Connect with us

OPINI

Ketua DPR: Saya Ucapkan Selamat kepada Saudara Terpilih Kembali Anggota DPR RI 2019-2024

Published

on

SAMBUTAN KETUA DPR RI

PADA ORIENTASI DAN PEMANTAPAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN BAGI CALON ANGGOTA DPR RI DAN DPD RI TERPILIH PERIODE 2019-2024

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,

 

Yang terhormat,

Gubernur dan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional,

Calon Anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024,

Hadirin yang berbahagia,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan nikmat dan karuniaNya, sehingga kita dapat berkumpul pada hari ini dalam keadaan sehat wal afiat.

Selanjutnya, izinkan saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara sekalian yang telah menjadi calon anggota DPR RI dan DPD RI terpilih periode 2019-2024. Nantinya pada tanggal 1 Oktober 2019, saudara-saudara akan mengucapkan sumpah/janji, dan pada saat itulah secara resmi akan menggantikan keanggotaan DPR RI dan DPD RI periode 2014-2019, dan mulai mengemban tugas konstitusional anggota Dewan, sekaligus mengemban amanat rakyat yang saudara wakili di daerah pemilihan masing-masing.

Saudara-saudara Calon Anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024 yang berbahagia,

Program orientasi bagi calon anggota DPR RI dan DPD RI terpilih merupakan program yang secara rutin diadakan dengan tujuan, antara lain untuk:

  • memberikan informasi mengenai peran dan fungsi DPR RI dan DPD RI dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia;
  • membekali calon Anggota DPR RI dan DPD RI terpilih dengan pengetahuan dasar tentang praktik dan prosedur di DPR RI dan DPD RI; dan
  • memberikan informasi informasi terkini tentang perkembangan terbaru di DPR RI dan DPD RI.

Program orientasi bagi calon Anggota baru lazim dilakukan oleh beberapa parlemen negara lain dengan sebutan Induction Programme. Namun demikian, program orientasi bagi calon anggota DPR RI dan DPD RI terpilih ini memiliki kelebihan karena bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional, sehingga bekal pengetahuan akan bertambah dan diperkuat dengan wawasan kebangsaan. Setelah mengikuti program orientasi ini, diharapkan calon anggota DPR RI dan DPD RI terpilih dapat beradaptasi secara cepat dan berpartisipasi secara efektif dalam proses kegiatan di Dewan nantinya.

Saudara-saudara Calon Anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024 yang berbahagia,

DPR RI memiliki posisi yang penting dan strategis dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Konstitusi memberikan DPR RI tiga fungsi, yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.

Jumlah RUU yang telah selesai dibahas mulai dari awal periode keanggotaan DPR RI 2014–2019 sampai dengan 15 Agustus 2019 berjumlah 77 (tujuh puluh tujuh) RUU, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Tahun Sidang 2014–2015: 12 (dua belas) RUU;
  2. Tahun Sidang 2015–2016: 16 (enam belas) RUU;
  3. Tahun Sidang 2016–2017: 17 (tujuh belas) RUU;
  4. Tahun Sidang 2017–2018: 17 (tujuh belas) RUU;
  5. Tahun Sidang 2018–2019: 15 (lima belas) RUU.

Sehingga secara keseluruhan sampai dengan 15 Agustus 2019 berjumlah 77 (tujuh puluh tujuh) RUU.

Namun demikian, DPR RI periode ini masih memiliki waktu sampai dengan pelantikan calon anggota DPR terpilih periode 2019-2024 pada 1 Oktober 2019. Terdapat penambahan 1 (satu) RUU yang berhasil diselesaikan pada 20 Agustus lalu, yaitu RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2018. Beberapa RUU juga sudah berhasil diselesaikan pembahasannya dan tinggal menunggu penjadwalan untuk pengambilan keputusan dalam Rapat Paripurna. Beberapa RUU yang kemungkinan masih dapat diselesaikan pada akhir periode 2014-2019 nanti.

Kinerja fungsi legislasi DPR sering mendapatkan sorotan dan kritik dari masyarakat. Terlebih apabila dibandingkan antara jumlah RUU yang berhasil diselesaikan dengan perencanaan yang terdapat di dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Pada Pidato kenegaraan Presiden 16 Agustus yang lalu, Presiden menyatakan bahwa ukuran kinerja pembuat peraturan perundang-undangan perlu diubah, bukan diukur dari seberapa banyak peraturan perundang-undangan yang dibuat, tetapi sejauh mana kepentingan rakyat, kepentingan negara dan bangsa bisa dilindungi. Kita dapat bersepakat dengan itu, sehingga ke depan perlu kita tunjukkan bahwa undang-undang yang dibentuk oleh DPR ditujukan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

Saudara-saudara Calon Anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024 yang berbahagia,

Pelaksanaan fungsi anggaran DPR tidak sekedar memberikan persetujuan terhadap RUU APBN yang diajukan oleh Presiden. DPR RI, melalui alat kelengkapannya, membahas secara cermat dan intens mulai dari Kerangka   Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal, serta RKP yang akan  menjadi  dasar  bagi  Pemerintah  menyusun  RUU  APBN. Hasil  pembahasan  tersebut adalahrange besaran asumsi  dasar  ekonomi  makro  RAPBN, seperti pertumbuhan ekonomi (PDB), nilai tukar, Tingkat Suku bunga SPN, Harga Minyak, Lifting Minyak dan Gas Bumi. Selanjutnya juga dibahas mengenai tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, dan Indeks Pembangunan Manusia. Di dalam pengambilan keputusan mengenai RUU APBN pun, DPR tidak sekedar setuju, melainkan juga memberikan catatan-catatan kritis atas persetujuannya. Bahkan ada beberapa fraksi yang menyatakan menolak.

Dalam pelaksanaan fungsi anggaran, DPR RI perlu memastikan bahwa kepentingan rakyat, bangsa dan negara tercermin dalam penganggaran. Kemudian dalam pelaksanaan nantinya benar-benar untuk sebesar-besarnya   kemakmuran rakyat dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Saudara-saudara Calon Anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024 yang berbahagia,

Dalam fungsi pengawasan, DPR melaksanakan kontrol terhadap pelaksanaan undang-undang, pelaksanaan APBN, dan kebijakan pemerintah. Fungsi ini dilaksanakan melalui mekanisme penggunaan Hak-Hak DPR dan Hak Anggota DPR, Pembentukan Tim dan Panitia Kerja, Rapat dengan pasangan kerja, Kunjungan Kerja, dan pemberian persetujuan, pertimbangan, dan konfirmasi  terhadap orang dan/atau hal-hal lain.

DPR RI periode 2014-2019 telah menggunakan Hak Angket dengan membentuk Pansus Angket terhadap Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan KPK (Pansus Angket KPK) dan Pansus Angket tentang Pelindo II.  Pimpinan DPR telah membentuk beberapa Tim, antara lain: Tim Implementasi Reformasi DPR RI (TIR); Tim Pengawas terhadap Pelindungan Pekerja Migran Indonesia; Tim Pengawas (Timwas Otsus Aceh, Papua, DIY, dan DKI Jakarta); Tim Pengawas terhadap Penyelenggaraan Ibadah Haji; Tim Pengawas terhadap Pelaksanaan Penanganan Bencana; Tim Pemantau dan Evaluasi Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP); Tim Penguatan Diplomasi Parlemen; dan Tim Pengawas DPR RI tentang Pembangunan Daerah Perbatasan. Selain Tim yang dibentuk oleh Pimpinan DPR, Komisi juga membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk melaksanakan fungsi pengawasan sesuai dengan ruang lingkup tugasnya masing-masing.

Fungsi pengawasan juga tercermin dalam pemberian persetujuan, pertimbangan, dan konfirmasi  terhadap orang dan/atau hal-hal lain, DPR RI periode 2014-2019, antara lain telah memproses Calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK); Calon Anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK); Calon Hakim Agung; Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia; Calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh.

Selain itu, DPR juga pemberikan pertimbangan menyetujui pemberian amnesti terhadap Baiq Nuril, terpidana UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). DPR mempertimbangkan aspek keadilan bahwa Baiq Nuril bukan seorang pelaku, melainkan korban yang melindungi diri dari kekerasan verbal dan seksual.

Fungsi pengawasan DPR ini perlu dilaksanakan seefektif mungkin agar di satu sisi, DPR tidak menghambat kerja pemerintah, namun di sisi lain DPR tidak kehilangan taji dalam melaksanakan mekanisme checks and balances terhadap pemerintah. Fungsi pengawasan juga perlu dilakukan dengan menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat sebagai konsekuensi DPR merupakan representasi rakyat

Saudara-saudara Calon Anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024 yang berbahagia,

DPR RI periode 2019-2024 akan melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh DPR periode sebelumnya. Terdapat beberapa catatan yang perlu dijadikan bahan pertimbangan agar pelaksanaan fungsi DPR dapat lebih optimal. Misalnya, dalam fungsi legislasi, DPR perlu menyusun program perencanaan pembentukan undang-undang melalui Prolegnas secara lebih cermat dengan kriteria yang tepat. Prolegnas bukan sekedar daftar keinginan yang disusun dari akumulasi usulan yang diajukan secara sektoral. Prolegnas harus benar-benar mencerminkan kebutuhan pembangunan hukum nasional yang mendukung pembangunan nasional. Penggantian materi hukum warisan kolonial perlu lebih diprioritaskan karena sudah pasti tidak lagi sesuai dengan kondisi nasional saat ini. Kemudian perlu dipriotaskan pula undang-undang yang diamanatkan oleh UUD 1945 dan undang-undang yang mendukung program pembangunan nasional.

Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, DPR pada umumnya menghasilkan rekomendasi agar ditindaklanjuti oleh Pemerintah, namun rekomendasi tersebut seringkali diabaikan. Untuk itu perlu dipikirkan mekanisme agar fungsi pengawasan DPR terlaksana secara efektif dan dipatuhi oleh pemerintah.

Pelaksanaan rapat-rapat di DPR juga menghadapi kendala di mana terdapat banyak agenda rapat yang harus dihadiri oleh anggota DPR, baik rapat dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, maupun fungsi-fungsi lainnya. Tidak jarang juga jadwal rapat yang harus dihadiri bersamaan waktunya sehingga anggota DPR kurang fokus dalam mengikuti suatu pembahasan dalam rapat. Belum lagi adanya berbagai jenis kunjungan kerja. Dalam hal ini, DPR perlu menciptakan sistem yang memungkinkan pengaturan jadwal dan mekanisme rapat agar tidak tumpang tindih dan efektif.

Saudara-saudara Calon Anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024 yang berbahagia,

DPR RI periode 2019-2024 akan dituntut untuk bekerja keras mewujudkan demokrasi yang bukan sekedar prosedural melainkan juga substansial. Pendiri bangsa telah mengingatkan bahwa demokrasi kita sebaiknya bukan sekedar demokrasi politik, tetapi demokrasi yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat. Demokrasi bukan tujuan akhir, tetapi alat atau sarana untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sinisme dan rendahnya kepercayaan publik masih akan menjadi tantangan bagi DPR ke depan. Melalui DPR yang modern dan terbuka, kita akan terus berupaya menjawab kritikan tersebut dengan menyajikan informasi-informasi positif mengenai apa yang telah dilakukan oleh DPR. Ke depan, DPR perlu menjaga muruah dan kewibawaannya, serta memiliki kemandirian sebagaimana yang selalu diperjuangkan DPR saat ini.

Saudara-saudara Calon Anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024 yang berbahagia,

Akhir kata, selamat mengikuti Orientasi dan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan bagi kita untuk mengemban tugas mulia ini bagi kepentingan rakyat yang kita wakili dan kepentingan bangsa dan negara yang kita cintai.

Sekian dan Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

OPINI

Catatan PKS, Kapolri Idham Azis: Tausyiah Sebelum Rapim Polri

Published

on

By

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS

Hari ini Komisi III DPR RI gelar raker dengan Kapolri. Saya menyampaikan apresiasi untuk Kapolri, yang membuat suasana baru saat pembukaan Rapim Polri. Yaitu menghadirkan tausiyah dari seorang ustadz sebelum menggelar Rapim.

Ini adalah langkah baik sebagai bentuk implementasi pancasila, yaitu sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu saya juga apresiasi pesan yang diberikan kapolri saat itu, yang meminta agar para aparat di lapangan, mengedepankan pendekatan humanisme saat menangani aksi unjuk rasa.

Saya ada beberapa catatan untuk Kapolri, mulai dari persoalan SDM, Kompolnas menyampaikan selama tahun 2019 menerima 2.059 pengaduan yang kebanyakan yang berkaitan pelaksanaan tugas yang tidak profesional.

Ini menandakan masih banyaknya persoalan penyalahgunaan kewenangan oleh personel. Misalkan saja dua kasus yang lagi menjadi atensi publik pada pekan-pekan terakhir. Ada Brigadir HH yang bertugas sebagai Banit Opsnal Subbid Surveillance Ditintelijen Densus 88 Antiteror Polri yang menjual Senpi ke sipil. Bayangkan, kok bisa sekelas personel intel dari Densus menjual Glock 17 ke sipil ? bagaimana ini bisa terjadi ?

Adalagi soal SDM, pada persidangan di PN Jakarta Pusat 20 Januari kemarin, Lutfi Alfiandi pembawa bendera saat demo STM yang fotonya viral, memberikan pengakuan didepan persidangan bahwa yang bersangkutan di setrum untuk mengakui melempar petugas dengan batu.

Ini pengakuan diberikan di depan persidangan, tentunya harus mendapat atensi dari kita. Masak ngatasi anak STM demo saja pakai ditrum segala, Kenapa bisa terjadi seperti ini ?

Selain SDM saya berikan atensi soal Narkoba, ini persoalan serius, negara ini sudah darurat narkoba. Sampai saat ini masih banyak zona merah di republik ini, yang harus diatensi oleh Polri.

Setidaknya ada 654 kawasan narkoba di seluruh Indonesia, sara rasa Pak Kapolri perlu perintahkan kepada jajarannya untuk mengurangi hot spot narkoba yang sangat banyak itu.

Misalkan saja di Jakarta 117 zona merah, tolong kasih target untuk pada Kapolda agar jumlah zona itu bisa berkurang. Dan secara berkala, tentunya perlu dievaluasi bersama BNN. Sehingga nantinya akan terlihat, ada berapa pengurangan zona merah narkoba di Indonesia.

Hal lainnya, saya minta Kapolri memberikan penjelasan soal kedatangan penyidik KPK ke PTIK, Apa yang sebenarnya terjadi di sana ? ada yang menggunakan istilah disekap, ada yang bilang di tes urine. Karena ini menjadi atensi publik yang perlu dijelaskan agar tidak mengundang spekulasi di tengah masyarakat.

Selain itu, ada kabar Penyidik KPK yang Tangani Suap KPU kemarin ditarik oleh polri, ini juga membuat publik semakin berspekulasi. Karenanya saya minta Kapolri menjelaskan hal itu. []

Continue Reading

OPINI

Kesederhanaan Kapolri Idham Azis di Mata Senator dari Sulteng

Published

on

Oleh: Abdul Rachman Thaha*

Sosok Kapolri, Idham Azis memang sangat sederhana, karena memang berangkat dari keluarga yang tak punya apa-apa. Jadi saya sangat paham persoalan tentang kehidupan, memang dari ajaran nenek moyang kami yang berasal dari Sulawesi itu hanya satu lah yang kami selalu berpegang teguh pada persoalan adat budaya kami, yang selalu dijaga dan selalu diingatkan oleh para petuah kami di mana saja berada. Prinsip kami sebagai anak Sulawesi adalah kami itu tak pernah mau mengurusi urusan orang dan tak mau tau apa urusannya orang. Kami selalu bersandar pada bagaimana filosofi kami dari adat Bugis-Makassar.

Menurut saya, kesuksesan seorang Idham Azis yang merupakan Putera Bugis Makassar, menjadi orang nomor satu di lembaga Kepolisian Republik Indonesia tidak terlepas dari nilai dan prinsip hidup yang menjadi pegangannya sebagai Putera Bugis Makassar.

Saya pun menyaksikan sendiri, bagaimana kesederhanaan beliau. Walaupun sangat dihormati dan ditakuti oleh semua orang, namun Kapolri yang satu ini seakan tidak berjarak dengan siapapun, termasuk masyarakat biasa. Dia juga adalah sosok Kapolri yang selalu mendekatkan diri pada Tuhannya, taat beribadah, jujur dan taat pada orang tuannya.

Untuk itu, setiap orang tentunya harus memiliki pandangan hidup. Suku Bugis Makaassar sudah sangat dikenal sebagai pekerja keras, mereka senang sekali untuk merantau jauh di negeri seberang untuk mengubah haluan hidup demi mencapai kesuksesan sejati.

Falsafah Hidup Orang Bugis

Falsafah Hidup merupakan sebuah prinsip yang mendasar yang harus dimiliki insane dan individu tanpa prinsip maka kehiduppan orang tersebut laksana kapal yang terombang ambing ombak ditengah lautan tanpa tujuan yang jelas.

Orang Bugis Makasssar memiliki juga beberapa prinsip kehidupan yang sangat dalam memaknai perjalanan hidup dan berikut ini beberapa prinsip-prinsip tersebut:

Pertama, Siri Na Pacce. prinsip ini mengajarkan bahwa orang bugis Makassar sangat menjunjung tinggi persoalan siri atau rasa malu mereka akan senantiasa merasa malu untuk melakukan perbuatan yang tidak baik. Dan baginya panyang untuk melakuka perbuatan yang memalukan yang bertentangan dengan norma agama, hukum maupun norma adat dan kesopanan

Menjadi sebuah aib yang cukup memalukan bila dikemudian hari melakukan hal-hal yang dianggap sebagai perbuatan tidak terpuji. Harga diri atau integritas merupakan barang/mata uang yang palig berharga bagi orang bugis makassar kehilangan harga diri laksana khilangan segala-galanya dan lebih baik kehiolangan uang dari pada harga diri karena kehilangan uang kita kehilangaan sedikit akan tetapi kalau kehilangan integritas maka kita kehilangan segala-galanya.

Pacce merupakan sebuah sikapyang dapat merasakan penderitaan sesama manusia dan tentunya sikap ini akan senantiasa memunculkan solidaritas bagai sesama manusia.

Berpegang teguh pada prinsip kehidupan yang mampu perasakan pederitaan sesama manusia maka hal itu akan memicu keinginan untuk senantiasa mengulurkan pertolongan bagi mereka yang membutuhkannya.

Kedua, RESO Tamanginggi Naletei Pammase Puang, artinya bahwa didadalam mengarungi kehidupan ini Orang Bugis akan senantiasa bekerja secara keras, tekun dan pantang menyerah maka dapat dipastikan kebrhasilan akan bisa dicapai karena Rahmat Tuhan meniti menuju jalan kesuksesa. Dan di dalam bekerja tersebut pantang berputus asa karena semakin kita berkeja keras dan semakin banyak rintangan yang kita hadapi seperti kegagalan maka dapat dipastikan kita akan semakin dekat dengan kesuksesan karena hampir semua orang sukses diunia ini pasti perna merasakan kegagalan.

Jika Fisik dibesarkan dengan melatihnya mengangkat beban seperti barbell maka jiwa dibentuk berdasarkan kegagalan yang dihadapi. Hanya dengan kerja keras maka segalah usaha pasti bisa dicapai dan tuhan sangat menyenangi orang yang bekerja secara keras.

Ketiga, Tea Tamakua idipanajaji yang artinya kesuksesan anda tergantung dari diri anda sendiri apa yang anda pilih pada waktu yang lalu hasilnya apa yang aanda rasakan pada saat ini. Dan jika anda ingin merubah nasib anda maka tidak ada jalan lain hanya anda yang mampu mengubahnya karena itu hargai diri anda. kenali diri anda dan potensi anda, lejitkan dan jangan pernah berfokus pada kekurangna anda, karen jika berfokus kepada kekurangan maka anda hanya mampu berkeluh kesah, tapi fokuslah pada kelebihan anda maka anda akan bisa melakukan apapun yang anda cita-citakan. “Tidak akan berubah nasib seseorang kecuali dia yang merubanya sendiri demikanlah peringatan tuhan”.

Keempat, Sipakainga, Sipakatau, dan sipakalebbi. Sikap ini mengajarkan kepada kita bagaimana cara menggapai kesuksesan dan berhubungan dengan sesama manusia karena kesuksesan tidak akan bisa kita capai tanpa bantuandan berinteraksi dengan orang-orang di sekeliling kita karena dalam menjalin hubungan dengan manusia termasuk dengan relasi bisnis dan rekan kerja hendaknya kita senantiasa saling mengingatkan, saling menghormati, dan saling menghargai. jika ketiga sikap ini anda terapkan maka dipastikan urusan anda akan berjalan mulus.

Sipakainga adalah tindakan untuk senantiasa saling mengingatkan, saling menegur, saling mengevaluasi dan membimbing jalan yang benar jika seseorang mengalami permasalahan atau kesulitan hidup pada saat tanpa membedakan yang salah dan yang benar.

Sipakatau merupakan cerminanan untuk senatiasa saling menghormati dan tidak sebaliknya saling bermusuhan ,selink sikuk dan injak menginjak dalam merebut jabatan atau mengejar kekayaan hendaknya senantiasa kita memanusiakan sesama manusia.

Sipakalabbi merupakan sebuah gambaran dalam menjalani hidup dalam bermasyarakat untu senantiasa saling menghargai antara sesama manusia dengan saling menghargai maka hubungan akan semakin erat dan jauh dari rasa permusuhan dan kebencian.

Kelima, Malilu Sipakainge, Mali iparappe, Rebba Sipatokkong artinya bahwa hendaknyaa kita membantu satu sama lain, jangan saling menjatuhkan tapi sebaliknya saling menarik serta saling mengingatkan antara sesama manusia, karna jalan menuju kesuksesan pasti penuh hambatan. Dan ketika engkau terjatuh maka saling bantulah dan memotivasi untuk bangkit kembali karena kegagalan akan selalu ada dalam setiap jalan kesuskesan

Jika anda ingin sukses maka jangan pernah takut akan kegalalan dan jangan pernah menghitung berapa kali anda gagal dan terjatuh, tapi hitung dan ingatlah sudah berapa kali anda bangkit dari kegagalan.

Keenam, Taro Ada Taro Gau. prinsip ini mengajarkan betapa pentingnya memiliki sikap yang bissa dipercaya taro ada taro gau memiliki makna bahwa sebagai pemimin atau apapun profesi anda senantiasalah untuk selalu konsisten antara ucapan dan perbuatan.

Ketika ucapan dan perbuatan anda sejalan maka dapat dipastikan orang-orang yang anda pimpin atau berada disekitar anda akan semakin mempercayai anda. Dengan adanya kepercayaan, maka anda sudah sukses menapaki tangga kepemimpinan yaitu dipercaya atau menjadi pemimpin yang dipercaya. Ketika seorang pemimpin sudah dipercaya, maka yang dipimpinnya otomatis akan mencintainya. Ketika anda sudah dicintai rakyat atau orang yang anda pimpin maka pegaruh anda akan semakin kuat, dengan kuatnya pengaruh maka anda menciptakan diri anda menjadi pemimpin yang kharismatik.

Demikianlah beberapa falsafah orang Bugis Makassar yang penuh dengan pembelajaran kehidupan. Dan semua itu saya melihatnya terimplementasi dalam diri seorang Idham Azis.

*Penulis Merupakan Anggota DPD RI dari Dapil Sulawesi Tengah

Continue Reading

OPINI

Heboh Natuna Utara, Perang atau Penegakan Hukum?

Published

on

Oleh: Ifdhal Kasim

Coast Guard China (CGC) dan kapal-kapal nelayan China diberitakan memasuki wilayah laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di laut Natuna Utara. Beragam tanggapan bermunculan dari mulai pengamat, menteri-menteri, sampai kepada politisi terhadap tindakan CGC dan nelayan-nelayan China tersebut.

Situasi tersebut segera memicu naiknya suhu politik di tanah air. Pernyataan Menteri Pertahanan, dianggap terlalu lunak. Begitu juga pernyataan Menko Maritim dan Investasi, yang pernyataannya dikaitkan dgn investasi China di Indonesia. Sementara pernyataan-pernyataan tokoh publik, lebih menginginkan sikap tegas terhadap China.

Kisruh ini tentu perlu dilihat secara proporsional, dimana letak pelanggaran yg dilakukan oleh China di wilayahnya laut Indonesia tersebut?

ZEE menurut UNCLOS berada di laut lepas (high seas), bukan di laut teritorial. Sumber daya alam yang berada di laut lepas ini diperuntukkan secara eksklusif bagi negara pantai. Dari sinilah kemudian dikenal dengan hak berdaulat (sovereign right). Istilah ini jangan disamakan dengan konsep kedaulatan negara (state sovereignty) dalam hukum internasional.

Wilayah laut Natuna Utara jelas berada di wilayah ZEE Indonesia, dan keabsahannya sudah pula dilegitimasi oleh Mahkamah Dunia (Int’l Court of Justice). Jadi masalahnya adalah pelanggaran terhadap hak berdaulat dalam ZEE. Bukan pelanggaran terhadap kedaulatan negara (Sovereignty). Yang dilakukan dengan demikian adalah penegakan hukum atas pelanggan terhadap hak berdaulat tersebut. Bukan mengatasinya dengan perang, kecuali pelanggan atas kedaulatan negara.

Penegakan hukum, sesuai dengan UU TNI, dapat dilakukan oleh TNI AL. TNI AL diberi amanah untuk menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional, yang salah satunya adalah ZEE. TNI AL kita sedang menjalankan tugasnya dengan menjaga wilayah laut ZEE Indonesia dan penegakan hukum (dgn mengusir CGC dan nelayan-nelayan Cina di perairan ZEE kita). Kehadiran TNI AL disana bukan dengan tujuan perang, tetapi penegak hukum di laut.

Jadi masalah kita dengan masuknya CGC ke wilayah laut ZEE di Natuna Utara bukan soal bernegosiasi lagi, tapi efektivitas law enforcement kita di laut.

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending