Connect with us

NASIONAL

Komisi III DPRD Sumbar Akan Bawa Soal Bank Nagari ke Ranah Hukum

Published

on

Kabarakyat, Padang – Padang- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat menyikapi hasil Rapat Umum Pemegang Saham(RUPS) PT Bank Pembangunan Daerah atau dikenal Bank Nagari tahun 2019 bulan April.Terkait persoalan kinerja Bank Nagari tidak sesuai dengan Rencana Bisnis Bank( RBB) tahun 2017 dan 2018.

“Dan apabila dalam penelusuran dan kajian DPRD Sumbar ditemukan unsur memperkaya diri sendiri dan merugikan Bank Nagari DPRD akan membawa masalah ini ke ranah hukum selaku tugas fungsi dan pengawasan DPRD dan tampaknya progres kinerja Bank Nagari tidak sesuai dengan RBB 2017 dan 2018 artinya rapor merah atau asset dan kredit tidak tumbuh dan laba tergerus,”ujar Supardi Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumbar Supardi di Padang, Selasa,25 Juni 2019.

Menurut Supardi,sebahagian Pemerintah Daerah (Pemda ) sebanyak 13 daerah tidak melakukan tambahan penyertaan modal, ini menandai indikasi krisis kepercayaan pemegang saham.
“berdasarkan hasil RUPS Bank Nagari tersebut solusi tidak sesuai dengan penyakit Bank Nagari bahkan melahirkan kebijakan baru,”ujar Supardi yang merupakan politisi Partai Gerindra Sumbar ini.

Lanjut Supardi, hal yang memiriskan lagi pihak Bank Nagari memberikan gaji naik disertai tanjim full.

“Memiriskan lagi dengan mengkebiri kembali kewenangan direksi kredit hanya sebatas menfasilitasi kredit syariah, sementara kredit lain ditangani oleh Direktur Keuangan dan Direktur Utama sendiri. Ini tidak lazim dan tidak beretika dan belum pernah dibuat oleh dunia perbankan dimanapun,”ujar Supardi.

Dikatakan Supardi, adanya indikasi data yang disuguhkan oleh komisaris dalam RUPS fiktif atau tidak berdasarkan target RBB tapi hanya berdasarkan perbandingan tahun lampau.
“Adanya persaingan yang tidak sehat antar direksi menjelang suksesi manajemen direksi yg dimulai pada bulan September ini (RUPS LB),”ujar Supardi.

Supardi menambahkan, terkait dengan masalah IT tahun 2015 DPRD Sumatera baat melalui komisi III menyepakati dengan direksi lama (syuryadi dkk) untuk meninjau kembali kontrak kerjasama dengan vendor IT BN yakni PT.Collega Inti Pratama,karena beberapa pertimbangan dengan menghasilkan kesepakatan tersebut oleh pihak direksi lama Bank Nagai diadakan kajian komprehensif dengan melibatkan pihak ketigaa atau konsultan PT.Searing Fashion dengan merekomendasikan untuk diadakan tender terbuka terhadap IT BN sesuai dengan pertumbuhan tekhnologi.

“Proses tender pengadaan CORE BANKING SYSTEM (CBS) dimulai dan ada beberapa perusahaan yang siap ikut lelang sesuai dengan dokumen lelang, namun sayangnya masa tugas direksi habis. Oleh direksi baru kebijakan ini ditinjau kembali dengan menyewa konsultan baru PT. Pantarhai Technology dan membatalkan tender tadi dan atas rekomendasi Komite pengarah tekhnologi informasi menunjuk kembali Vendor lama PT.Collega Inti Pratama untuk menangani IT Bank Nagari.

“Indikasi kuat permainan antara Bank Nagari dengan vendor CIP dan indikasi kuat mark up terhadap Perjanjian KerjaSama (PKS) antara Bank Nagari dan PT.CIP serta indikasi kuat menyalahi aturan yg berlaku, baik Perpres 16 tahun 2018 maupun Peraturan internal BN tentang Pengadaan Barang dan Jasa,”ujar Supardi yang dikenal vokal ini.

Supardi mengatakan,menjelang pemilihan direksi baru nanti DPRD Sumatera Barat akan menyurati OJK Pusat untuk kembali membuka file-file rekam jejak para calon direksi (termasuk incumbent) terhadap kasus-kasus dimasa mereka menjabat, baik sewaktu kepala cabang maupun kepala divisi dan akan mengawal setiap proses atau tahapan seleksi termasuk fit and profite test yg diadakan oleh OJK.
(chan)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

Bamsoet Dukung Pentas Kolosal ‘The Great Ramayana

Published

on

By

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung kreasi anak-anak muda yang tergabung dalam Teater Keliling untuk menyajikan pementasan Drama Musikal ‘The Great Rahwana’, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada tanggal 21-22 September 2019. Pementasan yang diikuti sedikitnya 800 penari, penyanyi, dan musisi dari berbagai latar belakang ini akan memecahkan rekor Guinness World’s Record sebagai Pagelaran Seni Tari Ramayana dengan Penari Terbanyak di dunia.

“Ini langkah konkrit dari generasi millenial melestarikan khazanah kesenian nusantara. Apalagi melibatkan para relawan dari berbagai siswa SMP, SMA, sampai perguruan tinggi yang akan menjadi pendukung acara. Melalui keterlibatan dalam pementasan ini, anak-anak muda bisa mengenal lebih jauh betapa bangsa kita kaya akan kesenian, khususnya seni tari,” ujar Bamsoet saat menerima Tim Kreasi Imaji Mahesa yang mewakili Teater Keliling, di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu (11/07/19).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengajak masyarakat bisa memberikan dukungan untuk datang menyaksikan langsung pagelaran tersebut. Bagi perusahaan maupun tokoh yang punya kepedulian besar terhadap kemajuan seni dan budaya, terbuka kesempatan untuk mendukung secara langsung, sehingga memudahkan Teater Keliling dalam mempersiapkan berbagai hal menuju pementasan.

“Pada waktunya nanti, mari penuhi ruang teater dengan gemuruh tepuk tangan, sehingga menjadi motivasi bagi anak-anak muda lainnya untuk menggelar acara serupa. Karena pertunjukan teater bukanlah pertunjukan ekslusif yang hanya bisa dinikmati segelintir orang saja. Melainkan inklusif, bisa dinikmati seluruh lapisan, termasuk dari kalangan millenial. Terlebih acara ini dibuat oleh millenial,” tutur Bamsoet.

Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 2014-2016 ini optimis pementasan Drama Musikal ‘The Great Rahwana’ akan sukses. Mengingat Teater Keliling yang berdiri sejak 13 Februari 1974 ini punya reputasi bagus. Didirikan Ir. Dery Syrna, Rudolf Puspa, Buyung Zasdar, dan Paul Pangemanan, serta didukung para tokoh teater kawakan seperti Jajang C Noer, Saraswaty Sunindyo, Ahmad Hidayat, Wilem Patirajawane, Syaeful Anwar, dan RW Mulyadi. Sejumlah penghargaan pernah diraih Teater Keliling, antara lain Rekor MURI tahun pada tahun 2010, Penghargaan Lingkungan Tahun 1984 dan 1992, Penghargaan Abdi Abadi dari FTI tahun 2016, serta penghargaan Bentara Budaya Kompas pada tahun 2017.

“Melalui ‘The Great Rahwana’, anak-anak muda Teater Keliling akan menggemakan kembali industri teater tanah air. Sehingga bisa menjadikan teater sebagai salah satu hal yang dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia. Semakin banyak kegiatan pagelaran seni dipertunjukan, semakin bagus bagi perkembangan dan pelestarian budaya Indonesia,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading

NASIONAL

Kenapa Airlangga Dianggap Gagal di Mata Golkar?

Published

on

By

JAKARTA – Kader Senior Partai Golkar Yorrys Raweyai mengungkapkan Ketua Umum Golkar saat ini Airlangga Hartarto gagal selama menjabat sebagai pimpinan partai beringin tersebut. Penilaiann itu berdasarkan target suara dan perolehan kursi parlemen yang jauh dari harapan, alias turun. Dengan perolehan 14,75 persen pada Pemilu 2014, turun menjadi 12,34 persen.

“Di saat partai-partai koalisi Indonesia Maju yang mengusung Joko Widodo sebagai Calon Presiden 2019 mengalami kenaikan suara di parlemen, Partai Golkar justru mengalami penurunan,” tegas Yorrys seperti keterangan yang disampaikan pada wartawan, Jakarta, Senin, (1/06/2019)

Untuk diketahui, barisan partai pendukung Jokowi-Ma’ruf PDI Perjuangan di pemilu 2014 lalu meraih 18,95% suara, naik menjadi 19,38%. PKB yang mendulang 9,04% pada Pemilu sebelumnya, meningkat menjadi 9,72%. Sementara Partai Nasdem yang tergolong baru di kancah politik nasional, mengalami peningkatan signifikan dari 6,72%, menjadi 9,07% dengan penambahan kursi menjadi 575.

Yorrys memberi valuasi kepemimpinan pada Airlangga, mengingat sejumlah partai politik mayoritas melakukan evaluasi atas berbagai strategi dan kebijakan yang selama ini dijalankan dalam rangka menghasilkan dampak elektoral yang memuaskan. Sejatinya, partai Beringin sebagai partai tertua di negeri ini,  Golkar turut mengintropeksi diri atas pencapaiannya selama ini.

“Penurunan suara dari serangkaian Pemilu pasca reformasi seharusnya menjadi catatan penting untuk melangkah ke depan,” tegas Yorrys.

​Ironisnya, lanjutnya, suara-suara kritis yang hendak mengevaluasi Suara Golkar Suara Rakyat itu, masih saja dipandang sebelah mata. Tidak hanya itu, dinamika  itu sering kali dinilai sebagai sebentuk pemberontakan dan pembangkangan.

“Desakan pelaksanaan Munas (Musyawarah Nasional) Partai Golkar bukan semata soal siapa yang akan menjabat “Ketua Umum”, tapi lebih pada respons  Golkar terhadap situasi dan kondisi saat ini,” tegas Yorrys.

“Sikap resisten terhadap sikap kritisis membuktikan bawah Golkar belum bisa mengambil jarak dengan karakter masa lalunya. Budaya demokrasi yang ditunjukkan dengan kinerja dengan tata kelola kepartaian, transparan yang terbuka masih jauh panggang dari api,” sambungnya.

Tak hanya itu, Yorrys juga membahas terkait oligarki kekuasaan di Golkar. Di mana hingga kini oligarki kekuasaan masih menggurita, sentralisasi kekuasaan masih sangat kasat mata, sejumlah kebijakan strategis masih diputuskan secara pihak.

“Kesemuanya menyimpulkan bahwa kepemimpinan Airlangga Hartarto saat ini tidak berbeda dengan pendahulunya,” tegasnya.

​Tak hanya itu, Yorrys mengungkapkan, Airlangga “Menebar Ancaman” saat sejumlah pimpinan DPD dari berbagai wilayah di Indonesia menyuarakan dukungan pada Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Calon Ketua Umum dalam Munas Partai Golkar mendatang.

“Dukungan itu tentu saja tidak lahir dalam ruang hampa, melainkan dilatarbelakangi oleh harapan tentang masa depan partai yang lebih baik, terhadap pola kepemimpinan Golkar saat in,” terangnya.

​Bagi Yorrys, sejumlah dukungan dari pengurus daerah tidak pantas direspons dengan cibiran, kecurigaan, hingga ancaman.

“Mereka yang menggelorakan perubahan adalah bagian dari kader Golkar yang memiliki saham dan andil atas kebesaran dan bertahannya Golkar hingga saat ini. Tak hanya itu, mereka juga adalah bagian dari sejarah perjuangan yang bekerja keras demi mempertahankan eksistensi partai di aras paling bawah. Para pimpinan DPD memiliki hak bersuara karena sebagaian besar di antara mereka itu pemilik jabatan penuh (bukan Plt) di tingkat daerah dengan kinerja-kinerja politik yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (HMS)

Continue Reading

NASIONAL

Pasca Sidang MK, Ketum DPP KNPI: Selamat Buat Jokowi-Ma’ruf

Published

on

By

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama untuk kepengurusan periode 2018-2021 di Sari Pan Pacific, Jakarta, Sabtu (29 Juni 2019).

Acara ini merupakan ajang konsolidasi organisasi kepemudaan di seluruh Indonesia dari seluruh propinsi.

“Pertama-tama kami DPP KNPI mengucapkan selamat kepada pasangan capres Jokowi-Ma’ruf yang telah dimenangkan oleh putusan MK kemarin. Sebagai anak muda maka kami tidak merayakannya dengan selebrasi akan tetapi dengan mengadakan konsolidasi pemuda seluruh Indonesia untuk memberi masukan berupa program dan kegiatan yang dapat berkolaborasi dengan visi nawacita pasangan Jokowi-Ma’ruf,” jelas Noer Fajrieansyah, Ketua Umum DPP KNPI di arena Rakernas.

Acara yang bertemakan “Indonesia Satu Tak Terbagi” ini juga menggelar 2 sesi diskusi publik yaitu “Pemuda dan Industri” serta “Pemuda dan Strategi Penguatan Ketahanan Sistem Informasi”.

Diskusi tersebut menghadirkan berbagai narasumber dari BKKBN, Kemenperin, Kemenkop, Humas Polri serta BAKTI Kominfo.

Sekjen DPP KNPI Addin Jauharuddin menyatakan Rakernas ini merupakan momentum untuk menyatukan visi dan misi pemuda Indonesia untuk dapat berkarya dan berkolaborasi dengan pemerintahan terpilih di 2019-2024.

“Di KNPI ini semua anak muda kumpul, jangankan hanya pendukung 01 dan 02 tetapi anak muda dari lintas agama, lintas partai dan profesi juga kumpul disini. Disini semua sepakat proses demokrasi sudah selesai saatnya kita berkumpul, berkolaborasi dan berkreasi untuk Indonesia satu yang tak terbagi” parar Addin. (d3)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending