Connect with us

EKONOMI

Kongres ISMEI di Jakarta Langsung Dibuka oleh Raja Kusuma Negara Kalimantan Barat

Published

on

Jakarta – Kongres ISMEI dibuka pada hari Senin di Hotel Amos Cozy, Jakarta. Kongres ISMEI yang dibuka oleh perwakilan alumni ISMEI yaitu *Yang Dipertuan Agung Pangeran Wali Diraja Dicky Arianto Padmadipoera Raja Kusuma Negara Sangau Kalimantan Barat*.

Dicky Arianto berpesan pada adik-adiknya bahwa, organisasi ini “Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI)” bukan organisasi KALENG KRUPUK. 

“ISMEI mempunyai sejarah panjang dalam kontribusi bangsa ini, pada tahun 60-an ISMEI sudah ada yang dulunya bernama IMEI, bliau berkata jika teman-teman pernah baca buku soe hoe gie maka kalian tau bukti sejarah IMEI dalam pergerakan serta kontribusi bangsa ini,” pungkasnya. Senin, (03/12).

Sambung Dicky, sesuai dengan tema pembahasan bahwa sejarah Revolusi Industri 1.0 di Perancis dan Inggris, sangat panjang bahkan pada saat ini yang di dengungkan tentang Revolusi Industri 4.0 itu sebetulnya sudah lama kita rasakan tapi kita tidak sadar. 

“Adik-adik yang sedang berproses agar menguatkan ekonomi agar kedepan agar paripurna secara individu dan bisa betul-betul mengabdi pada masyarakat dan bangsa Indonesia ini,” imbuhnya.

Selain Raja Kusuma Negara Kakanda Dicky, juga ada perwakilan dari Kemenpora yang diwakili oleh Yuni Poerwati selaku staf ahli Bidang Politik Kementrian Pemuda dan Olah Raga.

Yuni Poerwati juga mengatakan, Pemuda khususnya Mahasiswa harus mempunyai semangat karna teman-teman ini adalah penerus tongak kepemimpinan bangsa.

“Kementerian Pemuda dan Olah Raga terbuka bagi mahasiswa ingin mempunyai niat untuk mengawali berwirausaha. Karna dari kementerian mempunyai program untuk wirausaha muda,” tandas Yuni.

Sementara itu, Badan Pimpinan ISMEI Andi Rante, menyampaikan pesan kepada peserta kongres bahwa, kongres kali ini harus melahirkan gagasan-gagasan tentang rumusan ekonomi kedepan. “Mari kita berembuk dan hasilkan rumuskan untuk ekonomi kedepan,” lugas putra asal Luwu tersebut.

Lanjut Andra sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa ISMEI diterima oleh Kepala Staf Presiden untuk menyampaikan laporan dan hasil dari kongres.

“Hari Jumat 7 Desember 2018 sudah diagendakan oleh kantor staf presiden untuk mengadakan forum group diskusi terkait hasil dari kongres ISMEI yang ke-XIV,” tambahnya.” (ari)

EKONOMI

Pemilik Bank Bali: Stop Penjualan Saham Bank Permata Tbk

Published

on

By

JAKARTA – Pemilik Bank Bali Rudy Ramli meminta agar proses penjualan saham Bank Permata  oleh Standart Chartered Bank dihentikan (suspend). Mengingat Bank Permata dan Bank Bali adalah salah satu bank yang digabungkan menjadi Bank Permata, bersama empat bank yang lain (Bank Umam Nasional, Bank Media, Bank Patriot, Bank Universal). Bank Bali menjadi leader dalam proses merger tersebut.

“Saya meminta agar proses penjualan saham itu dihentikan, dan OJK melakukan investigasi khusus. Segera!” kata Rudy Ramli.

Rudy menyampaikan, usaha pemindahan kepemilikan saham Bank Permata milik Standard Chartered Bank (SCB), sangat diharapkan dilakuan secara transparan.

Untuk itu, Rudy berharap otoritas yang berwenang, untuk menggunakan kekuasaannya untuk  investigasi, karena 5 alasan utama seperti transparansi, keadilan dan kebenaran, mempertahankan asset bangsa, dan mencegah terulangnya  kasus yang  sama demi kehormatan bangsa.

Namun demikian, lanjut Rudy, persoalannya adalah ketika masuk kelolaan BPPN, Bank Bali dilikuidiasi senilai Rp 11,89 triliun. Nilai tersebut jauh lebih besar dari harga beli yang dikeluarkan Standard Chartered, yakni hanya senilai Rp 2,77 triliun.

“Sehingga ada potensi kerugian negara sekitar Rp 9 triliun,” lanjut Rudy.

Kerugian ini, kata Rudy, diprediksi akan semakin besar dengan aksi Standard Chartered yang berupaya melepas saham-sahamnya di Bank Permata.

Oleh karena itu, terkait hal tersebut, Rudy telah melaporkan persoalan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Oktober 2018 lalu.

“Sementara baru itu langah hukum yang kami lakukan. Normalnya calon investor Bank Permata mungkin akan berpikir ulang untuk membeli saham dari Standard Chartered. Namun kalau ternyata sampai ada pembeli yang jadi, kami mempertimbangkan untuk melakukan (gugatan) langkah hukum lain,” tambahnya.

Menurut Rudy, bahwa siapapun yang ingin memiliki asset di Indonesia, terutama institusi strategis seperti bank, hendaknya transparan dan jelas, siapa pemiliknya, dan asal dananya. “Apakah kedua hal itu sudah dipenuhi oleh SCB?” tanya Rudy.

Dalam laporan tahunan SCB ditemukan sebuah kejanggalan pada annual report SCB tahun 2006, dan beberapa tahun setelahnya, yang menunjukan kejanggalan kepemilikan SCB atas bank Permata. 

Di laporan tersebut ada satu note, tentang kepemilikan SCB di Bank Permata:  There are no  capital commitments related to the Group’s investment in Permata.

Artinya, SCB beli tanpa modal? Kok tidak ada komitmen? Terus yang dipakai modal siapa?” tegas Rudy.  SCB wajib menjelaskan dengan menyertakan dokumen pendukung, apa maksud dari kalimat “no capital commitment” yang tertuang pada annual reportnya tersebut.  “Maka transaksi pengambil alihan Bank Permata wajib dipertanyakan oleh otoritas yang berwenang, “ tegas Rudy. (Asri)

 

Continue Reading

EKONOMI

Resmi Dilantik Pengurus Himapindo Malang Raya Masa Bakti 2019-2021

Published

on

Malang – Pengurus Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (Himapindo) Malang Raya resmi dilantik untuk masa bakti 2019-2021. 

Acara pelantikan Himapindo yang sekaligus dikemas dalam acara seminar entrepreneur  dihadiri oleh Walikota Malang Sutiaji dan beberapa narasumber lainnya.  Diantaranya Budiyanto, Umi Tursini, serta dari Dinas Koperasi Jawa Timur berlangsung meriah. 

Walikota Malang yang dalam acara ini sebagai Keynote Speaker menyampaikan bahwa, untuk memenangkan persaingan saat ini salah satu syaratnya harus kreatif.  

Bahkan beliau dalam waktu dekat akan mendirikan Rumah Kreatif untuk menjadi wadah bagi pelaku usaha lebih mudah mengembangkannya. Rencana itu disambut antusias oleh para mahasiswa peserta seminar khususnya kader Himapindo.

Achmad Hawanto selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur dalam sembutannya menyampaikan, terimakasih yang mendalam kepada para pembicara yang telah bersedia berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para pembicara. 

“Saya berharap para pembicara bisa menginpirasi dan berbagi ilmu kepada mahasiswa agar mahasiswa setelah lulus tidak disibukkan dengan melamar kerja akan tetapi sibuk dengan bisnisnya yang siap menampung tenaga kerja, tuturnya. Rabu, (27/3/2019).

Sementara itu, Budiyanto selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himapindo dalam pemaparannya menyampaikan bahwa, faktor yang mendukung keberhasilan pemuda dan mahasiswa Indonesia menjadi pengusaha ada 2 pendekatan. 

“Keberhasilan usaha sangat tergantung 2 pendekatan, pendekatan pertama adalah pendekatan ideologis atau fundamental bisnis dimana bertaqwa dan berdoa kepada Allah SWT mutlak harus dilakukan dan yang kedua harus selalu minta doa dan berusaha berbakti kepala kedua orangtua kita, jadikan orangtua kita raja, pasti akan selalu banyak kemudahan.

Sedangkan pendekatan kedua adalah pendekatan teknis, yaitu harus melakukan langkah-langkah teknis yaitu segera membuat badan hukum usaha, berteman dengan banyak pengusaha dan harus memulai kegiatan usaha, walaupun skalanya kecil,” tambahnya.

Tak kalah inspiratif Umi Tursini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa, bagaiamana agar ia bisa menjadi pengusaha yang sukses. 

Menurutnya, menjalankan bisnis harus mempunyai kemauan serta bisa membaca peluang. Adanya peluang akan membawa kita lebih kreatif dan kreatifitas bisa melahirkan sebuah peluang.  

“Oleh karena itu, maka jangan pernah takut untuk memulai suatu bisnis, karena kadang yang terduga malah ia yang menguntungkan. Akan tetapi, untuk menjadi pengusaha yang siap untuk bersaing, maka harus bisa merencakan strateginya,” paparnya.

Bahkan menurut Sekretaris Jenderal (Sekjend) Himapindo Eenk Heryono menambahkan, dengan dilantiknya pengurus daerah Himapindo Malang Raya ini, Himapindo bisa semakin konsen untuk membina kader-kadernya dengan lebih efektif dan kreatif untuk menjadi pengusaha sebelum sarjana.

”Harapan saya, Himapindo bisa berklaborasi dengan program Rumah Kreatif yang akan segera dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sehingga kader Himapindo lebih semangat lagi untuk menjadi pengusaha sehingga ikut serta dalam mewarnai Kebijakan Pemkot Malang di rumah kreatif nantinya,” tutupnya. (ari)

Continue Reading

EKONOMI

“Bumerang Petir”, Kuliner Anyar Bebek Bumbu Rendang di Surabaya

Published

on

Surabaya – Mahasiswa Magister Hukum Universitas Airlangga (Unair), R Fauzi Zuhri Wahyu Pradika, dan bersama rekannya, Frandiko Eka Putranto membuka usaha di bidang kuliner, dengan hidangan kulinernya yang bernama ‘Bumerang Petir.

Lokasi usahanya ini berada di Jl. Kebonsari LVK Barat No. 12, kelurahan Kebonsari kecamatan Jambangan kota Surabaya. 

Pria yang disapa akrab Dika ini mengatakan, Bumerang Petir ini sebenarnya sudah berumur 5 tahun dan usahanya pernah dirintis saat di bangku kuliah pada tahun 2013 lalu. Kemudian memutuskan untuk menjadi pegawai di salah satu perusahaan. 

Kuliner Surabaya, kata Dika, kota Surabaya terkenal dengan ragam olahan kulinernya. Utamanya kuliner di jenis makanan bebek.

“Yang membedakan dari tempat kuliner bebek lainnya, yakni, di bumerang petir bebeknya memakai bumbu rendang. Inilah ciri khas usaha kuliner kami yang siap memanjakan warga Jawa Timur terutama Surabaya,” ucapnya saat ditemui di lokasi. Rabu, (27/3/2019).

Lanjut Dika, dirinya menceritakan kenapa nama dan jenis usaha kulinernya dinamai ‘Bumerang Petir’, inspirasi didapat dari kata “bebek bumbu rendang pedas tiada akhir”, jika disingkat (Bumerang Petir). Dan menjual bebek itu merupakan resep dari ayahnya.

“Maka dari itu, kami tidak kebingungan untuk menyediakan varian hidangan bebek yang disajikan. Diantaranya dengan level pedasnya mendung, petir 1, petir 2, petir 3, dan bledhek. Sehingga ini varian hidangan yang pas dari sesuai nama usaha kuliner kami,” terang Owner Bumerang Petir tersebut.

Hal senada dengan Dika, Diko yang sebagai rekannya menjelaskan bahwa, jika diruntut lebih dalam lagi, belum ada usaha kuliner di Surabaya yang mengambil konsep bumbu rendang level pedas dari unsur cuaca. Inilah yang membuat usahanya bertahan sampai sekarang dan meraup untung tiap bulan yang begitu besar.

“Tidak hanya bebek saja yang kami sajikan, yakni ayam kampung juga. Harga juga cukup terjangkau, untuk bebek kami bandrol 25 ribu, sedangkan ayam kampung harganya 22 ribu, cocok untuk penikmat kuliner yang suka makanan anti mainstream dengan ciri khas level pedasnya dan tinggal lebb..!!!,” ujarnya.

Bumerang petir, kata Diko, bisa dipesan melalui via Go-Food by GoJek dan GrabFood. Adapun dari media sosial, bisa diakses via Instagram @bumerangpetir , Whats App 082142590226 / 085606252542 , dan Facebook Bumerang Petir.

Pesan untuk milenial, kata Dika, awalnya ia seorang pegawai Bank dan Diko seorang pegawai di perusahaan pengelola tol, namun 3 tahun berikutnya, dirinya mengalami kebosanan, ingin menjalankan rutinitas secara bebas. Dan akhirnya memutuskan untuk terjun di dunia usaha kembali, supaya menjadi Bos dalam suatu usaha walaupun itu tergolong masih kecil dan mempunyai beberapa pegawai.

“Jadi kaum milenial hari ini harus menerapkan jiwa milenialnya yang memiliki berbagai inovasi dan kreativitasnya, karena persaingan kerja semakin ketat, dan juga dituntut globalisasi untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Apalagi perkembangan era digitalisasi kian pesat, maka banyak keuntungan yang didapat dari era digital ini dari produk dan karya kaum milenial yang mudah dipasarkan dan dikenalkan,” tutupnya.

Yoiki #BebekRendangeSuroboyo dijamin #RendangnyaNendang #PedesnyaMakBlesss! (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending