Connect with us

POLITIK

Kenapa Fungsionaris Golkar Minta Airlangga Fokus Urusan Ekonomi Nasional dan Bamsoet Paling Tepat Pimpin Golkar?

Published

on

JAKARTA – Fungsionaris dan Pengurus Pleno DPP Partai Golkar meminta Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto fokus menjalankan tugasnya sebagai Menko Perekonomian, agar kondisi ekonomi nasional tidak terpuruk. Hal ini terkait dengan warning yang diberikan Presiden Joko Widodo terhadap perekonomian nasional yang tengah menghadapi gejolak perekonomian dunia.

“Mengingat beratnya tantangan ekonomi yang dihadapi Presiden Joko Widodo dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, kami yakin jika keduanya bisa bekerjasama tanpa dicampuri urusan politik, fokus menghadapi guncangan ekonomi dunia dan menggerakan perekonomian rakyat, Indonesia akan bisa keluar dari bayang-bayang resesi ekonomi. Jangan pertaruhkan masa depan ekonomi Indonesia hanya karena urusan politik,” ujar Ahmadi Noor Supit yang menjadi juru bicara Fungsionaris dan Pengurus Pleno DPP Partai Golkar dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (7/11/19).

Turut hadir para fungsionaris dan Pengurus DPP Partai Golkar, antara lain Bendahara Umum Robert Kardinal, Wakil Koordinator Bidang Kepartaian Darul Siska, Ketua Bidang Kemaritiman Elvis Junaidi, Ketua Bidang Kebencanaan Fatahillah Ramli, Ketua Bidang Kebudayaan Daerah sekaligus Dewan Pembina Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Ulla Nachrawati, serta Ketua Departemen Profesional Syamsul Rizal. Hadir pula Ketua SOKSI Bobby Suhardiman dan Ketua MKGR 1960 Fahd el Fouz.

Mengenai Musyawarah Nasional Partai Golkar yang akan dilakukan awal Desember 2019 di Jakarta untuk memilih Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024, Supit menegaskan ini sepenuhnya kewenangan internal rumah tangga Partai Golkar. Karena itu mereka meyakini, Presiden Joko Widodo pasti tidak akan melakukan intervensi dalam bentuk apapun.

“Pernyataan Presiden Joko Widodo dalam HUT ke-55 Partai Golkar yang bernada mendukung Airlangga Hartarto dalam Munas di internal Partai Golkar kami anggap hal yang biasa. Rule yang berlaku diinternal Partai Golkar, ya rule Partai Golkar. Kami juga yakin Presiden tidak ingin mengintervensi Partai Golkar,” ujar Supit.

Karena itu, Supit menjelaskan, untuk kepemimpinan Partai Golkar 2019-2024, lebih tepat jika dipegang oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang kini menjabat Ketua MPR RI. Dukungan luas terhadap Bamsoet sudah datang dari pengurus DPP, DPD provinsi dan kabupaten/kota, organisasi pendiri Partai Golkar, Organisasi Sayap Partai Golkar, organisasi yang didirikan Partai Golkar, serta para pinisepuh dan senior Partai Golkar. Karenanya, Bamsoet tetap akan maju sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024.

“Dukungan ini tak tak terlepas dari rekam jejak, pengalaman, kepemimpinan, dan kompetensi Bamsoet yang sudah terbukti dan teruji. Bisa dilihat dari kesuksesan dirinya menjalankan tugas sebagai Ketua Komisi III dan Ketua DPR RI, yang berimplikasi terhadap kesuksesannya membangun kinerja positif DPR RI di mata rakyat. Kesuksesan ini harus diturunkan kepada Partai Golkar yang saat ini sedang berada di titik nadir,” tegas Supit.

Supit menambahkan, Bamsoet juga terbukti merupakan seorang pemimpin egaliter, mampu membangun kebersamaan dan rasa kekeluargaan, serta menjadi pemimpin bagi semua buat semua. Tak heran jika dalam pemilihan Ketua MPR RI 2019-2024, Bamsoet mendapatkan dukungan penuh dari berbagai partai politik lainnya, termasuk dari Partai Gerindra yang saat itu juga mengajukan calon dan akhirnya mendukung penuh Bamsoet.

“Secara politik konstitusional, posisi MPR RI sebagai lembaga tinggi negara sejajar dengan lembaga kepresidenan. Konsekuensinya, Ketua Umum Partai Golkar yang menjabat Ketua MPR RI memiliki posisi tawar politik yang lebih kuat, dibandingkan seorang menteri yang sejatinya menjadi pembantu presiden. Sehingga di mata rakyat, Partai Golkar akan lebih mendapatkan tempat terhormat,” pungkas Supit. (dwi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLITIK

Gerindra Padang Siap Bekerja Untuk Menangkan NA-IC

Published

on

By

Kabarakyat, (PADANG) – Bendahara DPC Gerindra Kota Padang, Mastilizal Aye mengatakan, pihaknya bertekad kembali mengulang torehan manis sebagai partai pemenang pada Pileg 2019 pada Pilgub Sumbar 2020. Pada Pilgub Sumbar kali ini Gerindra mengusung Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

Pada Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019, Kota Padang merupakan salah satu salah satu basis pemenangan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumbar. Pada waktu itu Kota Padang menyumbangkan 96.748 suara untuk Gerindra. Dari perolehan suara itu, Gerindra meraih 11 kursi di DPRD Padang dari lima daerah pemilihan.

“Apa yang dilakukan oleh kader-kader Gerindra Kota Padang sewaktu pileg 2019 akan dilakukan juga oleh mereka pada Pilgub Sumbar 2020. Mereka akan mempromosikan program-program NA-IC kepada masyarakat Kota Padang,” ujar Aye di Padang, Selasa, 15 September 2020.

Aye mengatakan bahwa dengan hanya diusung oleh satu partai, pasangan NA-IC, jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur, akan lebih menguntungkan bagi masyarakat Sumbar. Hal itu terjadi karena setiap kebijakan yang mereka ambil tidak akan mendapat hambatan dari partai lain.

“Di DPRD Sumbar, kader Gerindra menjadi ketua sehingga NA-IC, jika menjadi gubernur dan wakil gubernur, lebih mudah berkoordinasi dengan DPRD Sumbar,” kata anggota DPRD dari Dapil Padang 5 itu

Aye menilai bahwa dari empat pasangan calon (paslon) Pilgub Sumbar 2020, NA-IC merupakan duet yang saling melengkapi karena keduanya pernah menjabat sebagai bupati dua periode. Karena itu, ia melihat bahwa NA-IC merupakan paslon yang mendekati sempurna.

Nasrul Abit merupakan birokrat senior yang memulai karir dari wakil bupati Pesisir Selatan satu periode, bupati Pesisir Selatan dua periode, dan wakil gubernur Sumbar.

Indra Catri juga birokrat tulen. Ia telah mengabdikan diri selama 25 tahun sebagai apratur sipil negara (ASN) di Kota Padang dengan berbagai jabatan, mulai dari kepala seksi hingga kepala dinas. Setelah itu, ia menjabat sebagai bupati Agam dua periode.

Dengan prestasi yang sudah ditorehkan NA-IC, Mastilizal Aye meyakini bahwa DPC Gerindra Padang tidak sulit mengkampanyekan paslon pilihan Prabowo itu untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat Padang

Kepemimpinan NA-IC juga telah dirasakan masyarakat Kota Padang. Keduanya telah berpengalaman dan berhasil melaksanakan tugas pemerintahan di Kota Padang, Kabupaten lain dan Sumatera Barat

“Sewaktu pileg (pemilihan legislatif-red) semua caleg menjual namanya masing-masing. Ada ratusan caleg. Karena pada Pilgub Sumbar hanya ada empat pasangan calon, kita bisa lebih fokus menjual NA-IC,” ucap Aye yang juga ketua fraksi Gerindra di DPRD Padang itu

Berdasarkan data KPU Kota Padang, terdapat 653.571 pemilih untuk pemilihan kepala daerah yang digelar pada 9 Desember 2020. Dari jumlah data pemilih yang sudah dimutakhirkan itu, DPC Gerindra Kota Padang, kata aye, menargetkan perolehan suara NA-IC dua kali lipat dari perolehan suara pada Pileg (rel/chan)

Continue Reading

POLITIK

Apa Dengan Lukisan Apakah Sumbar Belum Pancasilais ?

Published

on

By

KABARAKYAT, PADANG- Alam Takambang Jadi Guru, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Ninik Mamak, Alim Ulama Cadiek Pandai, Nan Mudo Parik Paga Dalam Nagari dan Djakarta 17 Agustus 1945 atas nama bangsa Indonesia Soekarno- Hatta begitulah tulisan dalam karya lukisan luar biasa Zardi 2020

Pelukis mengungkapkan nilai nilai pancasila itu tumbuh besar di Ranah Minang serta kemarahan itu tak terbendung pada saat ada hina atau merasa masyarakat Minang tidak ada apa-apanya,” ujar Zardi dalam keterangan tertulis kepada UTUSANINDO, Senin, 15 September 2020.

Menurut Zardi, lukisan ini hadir di pameran karya senirupa ini sebagai upaya melindungi dan mengembangkan nilai ekspresi dan praktik seni rupa di tengah-tengah masyarakat Sumatera Barat.

“Sekaligus sebagai wahana mewujudkan Praktik Kebudayaan Daerah (PKD) untuk menunjang Praktik Kebudayaan Nasional (PKN) 2020 sesuai amanah Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan Nasional serta dilandasi semangat Kemerdekaan RI ke 75, kami mengajak Bapak/ibuk/saudara untuk menyaksikan karya-karya perupa terbaik dalam kegiatan pameran seni rupa karya perupa Sumatera Barat mengangkat tema “Realita Sosial”,” ujar Zardi.

Lanjut Zardi, memarahan itu karakter keras terlukis dari gambar inyiak (harimau) tampak garang membahana.

“Ada kekerasan hati, walau dalam diplomasi para nara sumber tetap diplomatis sejuk dan bersahabat menuturkan kebersatuan bangsa, walau mendidih hati dalam jiwa kiasannya,” ujar Zardi

Dikatakan Zardi, orang minang adalah penjaga nilai-nilai pancasila itu yang terlahir dalam pemikiran Islam menyatukan Indonesia.

“Seperti kata pak Gamawan, jika ada suku bangsa di Indonesia terpecah belah maka orang minang itu paling terakhir keluar karena bagi orang minang NKRI harga mati dan ini adalah negara dan bangsanya dalam perbuatan kehidupan sehari hari selamanya,” ujar Zardi mengakhiri

Adapun pelaksanaan pameran #NewsLife ini dibuka oleh Ketua DPRD Sumatera Barat Supardi pada hari Minggu 13 – 19 September 2020, di Gallery Taman Budaya Sumbar. (Chan)

Continue Reading

POLITIK

Tim Pemenangan FAGE, Darul Siska Ketua

Published

on

By

Kabarakyat, PADANG – Anggota DPR Golkar asal pemilihan Sumbar Darul Siska terpilih sebagai Ketua Umum, sementara sekretaris Febby Dt Bangso (PKB) dan Bendum Musfaizer dari Partai Nasdem menjadi tim pemenangan Fakhrizal- Genius Umar.

“Selain berhasil membentuk Tim pemenangan dari partai pengusung dan pendukung, kami juga telah merekomendasikan pembentukan koordinator Tim Relawan FAGE dibawah pimpinan Reventur bersama sejumlah anggotanya,” kata Sekretaris Tim Pemenangan FAGE Sumbar, Febby Dt Bangso kepada wartawan, usai rapat dengan tim partai pendukung, pengusung dan relawan FAGE di Posko FAGE di Jalan Raden Saleh, Padang, Selasa (8/9).

Rapat berlangsung hangat dan lancar dipimpin Ketua Harian Tim Pemenangan fage terpilih, Afrizal SH, MH dihadiri seluruh ketua partai pengusung dan pendukung serta unsur relawan Fage yakni Awaluddin Awe dari Sahabat Fakhrizal Genius.

Paslon FAGE pada awalnya diusung oleh tiga partai utama yakni Golkar, Nasdem dan PKB. Tetapi sebelum mendaftar ke KPU, dua partai lainnya yakni PBB dan Berkarya masuk sebagai partai pendukung.

Menurut Febby tim pemenangan Fage juga menempatkan sejumlah tokoh di Sumbar sebagai tim pengarah. Namun dia belum mau menyebutkan nama nama tokoh yang dimaksud.

“Tunggu setelah tim ini di SK kan oleh bapak Cagub kami, Fakhrizal dan Cawagubnya Genius Umar. Insha Allah dalam minggu ini SK nya sudah diteken,” papar Ketua DPW PKB Sumbar ini.

Segera setelah tim pemenangan Fage Sumbar selesai disusun, tambah Febby, akan dilanjutkan dengan pembentukan tim pemenangan Fage di 19 kabupaten dan kota.

Seperti juga dengan komposisi tim pemenangan Fage Sumbar, kepengurusan tim Fage Kabupaten dan kota juga diisi oleh unsur partai pengusung dan pendukung plus kalangan relawan.

“Jadi, sesuai dengan histori Paslon Fakhrizal dan Genius yang berasal dari dukungan relawan, kini setelah diusung kalangan partai, kawan kawan dari relawan juga dimasukan dalam struktur tim pemenangan Fage, ” jelas Febby.

Dengan komposisi tim seperti itu, menurut Febby, pergerakan tim di kabupaten dan kota menjadi lebih besar daya sintaknya. Namun, untuk menghindari perbenturan lapangan garapan, maka akan diatur pola aksi kalangan relawan.

Terakhir, dengan telah terbentuknya tim ini Febby mengharapkan kepada seluruh elemen kekuatan partai, termasuk ormas partai dan seluruh relawan Fage menyatukan langkah untuk memenangkan paslon Fakhrizal Genius.

Calon Gubernur Irjen Fakhrizal saat mendaftarkan diri ke KPU Sumbar menyampaikan optimismenya memenangkan Pilgub Sumbar. Alasannya karena Fage memiliki sejumlah program visi misi unggulan seperti anggaran Rp1 Miliar Satu Kecamatan dan Satu Rumah Satu Sarjana.          
  
Rilis Tim Media Centre Fage

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending