Connect with us

NASIONAL

Kenapa Ramai-ramai Dukung Bamsoet Jadi Ketua MPR?

Published

on

JAKARTA – Meski tak bisa mendahului takdir. Namun, setelah melihat kondisi di Senayan saat ini aliran dukungan ke Bambang Soesatyo (Bamsoet) terus mengalir, hampir seluruh fraksi diluar Gerindra yang mengusung kader sendiri.

“Insyalloh, kalau tak ada halangan Pak Bamsoet jadi Ketua MPR RI. Tinggal satu fraksi yang susah mendukung, sisa Gerindra susah,” kata salah satu anggota Fraksi Golkar yang tak mau disebut namanya, sebelum rapat Paripurna, Selasa (2/9/2019).

Optimiske yang sama juga disampaikan salah satu anggota Fraksi PDIP pada kesempatan yang sama. Menurutnya, Bamsoet bisa dipastikan memimpin MPR RI.

“Semoga ya (Bamsoet terpilihan). Asal pemilihan tidak voting. Kita tinggal tunggu saja besok (hari ini),” ujar anggota DPR RI yang meminta namanya dirahasikan.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Ace saat dihubungi memutuskan Ketua Fraksi MPR Partai Golkar adalah Zainudin Amali. Sedangkan di kursi pimpinan MPR, partai beringin menugaskan mantan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).

“Partai menugaskan Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR RI periode 2019-2024,” pungkas Ace.

Kemampuan Bamsoet memimpin DPR diharapkan bisa tertular ke MPR RI. Untuk itu, mantan Wakil Ketua DPR 2014-2019 Fahri Hamzah menilai sangat Bamsoet cocok menjadi Ketua MPR periode 2019-2024.

“Figur Mas Bambang dapat menjadi salah satu figur alternatif yang kuat ke depan,” kata Fahri kepada wartawan, Senin (30/9/2019) lalu.

Fahri menilai Bamsoet sebagai seseorang yang tak sembarangan mengambil keputusan. Di mata Fahri, Bamsoet juga merupakan sosok yang senang menjamu orang yang berkunjung. Karakter seperti itu cocok menjadi Ketua MPR.

“Beliau memang figur yang amat selektif, senang sekali menerima tamu dan senang sekali ngobrol dengan semua pihak,” kata Fahri.

Bila Bamsoet memimpin, kata Fahri, kontestasi gagasan bisa berjalan rutin, intensif, dan dinamis. “Maka majelis itu sebenarnya lebih berfungsi sebagai forum-forum rekonsiliatif,” kata Fahri.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPR RI 2014-2019 dari Fraksi Partai Demokrat Agus Hermanto mendorong semua fraksi di DPR RI dan anggota DPD RI periode 2019-2024 memilih Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menjadi Ketua MPR RI periode 2019-2024.

Agus berpendapat, sosok Ketua MPR RI harus diduduki oleh orang yang berpengalaman, yang sudah teruji kapasitas, kapabilitas, dan track recordnya.

“Sebagai Ketua DPR RI, Pak Bamsoet sudah menjejaki berbagai keberhasilan. Sehingga sangat patut dan layak diteruskan menjadi Ketua MPR RI. Insya Allah, beliau bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Agus di DPR RI, Jakarta, Senin (30/09/19).

Agus menilai karena kepemimpinan DPR RI akan diduduki oleh PDI Perjuangan, maka sudah sepatutnya Kursi MPR RI ditempati oleh Partai Golkar yang merupakan partai politik peringkat kedua nasional. Selayaknya Partai Golkar mempercayakan Bamsoet menjadi pilihan utamanya.

“Insya Allah jika Pak Bamsoet terpilih menjadi Ketua MPR, kedepannya MPR RI akan lebih memiliki power. Dengan kemampuan yang dimilikinya, MPR RI akan  menjadi jauh lebih hebat lagi,” tandas Agus.

Agus memandang, sosok Bamsoet yang memimpin DPR RI selama lebih kurang 20 bulan, ditambah pengalaman beliau sebelumnya sebagai Ketua Komisi III DPR RI dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar, sudah mengenal dengan baik peta politik Parlemen. Selama memimpin DPR RI, Bamsoet juga dipandang mampu membangun hubungan baik dengan MPR RI.

“Jadi jika menjadi Ketua MPR RI, beliau sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja MPR RI, sebagaimana yang sudah ia lakukan dalam meningkatkan kinerja DPR RI. Karenanya, beliau layak dan pantas menjadi Ketua MPR RI,” tutur Agus.

Agus menambahkan, sebagai sesama rekan kerja di pimpinan DPR RI, dirinya menjadi saksi hidup bagaimana kepiawaian Bamsoet dalam mengelola DPR RI menjadi lebih baik. Bamsoet diyakini bisa membawa perubahan MPR RI menjadi lebih bergeliat lagi.

“Semua fraksi DPR RI maupun anggota DPD RI perlu mendukung Bamsoet menjadi Ketua MPR RI. Beliau yang paling layak karena telah memberikan keteladanan yang cukup hebat di dalam meningkatkan kinerja DPR RI,” pungkas Agus.

Sebelumnya, PKS juga mendukung Bamsoet sebagai ketua MPR RI. Menurut politisi senior PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Bamsoet figur yang sangat layak memimpin MPR. Itu berkaca saat Bamsoet memimpin DPR.

“Saya melihat Mas Bambang Soesatyo sangat cocok untuk duduk sebagai Ketua MPR. Sebelumnya beliau sudah berpengalaman menjabat sebagai ketua DPR, tentunya hal itu akan menjadi modal utama untuk beliau memimpin lembaga sebesar itu,” kata Habib Aboe.

“Selain itu Mas Bamsoet juga memiliki daya terima yang bagus, semua kalangan welcome dengan beliau. Ini adalah daya dukung yang diperlukan sebagai seorang yang akan memimpin lembaga yang berisi perwakilan dari berbagai latar belakang. Dengan profil yang akseptabilita tinggi, saya yakin dinamikan di MPR akan berjalan dengan baik,” sambung Habib Aboe.

Alasan Habib Aboe jatuh pilihannya ke Bamsoet, karena Bamsoet dunilai komunikator handal, mampu membuka kebuntuan komunikasi saat diperlukan. Contohnya saat kemarin terjadi tarik menarik saat pembahasan KUHP antara pemerintah dan DPR, ia bisa membuka ruang dialog dengan baik. (HMS)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

Respon Pernyataan Kepala BPIP, ART: Pancasila Tak Bisa Dipisahkan dari Agama

Published

on

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Rachman Thaha (ART) merespon pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi yang menyatakan bahwa agama jadi musuh terbesar pancasila.

Menurut ART, pancasila itu tidak bisa dipisahkan dari agama, karena kelima sila itu terilhami oleh nilai-nilai agama, terutama Islam.

“Saya tegaskan ya. Pancasila itu tak bisadipisahkan dari agama,” tegas ART dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Ia pun menyesalkan pernyataan seperti itu keluar dari lisan seorang Kepala BPIP yang seharusnya di garis terdepan menjaga dan membumikan nilai pancasila.

“Saya sesalkan, kenapa pernyataan seperti itu dinyatakan oleh seorang Kepala BPIP yang mestinya menggawangi pancasila itu sendiri,” ujarnya.

ART akan memaklumi jika pernyataan tersebut dilontarkan di lingkungan akademik dan menjadi diskursus di lingkungan kampus.

“Tapi beliau sekarang bukan seorang rektor lagi dan tidak sedang mengajar di hadapan mahasiswa. Beliau mestinya menyadari bahwa beliau adalah pejabat publik dan bicara di media,” terang Senator asal Sulawesi Tengah ini.

ART mengimbau, agar semua tokoh dan semua stakeholde
tidak membuat gaduh suasana bangsa dengan pernyataan-pernyataan yang kontroversi.

“Keadaaan Republik ini jangan selalu dibuat gaduh. Republik ini direbut dari tetesan darah dan yang berjuang adalah para tokoh agama yang ada di republik ini,” kata dia.

“Ini pernyataan harus di pertanggung jawabkan baik secara akedemik,” tegas ART.

Seperti diketahui, Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam suatu wawancara mengatakan ada kelompok yang mereduksi agama sesuai depentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” kata Yudian.[]

Continue Reading

NASIONAL

MASIKA ICMI dan ICMI Orwil DKI Jakarta Perkuat Sinergitas

Published

on

JAKARTA – Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (Masika ICMI) DKI Jakarta melakukan audiensi dengan Ketua ICMI Orwil Jakarta Prof Dr H Dailami Firdaus,SH,LLM di kampus Assyafiiyah Jatiwaringin, Rabu (5/2/2020).

Kedatangan pengurus Masika ICMI DKI Jakarta di sambut hangat oleh Prof Dailami Firdaus di ruangan nya.

Abdul Malik Raharusun yang mewakili pengurus Masika ICMI DKI Jakarta mengawali pembicaraan dengan Prof Dailami Firdaus dengan memperkenalkan para pengurus yang datang.

“Kami dari Masika ICMI DKI Jakarta sudah ada SK dari pengurus pusat Masika ICMI ,dan kami berharap bisa bersinergis dengan ICMI Orwil DKI Jakarta yang di pimpin oleh Prof Dailami Firdaus,” kata Abdul Malik.

Sementara itu, Prof Dailami Firdaus mengatakan untuk pelantikan Masika ICMI DKI Jakarta ,kami bisa memberikan fasilitas tempat di kampus Assyafiiyah.

Dr Masduki Ahmad selaku Rektor Universitas Islam Assyafiiyah (UIA) dan juga pengurus ICMI DKI Jakarta mengatakan bahwa ICMI dalam menjalankan roda pengurusan harus sinergis dalam membangun Umat dan bangsa.

“Peran Masika ICMI DKI Jakarta menjadi garda terdepan dalam generasi muda ICMI dalam mempersiapkan pemimpin yang akan mendatang, Pelantikan Masika ICMI DKI Jakarta harus dilaksanakan sesuai AD/ART nya akan bisa menjalankan tujuan MASIKA ICMI, ICMI dan MASIKA adalah kesatuan yang utuh,” kata Dr Masduki.

Untuk diketahui, MASIKA ICMI telah Terdaftar di Kementrian Pemuda Dan Olahraga,Berasaskan Islam. Sifat: MASIKA ICMI adalah Badan otonom di lingkungan ICMI. Otonomi MASIKA ICMI merupakan pengembangan kreatifitas dan orisinalitas kaum muda.

“Sifat otonom MASIKA ICMI merupakan wujud kemandirian, kebebasan, dan lepas dari intervensi dari pihak manapun. Secara administratif memberikan kewajiban menyampaikan laporan tahunan dan laporan akhir masa kepengurusan kepada ICMI sesuai dengan jenjang keorganisasian,” jelasnya.

“Semoga sinergitas antara Masika ICMI DKI Jakarta dan ICMI Orwil DKI Jakarta bisa membawa manfaat untuk umat,” imbuhnya.

Continue Reading

NASIONAL

Ranti Purwasih Nakhodai Kohati HMI Cabang Kuantan Singingi

Published

on

Kuantan Singingi – Pelantikan Pengurus Kohati Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kuantan Singingi Periode 2020-2021 dilaksanakan pada hari Jum’at, 24 Januari 2020 di Teluk Kuantan. Sebelum pelantikan, diadakan Musyawarah Kohati (Muskoh) yang pertama dilaksanakan pada tanggal 2 Januari 2020 di Teluk Kuantan. Hasil Muskoh Ke-1 tersebut memutuskan Ranti Purwasih sebagai Formatur Kohati HMI Cabang kuantan Singingi. (lebih…)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending