Connect with us

PENDIDIKAN

Ketua Komite SMA 10 Padang Minta Pungutan Dihentikan

Published

on

Kabarakyat,(Padang)- Ketua Komite Sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) 10 Padang Sam Salam mengatakan, terkait masalah SMA 10 yakni pelanggaran Permendikbud nomor 75 tahun 2016 bahwa dilarang memungut uang dari orang tua/wali murid.

Ketua Komite Sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) 10 Padang Sam Salam

“Cara pemungutan ini, caranya berbeda bukan berbentuk pungutan, mereka melanggar diambil uang dari orang tua/wali murid sejumlah Rp 250 ribu ada Rp 220 ribu per anak dikumpulkan tanpa proposal, padahal kepmendikbud menarik bahwa menarik uang dari walimurid harus melalui proposal,”ujar Sam Salam di Padang, Kamis, 26 Juli 2019.

Menurut Sam Salam,komite sekolah SMA 10 Padang lama tidak ada melakukan dan menunjukkan proposal. Kemudian uang tersebut setelah dikumpulkan oleh orang tua wali murid harus dimasukkan ke rekening komite sekolah.

“Waktu pengeluarannya ditandatangani atau disahkan dibolehkan apabila ada perintah untuk membayar dari bendahara ditantangani kepala sekolah dan komite sekolah. Itu aturannya, Ketiga-tiga itu tidak dipunyai waktu pemungutan uang atau penarikan uang atau yang namanya apapun sumbangan yang jelas uang diambil orang tua wali murid,”ujarnya.

Lanjut Sam Salam, jadi orang tua walimurid, meminta laporan keuangan komite lama, setelah uang ini dilaporkan, kemudian laporanditolaklah laporan keuangantersebut ditolak karena tidak memenuhi unsur dari peraturan.

“Jadi dianggap ini mengambil uang tidak ada aturan, jadi semena-mena aja, itulah yang dituntut walimurid melalui korlas waktu itu,” kata Sam Salam.

Dijelaskan Sam Salam, peruntukan tidak jelas, kalau uang itu dicairkan jelas peruntukkan berdasarkan proposal yang ada. Bukan diserahkan ke si A, ke Si B ke diduga kepala sekolah. Wakil kepala sekolah ke sana kesini jangan begitu itulah masalahnya.

“Kemudian distoplah oleh komite baru atas perintah korlas untuk komite baru yang saya pimpin untuk tidak ada lagi uang ini diambil,”ujarnya.

Lanjut Sam Salam, kedua tidak ada lagi pelajaran tambahan,karena pelajaran tambahan, karena pelajaran menurut kami orang tua walimurid semua anak ini komplain penambahan pelajaran itu dari pulang setengah tiga sampai setengah empat mana ada lagi waktu anak untuk bermain.

“Saya usulkan kepada kepala sekolah hal ini tidak boleh dilakukan jam tambahan lagi dan saya dianggkat bulan Januari 2019, saya stop uang penerimaan dari orang tua walimurid seluruh pungutan kepada walimurid ,kalau tidak jelas,”ujarnya.

Ditambahkan Sam Salam, kalau jelas bisa-bisa saja, yang penting kesepakatan kita orang tua walimurid akan membantu sekolah semampunya kalau uangnya digunakan transparan,kalau tidak transparan ditolak udah jelas,namanya pungutan liar yang tidak jelas pengeluarannya.

“Kemudian setelah beberapa mungkin, tidak tahu saya masalahnya dibekukan komite ini, katanya korlas, padahal korlas sudah membuat korlas sendiri sudah membuat surat penyataan bahwa dia menolak pembekuan komite,” katanya.

Dikatakan Sam Salam, yang berhak memberhentikan ada aturan di Permendibud dia meninggal dunia, mengundurkan diri atau melanggar yang sudah ingkrah misal korupsi dia atau melanggar pidana dia, tidak boleh sekolah memberhentikan.

“Yang boleh memberhentikan ke korlas orang rua walimurid sedang walimurid tidak mau memberhentikan inikan menjadi dilematis.Saya kan belum melihat SK, kalau saya diganti saya semena-mena ada jalur yang harus saya tuntut orang ini melalui PTUN,”ujarnya.

Lanjut Sam Salam, siapa saja yang berani mengganti saya tanpa ada prosedur melanggar Permendikbud, pasri saya PTUN orang- orang itu.

“Negara-negarakan negara hukum ini saya punya hak untuk itu, komite punya hak bukan saya saja.Saya dulunya diminta oleh pihak-pihak tertentu untuk meluruskan komite di sekolah itu, saya luruskan semuanya.Harus ikut aturan, jadi akhirnya begini ini ada apa dibalik ini.Saya kan kasihan, tidak semua orang punya uang disekolah ini, banyak jiga orang miskin ada anak dua atau tiga orang,”ujarnya.

Dijelaskan Sam Salam, seharusnya komite lama me SK orang miskin disitu itu tanggung jawab Komite itu, bukan tanggungjawab sekolah,ternyata uang ini dipungut melalui apa, orang miskin mana ada di SK kan, orang Miskin harus di SK kan,orang miskin kapan perlu dibantu orang miskin disitu, ini merata saja semua.

“Mana buktinya ada orang miskin disitu, k arena tidak ada SK kan , karena ini tidak pernah disurvei , tidak pernah ditanggapin, akhirnya orang miskin juga terkena disitu,”ujarnya.

Seharusnya komite membuat Surat keputusan (SK) menurut Permendikbud komite harus membuat keputusan orang miskin tidak boleh dipungut.
“Tidak boleh diminta sumbangan mana ada itu, siapa yang ada Sk itu, pernah saya minta, mana SK anda jika orang miskin tidak ada berarti ini sudah tidak benar,”ujarnya.

Dijelaskan Sam Salam, berdasarkan notulen rapat dari Korlas dapat diselesaikan dengan pihak sekolah harus dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Bulan maret atau april sudah dilaporkan sama orang tua walimurid diputuskan dan dihadiri rakorlas. Sudah dilaporkan kepihak berwajib. Saya sudah dipanggil pihak berwajib, komite lama dan waka-wakanya,mungkin prosesnya lambat atau terlalu banyak terlibat masalah ini, kita positif aja, polisi belum selesai, laporan ini berdasarkan rapat komite,”kata Sam Salam mengakhiri.(adi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

HMI MPO Cabang Pekanbaru Gelar HMI Mengajar

Published

on

Pekanbaru –  HMI MPO Cabang Pekanbaru menugaskan kadernya ke Desa tertinggal Rantau Kasih sebanyak 6 Relawan HMI Mengajar untuk membantu mengajar di sekolah tertinggal SDN 002 Kelas Jauh Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar, Riau. (lebih…)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Hari Ibu, Habib Aboe: Ibu Baik akan Mencetak Anak Tangguh, Pantang Menyerah dan Berkahlak Mulia

Published

on

By

JAKARTA – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI habib Aboe Bakar Alhabsyi mengucapkan hari ibu yang jatuh bertepatan dengan hari ini, Ahad (22/12/2019). Habib Aboe mengaku, karena ibu dirinya berada di titik ini.

“Saya sampaikan selamat hari ibu, peringatan ini penting untuk mengingat urgentnua peran ibu. Dalam konsep pendidikan Islam, ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Melalui ibulah seseorang akan belajar banyak hal,” kata Habib Aboe.

Tentunya, lanjutnya, ibu memberikan pendidikan dasar sebagai karakter seorang anak. Bagaimana perlakuan ibu terhadp anak akan menentukan karakternya ke depan.

“Ibu yang baik akan dapat mencetak anak yang tangguh, pantang menyerah, dan berkahlak mulia,” terang Habib Aboe yang juga Anggota Komisi III DPR RI ini.

Menurut Habib Aboe, ibu yang cerdas yang melahirkan anak sehat cerdas dan sholeh akan menjadi investasi masa depan untuk bangsa dan negara. Nasib bangsa Indonesia 20 tahun kedepan tergantung bagaimana para ibu saat ini mendidik anaknya.

“Jika mereka menanamkan sifat egoisme yang tinggi maka akan menghasilkan generasi yang oportunis. Sebaliknya, jika para ibu berhasil mendidik agar mengutamakan kepentingan bersama, maka akan melahirkan generasi yang patriotik,” jelas Ketua DPP PKS ini.

Artinya, sambungnya, disinilah sel pertama dan utama untuk menumbuhkan ketahanan nasional. Bahwa ibu memiliki peran besar terhadap ketahanan nasional. Karena seorang ibu akan bisa melahirkan anak yang patriotik ataupun oportunistik

“Selamat hari Ibu, mari bakahtikan yang terbaik untuk bangsa dengan mendidik anak anak secara baik dan benar,” tutup Habib Aboe. (HMS)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Isi Kuliah Umum, Muhammad Aras: Generasi Milenial Harus Pintar Baca Peluang

Published

on

By

PANGKEP – Anggota DPR RI Muhammad Aras mengimbau generasi milenial harus pintar membaca peluang usaha di era digital. Hal itu diungkapkan saat mengisi Kuliah Umum di hadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Da’wah Wal Irsyad (STAI DDI) Pangkep, Sabtu, (21/12/2019).⁣

Dikatakannya, di era digital seperti saat ini ada pergeseran jenis usaha dari konpensional merambah ke arah yang serba digital.⁣

“Saat ini banyak mall-mall yang tutup karena kurang peminat, toko-toko elektronik banyak yg gulung tikar, karena konsumen mulai bergeser dan merasa nyaman dengan belanja secara online,” jelasnya.⁣

Perubahan gaya hidup konsumen itu, kata Aras, harus disikapi dengan baik oleh mereka yang ingin terjun di dunia usaha.⁣

“Oleh karena itu, kita juga harus cepat membaca fenomena tersebut. Baik dengan membuka usaha yang baru dengan sentuhan digital, atau melakukan digitalisasi usaha yang ada,” paparnya.⁣

Di hadapan mahasiswa, Aras juga menegaskan, sebagai generasi milenial di Kabupaten Pangkep, mahasiswa juga harus melihat potensi daerah yang bisa dikembangkan menjadi sebuah bisnis yang baik.⁣

“Misalnya, membuat kedai kopi, kuliner seafood, atau mengembangkan usaha wisata lokal. Tentunya dengan sentuhan digital seperti melakukan penjualan atau promosi melalui Media Sosial,” kata nya.⁣

Kuliah umum tersebut bertemakan “Membangun Jiwa Entrepreneurship Kaum Milenial” dihadiri oleh 6 Program Studi STAI DDI, Pangkep.⁣ (*)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending