Connect with us

POLITIK

Jokowi Centre Jatim Rutin Cek DPT Secara ‘Door to Door’

Published

on

Surabaya – Bertempat di Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin, Jl. Basuki Rahmat No. 139, Kaliasin, Genteng, Surabaya. Kelompok Relawan Jokowi Centre Jawa Timur melaksanakan Diskusi dengan tema, “Penguatan Jaringan Relawan di TPS-TPS”. Diskusi ini secara langsung dibuka oleh Reza Ginting selaku Koordinator Daerah Jawa Timur.

Dalam sambutannnya, Reza menyampaikan bahwa, setiap relawan perlu memperhatikan semua pendukung Jokowi sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Sejauh ini, Jokowi Centre Jawa timur selalu rutin melaksanakan kegiatan cek DPT sampai cek data secara door to door,” terangnya. Senin, (14/01) malam hari.

Diskusi ini diisi oleh 2 pembicara yaitu, Victor Imanuel Nalle dan Yordan M. Batara Goa selaku Koordinator Tim Kapanye Jokowi Ma’ruf Amin dan dimoderatori Arnold L Panjaitan selaku Sekjend Jokowi Centre Jawa Timur.

Victor Imanuel Nalle (Akademisi Hukum), dalam diskusinya, ia memaparkan segala bentuk tindak pidana pemilu sesuai UU No 7 Tahun 2017 tentang Tindak Pidana dalam pemilu.

“Seluruh relawan perlu memperhatikan, mengawasi lebih aktif untuk mengecilkan potensi kecurangan dalam pemilu, dan perlu menunjukkan langkah-langkah kongkrit dalam penindakan jika ada pelanggaran,” tegasnya.

Disisi lain, Yordan M. Batara Goa juga menyampaikan bahwa, jangan sampai relawan lengah dalam proses pengawalan, Yordan menekankan bahwa sering di dapati bahwa masyarakat tidak terdaftar di DPT.

“Hal-hal ini harus lebih di perhatikan, menekankan untuk mengkampanyekan Jokowi dengan mensosialisasikan bentuk prestasi. Jokowi selama menjabat sebagai Presiden,” pungkas Yordan. (ari)

POLITIK

Quick Count Unggul, Seknas Jokowi : Rakyat Masih Ingin Jokowi Melanjutkan Pemerintahan

Published

on

Jakarta – Pelaksanaan Pemilihan Umum Serentak dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum tanggal 17 April 2019 berjalan dengan damai. Pemilu kali ini serentak memilih Presiden, DPD, DPR RI, DPR Tingkat Propinsi dan DPR Tingkat Kota.

“Dan kedepan, kita harus segera menciptakan suasana Rekonsiliasi Nasional untuk membangun bersama Indonesia Maju yang Adil dan Makmur. 

Diharapkan pihak elit politik, pihak TNI dan Polri memberi ketenangan pada masyarakat hingga putusan akhir dari KPU,” ucap Dedy Mawardi, Sekjen SEKNAS JOKOWI kepada Bergelora.com di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya, pesta demokrasi terbesar ini merupakan proses pemilihan langsung Presiden maupun wakil rakyat di DPR yang berjalan damai.

“Seknas Jokowi menyatakan terima kasih kepada seluruh rakyat yang menyalurkan aspirasi lewat pemilu hingga berjalan lancar,” ujar Dedy Mawardi.

Menurutnya hasil “Hitung Cepat“ lembaga lembaga yang kredibel Jokowi-Ma’ruf menang patut disyukuri. Karena Rakyat masih tetap percaya dan menginginkan Jokowi melanjutkan pemerintahnya untuk 5 tahun mendatang.

“Lebih lanjut, sesuai arahan Jokowi, kita harus bersabar menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU,” ujarnya.

Dedy Mawardi juga mengajak semua pihak yang berkontestan untuk memelihara suasana yang tenang sampai hasil resmi penghitungan KPU selesai.

“Kemanganan ini adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Yang terpenting kita semua menjaga persatuan rakyat, bangsa dan negara ini. Hanya jika kita bisa bersatu, pembangunan yang dipimpin Presiden Jokowi bisa lebih cepat dan lebih luas lagi dinikmati oleh rakyat Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu dilaporkan hasil quick count dari berbagai lembaga survei independen menunjukkan kemenangan pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Ma’aruf Amin sebanyak 55% atas pasangan Prabowo-Sandi yang hanya 45%. (ari)

Continue Reading

POLITIK

Vote Indeknews.com, Tri Agus Bayususeno atau TAB Duduki Posisi Kedua

Published

on

Sragen – Tri Agus Bayususeno atau TAB  menduduki posisi kedua vote tertinggi yang diadakan Indeksnews.com dalam Polling Tahap II untuk Calon Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah IV dengan perolehan sebanyak 31%.

Peserta poling tahap dua ini merupakan peserta Polling yang mendapatkan jumlah VOTE tertinggi atau dua kali lipat jumlah kursi yang terdapat di dapil tersebut pada poling tahap pertama lalu. 

Posisi vote kedua ini bukanlah hal yang datang tiba-tiba. Meski berlabel dapil neraka yang dihuni banyak incumbent kuat dan pendatang baru yang potensial.

Bayu mengaku sudah memantapkan optimisme perjuangannya untuk misi menyejahterakan masyarakat. Predikat pengusaha sukses dengan beragam usaha, tak membuat Tri Agus Bayuseno jemawa. 

Sebaliknya, citra merakyat, sederhana dan bersahaja lebih banyak melekat di sosok pengusaha muda kelahiran Gemolong, Sragen 47 tahun silam ini.

Ya, itulah Tri Agus Bayuseno yang akrab disapa Bayu TAB. Segudang pengalaman dan kesuksesan bisnisnya memang membuatnya kini makin dikenal publik Sragen, Wonogiri, dan Karanganyar.

Terlebih, keputusannya terjun ke dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Jateng IV (Sragen-Karanganyar-Wonogiri) membuat namanya makin dikenal sehingga banyak elemen masyarakat yang sukarela bergabung menjadi relawannya.

Namun bukan hanya karena kesuksesan atau misinya di panggung politik, dukungan relawan itu muncul lantaran sepak terjang Bayu yang memang sudah banyak merintis kemitraan usaha dengan masyarakat utamanya kalangan petani dan peternak.

“Sudah sejak beberapa tahun lalu, kami memang terjun ke lapangan baik Sragen, Wonogiri dan Karanganyar. Kami mencoba menggali aspirasi apa yang dialami masyarakat. Kemudian mengajak mereka untuk menjadi mitra kami merintis usaha ternak ayam dan sapi yang orientasi menguntungkan mereka. 

“Niat kami, apa yang kami miliki, sebisa mungkin ditularkan seluas-luasnya kepada masyarakat khususnya di Sragen, Wonogiri dan Karanganyar. Sehingga ekonomi mereka bisa terangkat dan lebih sejahtera,” papar Bayu. Jumat, (12/4/2019).

Bayu maju dari partai Hanura. Ia mendapat nomor urut 1 di dapil Sragen-Karanganyar-Wonogiri.

Ingin berbagi, memberi kemanfaatan lebih dan mengangkat derajat hidup masyarakat, adalah motivasi yang mendorongnya terjun ke panggung politik.

“Nggak muluk-muluk kok. Selama ini banyak masyarakat yang belum memiliki usaha, kita gandeng jadi mitra kita bekali merintis usaha ternak dan yang lainnya. 

Dengan menjadi DPR RI tentu pengabdian dan akses membantu masyarakat itu tentu akan lebih luas lagi. Dan untuk menuju kesitu jalurnya harus lewat politik. Motivasinya hanya itu,” tuturnya.

Bayu juga menegaskan sebenarnya pilihan ke dunia politik bukan untuk ambisi jabatan apalagi materi. Menurutnya keputusan maju nyaleg itu adalah bagian dari ikhitarnya mewujudkan motto hidupnya bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberi kemanfaatan bagi sesama.

“Kalau rezeki, Alhamdulillah saya syukuri dan sudah lebih dari cukup. Tapi bagi saya, kebahagiaan hidup itu akan lebih ketika kita bisa membantu dan bermanfaat untuk lebih banyak masyarakat,” tukasnya. (ari)

Sumber : Hendra Nazif

Continue Reading

POLITIK

Sebanyak 20.28% TPS Dibuka Ngaret dan Tidak Ramah bagi Pemilih Disabilitas

Published

on

Jakarta – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ambil bagian dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. HMI telah terdaftar dan terdaftar di Bawaslu sebagai salah satu pemantau. 

Abdul Azis selaku Penanggung Jawab Nasional i-Pantau menjelaskan bahwa, ada dua (2) tahapan pemantauan yang dilakukan. Pertama, pemantauan persiapan pembukaan TPS. Pemantauan ini dilakukan sebelum pukul 07.00 waktu setempat. Dilaporkan ke pusat data 08.15 waktu setempat.

“Pemantauan kedua, dilakukan pukul 08.20 hingga 13.00 waktu setempat. Untuk memudahkan dan mempercepat bisnis proses pemantauan maka tim dibekali dengan aplikasi i-pantau. i-pantau dapat diakses melalui Google Store dan berbasis Android,” terangnya melalui keterangan tertulisnya yang diterima di media ini. Rabu, (17/4/2019).

Ia menceritakan bahwa, pada laporan pemantauan tahap pertama diketahui, sebanyak 20.28 persen TPS dibuka tidak tepat waktu pukul 07.00 sesuai PKPU 3/2019, Pasal 4, ayat 4. 

“Alasan TPS tidak tepat waktu 9.30 persen, KPPS telat datang. 15.12 persen belum hadir, 2.33 persen kekurangan logistik. 2 persen karena kendala alam, habis turun hujan lebat, 72 persen karena alasan lainnya,” ungkap Azis.

Dari sejumlah TPS yang dipantau, 12.80 persen lokasinya berhimpitan dengan tempat ibadah. Ada 8.94 persen TPS, petugas KPPS tidak berjumlah tujuh (7) orang sesuai Pasal 59 UU 7/2017. 

“8.41 persen, TPS tidak ramah bagi pemilih disabilitas. 18.39 persen, akses keluar masuk TPS tidak ramah bagi disabilitas. 12.62 persen, meja dan kotak TPS, dinilai terlalu tinggi bagi disabilitas,” bebernya.

Lanjut Azis, ada 1.89 persen petugas KPPS tidak menggunakan ID. INi sesuai dengan Pasal 20 Ayat 3, huruf B, PKPU 3/2019. 38 persen petugas KPPS mengenakan baju/tanda/lambang/warna mirip dengan baju/tanda/lambang/warna peserta pemilu. 

“Sebanyak 7.07 persen, di TPS tidak terpasang Daftar Pemilih Tetap (DPT). 7.14 persen, di TPS tidak terpasang Daftar Calon Tetap (DCT) peserta pemilu,” ujarnya.

Dari hasil pemantaun pertama ini, kata Azis, disimpulkan bahwa, masih terdapat petugas KPPS tidak tepat azas pelaksanaan pemilu. Seperti, TPS tidak dibuka tepat waktu. DCT dan DPT tidak terpasang di lokasi TPS. TPS yang kurang bersahabat dengan pemilih disabilitas. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending