Connect with us

INTERNASIONAL

Kevin/Marcus Juara Hong Kong Open 2018

Published

on

Hong Kong – Dua gelar berturut-turut diraih pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dalam tur Asia pada penutup tahun. Setelah pekan lalu mempertahankan gelar di Fuzhou China Open 2018, hari ini mereka juga mempertahankan gelar di Hong Kong Open 2018.

Kevin/Marcus naik podium juara setelah mengalahkan unggulan keempat dari Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dengan relatif mudah, 21-13, 21-12.

Penampilan Kevin/Marcus malam ini memang begitu luar biasa. Kamura/Sonoda sama sekali tak diberi kesempatan untuk mengembangkan permainan. Pasangan rangking satu dunia ini terus memberikan tekanan hingga mereka selalu unggul jauh dalam perolehan angka.

“Kami bisa langsung in dari awal, nggak menyangka juga mereka tampil seperti itu, karena biasanya pertemuan dengan mereka selalu ramai”, kata Marcus.

“Tadi kami bisa langsung menekan lawan, dari masuk lapangan sudah siap. Saat sudah menekan begitu kami tidak mau lepas, bahaya kalau mereka berkembang, mainnya bisa ramai banget. Jadi kami tekan terus”, tambahnya.

“Kalau dibilang menang mudah sih tidak. Tapi hari ini kami memang lebih siap dan jarang sekali membuat kesalahan sendiri. Selalu tekan lawan terus”, ungkap Kevin.

Berikut hasil pertandingan final Hong Kong Open 2018:

Ganda Putri

Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (1/JPN) vs Lee So Hee/Shin Seung Chan (7/KOR) 21-18, 21-17

Tunggal Putri

Nozomi Okuhara (7/JPN) vs Ratchanok Intanon (6/THA) 21-19, 24-22

Tunggal Putra

Son Wan Ho (6/KOR) vs Kenta Nishimoto (8/JPN) 14-21, 21-17, 21-13

Ganda Campuran

Yuta Watanabe/Arisa Higashino (7/JPN) vs Wang Yilyu/Huang Dongping (2/CHN) 21-18, 21-14

Ganda Putra

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (1/INA) vs Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (4/JPN) 21-13, 21-12

(badmintonindonesia/kabarakyat)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INTERNASIONAL

Kerja Sama Indonesia-Kuwait, Zainuddin Amali: Potensi Minyak Bumi Berpeluang Dikembangkan Bersama untuk Rakyat

Published

on

By

Jakarta – Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI Zainudin Amali menyambut baik rencana kedatangan Parlemen Kuwait ke Indonesia dalam waktu dekat ini. Menurutnya, kedatangan parlemen Kuwait dapat dijadikan momentum untuk  meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara.

“Kami menyambut gembira rencana kunjungan Parlemen Kuwait ke Indonesia. Saya kira banyak potensi yang bisa kita jajaki untuk peningkatan hubungan kerja sama bilateral,” kata Zainudin usai menerima kunjungan Charge d’affaires Duta Besar Kuwait untuk Republik Indonesia Abdullah Alfadhli di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Zainudin menuturkan, hubungan antara Indonesia dan Kuwait sudah berlangsung sejak lama. Kendati demikian, hubungan kerja sama kedua negara dalam beberapa tahun terakhir belum mengalami peningkatan yang signifikan.

Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, neraca perdagangan RI-Kuwait selama 5 tahun terakhir cenderung fluktuatif. Pada tahun 2013 sebesar 45,5 juta dolar Amerika Serikat (AS), tahun 2014 sebesar 72,6 juta dolar AS, tahun 2015 sebesar 95,3 juta dolar AS, tahun 2016 sebesar 91,2 juta dolar AS, dan di tahun 2017 sebesar 426,8 juta dolar AS.

Legislator Partai Golkar ini menambahkan, kerja sama yang sudah terjalin selama 50 tahun terakhir ini harus terus ditingkatkan. Sama halnya dengan Indonesia, Kuwait juga kaya akan minyak bumi sehingga peluang kerja sama di sektor ekonomi sangat potensial untuk dikembangkan.

Di akhir pertemuan, Zainudin menyampaikan apresiasi atas uluran tangan Pemerintah Kuwait kepada korban tsunami dan gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah beberapa saat lalu.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak musibah. (dpr/kabarakyat)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Din Syamsuddin Kembali Jadi Pembicara di Konperensi Alliance of Virtues, An Opportunity for Peace di Abu Dhabi

Published

on

By

Abu Dhabi – Ketua-Pendiri CDCC (Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations) Prof. Din Syamsuddin kembali menjadi pembicara pada Konperensi Alliance of Virtues, An Opportunity for Peace, di Abu Dhabi, Jumat (7/12/18) kemarin.

Pada sesi bertajuk Religious Pluralisme, Example of National Integration Practices, Din Syamsuddin menyampaikan beberapa poin penting. Di antaranya, pluralisme keagamaan tidak berarti sintesisme atau sinkretisme agama-agama yang membawa kepada keyakinan agama bersifat relatif.

“Pluralisme atau tepatnya pluralitas keagamaan mengandung arti pengakuan akan keragaman agama, dan kemungkinan adanya,” kata Din seperti keterangan tertulisnya.

“Nilai etika berbagi” (shared ethical values) tentang sesuatu masalah kemanusiaan,” sambungnya.

Dengan demikian, tegas Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) itu, pluralitas keagamaan mengedepankan koeksistensi damai, toleransi, dan bahkan koperasi (kerja sama). (Yah)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Dinilai Ikut Campur Urusan Dalam Negeri, DPR Desak Pemerintah Pulangkan Dubes Arab Saudi

Published

on

By

Jakarta- Anggota Komisi I DPR RI Syaiful Bahri Anshori memprotes keras memprotes keras cuitan Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia, Osamah Muhammad Al-Suaibi.

Menurut Syaiful, Pernyataan Osamah Dubes Arab Saudi yang mengatakan Reuni 212 Ahad 2 Desember yang lalu sebagai respon dari pembakaran bendera tauhid telah mencampuri urusan politik dalam negeri Indonesia.

“Tentu hal tersebut sangat tidak patut disampaikan oleh Dubes Arab Saudi. Karena Ini adalah urusan politik dalam negeri Indonesia,” ungkap Syaiful dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/12/2018).

Syaiful menuntut kepada Dubes Arab Saudi untuk meminfa maaf kepada PBNU dan GP Ansor.

“Saya meminta Osamah untuk segera tabayun dan meminta maaf kepada PBNU dan GP Ansor,” katanya.
Sekjend Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga mendesak kepada pemerintah untuk memulangkan Osamah ke Arab Saudi.

“Tidak boleh terjadi lagi. Pemerintah harus segera mengambil sikap untuk memulangkan Osamah ke Arab dan menggantinya dengan Dubes yang baru,” tandasnya.

Seperti yang telah diketahui Osamah Muhammad Al-Suaibi, Duta Besar Arab Saudi membuat cuitan yang menyatakan Dia menyatakan aksi 212 yang berlangsung Ahad, 2 Desember 2018 terjadi lantaran dipicu pembakaran bendera Tauhid oleh organisasi yang sesat. (b3)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending