Connect with us

EKONOMI

KNKS Luncurkan Buletin INSIGHT di 4th AIFC

Published

on

SURABAYA – Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) meluncurkan Buletin INSIGHT di acara 4th Annual Islamic Finance Conference (AIFC) yang diselenggarakan di Hotel JW Marriott.

Peluncuran Buletin INSIGHT dilakukan bersamaan dengan keynote speech Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo Soedigno. “Buletin ini adalah platform yang berisi analisis perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia,” ujar Ventje. Kamis, (25/7/2019).

Buletin INSIGHT dirancang untuk menjadi media literasi terkait perkembangan ekonomi dan keuangan syariah masyarakat. Analisis yang disajikan di bulletin ini dikemas dengan bahasa popular, sehingga mudah dan meyenangkan untuk dibaca.

“INSIGHT berisi analisis-analisis mendalam seputar ekonomi dan keuangan syariah yang ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tujuannya adalah agar seluruh masyarakat bisa mengerti ekonomi syariah dengan mudah,” pungkas Ventje.

Direktur Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah KNKS Sutan Emir Hidayat mengatakan INSIGHT juga diperkaya dengan pemikiran para pakar ekonomi syariah. “Para pakar dan tokoh diwawancarai untuk dimintakan pendapat dan pemikiran tentang ekonomi syariah,” terang Emir.

Emir mengungkapkan bahwa literasi dan inklusi keuangan syariah masih sangat kecil. Hal tersebut menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan ekonomi syariah Indonesia.

“Kehadiran Buletin INSIGHT KNKS diharapkan dapat mengatasi tantangan ini,” ucap Emir. Dia mengharapkan INSIGHT dapat menjadi media komunikasi publik yang dapat membawa manfaat bagi perkembangan ekonomi syariah baik di dalam dan luar negeri. (ari)

EKONOMI

Alek Adrial: Gubernur Sumbar Gagal Tingkatkan Perekonomian Rakyat

Published

on

By

Kabarakyat,(Padang) – Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Alek Adrial menilai Gubernur Sumbar gagal dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Sumbar,akibatnya rakyat Sumbar sensara.

“Kalau kita bandingkan dengan Gubernur Sumbar sebelumnya rakyat sejahtera, namun saat ini rakyat marano (merana)” ujar Alek Adrial di Padang, Senin, 5 Agustus 2019.

Menurut Alek Adrial, pihaknya melihat perekonomian di Sumbar sangat jauh tertinggal dari daerah lain.

“Coba bandingkan harga- harga kebutuhan sembako telah mengalami peningkatan harga,”ujar Alek Adrial yang juga pimpinan umum Koran Salingka ini.

Lanjut Alek Adrial, Kalau Gubernur Sumbar tidak cepat memikirkan dan memberikan solusi kepada rakyat secara tepat.

“Turunlah Gubernur Sumbar ke tengah- tengah masyarakat, jangan hanya duduk-duduk saja,”ujar Alek tanpa memperlihatkan data.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik(BPS) Sumbar yang dirilis tangal 5 Agustus 2019, Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat Triwulan II 2019.

Perekonomian Sumatera Barat yang diukur berdasarkan besaran produk domestik Regional Bruto(PDRB) atas dasar harga berlaku triwulanII-2019 mencapai Rp61,33triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp42,78triliun.

Ekonomi Sumatera Barat triwulanII-2019 tumbuh 5,02persen(y-on-y) melambat dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 5,09persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha kecuali lapangan Usaha industri Pengolahan dan Jasa Keuangan, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan,pertahanan,dan jasa jaminan Sosial wajib yang tumbuh 9,48persen.

Sementara dari sisi Pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Konsumsi Pengeluaran Pemerintah yang tumbuh 11,92persen.

EkonomiSumateraBarattriwulanII-2019 mengalami pertumbuhan sebesar 3,28 persen(q-to-q).

Dari sisi produksi,pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan Usaha transportasi dan Pergudangan sebesar 6,34persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran juga didorong oleh meningkatnya kinerja Konsumsi Pengeluaran Pemerintah yang sangat signifikan sebesar44,58persen.

Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno belum sempat dikonfirmasi. (adi)

Continue Reading

EKONOMI

Pemilik Bank Bali: Stop Penjualan Saham Bank Permata Tbk

Published

on

By

JAKARTA – Pemilik Bank Bali Rudy Ramli meminta agar proses penjualan saham Bank Permata  oleh Standart Chartered Bank dihentikan (suspend). Mengingat Bank Permata dan Bank Bali adalah salah satu bank yang digabungkan menjadi Bank Permata, bersama empat bank yang lain (Bank Umam Nasional, Bank Media, Bank Patriot, Bank Universal). Bank Bali menjadi leader dalam proses merger tersebut.

“Saya meminta agar proses penjualan saham itu dihentikan, dan OJK melakukan investigasi khusus. Segera!” kata Rudy Ramli.

Rudy menyampaikan, usaha pemindahan kepemilikan saham Bank Permata milik Standard Chartered Bank (SCB), sangat diharapkan dilakuan secara transparan.

Untuk itu, Rudy berharap otoritas yang berwenang, untuk menggunakan kekuasaannya untuk  investigasi, karena 5 alasan utama seperti transparansi, keadilan dan kebenaran, mempertahankan asset bangsa, dan mencegah terulangnya  kasus yang  sama demi kehormatan bangsa.

Namun demikian, lanjut Rudy, persoalannya adalah ketika masuk kelolaan BPPN, Bank Bali dilikuidiasi senilai Rp 11,89 triliun. Nilai tersebut jauh lebih besar dari harga beli yang dikeluarkan Standard Chartered, yakni hanya senilai Rp 2,77 triliun.

“Sehingga ada potensi kerugian negara sekitar Rp 9 triliun,” lanjut Rudy.

Kerugian ini, kata Rudy, diprediksi akan semakin besar dengan aksi Standard Chartered yang berupaya melepas saham-sahamnya di Bank Permata.

Oleh karena itu, terkait hal tersebut, Rudy telah melaporkan persoalan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Oktober 2018 lalu.

“Sementara baru itu langah hukum yang kami lakukan. Normalnya calon investor Bank Permata mungkin akan berpikir ulang untuk membeli saham dari Standard Chartered. Namun kalau ternyata sampai ada pembeli yang jadi, kami mempertimbangkan untuk melakukan (gugatan) langkah hukum lain,” tambahnya.

Menurut Rudy, bahwa siapapun yang ingin memiliki asset di Indonesia, terutama institusi strategis seperti bank, hendaknya transparan dan jelas, siapa pemiliknya, dan asal dananya. “Apakah kedua hal itu sudah dipenuhi oleh SCB?” tanya Rudy.

Dalam laporan tahunan SCB ditemukan sebuah kejanggalan pada annual report SCB tahun 2006, dan beberapa tahun setelahnya, yang menunjukan kejanggalan kepemilikan SCB atas bank Permata. 

Di laporan tersebut ada satu note, tentang kepemilikan SCB di Bank Permata:  There are no  capital commitments related to the Group’s investment in Permata.

Artinya, SCB beli tanpa modal? Kok tidak ada komitmen? Terus yang dipakai modal siapa?” tegas Rudy.  SCB wajib menjelaskan dengan menyertakan dokumen pendukung, apa maksud dari kalimat “no capital commitment” yang tertuang pada annual reportnya tersebut.  “Maka transaksi pengambil alihan Bank Permata wajib dipertanyakan oleh otoritas yang berwenang, “ tegas Rudy. (Asri)

 

Continue Reading

EKONOMI

Resmi Dilantik Pengurus Himapindo Malang Raya Masa Bakti 2019-2021

Published

on

Malang – Pengurus Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (Himapindo) Malang Raya resmi dilantik untuk masa bakti 2019-2021. 

Acara pelantikan Himapindo yang sekaligus dikemas dalam acara seminar entrepreneur  dihadiri oleh Walikota Malang Sutiaji dan beberapa narasumber lainnya.  Diantaranya Budiyanto, Umi Tursini, serta dari Dinas Koperasi Jawa Timur berlangsung meriah. 

Walikota Malang yang dalam acara ini sebagai Keynote Speaker menyampaikan bahwa, untuk memenangkan persaingan saat ini salah satu syaratnya harus kreatif.  

Bahkan beliau dalam waktu dekat akan mendirikan Rumah Kreatif untuk menjadi wadah bagi pelaku usaha lebih mudah mengembangkannya. Rencana itu disambut antusias oleh para mahasiswa peserta seminar khususnya kader Himapindo.

Achmad Hawanto selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur dalam sembutannya menyampaikan, terimakasih yang mendalam kepada para pembicara yang telah bersedia berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para pembicara. 

“Saya berharap para pembicara bisa menginpirasi dan berbagi ilmu kepada mahasiswa agar mahasiswa setelah lulus tidak disibukkan dengan melamar kerja akan tetapi sibuk dengan bisnisnya yang siap menampung tenaga kerja, tuturnya. Rabu, (27/3/2019).

Sementara itu, Budiyanto selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himapindo dalam pemaparannya menyampaikan bahwa, faktor yang mendukung keberhasilan pemuda dan mahasiswa Indonesia menjadi pengusaha ada 2 pendekatan. 

“Keberhasilan usaha sangat tergantung 2 pendekatan, pendekatan pertama adalah pendekatan ideologis atau fundamental bisnis dimana bertaqwa dan berdoa kepada Allah SWT mutlak harus dilakukan dan yang kedua harus selalu minta doa dan berusaha berbakti kepala kedua orangtua kita, jadikan orangtua kita raja, pasti akan selalu banyak kemudahan.

Sedangkan pendekatan kedua adalah pendekatan teknis, yaitu harus melakukan langkah-langkah teknis yaitu segera membuat badan hukum usaha, berteman dengan banyak pengusaha dan harus memulai kegiatan usaha, walaupun skalanya kecil,” tambahnya.

Tak kalah inspiratif Umi Tursini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa, bagaiamana agar ia bisa menjadi pengusaha yang sukses. 

Menurutnya, menjalankan bisnis harus mempunyai kemauan serta bisa membaca peluang. Adanya peluang akan membawa kita lebih kreatif dan kreatifitas bisa melahirkan sebuah peluang.  

“Oleh karena itu, maka jangan pernah takut untuk memulai suatu bisnis, karena kadang yang terduga malah ia yang menguntungkan. Akan tetapi, untuk menjadi pengusaha yang siap untuk bersaing, maka harus bisa merencakan strateginya,” paparnya.

Bahkan menurut Sekretaris Jenderal (Sekjend) Himapindo Eenk Heryono menambahkan, dengan dilantiknya pengurus daerah Himapindo Malang Raya ini, Himapindo bisa semakin konsen untuk membina kader-kadernya dengan lebih efektif dan kreatif untuk menjadi pengusaha sebelum sarjana.

”Harapan saya, Himapindo bisa berklaborasi dengan program Rumah Kreatif yang akan segera dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sehingga kader Himapindo lebih semangat lagi untuk menjadi pengusaha sehingga ikut serta dalam mewarnai Kebijakan Pemkot Malang di rumah kreatif nantinya,” tutupnya. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending