2018.

Jhon Kenedy Azis juga ikut berpartisipasi  memberikan bantuan sumbangan dan dukungan kepada para Pemuda,Tokoh Masyarakat, Ulama, dan Ninik Mamak setempat untuk terus berupa melakukan kegiatan-kegiatan olahraga dan Sosial  yang bermanfaat bagi pola pembangunan Nagari dan Kualitas Sumber daya Manusia.

Selain itu,Jhon Kenedy Azis juga berharap dengan semakin banyaknya pelaksanaan turnamen futsal dan sepakbola di sumatera barat kedepannya banyak lahir generasi atlet-atlet yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

 

 

 

 

 

 

 

OLAHRAGA

Bamsoet: Indonesia Harus Terus Lahirkan  Pebulutangkis Juara Dunia

Published

on

By

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan usaha memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat harus terus digalakan. Dimulai dari berbagai lembaga negara sebagai leading sectornya, selanjutnya diikuti berbagai kalangan masyarakat.

Selain hidup sehat dan jiwa kuat, menurut Bamsoet, bersatu olahraga juga bisa merilekskan pikiran dari kesuntukan, serta menghindari tubuh dari berbagai penyakit. Dengan gemar berolahraga, interaksi sosial bisa semakin harmonis, sehingga potensi konflik dalam masyarakat juga bisa diminimalisir.

“Semangat itulah yang diimplementasikan DPR RI dalam rangkaian acara peringatan HUT Republik Indonesia ke-74 sekaligus HUT DPR RI ke-74. Dimulai dengan ‘Gowes Sehat’ pada 31 Agustus 2019, ditutup hari ini dengan pertandingan bulutangkis, memperebutkan Piala Ketua DPR RI. Selain perwujudan semangat fairplay dan sportivitas dalam hidup, juga mencerminkan semangat ‘Men Sana in Corpore Sano’, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” ujar Bamsoet saat membuka Pertandingan Bulutangkis, di Sport Center DPR RI, Jakarta, Selasa (17/09/19).

Turut hadir Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo, Anggota Komisi III DPR RI Aria Bima, Anggota Komisi V DPR RI Andi Iwan Aras, dan Ketua BNP2TKI Nusron Wahid. Pertandingan yang diikuti 90 lebih peserta ini terbagi dalam dua kelas pertandingan. Para karyawan, staf ahli, anggota DPR RI, wartawan, mitra kerja DPR, dan masyarakat umum, semua berbaur menjadi satu.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menambahkan, selain menjadi salah satu cabang olahraga berprestasi yang membanggakan, di mata Bangsa Indonesia, bulutangkis merupakan cabang olahraga ‘sejuta umat’, berdampingan dengan sepak bola yang telah menjadi urat nadi kehidupan olahraga masyarakat. Tak heran jika bermain bulutangkis juga dapat dijadikan ajang mempererat hubungan persaudaraan sesama anak bangsa.

“Karenanya, dalam pertandingan bulutangkis ini, hal yang lebih penting untuk dikedepankan adalah kebersamaan, bukan menang atau kalah. Dengan demikian target utamanya bukanlah menjadi juara, melainkan meningkatkan rasa persaudaraan,” tutur Bamsoet.

Lebih jauh Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, sejarah bulutangkis di Indonesia telah dimulai sekitar tahun 1930-an. Pada masa itu, cabang olahraga ini bernaung dalam Ikatan Sport Indonesia (ISI). Bulutangkis kemudian sempat dilupakan karena Indonesia menghadapi masa perang.

“Setelah Indonesia merdeka, bulutangkis kembali berkembang pada tahun 1947. Bahkan pada tahun 1948, dalam kampanye nation building yang digelorakan Presiden Soekarno, didalamnya turut menyertakan olahraga. Bulutangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang diperkenalkan dalam kampanye tersebut. Pada saat itu Presiden Soekarno berjanji akan menjadikan Indonesia sukses berprestasi tingkat dunia,” jelas Bamsoet.

Melalui Keppres No. 263 Tahun 1953, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menerangkan, Presiden Soekarno mencanangkan Indonesia bisa berada di posisi 10 besar dunia. Harapan tersebut akhirnya dapat diraih pada tahun 1958.

“Ketika itu, Indonesia sukses menjuarai Thomas Cup di Singapura. Menjawab tantangan negara-negara lain yang pada saat itu menganggap Indonesia hanyalah tim lemah. Prestasi membanggakan itulah yang harus kita pertahankan hingga saat ini,” terang Bamsoet.

Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini menilai, dengan jumlah penduduk mencapai 260 juta jiwa, seharusnya bukan hal yang sulit bagi Indonesia melahirkan atlet berprestasi di berbagai cabang olahraga, termasuk bulutangkis. Di masa lalu Indonesia berhasil melahirkan para pemain bulutangkis legendaris seperti Rudi Hartono yang mampu memenangi kejuaraan All England hingga delapan kali, sejak tahun 1960-an sampai 1980-an, yang hingga kini belum bisa ditandingi oleh atlet bulutangkis dari negara manapun.

“Jejak Rudi Hartono kemudian diikuti Liem Swe King, Susi Susanti, Alan Budikusuma, Taufik Hidayat dan beberapa atlet lainnya yang meraih berbagai predikat juara di tingkat internasional, termasuk olimpiade. Diantaranya atlet muda, Jonathan Christie yang mengharumkan nama Indonesia dalam kancah Asian Games 2018 serta pasangan ganda putra Muhammad Ahsan dan Hendra Setiawan yang baru saja memenangkan gelar Juara Dunia 2019 di Jepang. Maupun pasangan fenomenal Marcus Gideon dengan Kevin Sanjaya yang masih menempati peringkat 1 ganda putra dunia. Kedepannya Indonesia harus mampu terus melahirkan para atlet yang mengharumkan nama bangsa,” pungkas Bamsoet. (dwi )

Continue Reading

OLAHRAGA

Ketahanan Keluarga, Strategi Penguatan Ideologi Bangsa

Published

on

By

SOLOK – Anggota MPR RI Hermanto menilai, sudah saatnya negara membuat strategi penguatan ideologi dan konstitusi melalui ketahanan keluarga.

“Negara harus sudah fokus memberikan pemahaman Pancasila dan konstitusi pada unit keluarga sehingga keluarga menjadi unit terkecil dalam mencegah masuknya paham-paham yang bertentangan dengan budaya bangsa,” ujar Hermanto dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR Kepada Aparatur Pemerintah di Aula Kantor Camat Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan belum lama ini.

Menurutnya, arus informasi yang tidak sesuai dengan Pancasila meluncur deras melalui teknologi informasi.

“Sulit dibendung masuk ke alam pikir masyarakat. Akibatnya, pemahaman masyarakat terhadap Pancasila semakin lemah,” ujar legislator dari FPKS ini.

Setiap individu, lanjutnya, saat ini sangat mudah mengakses informasi melalui media elektronik tanpa instrumen penyaring.

“Tidak sedikit informasi yang didapat itu kemudian membentuk pola pikir dan gaya hidup masyarakat yang bertentangan dengan budaya bangsa,” paparnya.

Paham liberalisme, komunisme, vandalisme, dan lain-lain berserakan di media elektronik internet.

“Patut menjadi perhatian bagi negara untuk mengantisipasinya. Agar bangsa Indonesia tetap berada pada nilai budaya bangsa yang memiliki ciri keindonesiaan, namun tetap dapat menerima budaya modern yang tidak merusak,” tuturnya.

Penguatan ketahanan keluarga menjadi salahsatu solusi efektif dalam menyaring maraknya informasi tersebut. Keluarga yang kuat akan mampu memilah dan memilih informasi.

“Keluarga yang kuat hanya akan mengambil informasi yang sesuai dengan ideologi bangsa dan membuang jauh-jauh informasi yang tidak sesuai apalagi yang merusak,” ucap Hermanto.

“Kita berharap setiap keluarga Indonesia menjadi cermin budaya bangsa yang kokoh menjalankan nilai Pancasila,” pungkas legislator dari Dapil Sumatera Barat I ini. (JOKO)

Continue Reading

OLAHRAGA

Bamsoet Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Published

on

By

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) memandang Indonesia bisa mengambil peluang atas permasalahan yang tengah dihadapi Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Sebagaimana diketahui, Prancis tengah menyelidiki mantan Presiden Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) sekaligus Wakil Presiden FIFA, Michael Platini. Penyelidikan yang dilakukan Prancis tersebut menitikberatkan kepada intervensi Prancis yang melibatkan Michael Platini dan mantan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, atas dugaan skandal suap yang menjadikan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

“Sebagai sahabat, Indonesia tentu prihatin atas berbagai kejadian yang menimpa Qatar. Kita memang belum tahu seperti apa hasil akhir penyelidikan yang dilakukan Prancis. Apakah tidak ada sanksi apapun, atau justru akan berujung kepada tindakan FIFA menganulir keputusan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Sebagaimana pada tahun 1982, FIFA pernah membatalkan Colombia sebagai host Piala Dunia 1986. Jika seandainya hal itu sampai terjadi lagi pada Qatar, maka Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di benua Asia, bisa mengisi kekosongan host tersebut,” ujar Bamsoet saat menerima Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI), di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu (26/06/19).

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Ketua Umum MSBI Sarman El Hakim, Sekjen MSBI Hary Saputra dan para pengurus lainnya seperti Bambang Roni, Eko S Tjiptadi, Noah Meriem, Zulfikar Utama, Hariqo serta Agres Setiawan.

Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 2014-2016 ini menambahkan, jika pun FIFA tidak menganulir Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Indonesia masih berpeluang menjadi host Piala Dunia pada 2034. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-34 yang saat ini tengah dilakukan di Bangkok, Thailand, sepuluh negara ASEAN termasuk Indonesia telah mengajukan tawaran bersama untuk menjadi host Piala Dunia 2034.

“Presiden The Asean Football Federation (AFF), Khiev Sameth, juga telah mendukung langkah tersebut. Sebagai sebuah kawasan yang tumbuh dengan pesat, di tahun 2013 saja PDB ASEAN mencapai USD 2,4 triliun dollar, dengan jumlah penduduk lebih dari 639 juta jiwa. Konektifitas masyarakat ASEAN juga sangat tinggi, transportasi dari satu negara ke negara lainnya sangat mudah, baik menggunakan jalur darat, laut, maupun udara. Tidak perlu ditanya mengenai kebudayaan, karena semua sudah tahu bagaimana kayanya kebudayaan dan kesenian masyarakat ASEAN,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menilai, dari segi infrastruktur, Indonesia sudah sangat siap menjadi host Piala Dunia. Masyarakat Indonesia yang terkenal keramahan dan kesantunannya akan dengan suka cita menyambut para tamu yang datang dari berbagai negara. Terbukti pada saat menjadi host ASIAN Games 2018 lalu, berbagai dunia mengakui kinerja dan pelayanan yang diberikan Indonesia.

“Selain menjadi kebanggaan nasional, dengan menjadi host sepakbola yang merupakan olahraga sejuta umat, Indonesia bisa semakin merekatkan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Di sisi lain, dari segi potensi ekonomi, multiplier effectnya akan sangat besar sekali,” pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending