Connect with us

RAKYAT

Ketua DPR Minta PUPR Perbaiki Jalan Rusak Berlumpur ke Makam Pahlawan Nasional Cut Meutia

Published

on

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamseot) menguslukan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak nan berlumpur menuju ke makam pahlawan nasional, Cut Meutia. Mengingat sepanjang jalan sekitar 21 kilometer mengalami kerusakan di kawasan Ujung Krueng Keurentoe, Aceh.

“Kita harus menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur. Cut Meutia tidak hanya telah berjuang bagi bangsa dan negara, juga telah menjadi inspirasi bagi perjuangan kaum perempuan di Indonesia. Ironisnya, jika jalan menuju makam beliau mengalami kerusakan parah bahkan. Akibatnya sangat sulit diakses menuju ke sana,” jelas Bamsoet usai menerima masyarakat Aceh di Ruang Kerjanya, Jakarta, Rabu (9/1/19) kemarin.

Yang hadir pada pertemuan tersebut, yakni Anggota Komisi VI DPR RI Zulfan Lindan, Anggota DPRA Kabupaten Aceh Timur Tengku Iskandar, Staf Khusus Ketua DPR RI Yahya Zaini, Ketua ASWAJA Aceh Tengku Fakhrozi, Panglima Penjaga Makam Cut Meutia Tengku Mudawali, Pimpinan Pesantren Aceh Utara Tengku Fakhruddin, dan Tokoh Masyarakat Lhokseumawe Tarmizi David.

Bamsoet menyampaikan, infrastrukturjalan menuju makam Cut Meutia bisa mendukung pengembangan potensi wisata religi di Aceh. Yang nantinya, lanjutnya, juga akan memberikan efek positif terhadap perekonomian rakyat setempat. Tidak hanya dari dalam Aceh, tapi warga dari luar Aceh pun bisa berziarah ke destinasi wisata tersebut.

“Karena masyarakat di sekitar makam bisa membuka warung-warung kecil, dengan berjualan makanan dan minuman bagi para penziarah. Berbagai aktifitas eknomi rakyat lainnya juga akan menggeliat, seperti jasa travel, tour guide, homestay, maupun penjualan souvenir. Itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakyat sekitarnya,” terangnya. (dwi)

HUKUM

Gus Haris Ungkap Gerakan Pembubaran PA 212 Mirip Komunis Gaya Baru

Published

on

Malang –Menyikapi kekhawatiran kelompok tertentu yang ikut membubarkan Pembekalan Alumni 212 yang terjadi Minggu, 20 Januari 2019 di Gedung Muamalat Jalan Nusakambangan petang hari dengan tuduhan separatisme dan kampanye terselubung. Telah mengusik pikiran Haris Budi Kuncahyo yang biasa dipanggil Gus Haris dan selaku pemerhati Pro NKRI Kota Malang. 

Menurut Gus Haris, perbuatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat dengan memberikan kecurigaan berlebihan bila acara tersebut bagian dari kampanye terselubung Pilpres 2019 dan bermuatan Separatisme adalah salah besar. 

Mengapa demikian, gerakan pembubaran yang dipimpin oleh Korlap aksi Dimas Loka Jaya telah berbuat gegabah dan melawan hukum.

Sebab menurut Gus Haris, Kota Malang sudah kondusif dan cinta damai. Dampak dari gerakan Dimas dkk justru membuat Kota Malang tidak kondusif. “Pasti dibelakang Dimas ada oknum aktor intelektual yang menggerakkan, ini tugas BIN, BAIS, Bakesbangpol, Polri, TNI, KPU dan Bawaslu setempat untuk mengungkap dibalik Aksi yang melanggar UU HAM dan KUHP tersebut”, demikian kritik keras tertulis Gus Haris yang diterima di media ini. Selasa, (22/01/2019).

Perlu diketahui, sambung Gus Haris yang juga Alumni FAMI dan Eksponen 98 ini. Perbuatan Dimas dkk telah melawan UU HAM No. 39 Th. 1999 Pasal 23, 24, 29, 30, 31. Sedangkan KUHP yaitu Pasal 167.

“Gedung Muamalat di Jalan Nusakambangan tersebut milik Yayasan bukan milik umum atau Pemerintah. Sah saja digunakan, dan bersifat internal gerakan bukan dishare ke publik. Khusus Alumni 212.”, tambah Gus Haris.

Sehingga dalam perspektif UU HAM dan KUHP telah melanggar perbuatan memasuki pekarangan orang dan hak politik sebagai warga negara.

Maka Gus Haris berpesan agar warga Kota Malang tidak mudah diprovokasi untuk kepentingan sepihak yang akan meretakkan kerukunan dan kedamaian Kota Malang 

“Padahal kalau kegiatan Alumni 212 itu ada pelanggaran dalam temuan Bawaslu Kota Malang maka masih memerlukan kajian lebih lanjut selama 3 hari, Setelah waktu dilaporkan dan ada pemanggilan hingga persidangan, pungkas Gus Haris yang juga mantan Staf Panwaslu (sekarang Bawaslu) Kota Malang. 

Lanjut Gus Haris, maka dari itu, bila gerakan kemarin minggu mengaitkan dengan Kampanye Terselubung, “maka yang berhak membubarkan adalah PL (Pengawas Lapangan) bersama Panwascam dan Bawaslu Kota Malang. Warga cukup melaporkan ke Bawaslu, Panwascam bukan bergerak seenaknya sendiri.”

Gerakan Pembubaran Pembekalan Alumni 212 di Gedung Muamalat pada Minggu, 20 Januari 2019 jelas tindakan makar hukum dan adanya dugaan kuat digerakkan oleh “komunitas tertentu” yang mulai hilangnya netralitas. Gedung Muamalat adalah sejak awal basecamp Gerakan 212 bukan milik umum. Jadi tindakan untuk membubarkan tersebut bertentangan dengan KUHP dan UU HAM.

Gus Haris yang juga Deklarator Hari Santri Nasional bersama Capres Jokowi Tahun 2014 ini mengatakan, Gerakan Dimas dkk di Kota Malang yang masuk Kantor halaman pekarangan milik Yayasan Muamalat untuk Kegiatan Alumni 212 tersebut mirip atau menyerupai Gerakan Komunis Gaya Baru (KGB) yang berbahaya bagi keutuhan dan keharmonisan Umat Beragama dan Kepercayaan di Kota Malang dan sekitarnya.

“Kita menolak tegas segala bentuk perbuatan melawan hukum yang mengganggu kerukunan umat Beragama dan Kepercayaan di Kota Malang”, seru Gus Haris mengakhiri wawancara yang juga satu Alumni S2 Sosiologi Pascasarjana UMM dengan Kapolda Jatim Irjenpol Lucky Hermawan. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

Penipu! Oknum Pengembang Rumah Bersubsidi Jokowi Kian Marak di Lingkungan Masyarakat

Published

on

Bogor – Pemerintahan Jokowi mengambil sikap untuk pemenuhan kebutuhan rumah di Indonesia, dengan membawa Program Sejuta Rumah. Namun sayang, ada kerawanan untuk para oknum pengembang untuk menyelewengkan program tersebut.

Tingginya permintaan rumah murah justru menjadi ladang tindak penipuan dan penggelapan. Seperti proyek perumahan Bumi Berlian Asri dan Bumi Berlian Serpong di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

“Saya sudah bayar DP, lalu dijanjikan mau akad, tapi sekarang belum ada dari 2016. Booking fee sudah saya bayar Rp 2,5 juta, sedangkan uang muka saya cicil Rp 9 juta, Rp 10 juta dan Rp 3 juta,” ungkap Maryana, salah satu korban penipuan rumah, dalam program Target Operasi Metro TV edisi Jerat Tipu Pengembang Nakal.

Para korbannya terbuai iming-iming rumah murah dengan uang muka ringan yang bisa dicicil. Selain itu, untuk menyakinkan calon pembelinya, marketing perumahan mengajak langsung ke lokasi.

“Saya dikasih brosur rumah bersubsidi, kemudian saya cek lokasi dan bertemu dengan marketing. Saya cek lokasi dan memang sudah ada beberapa rumah yang dibangun,” kata Agustina Damayanti (28), yang sudah menyetor Rp 12 juta. Tak hanya calon pembeli, penghuni perumahan yang sudah menempati rumah mengaku terkena imbas kasus ini. Bahkan beberapa orang pernah mendatangi rumahnya dan mengaku sebagai pemilik rumah tersebut.

“Kita risih, banyak yang klaim rumah ini lebih dari satu orang, padahal kalau kita sudah punya bukti kan, ada di suratnya blok dan nomor rumah,” kata Cucu Purnama Alam, penghuni pertama komplek rumah. Sabtu, (19/01/2019) siang hari.

Tak hanya Maryana dan Agustina, setidaknya ada ratusan korban penipuan yang dilakukan pengembang PT Cakrawala Karya Kinakas. Lahan proyek milik pengembang yang berkantor di Tangerang Selatan tersebut statusnya tidak jelas.

Meski bangunan sudah didirikan namun para pemilik tanah mengaku belum dibayar pengembang. Kasus ini ditangani Polresta Tangerang Selatan berdasar pengaduan 185 orang korban dari wilayah Kabupaten Bogor, Tangerang Selatan hingga Serang.

Tanahnya masih milik masyarakat sana yang dijanjikan akan segera dilunasi pembayarannya kalau rumah sudah laku. Tetapi pengakuan dari warga belum dibayarkan,” ujar Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan.

Pengembang yang berdiri sejak 2015 ini tercatat di sistem informasi rekanan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Anehnya tidak terdaftar sebagai anggota Apersi.

“Kita tidak ada (nama pengembang tersebut), mungkin dia salah satu yang mengatasnamakan Kementerian PUPR, bisa saja izinnya palsu, modusnya penipuan. Tidak ada kerjasama dengan kita,” ungkap Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid.

“Kita belum pernah (dengar nama pengembang), sampai detik ini setahu saya untuk yang bermasalah kurang di kami, satu dua kasus mungkin belum kedengaran, tapi fakta di lapangan aman-aman saja,” ujar Wakil Ketua Umum Apersi, Yoyok Adi Sutrisno. 

Selain itu beredar luas di medsos video testimoni beberapa warga dari berbagai daerah yang mengaku jadi korban penipuan program rumah bersubsidi Jokowi. (ari)

Continue Reading

RAKYAT

Merpati Putih Gelar MP Open 2019 Memperebutkan Piala Panglima TNI

Published

on

By

JAKARTA – Perguruan Pencak Silat (PPS) Bela Diri Tangan Kosong (Betako) Merpati Putih akan menggelar Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Open 2019, memperebutkan Piala Panglima TNI pada 28 Februari hingga 2 Maret 2019.

Acara yang akan dilaksanakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur juga akan dilakukan Pemecahan REKOR MURI peragaan Jurus Tunggal dengan melibatkan 2.000 pesilat.

Ketua Umum Panitia Pelaksana MP Open 2019 DR. H. Abdul Kharis Almasyhari, MM. AK mengatakan, penyelenggara kegiataan Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Open 2019 adalah PPS Betako Merpati Putih Pengurus Daerah Jawa Barat bekerjasama dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dan Korps Lembaga Wasit Juri DKI Jakarta.

“Bentuk kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Open adalah Kejuaraan Nasional Pencak Silat dengan sistem pertandingan Prestasi dan Pemassalan. Selain itu juga diadakan Pencatatan Rekor MURI untuk peragaan Jurus Tunggal Tangan Kosong yang diikuti 2.000 pesilat. Termasuk diadakan Seminar Parenting dengan tema Pendidikan Anak melalui Olahraga akan membentuk manusia Indonesia yang berkarakter dan berbudi luhur,” ungkap Abdul Kharis Almasyhari yang juga Ketua Komisi I DPR RI ini kepada awak media saat Launcing MP Open, di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019.

Kharis mengatakan, maksud dan tujuan diadakannya kejuaraan MP Open ini adalah untuk melestarikan pencak silat sebagai budaya bangsa, mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antar perguruan pencak silat, menjaring pesilat potensial, berbakat dan berprestasi untuk mewakili Indonesia dipertandingan- pertandingan skala Nasional maupun Internasional serta sebagai sarana evaluasi para pembina & pelatih menjadi lebih baik.

Sementara menurut Ketua Pelaksana MP Open 2019 Yuwono Darpito Hudoyo, event dengan tema “Kejuaraan antar Perguruan Pencak Silat Nasional Merpati Putih Open 2019 dalam rangka mewujudkan semangat Paseduluran, Saling Hormat dan Mental Juara”, ini adalah sebuah event persembahan Merpati Putih Pengda Jabar untuk insan Pencak Silat Dunia.

“MP Open adalah event pertandingan yang pertama kalinya digelar oleh Perguruan Merpati Putih dan juga yang pertama kalinya diadakan sebuah event pertandingan silat yang memadukan tiga unsur yaitu Kompetisi, Edukasi dan Entertainment,” kata Yuwono yang juga Ketua Pengurus Daerah Merpati Putih Jawa Barat ini.

Yuwono menerangkan, untuk Kompetisi akan dibagi menjadi dua yaitu Pemasalan dan Prestasi. Untuk Pemasalan terbagi menjadi Pertama, Kategori Tanding  yang akan diikuti dari tingkat SD dan SMP. Kedua, Katagori Jurus Tunggal Tangan Kosong.

“Kategori  Tanding pembagian kelasnya akan diklasifikasikan dan disesuaikan dengan data yang ada dari surat keterangan dokter dan formulir pendaftaran. Sementara Jurus Tunggal Tangan Kosong, pengelompokan maksimal 3 bagan untuk SD dan SMP dengan kuota 100 peserta,” kata Mas Yuwono.

Sedangkan untuk Prestasi akan memakai sistem gugur dengan usia 17–27 tahun kelahiran 1992 –2002 serta menggunakan sistem bagan dari Penyisihan, Perempat Final, Semi Final dan Final.

“Khusus untuk Prestasi,  Piala Bergilir Panglima TNI akan diberikan kepada Juara umum  I selain Piala Tetap Kepala Staf TNI AD. Untuk Juara Umum II dan III akan diberikan Piala Tetap. Sementara  bagi Pesilat terbaik Putra akan diberikan Piala Tetap Kepala Staf TNI AU  dan bagi Pesilat Terbaik Putri akan diberikan Piala Tetap Kepala Staf TNI AL,” jelas Yuwono.

Selain itu kata dia, event ini akan memperebutkan total uang pembinaan total Rp50 juta bagi para juara. Penentuan penerima uang pembinaan, kata dia, akan diperhitungkan dari Jumlah Medali Terbanyak setiap Kontingen.

“Panitia MP Open juga memasukan unsur Edukasi dalam ajang ini dengan menggelar Seminar Parenting oleh psikolog, ahli olahraga dan Badan Narkotika Nasional dengan sasaran peserta adalah orang tua, guru dan pelatih. Sedangkan unsur Entertainment dengan menggelar Marching Band, Reog Ponorogo, Sisingaan, Silat Bercerita, Live Music oleh Grup Band disamping pencatatan Rekor MURI atas peragaan jurus tunggal oleh seluruh peserta MP Open,” papar Yuwono.

Menurut Yuwono, MP Pengda Jabar melalui MP Open 2019 ini telah menjadi pionir awal tonggak sejarah  dimulainya kerja sama secara resmi antara Perguruan silat dengan PB IPSI.

“Semoga event ini bisa menjadikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang adiluhung semakin bermarwah dan bermartabat,” tandasnya.

Pewaris PPS Betako Merpati Putih Amos Priono Tri Nugroho mengaku bangga dan sangat antusias mendukung terlaksananya Merpati Putih Open 2019 ini. “Suksesnya kegiatan ini sebagai perwujudan sumbangsih pembinaan atlit pencak silat yang terarah terukur dan berkesinambungan oleh PPS Betako Merpati Putih,” pungkas Mas Amos sapaan akrab Amos Priono Tri Nugroho ini.

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending